I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 57. POV Author (Ayat Kursi)


__ADS_3

Mereka berdua baru sampai di rumah, Arnav mengajak Audia pergi ke rumah mereka, mereka juga sudah minta izin pada mama dan papa nya kalau mereka akan balik ke rumah nya.


"Aku pengen tinggal di sini saja mas!" ujar Audia


"Tapi mas kerja terus kamu tinggal bareng siapa?" ujar Arnav


Ia juga tidak mungkin meninggalkan Audia di rumah ini, apa lagi Audia sedang hamil juga, ia juga tidak mungkin meninggalkan Audia dengan art di sini.


"Tapi Audia pengen tinggal di sini saja!" ujar Audia


"Jangan sekarang ya bunda!" ujar Arnav mengusap pipi istrinya itu.


Audia tidak bisa berkutik dan tidak juga bisa membantah ucapan suaminya itu, ia juga tau jika Arnav sangat takut meninggalkan nya hanya dengan art saja.


"Kapan mas?" tanya Audia tidak mau ketinggalan sedikit pun informasi, ia benar-benar ingin tinggal berdua dengan Arnav.


Ingin merasakan hidup mandiri tanpa bantuan orang tua dari suaminya ini, ia juga tidak mau merepotkan mertua nya terus terusan.


"Kapan ya?" ujar Arnav bercanda


Alhasil Arnav dapat hadiah cubitan dari sang istri, di ajak bicara serius malah bercanda, kan kena hadiah.


"Serius!" ujar Audia


"Ntar anak kita udah berumur 5 tahun!" ujar Arnav


Apa? Audia menganga tidak percaya dengan ucapan suaminya ini, masa ia harus menunggu lima tahun lagi untuk tinggal di rumah sendiri.


"Lama banget! protes Audia


"Ya begitulah, untuk sekarang kamu tidak boleh tinggal sendiri dulu!" ujar Arnav


Audia memutar bola matanya malas dengan Arnav ini, ia mengambil paper bag tadi lalu ia mengeluarkan isi dalam paper bag itu, Audia membolak-balik baju yang di pilihkan oleh Arnav pada nya.


Sementara Arnav sedang di dapur untuk mengambil minum, ia duduk di salah satu kursi meja makan seraya meneguk air mineral yang ia ambil dari dalam kulkas.


Audia mengerutkan keningnya saat melihat semua modelan baju yang di pilih oleh Arnav tadi, semuanya tidak cocok untuk nya, selera nya tidak cocok melihat baju ini.


"Astagfirullah... yang benar saja!" ujar Audia menghempaskan baju itu ke sofa.


Audia tidak suka memakai daster di rumah apa lagi modelan nya model baju emak-emak, Audia mengerucutkan bibirnya karena cemberut.


Arnav kembali ke tempat Audia, ia mengambilkan Audia air minum lalu ia berikan ke Audia, ia mengambil air itu dengan kasar.


"Kenapa bun?" tanya Arnav karena ia sudah melihat perubahan sikap Audia pada nya.


"Ayah yang benar saja!" ujar Audia baru selesai meneguk habis air minum itu.

__ADS_1


"Benar kok, yang salah apa nya?" Arnav balik bertanya


Audia mengambil satu paper bag itu lalu memberikan nya pada Arnav, Arnav menerima paper bag itu ia juga mengeluarkan baju daster ibu hamil itu dari paper bag.


"Yang benar saja yah!" ujar Audia memelas


"Benar kok, ini cocok buat bunda!" ujar Arnav sudah tau kenapa istrinya ngambek seperti ini.


"Modelan nya kayak emak-emak, aku nggak suka!" jelas Audia


"Cantik kok motif nya, ada bunga-bunga gitu, kalau kamu yang makai pasti cantik!" ujar Arnav


Audia membelakangi Arnav masa ia harus memakai baju daster itu, Audia mendiami suaminya itu.


"Aku nggak mau pokok nya!" ujar Audia


Lalu Audia pergi ke kamar sambil menghentakkan kakinya saat berjalan, ia kesal pada suaminya itu. Arnav membawa paper bag itu ke kamar, ia melihat Audia yang sedang berbaring di ranjang, Arnav juga ikut naik ke sana.


"Jauh-jauh sana!" usir Audia


Arnav bukan nya menjauh malahan ia malah mendekati Audia yang lagi cemberut karena ulah nya, tapi bukan ulah Arnav juga sih itu sih salah Audia kenapa juga dia tidak mengikuti suaminya saat memilih baju tadi.


"Ayah bikin kesal aku aja!" ujar Audia melempar bantal ke wajah Arnav


Arnav mencibirkan bibir bawah nya ia merasa tidak salah juga, yang ia belikan itu juga sangat cocok untuk Audia.


Arnav tidak membeli baju daster juga ia juga membeli baju stelan buat Audia, Audia sangat suka memakai baju stelan jadinya Arnav tau selera istri nya itu.


"Terus daster itu untuk apa ayah?, untuk ayah pakai gitu?" ujar Audia


"Untuk kamu lah, masa ayah yang makai!" ujar Arnav


"Aku nggak mau!" ujar Audia


"Harus mau!" paksa Arnav


"Nggak!"


"Harus!"


"Nggak boleh maksa!"


"Harus pakai paksaan!"


"Iiih, nggak suka paksaan!" protes Audia


"Harus ya harus!" ujar Arnav

__ADS_1


"Nggak!" lirih Audia karena ia takut saat Arnav memelototi mata nya pada Audia


"Apa tadi?" ujar Arnav tambah memelototi mata nya pada Audia


"Nggak ada!" ujar Audia


Perdebatan antara mereka mulai mereda tapi Audia sangat bersih keras untuk tidak mau memakai baju daster tadi.


...


Malam hari nya Audia terus cemberut dengan suaminya itu, Audia menghidangkan makan malam itu untuk Arnav tanpa mau melihat suaminya itu.


"Tukan kamu cantik pakai daster gini!" goda Arnav


Audia di paksa oleh Arnav untuk memakai baju daster tadi, Arnav sendiri yang memberikan baju itu saat Audia selesai mandi tadi.


"Kayak mak-mak!" jawab Audia cemberut


"Cantik kok!" ujar Arnav apa ada nya, Audia sangat cantik memakai baju daster yang di belikan oleh Arnav tadi, apa lagi wajah muda nya itu tambah mempesona saja di lihat oleh Arnav


"Makan tuh!" ujar Audia


Arnav mengangguk lalu memakan makanan yang di ambilkan oleh Audia tadi, sedangkan Audia lebih memilih duduk paling ujung, mereka berdua saling berjauhan makan nya.


Art di rumah mereka itu menggeleng-nggelengkan kepalanya saat tuan dan nyonya nya lagi ngambekan.


Audia lebih dulu selesai makan ia meninggalkan suaminya seorang diri di meja makan itu, Arnav tidak marah malahan dia terkikik dengan tingkah istrinya itu.


Audia pergi ke kamar ia berdiri di depan cermin besar, ia melihat pantulan diri nya dari cermin itu, Audia memutar-mutar badan nya melihat diri nya di cermin itu.


"Iya ya cantik juga!" gumam Audia


Tanpa di sadari Arnav mengintip istrinya yang lagi bercermin itu, Audia masih melihat pantulan diri nya di cermin tersebut.


"Cantik kan, ayah nggak sembarang milih!" ujar Arnav memeluk Audia dari belakang


Audia kaget lalu wajah nya sudah memerah seperti tomat matang. Arnav melihat wajah istrinya itu dari pantulan cermin itu.


"Iya deh iya!" ujar Audia


Audia melepas pelukan itu ia lebih memilih untuk duduk di sofa, Arnav mengikuti istrinya itu, tangan nya mengusap-usap perut Audia.


Arnav membacakan ayat kursi untuk calon anak nya ini, mereka berdua membacakan ayat kursi itu, suara bacaan ayat kursi itu memenuhi ruangan kamar itu.


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim."


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2