I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 51. Masalah Makin Runyam


__ADS_3

Dia pikir aku melakukan itu dengan siapa?, jelas aku hanya melakukan nya hanya pada dia sendiri, aku ini wanita yang selalu taat pada peraturan Allah SWT, tapi dia malah tidak mempercayai ku.


Dia menatap ku dengan marah nya aku juga menatap dia dengan marah juga, hati aku hancur sangat hancur.


"Jujur pada ku Audia, anak siapa itu?" tanya nya sekali lagi.


Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku, aku tidak abis pikir dengan cara berpikir kotor kamu itu mas, kamu seakan menuduhku berbuat yang tidak-tidak.


Kamu meruntuhkan semua cinta dan kasih sayang ku selama ini, hati aku sakit mas Arnav, kamu tidak mempercayai ku sedikit pun.


"Hiks...hiks... kamu bahkan tidak mempercayai ku lagi mas, kamu tega dengan ku!" aku sungguh tidak abis pikir dengan dia, kenapa dia tidak mempercayai ku?


"AUDIA!" bentak nya


"Apa, kamu mau apa, bahkan kamu tidak percaya pada ku?, apa aku perlu membuktikan nya pada mu mas?" ujar ku juga ikut marah pada nya.


Di sini seharusnya aku yang marah pada nya, bukan dia, di sini aku orang yang paling tersakiti karena ketidak percayaan nya pada ku.


Ayah, bunda aku tersakiti lagi tolong bantu aku ayah... aku tidak kuat jika di perlakukan seperti ini oleh nya.


Ternyata cinta dia itu hanya kebohongan dan omong kosong belaka saja, bodoh nya aku telah menerima cinta nya itu.


Mama Ima dan papa Tejo melihat kami, mungkin bentakan dari dia tadi membuat semua orang tau kalau kami lagi bertengkar.


"Ada apa ini nav?" tanya papa mertua ku.


Aku masih menangis lalu mama mertua ku mengusap-usap punggung ku untuk menenangkan ku.


"Hiks... mama... mas Arnav tidak memperca--!"


"Omong kosong apa ini Audia!" ujar mas Arnav memotong ucapan ku.


Aku sangat sedih sekali saat ia berkata itu, sakit sekali hati ini ya Allah...!


"KAMU YANG TIDAK MEMPERCAYAI KU MAS!" ujar ku tak kalah marah dari nya.


"Ada apa ini kenapa kalian bertengkar seperti ini?" tanya mama bingung dengan pertengkaran kami ini.


"Audia hamil ma...!" ujar mas Arnav


Wajah mama dan papa langsung berbinar saat ia mendengar kalau aku hamil, tapi tidak dengan wajah mas Arnav yang seakan menuduh ku berbuat tidak-tidak di belakang nya.


"Alhamdulillah...!" ujar mama dan papa mertua ku

__ADS_1


"Tapi itu bukan anak Arnav ma pa!" ujar mas Arnav


Hati ku sangat sakit sekali saat kata-kata itu keluar dari mulut nya, bagaikan disayat oleh pisau belati hati ku ini, hancur berkeping-keping.


"Apa maksud mu nav?" tanya mama


"Tanya saja pada dia!" ujar mas Arnav menunjukkan ku tapi tak melihat ku.


Seakan dia jijik melihat ku untuk saat ini. Mama menatap ku bahkan papa juga menatap ku, aku menangis sesenggukan di hadapan mereka.


"Tidak nav, Audia jelas hamil anak kamu!" bantah mama, aku sangat bersyukur karena mama masih percaya pada ku.


"Lelucon apa ini ma?" ujar mas Arnav


Entah kenapa kamu tidak mempercayai ku mas, aku salah apa sama kamu sehingga kamu tidak mempercayai ku?


"Mama, maafkan aku karena aku menyembunyikan kehamilan ku ini, aku sengaja tidak memberi tahu kalian karena aku pengen nya mas Arnav yang tau lebih dulu, baru aku mempublikasikan nya pada kalian!" ujar ku, air mata ku mengalir deras, rasa sakit ini tak bisa aku tahan.


"Mama percaya sama kamu nak, sudah jangan menangis lagi!" ujar mama menenangkan ku.


Mas Arnav pergi meninggalkan kami di kamar ini, sakit sangat sakit sekali, kenapa dia seperti ini lagi?


Kenapa dia melukai ku lagi?


"Hiks...hiks... mama papa, aku salah seharusnya aku tidak menyembunyikan kehamilan ku ini hiks... aku salah mama!" ujar ku memeluk tubuh mama.


"Berani-beraninya Arnav tidak mempercayai anak yang kamu kandung!" ujar papa


Apa aku salah karena aku menyembunyikan kehamilan ini?


...


Dari ia keluar dari kamar sampai malam ini dia tidak kembali-kembali ke kamar, aku tau semua orang kecewa dengan ku, karena aku menyembunyikan kehamilan ini dari semua orang, padahal niat ku ingin memberi kejutan untuk dia, ternyata malah jadi begini.


"Ayah, bunda apa aku salah telah menutupi kehamilan ku ini?"


Aku termenung memikirkan bukti yang akan aku berikan kepada mas Arnav agar dia bisa percaya pada ku. Tapi bukti apa yang harus aku berikan sementara aku tidak punya bukti sama sekali.


Aku bersumpah aku hanya melakukan dengan dia saja tidak dengan orang lain, di kota ini bahkan aku tidak mengenal seorang laki-laki.


Dengan mudah nya dia tidak mempercayai ku!


Ya, aku baru ingat waktu pertama aku cek ke dokter, aku menemui mbak Anas terlebih dahulu untuk memeriksa ku, lalu dia merujuk ku ke dokter kandungan, ya itu bukti yang kuat.

__ADS_1


Aku harus mencari mbak Anas biar mbak Anas sendiri yang menjelaskan nya pada mas Arnav, dengan ini pasti mas Arnav akan mempercayai jika aku hamil anak nya.


Aku mencari mbak Anas di kamar nya, ku ketuk pintu kamar nya itu.


Tok tok tok


"Mbak Anas, mbak di dalam!" ujar ku


"Hmm!" jawab nya


Pintu kamar pun ia buka, ia melihat ku dengan tatapan datar, "apa? ganggu aja!" ujar nya dingin


"Mbak bisa bantu aku?" ujar ku memohon pada nya agar dia mau menjelaskan pada mas Arnav masalah kami ini.


"Apa?" tanya nya


Aku tersenyum kecil sangat bersyukur sekali karena mbak Anas mau membantu ku.


Ku ceritakan pada mbak Anas tentang mas Arnav tidak mempercayai ku hamil anak nya, mbak Anas bersikap biasa saja lalu ia mengangguk kecil.


"Oh itu!" ujar nya


Aku mengangguk-angkuk sambil tersenyum pada nya.


"Enak aja lo minta bantuan dari gue, emang enak Arnav tidak percaya pada lo, itu sih bukan urusan gue, lebih baik lo pergi dari kehidupan adek gue dari pada lo bikin nyusahin orang aja. Hmm... kayak nya gue harus manas-manasin lagi nih, biar dia minggat lagi!"


Kami sudah berkumpul di ruang keluarga semua orang sudah di sini. Aku sangat berterima kasih pada mbak Anas karena dia masih mau membantu ku, ya walaupun dia benci pada ku.


"Mbak benar itu anak ku atau tidak?" tanya mas Arnav


Mbak Anas melihat ku lalu beralih melihat mas Arnav, mbak aku mohon bilang pada mas Arnav kalau aku lagi mengandung anak nya.


"Nggak tau, gue sih cuma meriksa aja terus gue rujuk ke dokter kandungan, gue nggak tau itu anak kamu atau anak selingkuhan nya!" ujar mbak Anas


Badan ku langsung lemas, mbak Anas bukan membantu ku tapi dia malah membuat masalah makin runyam.


"Mas... hiks... aku mohon mas, aku lagi mengandung anak kita mas!" ujar ku


"BOHONG! bentak nya


"Aku kecewa dengan kamu Audia, selama ini aku mencintaimu tapi kamu malah menghianati ku!" ujar nya.


Aku langsung terduduk lemas sangat sakit hati ku saat ia bilang kalau aku menghianati nya, aku tidak pernah mengkhianati kamu mas.

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2