I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 58. POV Author (Kenapa Tidak Ngajak?)


__ADS_3

Mereka berdua masih duduk di sofa itu, kini Arnav tidur di pangkuan Audia, ia menatap wajah Audia yang sudah berisi itu, semenjak Audia mengandung banyak perubahan dari tubuh nya.


Audia mengusap kepala Arnav membuat Arnav terkantuk-kantuk oleh belaian Audia itu, Arnav membenamkan wajahnya di perut sang istri.


"Ayah jangan bobok dulu, kita belum sholat isya!" peringat Audia


Arnav hanya mengangguk saja, ia sudah mulai menutup mata nya karena belaian dari istrinya itu membuat dia mengantuk.


"Ayah...!" ujar Audia


"Bunda jangan belai kepala ayah, jadinya ayah ngantuk nih!" ujar Arnav melihat wajah istrinya itu.


Audia tersenyum kecil, karena azan isya sudah berkumandang kini mereka berdua mengambil wudhu.


"Bunda boleh request surat lagi nggak?" tanya Audia saat Arnav selesai memasang sarung nya.


"Boleh, bunda mau surat apa?" tanya Arnav


"Hmmm... surat pendek aja ayah, karena Audia udah pengen istirahat!" ujar Audia


Kali ini Audia meminta membacakan surat pendek saja saat di imami oleh Arnav, ia ingin cepat-cepat istirahat karena ia sudah sangat lelah.


"Baiklah!" ujar Arnav


Arnav mengambil saf paling depan, Audia berdiri di samping sebelah kiri Arnav agak sedikit di belakang Arnav, Arnav memulai sholat isya.


"Allahu Akbar!"


Mereka berdua melaksanakan kewajiban mereka sebagai hamba Allah Subhana wa ta'ala.


"Assalamualaikum warahmatullah..."


"Assalamualaikum warahmatullah..."


Mereka selesai sholat isya nya kini Audia mencium punggung tangan suaminya itu, selesai sholat Audia langsung pergi ke ranjang.


"Enak banget!" racau Audia merenggangkan kedua tangan nya.


Arnav melihat istrinya itu seraya tersenyum, ia melipat sajadah lalu menyimpan nya di lemari, Audia belum membuka mukena nya karena ia selesai sholat tadi langsung menghambur ke ranjang nya.


"Buka mukena kamu dulu bunda!" ujar Arnav


"Tolong bukain dong ayah...!" ujar Audia masih berbaring.

__ADS_1


Arnav naik ke atas tempat tidur ia membantu Audia membuka mukena yang masih melekat pada tubuhnya.


"Aku bobok ya ayah, lelah dari tadi keluyuran terus!" ujar Audia


Arnav mengangguk-angkuk kecil ia membelai rambut hitam istrinya itu, Audia membenamkan wajahnya pada tubuh Arnav yang berbaring juga.


Audia sudah tidur lebih dulu karena belaian dari suaminya itu, Arnav menatap wajah istrinya itu ia tersenyum kecil sambil menyingkirkan rambut Audia yang menutupi wajah nya.


"Maafin aku ya, kamu pasti sangat tersiksa dengan sikap ku yang selalu tidak mengerti apa keinginan kamu, aku berusaha menjadi suami yang terbaik untuk kamu dan menjadi ayah yang bertanggung jawab buat anak kita ini!" ujar Arnav mengusap perut Audia


...


Audia membuka matanya saat ia tidak merasakan jika Arnav tidak ada di sebelah nya, Audia membuka lebar-lebar matanya untuk melihat di mana keberadaan suaminya.


Lampu kamar juga mati hanya tersisa lampu tidur yang begitu remang-remang, Audia bangkit dari tidur nya ia ingin pergi ke kamar mandi.


Arnav tadi masih belum ia temukan sampai ia kembali lagi Audia tidak menemukan siapa pun yang ada di kamar nya ini. Ia menghidupkan lampu kamar barulah Audia bisa melihat semua bagian kamar nya ini.


Arnav sedang sujud di sajadahnya saat lampu kamar itu di hidupkan oleh istrinya, Audia tersenyum melihat pemandangan itu.


"Masya Allah suamiku!" lirih Audia


Audia duduk bersimpuh di belakang suaminya itu seraya menunggu Arnav selesai sholat tahajud.


Arnav sangat lama berzikir nya membuat Audia tambah senang melihat nya, sangat jarang sekali Audia melihat pemandangan suaminya sholat tahajud seperti ini.


Selesai Arnav berdo'a, ia menoleh ke belakang ia tersenyum saat istrinya itu juga tersenyum, Audia menghampiri suaminya itu.


"Nggak ngajak aku!" langsung melayangkan protes sama suami nya itu


"Kasihan sama kamu, aku nggak tega bangunin kamu!" ujar Arnav mengusap pipi Audia


Audia mengangguk-angkuk sambil mencium punggung tangan suaminya itu, "besok ajak aku!" ujar Audia


"Siap nyonya Arnav!" ujar Arnav mengangkat lima jari nya memberi hormat


Mereka berdua kembali tidur, Audia tidur sangat nyenyak karena Arnav membacakan ayat pendek untuk nya, setelah Audia tertidur kini Arnav yang tidur.


...


Pagi harinya mereka pergi joging keliling kompleks ini, karena Audia sedang mengandung ia hanya jalan pelan saja, Arnav menemai istrinya itu, mereka melewati taman yang ada di dekat kompleks ini.


Mereka berdua beristirahat di bangku taman itu, Arnav membeli dua botol air mineral, sementara itu Audia menunggu suaminya itu.

__ADS_1


"Hai, kita bertemu lagi!" sapa Adam pada Audia yang lagi duduk menghirup udara segar di taman ini.


Audia sedikit memberikan senyum, Audia tidak marah atau mengusir Adam lagi karena mereka berdua sudah berdamai, Adam duduk di sebelah Audia.


"Kamu joging juga?" tanya Adam


"Iya!" jawab Audia


Adam bercerita pada Audia tentang apa yang pernah Adam lihat waktu itu di rumah sakit saat Audia menemani mama mertuanya waktu itu, Audia hanya mengangguk karena ucapan Adam itu benar.


"Terus perempuan yang waktu itu siapa?" tanya Adam


"Dia mbak Naya, kakak ipar ku!" ujar Audia


"Jahat banget keluarga suami mu itu!" ujar Adam


Audia menghela nafas, "tidak semuanya keluarga suami ku jahat, mertua ku sangat baik pada ku!" ujar Audia


Adam mengangguk saja, dia hanya ingin tahu saja tidak bermaksud lain, bertepatan itu Arnav datang ia melihat Audia sedang berdua dengan laki-laki lain.


"Mau ngapain kalian!" ujar Arnav berdiri di belakang mereka, Audia langsung menoleh ke belakang. Tatapan mata Arnav menuju pada Adam, ia tidak suka kalau ada orang lain mendekati istri nya ini.


"Pulang!" ujar Arnav dengan dingin


Adam melihat Arnav dengan mengerutkan keningnya, "santai bro!" ujar Adam tapi tidak di gubris oleh Arnav


Arnav menyeret Audia dari sana, kaki panjang Arnav melangkah dengan lebar-lebar membuat Audia tidak bisa mengikuti langkah kaki lebar itu, Audia terpaksa berlari di belakang Arnav.


"Cemburu?" ujar Audia


Arnav tidak bicara apa-apa ia terus melangkahkan kakinya menuju rumah mereka.


Sampai di rumah Arnav langsung duduk di sofa ruang keluarga, Audia baru sampai karena ia ketinggalan oleh Arnav.


"Kenapa ninggalin aku!" protes Audia


Arnav membuang muka saat Audia duduk di selah nya, Audia menghela nafas karena suaminya ini lagi merajuk, Audia mengambil air mineral dalam botol itu yang di beli oleh Arnav tadi, Audia meminum air mineral itu setelah itu ia menyodorkan air mineral yang sudah ia minum ke Arnav.


Arnav tidak menerimanya ia malah mengambil botol air mineral yang satu lagi, Audia mencibirkan bibir bawah nya.


"Kan sudah pernah aku bilang, kalau dokter Adam itu hanya orang yang tidak sengaja bertemu dengan ku, kami pun juga tidak terlalu kenal hanya tau nama saja!" beritahu Audia


Arnav tidak mau mendengar penjelasan Audia karena ia merasa kecewa saja.

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2