I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 21. Miris Sekali Hidup Ku


__ADS_3

Hari terus berlanjut saja tidak aku sangka, sudah hampir tiga bulan saja umur pernikahan ku dengan mas Arnav.


Pernikahan tanpa cinta ini sudah lama aku lalui, hanya pahit yang aku rasakan.


Setiap hari mas Arnav menghindari ku, entah kenapa ia sangat acuh dengan ku, waktu itu dia tidak pernah seperti ini, tapi entahlah dia sangat takut bertemu dengan ku.


"Audia!'


Aku menoleh ke belakang mama mertua ku sudah berdiri di belakang ku.


"Mama, iya, ada apa ma? ujar ku


"Mama pasrah Audia, jika kamu mau pergi, mama akan mengizinkan kamu!"


Aku tersenyum miris di depan mama mertua ku, ya, aku ingin menyerah, tapi aku ingin bertemu dengan dia terlebih dahulu.


"Nanti ma, semoga dalam waktu dekat dia mau berubah! tanggapan ku.


"Aamiin...!"


"Mama sudah lelah dengan sikap anak mama itu Audia, sekarang pilihlah jalan yang terbaik untuk kamu, mama tidak akan melarang nya lagi! ujar mama.


Aku mengangguk kecil.


Aku akan menyerah dan pergi dari hidup nya, tapi dia harus pulang dulu, dalam minggu ini dia belum pulang, aku harap dia bisa menerima ku saat ia pulang nanti.


"Harapan terbesar ku, minggu ini kamu pulang, aku berharap kamu membawa cinta untuk ku!" ucapku dalam hati


🌼🌼🌼


Malam ini bintang dan bulan menampakkan diri nya, kini aku duduk di teras belakang rumah, di temani oleh bi nunung.


"Bi, jika aku pergi dari sini, apa tanggapan bibi? tanya ku.


Bi nunung terkejut lalu meletakkan cangkir teh yang ia pegang, selama ini semua orang berpikiran jika hubungan ku dengan mas Arnav baik-baik saja.


Aku memasang wajah sendu di bawah sinar bulan purnama dan bintang ini.


"Pergi?


"Nona Audia, mau pergi ke mana, bukankah nona Audia sangat senang tinggal di sini? bi nunung balik bertanya.


"Tidak, aku hanya bertanya bi, kenapa bibi jadi balik bertanya padaku? ujar ku mencairkan suasana yang tegang tadi dengan sedikit tergelak.


Bi nunung mengusap dada nya sendiri, "owalah, tak kira nona Audia benaran ingin pergi! ujar bi nunung


"Haha... untuk apa aku pergi bi, disini lah tempat ku, aku sangat senang dengan keluarga suamiku, mereka baik padaku, termasuk bibi! ujarku sangat miris.


Senang di luar tapi pahit di dalam bi, aku sebenarnya tidak sanggup berdiri tanpa bantuan kalian, kalian yang sering memberiku support dan semangat.


"Huuff... bibi pikir nona Audia bakalan ninggalin kami semua!' ujar bi Nunung terus mengusap dada nya.


"Nona, bibi ada kerjaan yang belum bibi kerjakan, bibi pamit dulu tidak apa-apa kan?'


"Tidak apa bi, aku masih mau di sini!" ujar ku.


Bi Nunung meninggalkan ku, sekarang aku harus apa?


Memikirkan nasib yang miris ini sama saja aku menunggu kepastian yang tidak akan pernah ada.


"Mbak!"

__ADS_1


Aquila berdiri di belakang ku, wanita berumur sepantaran dengan ku ini tersenyum ada arti, apa mungkin dia mau curhat lagi?.


"Sini duduk!" titah ku.


Dia mengangguk lalu duduk di sebelah ku, senyum ada arti itu selalu ia perlihatkan.


"Ada apa quila? tanya ku.


"Curhat atau minta pendapat hm? tanya ku.


"Not both!"


"Mbak, keruang tengah yuk! ajak nya.


"Kenapa?


"Nanti aja tanya nya, kita lebih baik ke ruang tengah!


Aku mengangguk dengan ajakan Aquila, pertama yang aku lihat di ruang tengah itu ialah mas Arnav.


"Dia pulang!"


"Suami mbak pulang tuh, samperin gih! ujar Aquila mendorong tubuh ku.


Aku terpaksa menghampiri nya, dia lagi duduk santai di sofa ruang tengah, dia sudah mengganti pakaian nya, berarti dia sudah lama pulang nya.


Aku menghela nafas ku, benar dia pulang namun dia tak mencari ku duluan.


Haha... Audia kamu itu tidak ada gunanya bagi nya, mana ada dia mau mencari kamu saat dia pulang.


Hatiku terluka lagi saat menerima kenyataan ini.


"Assalamualaikum mas! sapa ku.


"Wa'alaikumussalam!


"Sudah lama pulang nya ya? tanya ku sedikit tertawa kecil.


"Ya!"


"Sudah makan?"


"Sudah tadi!"


"Mau aku buatkan teh hangat?"


"Tidak usah!"


Aku mengangguk, aku tersenyum miris, di ajak komunikasi agar hubungan ini tidak terlalu renggang tapi dia lebih fokus dengan telepon genggam nya.


Aku melihat dia dengan senyum ku, lalu aku pergi dari sana, tidak di pedulikan, maka dari itu lebih baik aku menyingkir dulu.


Aku menaiki anak tangga satu persatu dengan langkah kaki lemas, tidak sesuai dengan harapan ku, dia pulang tidak membawa cinta nya untuk ku.


Miris sekali hidup kamu Audia!


"Harapan ku gagal mas, hatiku kali ini benar-benar lelah, mulai sekarang aku tidak akan menganggu kamu lagi!"


Tiba di kamar aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, aku belum menunaikan sholat isya.


Tidak lama aku selesai mengambil wudhu lalu aku menyelenggarakan sajadah ku ke arah kiblat.

__ADS_1


"Allahu Akbar!"


.


.


.


"Assalamualaikum warahmatullah!"


"Assalamualaikum warahmatullah!"


"Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm!"


Selesai membaca ayat kursi aku belum bangkit dari sajadah ku, melainkan aku memanjatkan do'a kepada Allah SWT.


"Ya Allah hamba tidak tau harus bagaimana lagi, sudah banyak usaha yang hamba lakukan tapi dia memang tak pernah melihat perjuangan hamba, mungkin yang terbaik untuk kami berdua yaitu berpisah, hamba ikhlas ya Allah, hamba ridho jika ini jalan yang engkau berikan!"


Selesai aku sholat ia juga masuk ke dalam kamar.


"Mas! sapa ku


"Hmm!"


"Sudah sholat?"


"Belum!"


"Sholat dulu, baru tidur!" ujar ku.


"Ya!" ujar nya


Kenapa kamu tidak pernah berkata lembut padaku mas, ucapan kamu selalu ketus padaku.


Aku merebahkan tubuhku terlebih dahulu, tidak lama ia selesai sholat, aku merasakan ranjang ini bergerak, aku pura-pura tidur, aku merasa ia sedang menyelimuti ku.


"Malam Audia, mimpi yang indah!"


Senyumku mengembang rasanya hatiku menghangat saat ia berucap seperti itu. Apa kamu sudah mulai mencintai ku?


"Semoga harapan ku sesuai dengan keinginan ku!"


🌼🌼🌼


POV Author


Saat Arnav pulang tadi, ia mencari keberadaan Audia, tapi ia tak menemukan keberadaan istrinya.


Ia juga enggan menanyakan keberadaan istrinya ke mama, papa nya, apalagi yang lain nya.


"Sudahlah nanti pasti akan bertemu juga, kemana juga dia akan pergi!" ujar nya mengangkat bahu nya.


...


Bersambung...


Yang ingin berteman dengan author yuk silahkan follow Instagram author.


Ig : purna_yudiani


fb : purna yudiani

__ADS_1


Nanti author konfirmasi 👌


__ADS_2