
Aku tersentak pas pada pukul 02.00 dini hari, aku beranjak dari tidur ku, aku akan melaksanakan sholat tahajud.
Aku mengambil wudhu terlebih dahulu, kini aku melaksanakan shalat tahajud, selesai sholat aku berzikir terlebih dahulu.
"Subhanallah, subhanallah, subhanallah!"
"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah!"
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!"
"Astaghfirullah hal adzim aladzi laailaha illa huwal khayyul qoyyumu wa atuubu ilaiih”, (artinya “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya!)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana ‘abduka, wa ana ala ahdika wawa’dika mastatha’tu, a’uzubika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika alayya wa abu’u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfiru zunuba illa Anta.”
Yang artinya : Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Selesai berdo'a aku lebih memilih duduk di sajadah, menghapus air mata karena teringat dengan dosa-dosa ku.
Aku sedikit terkejut saat mendengarkan suara deru mobil yang masuk ke pekarangan rumah ku ini, aku melipat sajadah, dan aku masih menggunakan mukenah ku.
"Siapa yang bertamu sepagi ini?" aku melihat jam di dinding pada pukul 02.30 wib.
Aku menyingkap gorden jendela, ku lihat ada mobil yang tak asing bagi ku.
Deg
Jantungku berdegup kencang saat aku mengenali dan paham betul itu mobil milik siapa!
"Mobil mas Arnav, apa dia ke sini?
Perasaan ku merasa sangat senang, apa do'a-do'a ku terkabulkan, mas Arnav menjemput ku!
Aku hendak membuka pintu utama aku mau menghampiri orang yang sangat aku rindui, tapi ku urungkan niat ku.
Jika dia kesini hanya membuatku tersakiti lagi, aku tidak mau, aku harus apa sekarang?.
Menghampiri nya atau justru aku tidak akan pernah mau menemuinya lagi?
Sebenarnya hatiku senang saat ia berkunjung ke sini, tapi aku khawatir jika ia hanya berpura-pura baik di hadapan ku lalu ia membawa ku balik lagi ke rumah nya.
Sulit aku untuk mempercayai nya lagi!
Aku menyibak sedikit gorden lagi, kasihan juga jika dia di luar sana, apa lagi udara yang sangat dingin.
__ADS_1
Aku menghela nafas ku dulu lalu ku buka pintu utama. Aku menghampiri mobil nya itu terlihat ia dari kaca mobil nya.
Tok tok tok
Ku ketuk kaca mobil itu, ia membuka kaca mobil nya.
"M-mas!
"Kamu ngapain ke sini?"
...
Aku masih di dalam mobil ku, aku takut menganggu istirahat mereka, lebih baik aku tidur di sini saja, biar besok pagi saja aku bertemu dengan Audia.
Tok tok tok
Awalnya aku sangat kaget saat seseorang mengetuk kaca mobil ku, apa lagi pakaian nya serba putih, aku tidak terlalu jelas melihat siapa pelaku nya.
Aku sedikit menyipitkan mataku, ternyata Audia, aku membuka kaca mobil ku, ternyata memang Audia.
"M-mas!"
"Kamu ngapain ke sini?"
Aku tertegun saat aku mendapati istriku baru selesai sholat tahajud seperti nya. Mata ku berkaca-kaca saat Audia melihat ku.
Dia hanya diam, mungkin Audia heran dan juga bingung dengan sikap ku saat ini, ini kali pertama nya aku memeluk tubuh istriku, selama ini aku tak pernah menyentuh nya.
"Mas, nafasku sesak!" lirih Audia dengan suara lembut yang membuat aku terbuai selama ini.
Aku melepas pelukan ku dari nya, tetap seperti biasa ia masih diam melihat ku.
Aku merapikan mukenah nya yang sedikit berantakan karena ulah ku tadi.
"Mas, kamu ngapain ke sini?" tanya nya
"Bolehkah kita istirahat, aku sangat lelah menyetir mobil, aku ingin tidur mataku juga sudah mengantuk! ujar ku.
Ia mengangguk saja lalu mempersilahkan ku masuk ke dalam rumah nya, kami sudah di dalam kamar, di kamar ini pertama kali nya aku tidur waktu itu, tetap sama tidak ada yang berubah.
"Kamu tidur di atas biar aku di lantai!" ujar Audia bersiap membentangkan tikar untuk alas tidur nya, aku menghentikan gerakan tangan nya.
"Kita tidur di atas berdua!" ujar ku.
"Ta-tapi kasur ku kecil, mana muat, apa lagi kamu tidak suka tidur di tempat yang sempit!"
__ADS_1
Aku sedikit tersenyum dan menggaruk kepala bagian belakang ku.
"Tidak, itu lain cerita!"
Dulu itu aku belum mencintai kamu, tapi sekarang aku akan mulai mencintai kamu, aku sudah berjanji.
Audia bingung lalu aku menarik tangan nya, otomatis dia mendekat padaku.
"Kita tidur bareng!" ujar ku. Dia mengangguk kecil, kami tidur di kasur kecil ini berdua, Audia memalingkan wajahnya saat mata kami bertemu pandang.
Aku menarik pinggang nya agar ia bisa sedikit mendekat dengan ku, lagi-lagi ini kali pertama nya aku tidur sambil memeluk istriku.
Audia sedikit sesak karena aku terlalu memeluk nya.
"M-mas, bisa tidak kamu tidak memeluk ku, aku kehabisan oksigen gara-gara kamu!" ujar nya melihat ku dengan wajah datar.
"Perlu aku beri nafas buatan untuk kamu?' tanya ku seraya menggesek-gesek hidung bangir ku ke hidung nya, seketika ia mendorong tubuh ku.
"Tidak, tidak perlu!" ujar nya dengan wajah memerah.
Dia membelakangi ku, aku terkekeh geli melihat wajah memerah nya itu, apa dia malu?
"*Apakah aku bermimpi? tapi ini rasanya sangat nyata, benarkah mas Arnav sudah mulai mencintai ku, tapi kenapa itu terlalu cepat?
"Ini nyata ataukah mimpi, aku takut berharap lagi, benarkah ini nyata? sungguh-sungguh nyata*?"
Aku masih memperhatikan wanita yang telah mengisi hidup ku akhir-akhir ini, tapi dengan kebodohan ku, aku menyia-nyiakan wanita sebaik Audia.
Ia sedang menepuk-nepuk pipi nya, aku mengerutkan keningku, sedang apa dia?
"Kamu sedang apa? tanya ku
"Aku mimpi atau ini nyata sih? ujar nya dengan wajah polos melihat ke arah ku, gemas sekali melihat wajah polos nya itu. Sekali lagi aku menggesek-gesek hidung bangir ku ke hidung nya.
"Apakah masih mimpi? tanya ku
Ia membulatkan matanya sambil menggeleng cepat.
...
Bersambung...
Skuyy dukungan nya, banyak dukungan akan author up tiap hari.
Ig : purna_yudiani
__ADS_1
fb : purna yudiani
Follow juga Instagram author ya