I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 48. Merasa Aneh Tapi Apa?


__ADS_3

Mas Arnav terus melihat setiap inci wajah ku, bahkan dia sampai ikutan rebahan ingin melihat wajah pucat ku.


Apa sepucat itu wajah ku?, sampai-sampai mas Arnav sangat ingin tau aku sakit atau tidak nya.


"Mas awas ah aku ingin istirahat!" protes ku menutup wajah ku menggunakan selimut.


Mas Arnav tak mau beranjak dia menyibak selimut ku hanya untuk memperhatikan wajah pucat ku, bahkan lipstik pun tak bisa menutupi wajah pucat ku.


"Sakit bagian mana?" tanya mas Arnav


"Aku nggak sakit!" ujar ku


"Itu wajah kamu pucat banget lho masa kamu nggak sakit!" ujar nya sangat ingin tau aku sakit apa.


Sudah aku jelaskan aku tidak sakit hanya saja tubuhku terasa aneh dan tidak enak saja, aku pun juga tidak tau.


"Aku nggak sakit titik!!!" ujar ku


Mas Arnav turun dari ranjang ia mencari-cari sesuatu di laci nakas, entah apa yang ia ambil aku tidak tau.


"Buka mulut kamu!" titah nya


Aku hanya menurut saja dengan perintah nya itu, dia memasukkan sebuah benda kecil dalam mulut ku. Tidak lama dari itu dia mengambil benda itu lagi.


"Suhu tubuh kamu normal!" ujar nya


"Aku kan udah bilang, aku nggak sakit, kamu nya aja yang terlalu lebay!" ujar ku menutup semua tubuhku dengan selimut.


...


Aku terbangun pada jam setengah dua dini hari, kenapa tiba-tiba aku merasa pusing dan mual apa aku masuk angin?.


"Mas bangun!" ujar ku membangunkan mas Arnav


"Huek...huek...!" aku menutup mulut ku karena aku sudah ingin muntah.


Aku berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut ku, perutku rasanya di aduk-aduk.


"Huek...huek...!"


Mas Arnav di bangunin susah sekali, jelas-jelas aku butuh bantuan dia. Aku kembali ke tempat tidur lagi, mas Arnav masih pulas tidur nya.


"Mas bangun mas!" ujar ku menguncang tubuh nya.


"Mas... bangun dong!' ujar ku


"Hmm!" hanya lenguhan kecil yang terdengar dari dia, lalu ia kembali tidur lagi.


Kepala ku rasanya masih pusing apa lagi rasa mual yang aku rasakan makin menjadi-jadi saja, aku kembali ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut ku.


"Mas Arnav...!" pekik ku saat aku sudah tak tahan lagi rasnya aku ingin pingsan, tubuhku rasanya sangat lemas sekali.

__ADS_1


Dan aku pun tidak tau lagi karena aku tak melihat apa-apa lagi.


...


Aku terbangun saat suara pekikan dari Audia dan terdengar juga suara ambrukan dari arah kamar mandi.


"Audia!" ujar ku


Aku berlari ke kamar mandi saat itu juga aku menemukan tubuh Audia sudah ambruk di kamar mandi ini, aku sangat cemas dengan keadaan nya.


"Audia bangun Audia!" ujar ku menepuk-nepuk pipi nya.


"Ma... mama... papa...!" aku berteriak ke semua orang karena aku sangat cemas dengan keadaan istriku.


Aku menggendong tubuh Audia ke atas tempat tidur, tidak lama semua orang datang ke kamar ku.


"Ada apa nav?" tanya mama


"Ma, Audia ma!" ujar ku


"Ada apa dengan dia?" tanya mama


"Audia pingsan di kamar mandi!" ujar ku sangat khawatir sambil mengusap-usap tangan nya.


Seharusnya aku bangun tadi saat Audia membangunkan ku, aku sangat menyesal karena aku tak mau bangun tadi.


"Mbak Anas tolong periksa istri ku!" ujar ku karena mbak Anas juga ada di sini


"Cuma kecapekan aja!" ujar mbak Anas jutek


"Tapi kenapa pingsan mbak?" tanya ku


"Periksa yang benar dong Anastasya!" ujar mama


"Periksa kayak gimana lagi ma... jelas-jelas dia kecapekan aja kok!" ujar mbak Anas lalu ia pergi dari kamar ku.


"Besok bawa Audia periksa ke dokter!" ujar papa


"Iya pa!" ujar ku


Semua orang kembali lagi untuk istirahat aku masih menggenggam tangan Audia yang terasa dingin.


"Kamu kalau di bilangin malah ngeyel, buktinya kamu sakit gini!"


Tadi dia bilang kalau dia tidak sakit, tapi apa buktinya kamu sakit kan, kenapa kamu harus berbohong sama aku sih Audia?.


...


Pagi hari nya aku sebenarnya mau menemani Audia untuk periksa ke dokter tapi aku malah tidak bisa karena jadwal penerbangan ku hari ini sangat padat.


"Kenapa harus ke dokter sih mas?, aku nggak papa kok!" ujar nya mulai lagi ngeyel nya

__ADS_1


"Terus malam tadi apa buktinya kalau kamu tidak sakit ha?" tanya ku.


"Nggak tau!" ujar nya


"Audia kamu harus periksa ke dokter ya, biar kita tau apa penyakit kamu!" ujar mama


Audia tetap menggeleng-nggelengkan kepalanya, dia tak mau ke rumah sakit karena dia tidak sakit kata nya.


"Nggak mau ma... Audia nggak sakit kok!" ujar Audia


Astagfirullah alhazim... istriku kok keras kepala begini sih?, di suruh ke rumah sakit tapi dia nya malah tidak mau.


Setelah sarapan aku di antar oleh Audia sampai pintu utama, di perhatian dari wajah nya dia tampak pucat.


"Kamu harus ke dokter!" ujar ku


"Nggak mau!" rengek nya


"Harus Audia!" ujar ku mengusap-usap kepala nya, dia mengambil tangan ku lalu ia meletakkan di pipi nya.


"Aku tidak sakit mas... coba rasakan aku nggak panas kan!" ujar nya meletakkan tangan ku di jidat nya.


Memang iya tidak panas tapi wajah nya itu kelihatan sangat pucat sekali, aku sangat khawatir dengan dia, apa lagi aku juga tak ada di rumah.


"Sudah kamu pergi sana nanti kamu telat lagi!" ujar nya


...


Seperti biasa sebelum berangkat mas Arnav pasti meminta maaf kepada semua orang, seperti biasa lagi aku harus merelakan suamiku pergi bekerja.


"Pulang seperti ini lagi, utuh tanpa kurang sedikit pun!" ujar ku.


"Iya sayang, mas akan pulang seperti ini utuh tanpa kurang sepeser pun, kamu harus ingat jaga diri kamu baik-baik!" ujar nya.


Aku mengangguk kecil seraya memberi senyum manis kepada nya sebelum dia berangkat, mas Arnav mencium pipi ku, aku langsung mendorong nya.


"Aku tidak suka!" ujar ku menghapus bekas ciuman nya itu


"Lho biasanya kamu suka kok!" ujar nya mengerutkan keningnya


"Sekarang aku nggak mau!" ujar ku


Dia akhirnya pergi juga di antar oleh pak Dadang, aku melihat kepergian nya itu, harus menunggu seminggu lagi untuk bertemu dengan kamu mas.


Oh iya semalam aku kenapa sampai pingsan ya, apa aku harus periksa ke dokter?, tapi aku malas pergi ke rumah sakit!.


Aku merasa tubuhku ini tidak baik-baik saja, tapi apa?


...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2