
Sudah tiga hari semenjak aku konsultasi ke dokter itu, aku selalu rutin meminum obat yang dokter berikan waktu itu juga, kali ini aku tak merasakan apa-apa.
Cuma saja setiap pagi nya aku merasa mual terus muntah, seperti nya aku masuk angin tapi kenapa masuk angin nya perut ku tak merasa kembung.
Ini pasti aku kebanyakan minum air makanya aku bisa mual-mual seperti ini.
"Audia, kamu ngapain di sini? tanya mama
"Tidak ma, aku hanya lihatin mangga itu aja!" ujar ku menunjuk mangga yang ada di belakang rumah mama mertua ku ini.
Dari tadi aku pengen makan mangga tapi ambil nya sangat susah sekali, kalau di panjat mana mungkin!
"Mangga muda!" ujar mama
"Iya!" ujar ku
Ku urungkan saja niat ku untuk tak mengambil mangga muda itu, susah soal nya, kami kembali ke dalam rumah.
Waktu siang gini aku pengen nya makan yang kecut-kecut gitu, tapi mangga itu tak bisa aku ambil, aduh jadi ngiler aku jadinya.
"Mama mau aku buatin teh atau mungkin jus?" ujar ku berbasa-basi saja.
"Tidak!" ujar mama menolak
Entahlah hari-hari ku di penuhi dengan rasa malas, aku hanya ingin kehadiran mas Arnav di sini, sudah tiga hari dia pergi bekerja.
"Ma, mas Arnav kapan pulang?" tanya ku ke mama
Mama mengerutkan keningnya, mungkin mama merasa heran karena aku menanyakan kapan mas Arnav akan pulang
"Mama juga tidak tau Audia, dulu sebelum Arnav menikah dengan kamu dia sangat jarang pulang, bahkan sampai satu bulan lama nya!" ujar mama
Lama sekali sampai satu bulan dia tak pernah pulang, ngapain aja kerja nya kok dia pulang nya sangat lama?
"Tumben kamu nanya soal Arnav!, ada apa?" tanya mama
Aku menggelengkan kepalaku, aku juga tidak tau dengan diri ku ini yang hanya aku mau itu ya mas Arnav saja bukan yang lain.
...
1 bulan kemudian...
Aku menangis mengurung diri ku di kamar karena mas Arnav tidak pernah pulang, dia cuma beri kabar cuma satu kali saja.
"Hiks... mas Arnav kamu kenapa tidak pulang hiks...!"
__ADS_1
Apa terjadi sesuatu dengan pesawat yang ia terbangkan?.
"Hiks... mas Arnav pulanglah mas hiks... kamu tidak rindu aku apa?"
Dari awal pernikahan baru kali ini dia yang pulang nya sangat lama, biasanya dalam satu minggu itu dia akan pulang tapi kenapa sekarang dia tak pulang.
Kamu berjanji akan pulang waktu itu tapi janji kamu tidak kamu tepati mas, aku sangat merindukanmu.
Tok tok tok
Pintu kamar di ketuk oleh seseorang, aku yakin itu pasti mama yang mengetuk pintu kamar ku ini. Dari tadi kan mama yang selalu mengetuk pintu kamar ini menyuruh aku untuk keluar kamar tapi aku tidak mau.
Semua orang di rumah ini belum tau jika aku hamil anak nya mas Arnav, aku baru tau waktu aku pergi ke rumah sakit lagi.
"Ayah kamu jahat sama bunda, bunda kangen ayah tapi ayah tidak pernah pulang!" gumam ku sambil mengelus perut ku ini yang sudah mulai kelihatan.
Aku bukan nya mau menutupi kehamilan ku ini tapi aku mau mas Arnav yang lebih dulu mengetahui nya, barulah aku mempublikasikan ke orang-orang rumah, ayah dan bunda belum tau juga karena aku juga tak beri tahu mereka.
Umur kandungan ku sudah memasuki usia ke dua bulan, sebenarnya aku ingin memberi tahu mas Arnav saat ia pulang waktu beberapa minggu yang lewat, tapi ia tak pulang-pulang, jadinya aku menunggu sangat lama.
Cklekk
Pintu kamar di buka aku sengaja tidak mengunci pintu kamar karena tadi mama keluar masuk ke kamar ku.
"Audia nggak mau makan mama!" ujar ku, aku duduk di sofa sambil menundukkan kepala ku ke bawah.
Suara laki-laki?, aku langsung melihat ke arah pintu, ternyata laki-laki yang selalu aku tunggu kepulangan nya hadir di depan mata ku saat ini.
"Aku pulang!" ujar nya merentangkan kedua tangannya, aku bukan menyambut nya dengan senyum atau kata-kata manis, melainkan aku menyambut nya dengan tangisan kerinduan ku pada nya.
"Hiks... hiks... mas... kamu pulang!" isak kecil ku.
Ia menghampiriku ku lalu mengusap air mata yang sudah membasahi pipi ku, "hey, kenapa nangis gitu?' ujar nya
"Hiks... iya... hiks... kamu jahat karena pulang kamu sangat lama, aku menunggu kamu sangat lama, sudah satu bulan lebih aku menunggu kamu!" aku mengutarakan isi hati ku yang selama ini aku tahan-tahan.
Ia memeluk ku, aku juga ikut memeluk nya seraya menghirup aroma tubuh nya yang sangat aku rindukan.
Dia membawa ku duduk di pinggir ranjang, ia menghapus sisa air mata ku, mas Arnav menatap setiap inci wajah ku.
"Kamu sudah sembuh?" tanya nya, aku mengangguk, sejak kapan aku sakit?
"Aku nggak sakit!" ujar ku
Sudah satu bulan lebih mana mungkin aku sakit, melainkan aku sakit karena merindukan nya, ia mengusap-usap pipi ku.
__ADS_1
"Di lihat-lihat kenapa kamu tambah gemukan ya?" ujar nya
Ya jelas aku gemuk karena aku lagi mengandung anak nya.
"Tapi aku sangat bersyukur karena kamu bahagia hidup dengan ku!" ujar nya
Aku mengeluarkan sebuah copy an gambar USG, lalu mengeluarkan juga sebuah kertas berisi keterangan dokter, aku menyerahkan kedua surat yang masih dalam amplop itu kepada mas Arnav.
Mas Arnav melihat amplop yang aku berikan itu, ia mengerutkan keningnya, "ini apa Audia?" tanya mas Arnav
"Buka saja, nanti pasti kamu tau isi nya!" ujar ku
Mas Arnav membuka amplop itu hal yang pertama ia lihat yaitu sebuah copy an gambar USG itu, copy an gambar itu berwarna gelap jadi nya mas Arnav tidak tau apa maksud dari gambar itu.
"Gambar apa ini?, kenapa begitu gelap dan ini surat apa?" ujar mas Arnav membuka surat keterangan dokter itu.
"Positif!"
"Gambar USG!" ujar nya
Aku mengangguk-angkuk ia melihat ku tidak percaya.
"Kamu hamil anak siapa?" ujar nya dengan tatapan marah seluruh wajah nya memerah karena menahan marah.
Deg
Aku langsung menampar pipi nya
Plakk
Sangat sakit sekali hatiku saat dia bertanya anak siapa yang aku kandung, apa dia berpikir jika aku mengandung anak orang lain?
"Jawab aku, anak siapa itu?" ujar nya
"Hiks...hiks...hiks... kamu jahat mas, kamu jahat!" ujar ku memukul tangan nya dengan brutal nya.
"Kamu masih nanya ini anak siapa?, jelas ini anak kamu!" ujar ku menampar pipi nya sekali lagi, hati aku sangat sakit saat ia tidak percaya dengan ku.
Dia menggeleng-nggelengkan kepalanya, aku semakin hancur saat dia tidak percaya pada ku, aku mundur satu langkah seluruh tubuh ku terasa lemas.
"Hiks...hiks... kamu jahat!" tangis ku semakin kencang saat perkataan nya itu terngiang-ngiang di kepala ku, sakit sekali hati ku dan hancurlah perasaan ku sekali lagi.
Orang yang sangat aku percayai ternyata tidak mempercayai ku.
...
__ADS_1
Bersambung...
Aduh, aduh akan kah Audia pergi lagi dari kehidupan Arnav dan tidak mau kembali lagi, yuk saksikan terus melanjutkan nya, makin ke sini makin deg-degan saja.