I Love You Pilot

I Love You Pilot
pada 72. Ending


__ADS_3

4 tahun kemudian...


Sudah enam tahun lebih mereka berdua hidup bersama dengan banyak lika liku kehidupan yang di jalani, saat ini pasangan suami istri itu sedang duduk di teras rumahnya sambil menunggu putra nya pulang sekolah.


"Senang ya bunda memiliki keluarga lengkap seperti ini!" ujar Arnav


"Iya, aku dulu nya berpikir jika kita tidak akan pernah bersatu lagi dengan kamu!" ujar Audia


"Maafin aku yang dulu itu ya, aku sangat egois sama kamu sehingga kamu pergi dari rumah!" ujar Arnav menyesali perbuatannya dulu.


"Aku sudah lama memaafkannya, kamu tidak usah memikirkan itu lagi, sekarang kita kan sudah bahagia!" ujar Audia


Mereka berdua saling pandang dan saling tersenyum manis.


"Bunda... ayah... kenapa tidak jemput Adnan di sekolah, kalian malah asik pacaran!" ujar Adnan baru pulang sekolah.


Sekarang umur putra mereka itu sudah 6 tahun saja, apa lagi Adnan sudah bersekolah dan sudah duduk di bangku sekolah dasar.


Mereka berdua terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Adnan itu, Audia memalingkan wajahnya dari Arnav ia lebih memilih melihat putra nya itu.


"Eh, anak bunda sudah pulang, bagaimana belajar di sekolah nya?" tanya Audia


"Baik-baik saja, Adnan suka sama sekolah baru Adnan apa lagi ada bu guru yang sangat cantik!" ujar putra mereka itu pipinya sudah merona.


Audia mencubit pipi putra nya itu, kecil-kecil sudah tau saja dengan kata-kata genit, sudah di pastikan Adnan belajarnya dari ayahnya itu.


"Adnan bisa saja ya nak!" ujar Audia


"Tapi lebih cantik bundanya Adnan!" goda putra nya itu, Audia tersenyum sambil mencubit pipi anaknya itu.


"Bisa ya goda bundanya!" ujar Audia


"Bisalah kan ayah yang ajarin!" jujur Adnan langsung menutup mulutnya.


"Uups... keceplosan!" ujar Adnan dengan gaya sangat lucu, lalu Adnan menatap ayahnya itu.


Adnan cemberut pada Arnav pasti karena ayahnya ini bundanya tidak jadi menjemput nya di sekolah, Arnav menaikan sebelah alisnya melihat putra nya itu ingin menanyakan ada apa.


"Ayah pasti menghasut bunda biar tidak jadi menjemput Adnan di sekolah, iya kan!" ujar Adnan mengerucutkan bibirnya karena cemberut dengan ayahnya ini.


"Tidak, ayah tidak menghasut bunda kamu!" elak Arnav, padahal Arnav sendiri yang bilang jika Adnan di jemput oleh supir saja agar mereka berdua dapat quality time.


Adnan tidak mudah percaya dengan ayahnya itu, ia malahan membawa bundanya itu ke dalam rumah dan meninggalkan ayahnya di teras, Arnav hanya melongo seperti orang kena hipnotis saya melihat putranya itu membawa istrinya ke dalam.

__ADS_1


"Bunda makin sayang sama kamu!" ujar Audia mengusap pipi chubby anaknya itu, Audia membawakan tas milik putranya itu ke dalam agar putranya itu bisa leluasa mengerakkan tubuhnya.


"Adnan juga sayang bunda!" ujar bocah berumur 6 tahun itu.


"Kenapa Adnan meninggalkan ayah sendiri!" protes Arnav mengendong tubuh Adnan itu, Arnav memperlakukan putra nya itu bak anak bayi saja, itulah Adnan tidak suka jika ayahnya itu berdekatan dengan nya.


"Ayah... Adnan tidak bayi lagi...!" teriak bocah itu memenuhi seisi rumah


"Ayah menganggap Adnan seperti bayi!" ujar Arnav memdusel-dusel kan hidungnya ke pipi chubby putra nya itu.


"Ayah...!" pekik anak itu


Audia menghela napas saja melihat kelakuan suaminya itu, "ayah sudah ah jangan di gangguin Adnan terus!" tegur Audia


"Bunda... tolongin Adnan...!" rengek putranya itu


"Ayah...!" ujar Audia


Arnav mengangguk seraya nyengir tanpa dosa, lalu menurunkan putranya itu.


"Bunda...!" Adnan berlari ke tempat bundanya yang lagi duduk di sofa, Adnan langsung masuk ke dalam pelukan bundanya itu.


Adnan lebih suka dan lebih nyaman jika ia berdekatan dengan bundanya itu ketimbang ayahnya, apa lagi Adnan tidak suka jika ayahnya itu bertingkah seolah dia seperti bayi lagi.


"Tentang menghitung, Adnan tidak suka dengan gurunya yang cerewet itu!" adu Adnan seraya cemberut.


"Jangan begitu sayang!" ujar Audia


"Tapi kata ayah kalau gurunya cerewet lebih baik tidak suka sama pelajaran nya!" ujar Adnan berkata jujur


Arnav memelototkan matanya pada Adnan, Audia melihat suaminya itu, "mas, benar begitu!" ujar Audia


"Nggak!" dusta Arnav


"Ayah bohong, pagi tadi ayah berkata seperti itu!" ujar Adnan


"Bunda lebih percaya ayah atau Adnan?" ujar Arnav


"Ya Adnan lah, anak kecil tidak pernah bohong, ayah mengajarkan hal yang tidak baik pada putra kita, pantesan saja Adnan tidak suka sama ayahnya!" ujar Audia


"Maaf deh!" ujar Arnav


Adnan melihat ayahnya yang cemberut seperti itu jadi tertawa, apa lagi wajah Arnav sangat menggemaskan seperti Adnan yang lagi merajuk, anak sama bapak sama-sama mirip saja, apa lagi kelakuan nya tidak ada bedanya, Audia sampai pusing sendiri melihat kelakuan anak dan suaminya itu.

__ADS_1


Mereka bertiga saat ini lagi berkumpul di ruang tengah, Adnan sedang mengerjakan pr yang di berikan gurunya, Audia dan Arnav sedang membantu putra mereka itu sedang buat pr, seperti itulah hari-hari mereka sangat bahagia bukan melihat keluarga kecil itu berbahagia, beban pikiran nya tidak ada sama sekali, mereka hanya memikirkan kebahagiaan putra semata wayangnya itu.


"Aku sangat bersyukur telah memiliki istri sebaik Audia ini, dulu aku pernah menyia-nyiakan nya dan pernah juga tidak mempedulikan nya, sekarang aku sangat bahagia karena istri ku kembali lagi padaku, aku sangat mencintaimu istriku!" batin Arnav


"Mas!" panggil Audia


"Ya?" ujar Arnav


"I love you pilot!" ujar Audia


"I love you too!" jawab Arnav


"Ciee... ayah sama bunda lope lope...!" tawa putra nya itu menggoda kedua orang tua nya, Arnav dan Audia tertawa juga dengan tingkah lucu putra nya itu.


...


Di lain sisi kini Anas dan Wisnu sedang berziarah di makam kedua orang tua Wisnu, mereka bertiga sedang berdo'a di makam itu, sesekali Wisnu mengusap air matanya.


"Papa nangis?" celoteh Farhana bocah berusia 3 tahun itu.


"Papa tidak nangis kok!" ujar Wisnu


"Aku tau kamu pasti merindukan kedua orang tua mu, tapi kita tidak bisa apa-apa mas, kita hanya bisa berdo'a saja agar mereka di tempatkan di tempat yang lebih indah yaitu surganya Allah SWT!" ujar Anas


"Terima kasih Anas, kamu sudah menerima ku apa adanya, aku sangat menyayangi kamu dan anak kita!" ujar Wisnu mengusap pipi Farhana.


Anas dan Wisnu resmi menikah pada 4 tahun yang lalu, saat ini mereka sudah di karuniai seorang putri yang sangat manis, Anas sangat bersyukur karena Allah SWT memberikan jodoh yang sangat baik dan bertanggung jawab seperti Wisnu ini.


"Anas juga sayang sama mas!" ujar Anas


Semua konflik yang terjadi antara Anas dan Audia sudah berakhir sejak Anas mau menikah, Audia sendiri sudah memaafkan kakak ipar nya itu, Naya kakak ipar Audia yang paling pertama ia sudah berbaikan juga dengan Audia, semua yang terjadi dalam hidup mereka sudah usai, apa lagi mereka sudah memiliki keluarga masing-masing.


..."I LOVE YOU PILOT"...


~TAMAT~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Terima kasih banyak sudah setia membaca karya author, sampai di sini kisah Audia dan Arnav, terima kasih juga atas dukungan nya selama ini.


Sehubungan bulan ramadhan sudah hampir tiba, author mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga puasa kita di tahun ini di lancarkan oleh Allah SWT dan mendapatkan keberkahan juga.


see you again bey bey!

__ADS_1


Jangan lupa mampir di cerita author yang lain juga ya, "pernikahan siri seorang dokter" di jamin seru**.


__ADS_2