I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 59. POV Arnav (Kecewa Dengan Audia)


__ADS_3

Aku sangat kesal dengan istriku ini, kenapa dia tidak pernah bilang pada ku kalau mbak Naya selalu menjahati nya sewaktu aku tidak ada di rumah.


Ternyata istri aku juga di jahati oleh istri Abang tertua ku, hati ku sangat sakit sekali dengan perlakuan mereka pada istri ku, aku tau mereka membenci istri ku, tapi kenapa harus mereka menyerang istriku dengan begitu menyakitkan.


Menghina istriku sama saja mereka menghina diri ku ini, aku sedikit menyesal juga karena tidak pernah tau tentang istriku yang sering di sakiti oleh mereka.


Dan kenapa juga Audia tidak memberi tahu ku dari sebelum-sebelumnya, kenapa juga dia menyembunyikan ini semua dari ku?


"Ayah jangan marah dong!" ujar nya memelas


Aku kasihan dengan kamu Audia tapi aku kecewa juga dengan kamu karena kamu tidak pernah cerita sama aku, kamu malah cerita dengan laki-laki lain yang tidak kamu kenal.


"Aku mandi dulu!" ujar ku meninggalkan nya seorang diri.


Aku tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa ku ini, sudah banyak Audia berbohong pada ku, dari dia tidak pernah jujur tentang ia selalu di jahati oleh mbak Naya dan mbak Anas, sekarang dia malah cerita sama laki-laki lain yang belum tentu baik juga.


"Ah, kenapa kamu selalu berbohong pada ku Audia?"


Aku lebih memilih mandi untuk menyegarkan tubuh ku ini karena joging tadi, dan juga mendinginkan otak ku yang sangat kacau ini.


Selesai aku mandi, Audia ternyata sudah ada di kamar, ia tersenyum pada ku lalu memberikan baju yang sudah ia siapkan, aku menerima baju itu.


"Ayah mau sarapan apa biar bunda yang buatin!" ujar nya


"Terserah kamu saja!" jawab ku sangat ketus


Dia menghela nafas dan berusaha tetap senyum dan tenang, sebenarnya aku tidak ingin membuat kamu sakit hati lagi, tapi kenapa kamu tidak pernah jujur pada ku kalau kamu sering di sakiti oleh keluarga ku.


Terlebih lagi kamu cerita dengan laki-laki lain bukan ke suami kamu sendiri, aku kecewa sama kamu Audia.


Aku duduk di sofa sambil memijat pelipis ku, Audia tadi pergi ke dapur untuk membuat sarapan, kebetulan juga art di rumah ini aku liburkan karena aku hanya ingin menghabiskan waktu ku berdua dengan istri ku, tapi malah jadi begini.


Aroma masakan yang di buat oleh Audia sampai ke kamar ini. Tidak lama dari itu Audia memanggil ku untuk sarapan, aku mengikuti nya dari belakang.


"Silahkan menikmati suamiku!" ujar nya menghidangkan sarapan berupa nasi goreng dengan telur dadar itu pada ku.

__ADS_1


Aku mengambil dari tangan nya lalu langsung menyuap sarapan ku, kebetulan juga perutku sangat lapar dan di hidangkan sarapan lezat ini, aku menghabiskan sarapan itu dengan beberapa menit saja.


"Enak ya masakan aku!" ujar nya, ternyata dia dari tadi memperhatikan ku.


Aku mengangguk kecil karena memang masakan istriku ini sangat enak, kini baru dia yang menyuap sarapan nya itu.


"Ayah masih marah?" tanya nya


Aku diam tidak tau harus menjawab apa, karena aku tidak marah hanya saja aku cuma kecewa dengan apa yang ia sembunyikan dari ku.


Apa lagi dia juga menceritakan ini pada laki-laki yang bernama Adam itu, letak salah kamu itu ya ada di situ Audia.


"Ya udah kalau ayah marah, aku bisa apa!" ujar nya


Aku terpaksa mendiami kamu sementara dulu, agar kamu tau dimana letak salah kamu itu. Aku pergi dari ruang makan itu dan meninggalkan Audia seorang diri.


"Maaf aku tidak marah tapi kecewa, suami mana yang tidak kecewa dengan apa yang kamu sembunyikan dari ku!"


Kamu pandai menyembunyikan masalah mu dari ku, tapi apakah kamu tidak pernah membayangkan apa akibat dari ini semua?. Bahkan kamu sulit cerita pada suamimu ketimbang kamu cerita dengan laki-laki lain yang tidak ada hubungannya dengan keluarga kita.


Dari tadi aku tidak mengajak Audia berbicara, ia menyibukkan dirinya di taman belakang sambil menanam bunga yang sering ia lakukan. Sementara aku menyibukkan diriku dengan cara fitness di ruangan khusus yang aku jadikan tempat berolahraga.


Olahraga hari ini sudah cukup bagiku kini aku beristirahat di ruang makan, aku memperhatikan istriku yang masih setia dengan bunga-bunga yang ia tanam.


Aku ingin melarang nya tapi dengan cara apa?, oh atau aku pura-pura menyuruh dia untuk menyiapkan makan siang saja?


Ya, itu ide yang sangat bagus!


"Audia!" aku memanggil istri ku itu, ia memberhentikan aktifitas menanam bunga nya.


"Iya!" ujar nya


Aku masih duduk di sini, suami macam apa aku, tidak menyuruh nya untuk istirahat, apa lagi dia sedang hamil muda mana boleh ia bekerja terlalu berlebihan.


"Ayah manggil bunda?" tanya nya saat ia sudah berada dekat dengan ku

__ADS_1


"Makan!" ujar ku dingin


Dia mengangguk lalu menyiapkan makan siang untuk ku, walaupun aku tetap mendiami nya tapi dia tetap melakukan tugas nya dengan baik dan ikhlas, dia juga tidak mengeluh sama sekali.


"Bunda jangan terlalu capek, ayah tidak mau anak kita kenapa-napa!" peringat ku


Baru sekarang aku mau bicara lebih panjang dengan nya sebelum yang tadi-tadi aku sangat ketus dan dingin pada nya.


"Bunda nggak capek kok, cuma olahraga aja!" ujar nya ada-ada aja yang ia jawab


Aku mengangguk lalu memakan makan siang ku, dia juga ikut makan, kami makan dalam keheningan, kenapa jadi canggung dan tidak enak jadi gini sih?


Niat hati untuk memberi pelajaran saja pada istri ku ini, tapi kenapa aku tidak bisa!


"Ayah mau nambah?" tanya nya


"Tidak usah!" jawabku kembali ketus


Dia tampak menghela nafas berat, mungkin sikap ketusku membuat dia terbebani.


"Ayah masih marah ya sama aku?" tanya nya


Gimana mau bilang marah nya, aku tidak marah hanya kecewa saja, tapi mulut ku ini sangat kelu saat ingin berbicara tidak marah pada nya.


"Bunda salah apa sih sama ayah?, bunda udah ingat-ingat lho tapi setau bunda, bunda tidak punya salah, yang ada ayah yang selalu salah paham dengan ku!" ujar nya mengutarakan keluh kesah nya pada ku.


"Introspeksi diri dulu bunda, pasti bunda tau jawabannya!" ujar ku


Aku meninggalkan dia di meja makan itu, aku tidak tega melihat istriku sedih seperti itu, aah... kenapa jadi begini?


Tanpa aku sadari aku telah membuat dia sedih kembali, ayo dong Arnav kenapa kamu jadi begini lagi sih sama istri mu sendiri.


"Aku salah apa?"


"Aku tidak pernah buat salah sama mas Arnav, tapi kenapa mas Arnav meminta ku untuk introspeksi diri, kenapa juga hubungan kita jadi renggang begini lagi?, baru baikan beberapa hari yang lalu tapi saling diam lagi, kadang aku suka heran dengan hidup ini!"

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2