I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 67. POV Anastasya


__ADS_3

Pagi ini Anas di perintahkan oleh pihak rumah sakit untuk bertugas di salah satu kampung terpencil karena kampung itu sangat jauh dari pusat kota, jadinya warga kampung itu sangat susah untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit.


Setiap enam bulan sekali pemerintah pasti akan menyuruh tenaga medis untuk pergi ke kampung sana, di sana mereka akan di berikan obat dan vitamin lainnya, mereka akan di periksa oleh tim medis yang bertugas ke kampung sana.


Kali ini rumah sakit tempat Anas lah yang di tunjuk untuk pergi ke kampung itu, Anas sebagai dokter umum di tugaskan ke kampung itu, tim medis lainnya juga ikut ke sana.


Pagi ini Anas sudah bersiap berangkat ke sana, sebenarnya Anas di rumah sakit ini banyak juga pekerjaan tapi ia lebih di butuhkan oleh warga kampung itu.


"Dokter Anas sudah siap?" tanya tim medis yang satu tugas dengan nya.


"Ya saya sudah siap!" ujar Anas sangat lembut seraya tersenyum.


Sebenarnya Anas memiliki hati yang sangat lembut dan baik, apa lagi di rumah sakit ini ia pasti akan sangat ramah dengan siapa pun itu.


"Dokter Anas!" panggil tim medis yang lain karena Anas termenung saat mereka akan pergi


"Ya!" ujar Anas kaget


Mereka pergi ke kampung itu perjalanan menuju kampung itu akan memakan waktu yang cukup lama, mereka akan sampai di sana pada jam dua siang nanti.


...


Sementara itu di kediaman rumah Arnav ia sedang gembira dan senang bermain dengan putra nya, keadaan Arnav sudah membaik ia sudah bisa bermain dengan jagoan nya itu, sementara itu Audia sedang membuat sarapan pagi untuk mereka.


"Buna... mimimimi... Buna mimimi Buna...!" suara cadel Adnan ingin memanggil bundanya.


Arnav garuk-garuk kepala karena tidak mengerti dengan bahasa Adnan itu.


"Bunda lagi masak sayang!" ujar Arnav


"Mimimim...Buna...mimimim...!" suara cadel Adnan itu.


Adnan putra Arnav itu memanjat tubuh ayahnya, ia memukul dada Arnav, Arnav tau maksud dari putra nya itu, ternyata Adnan ingin meminta susu pada bunda nya.


Arnav mengendong tubuh mungil Adnan itu, ia pergi ke bawah untuk mencari Audia karena putra mereka itu lagi haus.


"Bunda... bunda... bunda...!" panggil Arnav tiga kali membuat putranya itu bertepuk-tepuk tangan kegirangan.


"Bun!" ujar Arnav saat Audia sedang membelakangi nya.


"Apa bunda lagi sibuk ini!" ujar Audia


"Bibik kan ada sini dulu bunda, Adnan mau nyusu!" beritahu Arnav


Audia berbalik saat melihat putranya itu bertepuk-tepuk tangan kegirangan, Audia tersenyum melihat kesenangan putra kecil nya itu.

__ADS_1


"Anak bunda gantengnya!" ujar Audia membuat Arnav cemberut


"Cuma anaknya saja yang ganteng? ayahnya tidak gitu?" ujar Arnav


Audia tersenyum kecil melihat kecemburuan suaminya itu terhadap putra kecilnya, selama ini atensi suaminya itu teralihkan oleh kehadiran putra mereka itu, sekarang Audia mau membalas nya dengan cara membuat suaminya itu cemburu.


"Ayah udah tua!" ujar Audia


"Eh, tua apaan bun, jelas-jelas ayah masih muda mempesona gini!" ujar Arnav


Audia mencibirkan bibir bawahnya, lalu Audia membawa putra nya itu ke tempat sepi untuk menyusui putra nya itu, Arnav mengikuti istrinya itu


"Ayah kapan berangkat kerja?" tanya Audia


"Malas rasanya meninggalkan kalian!" ujar Arnav tidak sesuai isi jawaban dari pertanyaan Audia.


"Yah, aku nanya kapan ayah berangkat lho kok jawaban nya beda!" ujar Audia


"Nanti sore!" jawab Arnav


Audia mengangguk-angguk sambil mengusap puncak kepala putra nya itu, Arnav menyenderkan kepalanya di bahu Audia guna melihat putra nya yang lagi menyusu itu.


"Bunda!" ujar Arnav


"Apa?" tanya Audia


Audia melihat wajah suaminya itu, ia mengerutkan keningnya kenapa Arnav berucap seperti itu?


"Ayah ngomong apan sih!" ujar Audia dengan nada serius


"Jawab aja bunda!" ujar Arnav


"Nggak tau, ayah ngomong nya jangan ngaco gitu deh!" ujar Audia


"Ayah serius nanya lho bunda nggak ngaco!" ujar Arnav


Selesai Adnan menyusu ia minta di turunkan lalu Adnan bermain dengan sendirinya di lantai bersama dengan puzzle dan kereta mainannya itu.


"Ayah udah deh jangan ngomong yang nggak-nggak!" ujar Audia


...


Kini Anas berserta tim medis lainnya sudah sampai di kampung tujuan nya itu, mereka sedang di balai pos kampung itu, di sana sudah banyak para warga kampung sana berkumpul menanti tim medis yang akan memeriksa mereka dan memberikan obat serta vitamin juga.


"Dokter Anas bagian memeriksa bapak-bapak lansia itu ya!" ujar tim medis yang lain.

__ADS_1


Mereka akan membuat beberapa kelompok untuk memeriksa warga sini, Anas mendapatkan kelompok yang akan memeriksa bapak-bapak dengan umur lansia.


Anas tersenyum sangat ramah dengan bapak-bapak lansia itu, "kita akan memulai memeriksa tekanan darah dulu ya!" ujar Anas


Dengan senang hati para bapak-bapak lansia itu mau di periksa oleh dokter Anas, apa lagi sikap baik Anas itu membuat para lansia itu jadi senang.


"Di rileks kan saja tubuhnya pak, jangan tahan napasnya!" ujar Anas saat memeriksa tekanan darah salah satu bapak lansia itu.


"Tekanan darah bapak sangat rendah ya, apa bapak merasakan keluhan selama ini?" tanya Anas


"Saya sering pingsan, terus saya sering merasakan sakit kepala, pandangan saya juga kabur dok!" ujar bapak lansia itu.


"Itu di sebabkan karena tekanan darah bapak sangat rendah, untuk mengurangi resiko darah rendah bapak harus banyak mengonsumsi sayuran dan jangan lupa banyak minum air putih ya pak!" ujar Anas


"Setelah dari sini bapak ke posko kesehatan yang nomor 2 ya pak untuk mengecek kadar gula darah bapak!" ujar Anas menunjukkan posko kesehatan 2 ke bapak yang ia periksa tadi.


Kini Anas memeriksa pasien yang lainnya, bapak lansia ini diantarkan oleh anak laki-laki semata wayang nya.


"Dok boleh di periksa ayah saya sekarang!" ujar pria itu tersenyum kepada Anas


Anas mengangguk mempersilahkan bapak itu untuk duduk, Anas memeriksa tekanan darah bapak lansia itu.


"Apa bapak selama ini mengalami gejala seperti pusing, saki kepala, sesak napas, mimisan, sakit dada, perubahan visual seperti penglihatan tampak buram, adanya darah dalam urine?" tanya Anas


"Ayah saya sering pusing dan sesak napas dok!" ujar pria itu


"Ini di sebabkan oleh ayah anda memiliki tekanan darah yang tinggi, untuk mengurangi resiko darah tinggi ayah anda harus banyak mengonsumsi buah-buahan, terus ayah anda harus sering berolahraga, berhenti merokok, dan lebih penting hindari makanan yang banyak mengandung garam, dan lemak!" ujar Anas memberitahu apa saja makanan yang harus di konsumsi.


"Buah-buahan nya seperti apa dok?" tanya pria itu


"Seperti pisang, semangka, anggur, kiwi, buah bit dan delima!" ujar Anas


Pria itu mengangguk kecil, "setelah ini ayah saya akan di periksa ke posko kesehatan mana dok?" tanya pria itu


Anas memaksakan senyum nya karena pria ini tidak berhenti bertanya dari tadi, apa lagi Anas orangnya murah jenuh dengan banyak pertanyaan.


"Silahkan anda bawa ayah anda ke posko kesehatan nomor 2!" ujar Anas


"Terima kasih dokter cantik!" ujar pria itu


Anas tersenyum kecil baru sekali ini ada pria yang menggoda nya seperti itu, dari tadi Anas sudah memperhatikan pria itu, dari tadi pria itu selalu memandang Anas, Anas sudah tau kalau dia di pandang dari tadi.


"Pria kampung!" batin Anas sedikit meremehkan.


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2