
"Flight attendant prepare for arrival”
Pertanda pesawat hampir sampai di kota tujuan, pilot akan memberikan instruksi ini agar awak kabin bersiap-siap dan mempersiapkan penumpang untuk mendarat menegakkan kursi, melipat meja, membuka penutup jendela, menggunakan sabuk pengaman.
Pesawat yang di bawa oleh Irfan hampir sampai di kota tujuan, semua penumpang di suruh untuk menggunakan sabuk pengaman.
Dari tadi Arnav hanya diam duduk di samping Irfan teman sesama pilot nya, Irfan sangat fokus saat menerbangkan pesawat ini.
“Flight attendant landing station”
“Flight attendant disarm slide bar and crosscheck”
Akhirnya pesawat mendarat dengan selamat sampai di bandara internasional Tokyo.
Sampai pesawat landing di bandara internasional Tokyo pun Arnav masih diam, ia bahkan tak bicara saat pilot lain ingin minta di gantikan tadi.
"Ck, kalau kayak gini terus, saya juga malas jadi partner kamu nav!" ujar pilot Irfan
Selama ini Arnav bersama Irfan selalu terbang membawa pesawat yang sama, tapi akhir-akhir ini Irfan jadi malas dengan Arnav karena ia tak fokus.
"Cari pilot yang baru untuk menggantikan kamu aja di pesawat batik air ini!" ujar Irfan sedikit malas dengan Arnav yang dari tadi hanya diam.
"Aku butuh menenangkan diri dulu! ujar Arnav
Setelah penumpang turun kini awak kabin yang turun, karena mereka akan di gantikan oleh awak kabin lain nya.
Kini mereka akan istirahat di hotel yang sudah di siapkan, sampai nantinya sesi mereka yang akan terbang kembali.
"Jadwal kita jam berapa? tanya Arnav
"Nanti jam tiga kita akan kembali ke Indonesia lagi, sekarang lo istirahat lah dulu, biar fokus sama kerjaan lo! ujar Irfan
Arnav mengangguk kecil, ia menyeret kopernya ke kamar hotel yang berada dekat dengan bandara Tokyo ini.
"Berat kayak nya beban lo? ujar Irfan
"Hmm!" ujar Arnav
"Kenapa?
"Lo bisa curhat sama gue!" ujar Irfan
"Entahlah gue nggak tau, sekarang gue mau istirahat! ujar Arnav membuka pintu kamar hotel nya.
"Baiklah!" ujar Irfan juga membuka pintu kamar yang berdampingan dengan Arnav.
Hal pertama yang Arnav lakukan yaitu langsung merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur empuk.
"Lelah!"
"Cepek!"
Arnav merehatkan tubuh nya lalu ia menutup matanya menggunakan tangan nya.
🌼🌼🌼
__ADS_1
"Hiks... kenapa, kenapa kamu tidak pernah melihatku selama ini?'
Arnav terus saja melihat Audia menangis di hadapan nya, tapi ia masih saja tetap diam dan tak acuh saja.
"Aku salah apa mas... hiks... kenapa kamu tak pernah menganggap aku?"
"Hiks... kenapa kamu selalu acuh pada ku, aku ingin mendapatkan cinta kamu mas!, aku ingin hidup sama kamu hiks... tapi... ta-tapi kamu selalu tidak peduli pada ku hiks...!"
Arnav tidak menanggapi istrinya bicara, ia hanya tersenyum sinis, tak ada rasa iba sedikit pun yang ia rasakan.
Hatinya sudah mengeras seperti batu yang tak akan pernah bisa mencair.
"Irfan, tolong singkirkan dia dari hadapan ku!" ujar Arnav dengan lantangnya.
"Tidak... tidak... jangan mas... aku hanya ingin mendapatkan cinta kamu hiks... tolong beri aku kesempatan hiks...!"
"Seret dia!" titah Arnav pada Irfan.
"Hiks...hiks... kamu jahat mas!" tangis Audia semakin pilu.
Irfan menyeret paksa tubuh Audia, Audia yang di seret memberontak.
Irfan melepaskan Audia sampai di depan gerbang rumah nya, Audia menatap wajah suaminya itu.
Tidak ada kesempatan lagi akhirnya Audia pergi dari rumah itu sambil menangis, ia berlari menyeberang jalan, ia tak tau arah dan tujuan, sebelum menyeberang Audia tak sempat melihat kiri dan kanan terlebih dahulu.
Truk kontainer melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kiri.
Tin... tin... tin...
Brukk
Arnav kaget saat ia mendengar suara Audia yang berteriak, ia langsung melihat ke arah orang yang beramai-ramai melihat kecelakaan barusan terjadi.
"Audia!"
"Tidak, tidak mungkin...!" teriak Arnav frustasi menjabak rambut nya.
Ia baru sadar jika yang tertabrak adalah Audia istrinya sendiri. Arnav langsung berlari ke tempat orang-orang berkerumun.
"Audia... tidak kamu jangan tinggalkan saya!"
Arnav langsung memeluk tubuh Audia yang tergeletak lemas dan sudah banyak mengeluarkan banyak darah dari kepala dan hidung nya.
"Tidak... Audia... jangan tinggalkan saya hiks... saya butuh kamu!" tangis Arnav langsung pecah saat melihat keadaan Audia.
"Saya menyesal maafkan saya, tolong bangun!"
"Audia...!"
Arnav terbangun dari tidurnya, ia langsung terduduk saat mimpi buruk menghampiri nya, Arnav menghapus keringat di pelipis dan dahinya.
"Syukurlah cuma mimpi!"
"Tapi mimpi apa itu, kenapa begitu nyata, Audia maafkan saya!"
__ADS_1
Nafasnya masih ngos-ngosan saat mimpi itu hadir di benak nya, ia melirik jam di pergelangan tangan nya.
"Sebentar lagi aku akan kembali ke Indonesia!"
Ia tak tau kenapa harus mimpi buruk itu hadir dalam tidur nya, Arnav mandi terlebih dahulu, lalu ia melaksanakan sholat Zuhur yang belum sempat ia laksanakan.
Selesai ia sholat, ia memakai baju seragam pilot nya lagi, lalu ia pergi menuju bandara, sementara Irfan rekan kerja nya sudah dari tadi sampai di bandara.
"Ck, gimana sih nav!" decak kesal Irfan, karena Irfan dari tadi menunggu Arnav.
"Kenapa lama banget, waktu penerbangan kita sebentar lagi, lo malah lama, kayak nya gue harus ganti pilot deh, gue nggak mau sama lo lagi!" ujar Irfan.
"Masih lama fan!" ujar Arnav santai melihat jam di pergelangan tangan nya.
Irfan dari kemaren-kemaren menahan emosi nya pada rekan kerja nya ini, sementara Arnav tidak mempermasalahkan nya, ia hanya santai saja dengan ucapan rekan kerja nya itu.
"Kalau gue bos, sudah pasti dari kemaren gue pecat lo! ujar Irfan.
Arnav hanya mengendihkan bahu nya saja, kini mereka menuju pesawat, sesi mereka akan terbang ke tanah air.
Kali ini Arnav sendiri yang akan menerbangkan pesawat, karena ia juga tau, jika selama beberapa hari ini kerjaan nya tidak fokus.
Tapi untuk kali ini entah kenapa ia sangat fokus dengan pekerjaan nya.
"Ini baru Arnav yang gue kenal!"
"Bagaimana captain Arnav, kita siap take off?" ujar Irfan.
Arnav mengangguk.
"Cleared for takeoff" sebelum pesawat yang akan ia bawa Arnav mengucapakan kalimat ini terlebih dahulu, semua penumpang sudah duduk dengan tenang di kursinya masing-masing.
"Flight attendant takeoff station” pesawat yang Arnav bawa akhirnya lepas landas juga dari bandara internasional Tokyo itu.
Kini mereka sedang mengudara di ketinggian 1000 kaki.
"Selamat para tamu yg terhormat, disini kapten anda berbicara dari ruang kemudi, selamat datang di pesawat Boeing 737 Batik Air
Saat ini kita sedang menjelajah di ketinggian 1000 kaki/ Dengan kecepatan rata-rata 1500 Posisi kita saat ini tepatnya berada di barat laut kota tokyo Cuaca di sisa perjalanan dilaporkan sangat baik suhu diluar saat ini menunjukkan 29 derajat celcius.
Sedangkan di bandar udara tujuan, cuaca dilaporkan 28 derajat Celcius Diharapkan kita tiba di kota Jakarta Indonesia pada pukul 22.28 Wib waktu setempat dimana waktu di kota tujuan lebih cepat/lambat dari jam kota tujuan.
Akhirnya atas nama crew yg bertugas kami ucapkan terimakasih telah terbang bersama, selamat menikmati penerbangan!"
Arnav tersenyum kecil saat tugas dan impian sejak kecil nya ingin menjadi pilot terwujud juga, ia sangat bangga dengan profesi yang ia dapatkan sekarang ini.
...
Bersambung...
Yang ingin berteman dengan author boleh cek Instagram author ya, jangan lupa follow juga, nanti author konfirmasi 👌
Ig : purna_yudiani
fb : purna yudiani
__ADS_1