
Kami saling tatap menatap mas Arnav menghapus air mataku, aku tersenyum dalam tangisan ku.
"Maafkan aku Audia, aku laki-laki yang sangat bodoh telah menyia-nyiakan kamu, aku hanya laki-laki yang tak pandai mencintai kamu waktu itu, aku juga laki-laki dengan sikap teramat buruk!"
"Sekarang baru aku menyadari jika kamu adalah wanita yang sangat sempurna dan baik hati, aku juga sadar jika tak ada kamu, aku tak bisa menjalankan hari-hari ku dengan baik!"
"Aku menyesal Audia, maafkan aku!"
Lagi-lagi air mata ku mengalir dengan sendirinya, aku sudah memaafkan kamu mas.
"Aku sudah memaafkan kamu, aku tau waktu itu kamu tidak mencintai ku, aku juga tau kalau kamu tidak mau menerima perjodohan itu, sama mas, hiks... aku dulu juga seperti itu, seperti kamu ini, tidak mau menerima kenyataan ini, tapi aku terus berusaha menerima nya mas, hiks... aku juga minta maaf hiks... selama ini aku selalu merepotkan kamu, hiks... hiks...!"
Mas Arnav langsung memeluk ku, aku menangis dalam pelukan nya, sama hal nya mas, aku dulu juga tak mencintai mu, tapi aku terus berusaha mencintai kamu, dan pada akhirnya aku menaruh hati untuk kamu.
Tapi waktu itu cinta ku tak kamu balas dan sampai sekarang ini kamu menyesali kesalahan kamu pada ku.
Walaupun kata-kata cinta tak kamu ucapkan, tapi hati aku sudah sangat senang saat ini, aku tak butuh kata cinta mu yang aku butuhkan hanya kamu mas hanya kamu.
"Aku akan mulai mencintai kamu, jadi tolong bimbang aku, ajari aku cara mencintaimu dengan baik, aku masih butuh bimbingan kamu!" ujar nya.
Aku sangat senang jika ia mau menerima aku, walaupun ia masih belajar mencintai ku, aku akan membimbing kamu mas, sampai kamu benar-benar mencintai ku.
...
Pada pukul 07.00 pagi aku bersama mas Arnav keluar dari kamar, kebetulan bunda lagi di dapur, aku akan memberi tau bunda jika mas Arnav ada di sini.
"Kamu mau aku buatin teh apa kopi? tanya ku
"Teh aja! ujar nya
Aku mengangguk lalu meninggalkan dia di sofa yang ia duduki, bunda lagi sibuk masak di dapur, aku mengambil gelas lalu aku masukkan gula dan teh.
Senyumku mengembang dari tadi, senang itu yang aku rasakan saat ini, biasanya aku tak pernah sesenang ini.
"Untuk nak Arnav? tanya bunda, aku mengangguk kecil tak sadar jika bunda sudah tau jika mas Arnav ada di sini.
Aku berhenti mengaduk teh itu aku baru sadar yang bunda ucapakan tadi.
"Berarti nak Arnav mencintai kamu, kalau tidak cinta ngapain dia susah-susah mencari kamu ke sini, malam-malam lagi dia ke sini, perjuangan nya patut di beri jempol!" ujar bunda
"Bunda tau dari mana? tanya ku
"Saat nak Arnav datang jam setengah tiga dini hari, ayah sama bunda sebenarnya sudah curiga juga, karena malam-malam ada suara mobil masuk ke pekarangan rumah kita, eh ternyata nak Arnav yang datang!"
Aku menganggukkan kepalaku lalu aku bawa teh itu pada mas Arnav yang setia duduk di sofa tadi.
"Kenapa lama?" ujar nya seraya menyeruput secangkir teh yang aku bawa tadi.
"Tadi bunda ajak bicara!" ujar ku.
Kini kami berdua bicara layak nya suami istri pada umumnya, biasa nya kami bicara satu kata atau satu kalimat itupun aku yang ajak dia duluan bicara.
Saat ini dia lah yang mengajak aku bicara lebih dulu.
"Ayah tadi belum pulang? tanya nya
"Belum, biasa nya ayah di masjid lagi ngobrol sama ustadz di sana sambil membantu garin di sana juga!"
__ADS_1
Ayah kalau pulang dari masjid pasti lama, kalau tidak membantu garin masjid pasti ayah ngobrol sama pak ustadz.
"Audia!" panggil mas Arnav
"Iya ada apa mas?"
"Jika aku membawa kamu kembali ke rumah utama apa kamu mau ikut dengan ku?" tanya nya.
Sebenarnya aku sudah terlalu nyaman dan senang tinggal bersama ayah dan bunda, tapi aku tak mungkin membantah ucapan dia.
Aku diam dan belum memberi jawaban nya.
"Apa kamu masih takut dengan mbak Anas yang selalu mengatakan kamu gadis kampung, dan dia juga sering menghina dan menginjak-injak kamu kan!" ujar nya.
Aku baru tau jika mas Arnav tau tentang aku yang sering di bully oleh mbak Anas, nah itu juga salah satu alasan aku tidak mau balik ke rumah utama lagi.
Kalau mas Arnav membawa aku balik ke rumah yang waktu pertama kami tinggali tidak masalah bagi ku.
"Tidak, aku tidak terlalu menanggapi ucapan mbak Anas yang selalu menghina ku, menurut ku lebih baik kita tinggal di rumah kita waktu itu saja, aku ingin hidup mandiri mas, aku juga tak mau merepotkan mama sama papa!"
"Jadi aku mau ikut sama kamu asalkan kita hanya tinggal berdua di rumah kamu waktu itu, aku tidak masalah jika kamu pergi berkejaran terlalu lama, aku bisa jaga diri ku apalagi di rumah itu banyak art juga!" ujar ku.
Dia tersenyum lalu mengangguk, "baiklah jika itu yang kamu mau!" ujar nya.
...
Mas Arnav lagi berbicara serius dengan ayah dan juga bunda, aku dari tadi hanya diam seraya mendengar apa yang mas Arnav bicarakan dengan ayah.
"Aku laki-laki bodoh yang tidak mempunyai pendirian dan komitmen yah, aku terlalu egois selama ini terhadap putri ayah, aku juga telah mensia-siakan putri ayah yang sangat baik pada ku, aku minta maaf yah tidak bisa menjaga perasaan putri ayah, aku ke sini untuk meminta maaf sebesar-besarnya dan aku juga ke sini ingin memperbaiki hubungan ku dengan Audia kembali aku mau memperbaiki hubungan yang sempat renggang ayah, izinkan aku untuk memperbaiki kesalahan ku dan berikan aku kesempatan yang kedua ayah!"
Ayah diam seribu bahasa mungkin ayah lagi memikirkan jawaban yang tepat, aku ingin ayah memberikan izin kepada mas Arnav aku masih ingin hidup bersama mas Arnav.
Ayah menghela nafas panjang seraya berkata.
"Ayah akan memberi izin kamu untuk memperbaiki hubungan kamu dengan Audia, jangan pernah sekali lagi kamu menyakiti perasaan putri ayah, kalau kamu menyakiti nya lagi kembalikan saja Audia sama ayah!" ujar ayah
Aku tersenyum kecil saat ayah mau memberikan kesempatan kedua untuk mas Arnav.
"Terima kasih ayah bunda!" ujar mas Arnav
...
Sore pun tiba aku bersama mas Arnav masih di sawah kami berdua duduk santai di gubuk yang terbuat dari bambu.
"Enak ya tinggal di perkampungan gini, tempat nya asri adem lagi!" ujar mas Arnav melihat ku.
Aku mengangguk kecil, "apa lagi wanita di sini cantik-cantik!" ujar nya.
Aku menatap wajah nya dengan muka masam, oh jadi dia memuji kampung ini karena ada wanita cantik-cantik nya gitu?
"Cantikan aku! desis ku tidak suka
"Iya, cantik banget!" ujar nya
Aku tambah sebal dengan dia, apa nya yang cantik, dari tadi hanya ada aku dan dia di sini tidak ada orang lain juga.
"Cantik apa sih mas? tanya ku
__ADS_1
"Ini bunga nya cantik banget!" ujar nya memberi aku setangkai bunga warna pink yang baru ia petik dari batang nya.
Aku menerima bunga itu dengan muka bersemu merah.
"Bunga nya cantik kan sama kayak kamu!" ujar nya menyelipkan satu tangkai bunga itu ke telinga ku yang tertutupi oleh hijabku.
"Iya cantik tapi bunga siapa yang kamu petik mas, di sini nggak boleh metik bunga sembarangan lho!" ujar ku.
Wajah nya langsung berubah menjadi cemas.
"Bunga itu!" ujar nya menunjuk bunga lili yang tumbuh di dekat gubuk bambu ini.
"Astagfirullah mas kamu ngapain petik bunga itu, bunga itu bunga keramat!" ujar ku, di dalam hatiku sudah tertawa terbahak-bahak karena wajah panik dan takut nya.
"Audia, kenapa kamu baru bilang sekarang!" ujar nya membuang cepat bunga yang aku pegang dan ia selipkan di telinga ku tadi.
"Lah kok aku sih, kamu nggak nanya dulu asal petik aja!" ujar ku menyalahkan nya lalu aku memungut bunga yang ia buang tadi.
"Ngapain di ambil nanti penunggu nya marah!" ujar nya mengambil bunga itu dari tangan ku, wajah takut nya itu bikin aku gemas.
"Selamat anda kena tipu!" ujar ku seraya nyengir tanpa dosa.
Ia langsung mengubah ekspresi wajah datar nya, aku berhenti tertawa saat ia menatap ku dengan tatapan tajam.
"Maaf!" ujar ku
"Bikin aku sport jantung aja, aku pikir bunga itu bunga keramat yang kamu bilang, ternyata tidak, pintar ya bohong nya!"
"Siapa yang ajarin kamu bohong?"
"Mas!" tunjuk ku dengan nyengir
"Aku nggak pernah bohong! kilah nya
"Buktinya? tanya ku
"Auah!" ujar nya
Kini kami lagi jalan menuju rumah aku dari tadi terus saja tertawa karena dia cemberut karena ku.
"Mas!" ujar ku
"Apa lagi, nggak boleh cemberut juga di daerah ini? ujar nya judes
"Iya nggak boleh mas!" ujar ku
"Terserah lah!" ujar nya
Aku tergelak lagi hari ini hari yang penuh dengan gelak tawa ku.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
fb : purna yudiani
__ADS_1
Skuy mampir beri like, komentar dan vote nya