I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 55. POV Author (Subhanallah Istriku Cantik Banget)


__ADS_3

Audia sudah tidur dengan nyenyak nya karena Arnav memeluk diri nya, sementara Arnav masih belum bisa menutup mata nya, ia menatap wajah Audia yang terkena remang-remang cahaya bulan dari luar, lampu kamar ia matikan hanya lampu tidur saja yang hidup.


"Maafkan aku sayang!"


Arnav mengusap lembut pipi Audia yang sudah tidur itu, satu tangan nya juga mengusap perut Audia.


"Ayah minta maaf ya nak, karena kemaren ayah tidak mengakui kamu, ayah yang salah karena buta dengan pikiran kotor ayah!"


Arnav mengecup pipi Audia, tidak ada pergerakan dari Audia, ia hanya nyaman tidur karena ada Arnav di samping nya.


"Ayah janji tidak akan menyakiti bunda lagi, ayah janji bunda!" lirih Arnav membelai rambut panjang Audia.


"Mas haus!" lirih Audia dengan suara serek


"Haus?" beo Arnav


Audia mengangguk-angguk, Arnav duduk untuk menjangkau air minum yang sudah tersedia di atas nakas.


Audia meneguk air minum itu sampai setengah, lalu Arnav juga ikut minum air yang di minum oleh istri nya tadi.


"Pengen makan boleh nggak mas?" tanya Audia


"Tidak baik makan malam-malam gini bunda!" ujar Arnav


"Lapar pengen makan!" ujar Audia


Audia sering kebangun malam-malam seperti ini karena ia lapar, Audia sering makan pada malam-malam hari karena ia tak tahan lapar.


"Kasihan anak dalam perut kamu bunda!" ujar Arnav


"Lapar yah, bunda pengen makan, ini anak kita juga yang mau kok!" ujar Audia mengikat rambut nya.


"Makan roti aja deh, boleh kan sayang?" tanya Audia


Arnav mengizinkan Audia untuk makan pada malam ini, mereka berdua sudah sampai di dapur, Audia sangat lahap memakan roti yang ia pegang.


"Kamu sering makan malam-malam gini kalau aku tidak ada di rumah?" tanya Arnav


Audia mengangguk lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya cepat, Arnav jadi bingung dengan jawaban istri nya ini.


"Sering atau tidak?" tanya Arnav


"Tidak!" jawab Audia


Audia tidak mau mengakui jika ia sangat sering makan di waktu malam gini.


"Tidak atau sering?" tanya Arnav membalikkan ucapan nya.


"Sering!" ujar Audia


"Eh!" ujar nya menutup mulut, Arnav jadi geleng-geleng kepala dengan istri nya ini.


"Lain kali jangan kebiasaan makan waktu malam-malam gini, nggak baik untuk kesehatan!" ujar Arnav


"Iya ayah dari anak-anak ku!" ujar Audia melahap roti itu lagi.


Arnav juga ikut memakan roti yang di makan oleh Audia, mereka berdua sudah sama seperti kelelawar saja, makan di waktu tengah malam.


"Kata nya nggak boleh makan di waktu malam-malam gini!" sindir Audia


Arnav tidak menghiraukan ucapan dari istrinya itu, ia juga menikmati makan malam-malam ini bersama istrinya.

__ADS_1


...


Azan subuh berkumandang mereka berdua saling terbangun karena suara azan menyuruh mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai hamba Allah SWT.


Arnav lebih dulu masuk ke kamar mandi sedangkan Audia ia masih duduk sambil menutup mata nya.


Audia merebahkan kembali tubuh nya di atas kasur empuk itu, Arnav keluar dari kamar mandi ia pikir Audia sudah bangun eh malah tidur lagi.


"Mau request surat apa bunda?" tanya Arnav tepat di kuping Audia


Audia langsung membuka mata nya ia tersenyum kecil.


"Surat Ar-rahman!" ujar Audia


"Oke, tapi bunda berwudhu dulu baru kita sholat!" ujar Arnav


Audia mengangguk lalu ia pergi ke kamar mandi, Arnav terkekeh geli dengan panggilan baru mereka itu, ayah dan bunda sangat cocok untuk mereka yang akan mempunyai anak.


"Ayah, bunda, bagus juga!" gumam Arnav


Audia keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah suci karena berwudhu tadi, Audia mengambil mukenah yang sudah di siapkan oleh Arnav.


"Ayah makasih ya!" ujar Audia


"Iya!" ujar Arnav


Mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar nya ini, untuk subuh kali ini Arnav tidak sholat di masjid dulu, ia mau mengimami istri nya ini.


"Bismillahirrahmanirrahim...!"


"Ar-raḥmān. ١


(Allah) Yang Maha Pengasih,


telah mengajarkan Al-Qur’an.


"Khalaqal-insān. ٣


Dia menciptakan manusia.


"‘Allamahul-bayān. ٤


Dia mengajarinya pandai menjelaskan.


"Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān. ٥


Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.


"Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān. ٦


Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).


"Was-samā'a rafa‘ahā wa waḍa‘al-mīzān. ٧


Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)


"Allā taṭgau fil-mīzān. ٨


agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.


"Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān. ٩

__ADS_1


Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.


"Wal-arḍa waḍa‘ahā lil-anām. ١٠


Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).


Selesai sholat dan berdo'a kini Arnav memberikan tangan nya kepada Audia agar Audia menyalami punggung tangan suaminya itu.


"Masya Allah suamiku suara nya merdu sekali bikin klepek-klepek!" ujar Audia


"Katanya cempreng!" ingatkan Arnav waktu itu Audia bilang kalau suara suaminya cempreng.


"Kapan?" tanya Audia pura-pura tidak tahu


Audia tersenyum karena bisa menggoda suaminya itu, sangat jarang mereka punya waktu berdua seperti ini, apa lagi Arnav sering pergi bekerja.


"Hari ini bunda mau cek ke dokter ya?" tanya Arnav


Audia mengangguk seraya mengelus perut nya yang sudah membesar itu.


"Dedek nya mau kontrol ke dokter ya!" ujar Arnav mengusap lembut perut istrinya itu.


"Iya ayah!" jawab Audia


Mereka berdua bersiap-siap akan pergi ke rumah sakit, Arnav sudah selesai dari tadi sementara Audia masih memilih baju untuk ia gunakan.


"Udah belum bun?" tanya Arnav


"Belum yah!" ujar Audia


Arnav sudah mulai bosan menunggu Audia, sudah balik juga Arnav dari kamar mandi, Audia masih belum bersiap-siap mengganti pakaian nya.


"Ayah... baju bunda nggak ada yang muat lagi!" keluh Audia


Arnav pergi ke tempat istrinya itu, Audia masih memilih baju untuk ia pakai.


"Nanti ayah beliin untuk bunda yang besar-besar nya ya!" ujar Arnav mendapat pukulan dari Audia


"Aku nggak gemuk!" ujar Audia


"Lah siapa juga yang bilang kamu gemuk, yang ada perut kamu yang gendut!" ujar Arnav bicara apa ada nya.


Audia mengerucutkan bibirnya karena ia tidak suka dibilang gendut.


"Itu baju gamis yang ayah beliin waktu itu aja kamu gunakan!" ujar Arnav mengambil baju gamis syar'i marwah itu.


"Kebesaran yah!" ujar Audia


"Pas kok, cantik malahan!" ujar Arnav membuat Audia tersipu malu.


"Iya deh pakai ini aja, biar lebih cantik!" ujar nya


Arnav mengangguk seraya mengecup pipi Audia membuat Audia tambah tersipu malu.


Benar saja baju gamis yang ia pakai itu sangat cocok di tubuh nya, apa lagi badan Audia sudah kelihatan gemukan membuat dia tambah cantik memakai gamis syar'i marwah itu.


"Subhanallah istri ku cantik banget!" ujar Arnav


"Makasih mas pilot ku!" ujar Audia


Selama ini Arnav sangat jarang melihat keceriaan dari istrinya itu, ternyata punya waktu berdua itu sangat menyenangkan.

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2