
"Alin, apa kamu tak ingin tau siapa yang membantuku menyiapkan ini semua?."
"Siapa?," ucap Alina singkat sambil melihat ke arah Devan.
"Aran."
"Apa!, pantas saja Aran terlambat masuk kerja ternyata dia membantumu menyiapkan ini."
Devano pov.
Selama sampai di malaysia. Devan tak berenti memikirkan Alina. Bahkan Devano menyuruh Aran untuk memperhatikannya. Devano juga meminta pak Rahmat agar tak membiarkan pemuda yang datang ke Cafe mendekati Alina. Devano mengakui di antara semua pelayannya hanya. Alina yang paling cantik di antaranya.
Devano juga tak berenti mengirim pesan chat ke pada Alina bahkan mereka juga sering melakukan Vidio call. Hingga siang ini Devano duduk santai di dalam ruangan kerjanya sambil menatap layar hapenya.
"Alina, saat ini kamu lagi ngapain? apakah kamu merindukanku?, sama seperti aku merindukan saat ini. Alina aku sangat mencintaimu. Namun aku belum sempat menyatakannya padamu. Aku berharap tak ada orang lain yang mendahuluiku menyatakan cinta padamu."
Setelah selesai menatap photo Alina di layar hapenya. Devano pun mengirim pesan pada Alina.
😘My Love😘
Alin kamu lagi ngapain? 😊 ✅
Devan
Lagi makan di kantin kampus😉✅
😘My love😘
Ooh, ya sudah, kamu makan banyak ya dan belajar yang rajin biar cepat lulus. Alina aku sangat merindukanmu😘✅
Devan
Aku juga merindukanmu, cepat pulang ya😀✅
Setelah mengirim pesan pada Alina. Devan merasa lebih bersemangat untuk kembali bekerja. Hari -hari yang di lalui memang sedikit sulit. Namun beruntung Devan memiliki seorang adik dan juga Momsky yang selalu mendukunnya.
Seperti siang ini. Devano duduk sambil melamun di dalam ruangan kantornya, sambil menatap layar hapenya. Namun tiba -tiba Selli adik Devano mengambil hape dari tangan. Devano terkejut sambil melihat ke arah Selli dan juga Momskynya.
"Selli balikin hape kakak." teriak Devano.
__ADS_1
"Enggak mau, aku mau melihat poto siapa yang selalu membuat kakak aku melamun."
Perlahan Selli mulai melihat semua photo -photo yang ada dalam layar hape Devano. Selli pun berkata.
"Wajahnya biasa saja, kurang cantik, penampilannya juga biasa saja. Apa kakak tidak salah menyukai gadis ini?, penampilannya jauh dari kata keren."
Mendengar ucapan Selli. Devan merasa sedikit kesal. Devan pun berangjak dari tempat duduknya. Lalu berjalan ke arah Selli dan mengambil hapenya lalu berkata.
"Aku, menyukainya karna dia terlihat apa adanya. Tak seperti dirimu yang selalu terlihat norak."
"Apa!, kamu mengataiku norak. Momsky dengarin kakak dia mengataiku. Masa hanya karna gadis itu kakak mengatai aku terlihat norak. Hiks, hiks, hiks.
Melihat tingkah putra dan putri. Momsky pun berkata.
"Sudah -sudah,kalian jangan bertengkar lagi. Kalian berdua itu sudah dewasa. Mulailah saling mendukung dengan pilihan kalian masing -masing."
Setelah melerai ke dua putra dan putrinya. Momsky pun berjalan mendekat ke arah putranya yang kini sedang duduk santai melihat wajah adiknya yang terlihat manyum.
"Devan, bagaimana apa kamu masih berfikir akan kembali ke jakarta?."
"Tentu Momsky, separuh hati ku ada di jakarta, aku akan mengurus semuanya di sini, setelah itu aku akan menjemput calon menantu Momsky. aku akan melamarnya, dan setelah kuliahnya selesai aku akan menikahinya. Namun aku punya satu masalah Momsky?."
"Apa!, masalah kamu itu Devan?."
Mendengar ucapan Devan. Selli pun tertawa kecil, lalu berkata.
"Fufff, Apa!, kakak belum menyatakan cinta padanya, Ha, ha, ha. Kakak, kakak. Nanti di ambil orang baru tau rasa loh." Ledek selli sambil melihat ke arah Devan. Devan pun merasa sedikit kesal dengan apa yang di ucapkan selli.
"Kalau bicara, Sel, di fikir dulu, aku tersinggun dengan apa yang kamu ucapkan barusan. Dan satu yang harus kamu ingat, ucapan itu adalah doa."
"Ya, maaf, kak, aku hanya asal bicara saja."
"Ingat, lain kali kalau bicara, di jaga," ucap Devan sambil menatap tajam pada Selli. Melihat tatapan Devano Selli agak sedikit takut.
"Sudah, sudah, kalian ini kalau bertemu selalu saja bertengkar. ingat kalian itu adik, kakak, apa kata orang kalau mereka melihatmu bertengkar seperti itu."
Setelah mendengar omelan Momsky nya. Devano dan Selli berjalan ke arahnya, kemudian memeluk Momsky nya bersamaan sambil berkata.
"Maafkan kami Momsky, ini yang terakhir kami bertenglar," ucap mereka berdua.
__ADS_1
"Baik lah, aku menerima perminta maafan kalian asal kalian berdua ingi menemaniku makan siang. Aku ingin makan bersama ke dua anak -anakku," ucap Momsky sambil mengelus wajah ke dua putra dan putrinya.
"Asiiiapp," Ucap Devano dan Selli bersamaan.
Cerita Selli
Selli adalah adik Devano satu -satunya. umurnya baru 22. Selli adalah seorang Dokter kandungan di salah satu rumah sakit keluarganya yang ada di malaysia. Selli adalah seorang dokter kandungan yang handal. Di rumah sakit Selli terlihat tegas, namun jika Selli bertemu dengan Devano sifatnya berubah 99% dia akan terlihat ke kanak -kanakan dan juga manja bahkan suka meledek Devano. Namun mereka berdua saling menyayangi.
Devano begitu sangat menyayangi adiknya, begitu pun dengan Selli yang sangat menyayangi Devan. terkadang selera mereka berdua berbeda. Selli menyukai gaya hidup yang brand sementara Devano menyukai hal yang sederhana. Dan itulah yang membuat mereka seling berdebat dan juga berselisi faham. Namun ke duanya saling menyayangi.
****
Momsky pun keluar dari kantor, bersama ke dua putra dan putrinya. Mereka pun pergi ke restorand langganan ke luarga mereka yang tak jauh dari perusahaan mereka. Setelah sampai di dalam restorand ketiganya pun memesan makanan ke sukaan mereka.
Namun sebelum mereka makan, tiba -tiba seorang memanggil nama Selli.
"Hai, Dr. Selli kamu di sini?."
Selli pun berbalik memcari arah suara yang memanggilnya.
"Dr. Hasan. kamu di sini juga?."
"Iya, aku ingin makan siang di sini, bisa aku ikut bergabung dengan kalian," ucap Hasan ramah pada ke dua orang yang sedang duduk di hadapannya.
"Silahkan nak,"
Selli pun melihat ke arah Momskynya dan juga Devano lalu mulai memperkenalkan mereka berdua.
"Momsky, Devan kenalkan dia Dr. Hasan. Dia juga ikut bekerja di rumah sakit kita. Dia berasal dari selatan."
Hasan pun berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Momsky lalu memperkenalkan diri.
"Hasan, tante," ucapnya sambil tersenyum.
"Panggilnya Momsky saja. ngak usah tantre."
"Baik, Momsky."
Hasan pun mengulurkan tangannya pada Devan, dengan segera Devan membalas uluran tangan Hasan karna dia mendengar kalau dokter muda ini berasal dari selatan.
__ADS_1
"Apa kabar?." Tanya Devan sok kenal.
"Aku baik," ucap Hasan pelan, sambil tersenyum melihat ke arah Devano. Melihat itu Selli pun bertanya pada ke duanya.