
Devano pun melihat ke arah Alina sambil tersenyum. Kemudian memanggilnya.
"Alin, kemarilah," panggil Devano sambil mengulurkan tangannya. Alina pun berjalan ke arah Devano lalu memegan uluran tangan Devano.
"Oya, Momsky, dialah gadis yang selama ini, yang selalu membuatku melamun dalam pekerjaanku."
Momsky pun tersenyum melihat ke arah Alina yang kini telah berdiri di sampin Devano sambil tersenyum.
"Kalian berdua terlihat sangat sempurna, aku yakin kalian berdua pasti berjodoh. Sini Alina dekat Momsky," Momsky pun mengulurkan tangannya ke arah Alina. Dan dengan segera Alina meraih uluran tangan Momsky lalu duduk di pinggir tempat tidur yang tempati Momsky terbaring.
Melihat Momskynya terlihat akrab dengan Alina. Membuat Devano sedikit penasaran hingga akhirnya Devano bertanya.
"Momsky mengenal Alina?."
"Iya, Aku mengenalnya, dulu Alina pernah menolongku, waktu aku mau naik pesawat." sambil melihat ke arah Alina dengan mengelus lembut belakang Alina.
"Iya, Van, kami pernah bertemu waktu pertama kali aku ke jakarta, kalau ngak salah, udah lebih dari setahun, iya kan Momsky," Alina melihat ke arah Momsky untuk menunggu jawaban dari pertanyaanya.
__ADS_1
"Iya, dan aku juga tak menyangka, kalau kamu adalah gadis pilihan putra ku."
Mendengar ucapan Momsky Devano. Alina menundukkan wajahnya karna merasa malu di tambah Devano menatapnya dengan sangat lembut. Lalu tersenyum melihat wajah Alina yang kini sangat memerah karna merasa malu.
"Alin, kamu tunggu aku di sini?, aku ingin ke dapur sebentar." Devano berangjak dari tempat tidur menuju arah pintu kamar kemudian keluar. Setelah keluar dari kamar Momskynya Devano menghubungi Selli adiknya setelah sambungan telponnya tersambun Devano pun bertanya.
"Sel, kamu di mana?, sekarang aku ada di rumah Momsky bersama calon kakak ipar kamu, aku ingin kamu segera pulang dan menemuinya."
"Baik, sebentar lagi aku akan pulang, pekerjaanku juga telah selesai di sini." Setelah sambungan telponnya terputus Selli pun masuk ke dalam ruangannya untuk mengambil tasnya kemuadian pulang.
Sementara di dalam kamar. Momsky terlihat sangat senang keadaanya jauh lebih baik, ketika Devano ada di rumahnya bersama Alina.
"Momsky mau kemana?, apa perlu aku temani?," ikut berdiri di sampin Momsky. Momsky pun melihat ke arah Alina sambil tersenyum.
"Aku, hanya ingin membersikan diri.Setelah itu, aku ingin makan malam bersama putra dan putriku dan juga calon menantuku," Momsky mengelus lembut wajah Alina ketika mengucapkan kalimat itu.
"Baik lah, Moms," Alina mengangukkan kepala mengiyakan ke inginan Momsky Devano.
__ADS_1
Setelah Momsky masuk ke dalam kamar mandi. Alina ingin keluar dari kamar Momsky. Alina pun berjalan ke arah pintu. Namun sebelum Alina membuka pintu, seorang gadis telah lebih dulu membukanya.
"Siapa kamu?," Selli bertanya pada gadis yang kini sedang berdiri di depannya. Namun Selli sebenarnya telah tau gadis itu adalah calon kakak iparnya. Selli hanya ingin tau apakah gadis ini pantas untuk Devano atau tidak.
Melihat gadis di hadapan Selli hanya terdiam dan menundukkan kepala. Selli kembali lagi bertanya.
"Siapa kamu?, kalau di tanya ya di jawab, jangan hanya menundukkan. kepala. jawab siapa sebenarnya kamu?, kenapa kamu bisa ada di kamar Momskyku." Menatap ke arah Alina dengan pandangan tajam.
*
*
*
*
*Terimah kasih
__ADS_1
Bersambung