Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.28


__ADS_3

Setelah itu Devano berlalu keluar dari kamar Selli. Alina bersiap, karna ia akan ikut Selli ke rumah sakit. Setelah selesai bersiap Alina berjalan keluar dan mendapati Selli di ruang tamu tengah menantinya.


"Udah siap, Alin?" tanya Selli ketika melihat Alina berjalan ke arahnya.


Alina mengangukkan kepalanya, lalu berkata. "Iya, aku udah siap."


Setelah itu, Selli dan Alina berangkat ke rumah sakit, dengan mengunakan mobil Selli.


Sesampai di rumah sakit, Selli langsun dapat pasien yang ingin segera melahirkan, Selli berjalan terburu -buru masuk ke dalam ruanganya, dan tak lupa Selli memberikan pakaian yang biasa di pakai oleh dokter yang ada dirumah sakitnya.


"Alin, kamu pakai ini." Selli memberikan pakaian warna putih pada Alina. Setelah menyerahkan pakaian warna putih itu Selli keluar dari ruanganya, menuju ruangan persalinan.


Alina merai pakaian putih itu lalu memakainya. Alina melhat dirinya di pantulan cermin yang ada di dalam ruangan Selli, lalu berkata.

__ADS_1


"Sebentar lagi, aku akan segera menjadi dokter." Alina tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin.


Karna merasa bosan, Alina berjalan keluar dari ruangan Selli, Alina berjalan -jalan melihat rumah sakit yang keluarga Devano miliki.


"Sangat besar." Guman Alina dalam hati.


Namun tiba -tiba situasi darurat, terjadi di dalam rumah sakit tersebut. Dr. Rano, ahli beda kekurangan asisten untuk membantunya di dalam ruangan oprasi, karna salah satu asisten Dr. Rano sedang cuti. Tanpa berfikir panjang, hingga akhirnya Dr. Rano menawari Alina, untuk menjadi asistennya selama berada di dalam ruangan oprasi.


Hingga oprasi selesi, Alina bekerja sangat baik, dan itu membuat Dr. Rano, kagum melihat cara kerjanya, apalagi ketika Alina mendapat kesempatan menjahit bekas luka oprasi pasien. Alina begitu sangat telaten, dan cara kerjanya juga rapih.


"Wao, cara kerja anda sangat rapih, apa anda perawat baru di rumah sakit ini?." tanya Dr. Rano pada Alina.


Alina bingun harus menjawab apa, pada pertanyaan dokter yang kini tengah menatapke arahnya. Alina merasa gugup. Namun harus tetap menjawab pertanyaan yang Dr. itu tanyakan.

__ADS_1


"Maaf, sebenarnya saya," ucapan Alina terpotong ketika Selli datang menhampirinya.


"Alina, kamu di sini?" tanya Selli ketika menghampiri Alina bersama Dr. Reno.


"Eh, dokter Selli, apa anda mengenal perawat baru ini." Rano berkata ramah pada Selli.


Selli tersenyum lalu berkata. "Tentu saja, dia calon kakak iparku, memang apa yang telah di lakukan calon kakak iparku? dan, ya, dia bukan perawat melainkan calon.dokter bedah seperti anda." tanya Selli bangga pada Dr.Rano.


Dr. Rano sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan Selli barusan.


"Apa!, jadi dia bukan perawat di rumah sakit ini, dan juga bukan dokter. Namun masih calon dokter?. Oh, astaga aku tak menyangka, kalau ia bisa bekerja dengan sangat rapi dan juga setelaten itu. Aku salut Dr. Selli pada calon kakak ipar anda" Dr. Reno mengelen -gelengkan kepalanya bangga pada Alina.


Alina tersenyum mendapat sanjungan dari Dr. Reno. Namun Selli masih penasaran dengan apa yang di lakukan Alina, yang membuat Dr. Reno bisa berkata, sebangga itu

__ADS_1


__ADS_2