Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.38


__ADS_3

Namun setelah sampai di tempat dimana hapenya tertinggal,


tampa sengaja Arga mendengar semua umpatan kesal Alina tentang dirinya. Arga


tersenyum ketika mendengar semua itu. Namun senyumannya itu hilang ketika Alina


berbalik melihat ke arahnya.


Setelah mengambil hapenya, Arga berjalan keluar dari dalam


Restorand, dengan senyuman tipis tersungging di bibirnya.


Aldo yang melihat sahabatnya tersenyum penuh arti sepeti itu


berkata. “Kamu kenapa Ga? Tersenyum seperti itu. Apa kamu menemukan sesuatu


yang lucu di dalam?” Arga menatap, ketika Arga sudah duduk di depan kemudi


mobilnya.


Arga yang mendengar pertanyaan Aldo berkata. “Coba lihat


wajahku!” melihat ke arah Ado “Apa benar wajahku banyak di pasaran?” tertawa


setelah selesai mengatakan kalimat yang lucu keluar dari mulutnya.


Mendengar ucapan Arga, Aldo pun melihat ke arah wajah Aldo,


lalu berkata. “Sini aku lihat wajahmu.” Memegan wajah Arga lalu melihatnya ke


kiri dan ke kanan “Kalau menurut aku, wajah kamu memang sedikit banyak di pasaran.”


Setelah mengatakan itu Aldo tertawa lepas. Aldo sengaja mengatakan itu, karna


ia ingin membuat sahabatnya itu kesal.


Dan benar saja, seelah mendengar kata yang keluar dari mulut


sahabatnya dengan segera Arga berkata. “Sialan kamu.” Melempar tisu yang ada di


sampinnya “Kamu dan pelayan jelek itu sama saja. Sama mengatai wajahku ramai di


pasaran.” Dengan sedikit kesal Arga meljukan mobilnya menuju salah satu rumah


mewahnya yang berada tak jauh dari CafeVan tersebut.


Mendengar umpatan kesal Arga, Aldo kembali tertawa sambil


menepuk pahanya.


Hahaha.


Setelah sampai di depan pintu utama rumahnya, dengan segera


Arga membuka pintu mobilnya lalu keluar.


Melihat Arga keluar dari mobilnya, Aldo pun ikut keluar,


lalu keduanya berjalan masuk ke dalam rumah. Seperti biasa Aldo berjalan ke


arah kamarnya yang telah di bersikan oleh pelayan yang berada di rumah mewah


Arga itu. Sementara arga berjalan ke arah kamarnya.


Arga membuka pintu kamarnya, lalu masuk, setelah masuk ke


dalam kamarnya, Arga lansung berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera


membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Arga keluar dari


dalam kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggannya,berjalan ke arah

__ADS_1


cermin yang ada di dalam kamarnya. Arga menatap pantulan tubuhnya di dalam


cermin, melihat bekas jahitan yang ada di dadanya.


Arga memegan dadanya, namun tiba-tiba jantungnya kembali


berdetak tak karuan lagi. “Jantungku kenapa lagi?” kembali memegan dada “Kenapa


dua hari ini jantungku selalu berdetak tak karuan seperti ini?” berjalan ke


arah balkom kamarnya.


Namun tampa Arga sengaja, dari kejauhan Arga melihat seorang


gadis tengah berdirih di atas atap. Gadis itu mengenakan pakaian yang berwarna


putih. Karna penaran dengan gadis yang dia lihat di tengah malam, di atas atap.


Arga berjalan ke arah laci meja yang berada tepat di samping tempat tidurnya,


lalu mengeluarkan Tleskop


Setelah mendapat Tleskopnya. Arga kembali berjalan ke arah


balkom kamarnya, lalu mengarahkan Tleskopnya ke arah gadis yang kini tengah


berdiri sendiri di atas atap. Setelah melihat jelas wajah gadis itu.


Arga pun berkata. “Ah, ternyata pelayan jelek itu! Aku pikir


siapa.” Setelah mengatakan itu Arga berjalan ke arah lemari untuk mengambil


pakaian tidur untuk ia kenakan. Namun sebelum Arga sampai di depan lemari Arga


memegan dadanya, yang tiba-tiba berdetak normal seperti sebelumnya Arga pun


berkata. “Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?” menunjuk bekas jahitan yang


jantung yang aku miliki saat ini, milik orang lain, tapi jangan membuat aku


merasa seperti ini terus. Aku merasa tidak nyaman, kalau kamu terus berdetak


tek keruan seperti tadi.” Arga menegelus lembut dadanya ketika selesai


mengatakan itu.


*****


Dua tahun yang lalu, Arga mengalami kecelakaan, karna tampa


sengaja menemukan kekasihnya tengah berduaan dengan selingkuhannya di dalam sebuah


hotel yang Arga tempati menginap, Kebetulan waktu itu Arga mengatikan Ayahnya


melakukan pertemuan bisnis. Hingga akhirnya tampa sengaja ia melihat


kekasihnya.   Karna merasa sangat sakit hati melihat orang yang


sangat ia cintai berduaan dengan pemuda lain di dalam sebuah kamar hotel.


Arga sangat marah dan juga sangat kesal. Hingga akhirnya


Arga melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Karna kecepatan laju mobil yang


sangat cepat, Arga tak kuasa merem mobilnya secara tiba-tiba di saat seseorang


dengan tiba-tiba berjalan di depan mobilnya. Hinggan akhirnya kecelakaan itu


terjadi. Mobil yang Arga kendarai menabrak sebuah truk yang bermuatan besi


memanjang, dan salah satu besi itu menusuk daerah dadanya. karna kecelakaan itu

__ADS_1


Arga harus menjalani oprasi pengankatan jantung. Dan beruntung di saat ingin melakukan


pengankatan jantung. Arga mendapat donor jantung tersebut. Dan sejak saat tulah


jantung Devano bersarang di dalam tubuh Arga.


*****


Setelah selesai mangenakan pakaiannya. Arga kembali berjalan


ke arah balkom kamarnya, karna masih penasaran, sedang apa gadis itu di atas


atap tengah malam seperti ini? itulah yang tangah Arga pikirkan saat ini.


Arga kembali mengarahkan Tleskopnya ke arah atap Cafe


tersebut. Namun yang ia cari sudah tak ada lagi di tempatnya. “Ah, gadis itu


sudah tak ada lagi.” Meletakkan Tleskonya di atas meja, lalu berjalan ke arah


tempat tidur untuk segera tidur.


Pagi-pagi sekali Alina terbangun dari tidurnya karna


rencananya pagi ini, ia akan keluar berlari-lari pagi di sekitar Area Cafe. Karna


bagi Alina melakukan olaraga di pagi hari akan membuat tubuhnya terasa sehat


dan bugar. Cukup dengan hanya tiga puluh menit Alina berlari-lari, ia kembali


ke Cafe.


Alina masuk ke dalam kamar, yang dulunya menjadi kamar


Devano. Namun sekarang Alina yang telah menempati kamar itu, ketika Ia


berkunjung ke jakarta. Alina mulai bersiap karna hari ini ia berencana akan ke


rumah Aran. Alina begitu sangat merindukan sahabatnya itu, karna cuman setahun


yang lalu Alina menemuinya.


Dengan pakaian yang seperti biasa Alina kenakan, ia bejalan


keluar dari dalam Cafe, lalu Alina berjalan ke arah halte yang tak jauh dari


Cafe


 yang ia tempati.  Setelah melihat taxi berjalan di depan halte


dengan segara Alina nerkata.


“Taxi.” Sedikit berteriak sambil menaikkan tanganya.


Setelah Taxi berhenti di hadapannya, dengan segera Alina


masuk ke dalam, lalu memberikan alamat rumah Aran pada supir taxi tersebut. Mendapat


alamat dari penumpannya dengan segera supir Taxi tersebut melajukan mobinya


menuju alamat yang tegah di berikan. Hampir tiga puluh menit Alina berada di


dalam Taxi hingga akhirnya Taxi yang ia tempati berhenti di depan sebuah rumah


sederhana. Iya itulah rumah Aran sahabt baik Alina.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2