
Namun setelah sampai di tempat dimana hapenya tertinggal,
tampa sengaja Arga mendengar semua umpatan kesal Alina tentang dirinya. Arga
tersenyum ketika mendengar semua itu. Namun senyumannya itu hilang ketika Alina
berbalik melihat ke arahnya.
Setelah mengambil hapenya, Arga berjalan keluar dari dalam
Restorand, dengan senyuman tipis tersungging di bibirnya.
Aldo yang melihat sahabatnya tersenyum penuh arti sepeti itu
berkata. “Kamu kenapa Ga? Tersenyum seperti itu. Apa kamu menemukan sesuatu
yang lucu di dalam?” Arga menatap, ketika Arga sudah duduk di depan kemudi
mobilnya.
Arga yang mendengar pertanyaan Aldo berkata. “Coba lihat
wajahku!” melihat ke arah Ado “Apa benar wajahku banyak di pasaran?” tertawa
setelah selesai mengatakan kalimat yang lucu keluar dari mulutnya.
Mendengar ucapan Arga, Aldo pun melihat ke arah wajah Aldo,
lalu berkata. “Sini aku lihat wajahmu.” Memegan wajah Arga lalu melihatnya ke
kiri dan ke kanan “Kalau menurut aku, wajah kamu memang sedikit banyak di pasaran.”
Setelah mengatakan itu Aldo tertawa lepas. Aldo sengaja mengatakan itu, karna
ia ingin membuat sahabatnya itu kesal.
Dan benar saja, seelah mendengar kata yang keluar dari mulut
sahabatnya dengan segera Arga berkata. “Sialan kamu.” Melempar tisu yang ada di
sampinnya “Kamu dan pelayan jelek itu sama saja. Sama mengatai wajahku ramai di
pasaran.” Dengan sedikit kesal Arga meljukan mobilnya menuju salah satu rumah
mewahnya yang berada tak jauh dari CafeVan tersebut.
Mendengar umpatan kesal Arga, Aldo kembali tertawa sambil
menepuk pahanya.
Hahaha.
Setelah sampai di depan pintu utama rumahnya, dengan segera
Arga membuka pintu mobilnya lalu keluar.
Melihat Arga keluar dari mobilnya, Aldo pun ikut keluar,
lalu keduanya berjalan masuk ke dalam rumah. Seperti biasa Aldo berjalan ke
arah kamarnya yang telah di bersikan oleh pelayan yang berada di rumah mewah
Arga itu. Sementara arga berjalan ke arah kamarnya.
Arga membuka pintu kamarnya, lalu masuk, setelah masuk ke
dalam kamarnya, Arga lansung berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera
membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Arga keluar dari
dalam kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggannya,berjalan ke arah
__ADS_1
cermin yang ada di dalam kamarnya. Arga menatap pantulan tubuhnya di dalam
cermin, melihat bekas jahitan yang ada di dadanya.
Arga memegan dadanya, namun tiba-tiba jantungnya kembali
berdetak tak karuan lagi. “Jantungku kenapa lagi?” kembali memegan dada “Kenapa
dua hari ini jantungku selalu berdetak tak karuan seperti ini?” berjalan ke
arah balkom kamarnya.
Namun tampa Arga sengaja, dari kejauhan Arga melihat seorang
gadis tengah berdirih di atas atap. Gadis itu mengenakan pakaian yang berwarna
putih. Karna penaran dengan gadis yang dia lihat di tengah malam, di atas atap.
Arga berjalan ke arah laci meja yang berada tepat di samping tempat tidurnya,
lalu mengeluarkan Tleskop
Setelah mendapat Tleskopnya. Arga kembali berjalan ke arah
balkom kamarnya, lalu mengarahkan Tleskopnya ke arah gadis yang kini tengah
berdiri sendiri di atas atap. Setelah melihat jelas wajah gadis itu.
Arga pun berkata. “Ah, ternyata pelayan jelek itu! Aku pikir
siapa.” Setelah mengatakan itu Arga berjalan ke arah lemari untuk mengambil
pakaian tidur untuk ia kenakan. Namun sebelum Arga sampai di depan lemari Arga
memegan dadanya, yang tiba-tiba berdetak normal seperti sebelumnya Arga pun
berkata. “Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?” menunjuk bekas jahitan yang
jantung yang aku miliki saat ini, milik orang lain, tapi jangan membuat aku
merasa seperti ini terus. Aku merasa tidak nyaman, kalau kamu terus berdetak
tek keruan seperti tadi.” Arga menegelus lembut dadanya ketika selesai
mengatakan itu.
*****
Dua tahun yang lalu, Arga mengalami kecelakaan, karna tampa
sengaja menemukan kekasihnya tengah berduaan dengan selingkuhannya di dalam sebuah
hotel yang Arga tempati menginap, Kebetulan waktu itu Arga mengatikan Ayahnya
melakukan pertemuan bisnis. Hingga akhirnya tampa sengaja ia melihat
kekasihnya. Karna merasa sangat sakit hati melihat orang yang
sangat ia cintai berduaan dengan pemuda lain di dalam sebuah kamar hotel.
Arga sangat marah dan juga sangat kesal. Hingga akhirnya
Arga melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Karna kecepatan laju mobil yang
sangat cepat, Arga tak kuasa merem mobilnya secara tiba-tiba di saat seseorang
dengan tiba-tiba berjalan di depan mobilnya. Hinggan akhirnya kecelakaan itu
terjadi. Mobil yang Arga kendarai menabrak sebuah truk yang bermuatan besi
memanjang, dan salah satu besi itu menusuk daerah dadanya. karna kecelakaan itu
__ADS_1
Arga harus menjalani oprasi pengankatan jantung. Dan beruntung di saat ingin melakukan
pengankatan jantung. Arga mendapat donor jantung tersebut. Dan sejak saat tulah
jantung Devano bersarang di dalam tubuh Arga.
*****
Setelah selesai mangenakan pakaiannya. Arga kembali berjalan
ke arah balkom kamarnya, karna masih penasaran, sedang apa gadis itu di atas
atap tengah malam seperti ini? itulah yang tangah Arga pikirkan saat ini.
Arga kembali mengarahkan Tleskopnya ke arah atap Cafe
tersebut. Namun yang ia cari sudah tak ada lagi di tempatnya. “Ah, gadis itu
sudah tak ada lagi.” Meletakkan Tleskonya di atas meja, lalu berjalan ke arah
tempat tidur untuk segera tidur.
Pagi-pagi sekali Alina terbangun dari tidurnya karna
rencananya pagi ini, ia akan keluar berlari-lari pagi di sekitar Area Cafe. Karna
bagi Alina melakukan olaraga di pagi hari akan membuat tubuhnya terasa sehat
dan bugar. Cukup dengan hanya tiga puluh menit Alina berlari-lari, ia kembali
ke Cafe.
Alina masuk ke dalam kamar, yang dulunya menjadi kamar
Devano. Namun sekarang Alina yang telah menempati kamar itu, ketika Ia
berkunjung ke jakarta. Alina mulai bersiap karna hari ini ia berencana akan ke
rumah Aran. Alina begitu sangat merindukan sahabatnya itu, karna cuman setahun
yang lalu Alina menemuinya.
Dengan pakaian yang seperti biasa Alina kenakan, ia bejalan
keluar dari dalam Cafe, lalu Alina berjalan ke arah halte yang tak jauh dari
Cafe
yang ia tempati. Setelah melihat taxi berjalan di depan halte
dengan segara Alina nerkata.
“Taxi.” Sedikit berteriak sambil menaikkan tanganya.
Setelah Taxi berhenti di hadapannya, dengan segera Alina
masuk ke dalam, lalu memberikan alamat rumah Aran pada supir taxi tersebut. Mendapat
alamat dari penumpannya dengan segera supir Taxi tersebut melajukan mobinya
menuju alamat yang tegah di berikan. Hampir tiga puluh menit Alina berada di
dalam Taxi hingga akhirnya Taxi yang ia tempati berhenti di depan sebuah rumah
sederhana. Iya itulah rumah Aran sahabt baik Alina.
*
*
*
__ADS_1