Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab. 57


__ADS_3

"Lepaskan!!” Alina berusaha melepas tangan yang telah


melingkar sempurna di perutnya.


Namun semakin Alina berusaha melepaskan pelukan yang ada di


perutnya, pelukan itu semakin erat dan seperti tidak ingin melepaskan.


“Lepaskan aku! Kamu siapa?” Alina berbalik melihat wajah


orang yang kini tengah memeluknya dari belakan dan begitu sangat terkejut


ketika melihat wajah Arga kini tengah bersandar di bahunya.


“Biarkan aku memelukmu sebentar lagi Alin. Aku sangat


merindukanmu.” Arga berbisik lembut di telinga Alina.


“Iya. Tapi, aku merasa tidak nyaman kamu peluk seperti ini.”


Alina terlihat sangat gugup ketika mengatakan itu.


Arga yang mendengar ucapan Alina melepas pelukannya dan


membalikkan tubuh Alina agar meglihat ke aranya. “Alin, lihat aku.” Arga


menyentuh dagu Alina dengan tangannya karna sat ini Alina tengah tertunduk di


hadapan Arga.


Alina mulai menatap wajah Arga, wajah pemuda yang begitu


sangat di rindukannya, dan tampa Alina sengaja tiba-tiba air matanya jatuh


membasahi wajahnya.


“Maafkan aku Ga.” Hanya kata maaf yang keluar dari dalam


mulut Alina ketika menatap wajah Arga yang kini tengah melihat ke arga.


“Kenapa mesti minta maaf Alin?” mengusap air mata yang ada


di wajah Alina “Justru aku yang meminta maaf, karna aku kamu meninggalkan rumah


sakit. Apa kata-kataku terlalu menyakitimu? Sehingga kamu memilih mengundurkan


diri dari rumah sakit?” Arga menatap wajah gadis yang sangat dirindukannya saat


ini.


Mendengar pertayaan Arga, Alina hanya terdiam tidak


menjawab, karna yang dikatakan Arga memang benar, kata-kata Arga hari itu telah


benar-benar  membuat hati Alina sakit dan


memilih untuk mengundurkan diri.


Arga yang melihat kediaman Alina, berhambur memeluknya dan


mengecup lembut dahi Alina yang kini tengah berada dalam pelukannya.


“Maafkan aku Alin. Karna telah menyakitimu.”


“Maafkan aku juga ya Ga. Karna aku kamu harus merasakan


sakit seperti itu.” Alina selalu merasa bersalah dengan apa yang telah di


lakukannya karna dirinya Arga harus menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak


dua kali dan karna dirinya juga Arga hampir kehilangan nyawanya.


“Sudah Alin, mulai saat ini kita lupakan semua masalah kita

__ADS_1


yang telah berlalu dan mari kita memulai hubungan cinta kita yambaru, karna


saat ini aku hanya ingin memelukmu dan memelukmu.” Arga menarik tangan Alina


menuju arah ruangan tamunya lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


Setelah sampai di kursi yang ada di ruangan tamunya, Arga


duduk dan menarik tubuh Alina untuk duduk di pangkuannya dan kembali


melingkarkan tangannya di pinggul Alina.


“Arga, Maarkan aku.” Alina kembali meminta maaf sambil


menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga.


“Sudah Alin.” Menarik pelan hidung Alina “Mulai saat ini


kita tidak perlu membahas itu lagi, yang perlu kita bahas saat ini hanya


tentang kita kamu dan aku.” Arga kembali mengecup lembut dahi Alina setelah


mengatakan itu.


Arga merasa begitu sangat senang dan bahagia karna


rencananya berjalan dengan baik, dan itu membuatnya tersenyum sendiri.


Alina yang tiba-tiba mendongakkan wajah tidak sengaja


melihat Arga tersenyum senang. “Kamu kenapa Ga? Kenapa senyam-senyum seperti


itu.” Alina bangun dari sandarannya dan menatap ke arah wajah Arga, dan beralih


melihat sekeliling dalam rumah yang terlihat agak gelap karna hanya lilin yang


menerangi bukanlah lampu yang di tempatinya saat ini “Dan ini rumah siapa?”


kembali menatap wajah Arga yang kini terlihat sedikit gugup.


karna bingun harus menjawab apa. “Alin.” Tersenyum manis “ Aku minta maaf,


sebenarnya bapak yang menjemput kamu tadi itu adalah tukan kebun di rumah ini,


aku menyuruhnya untuk berbohong karna aku ingin dia membawamu kemari. Karna jika


aku yang datang menemuimu kamu pasti tidak akan mau, iya kan.” Arga mengatakan


semua yang telah di lakukannya dan itu membuat Alina menatap tajam melihat ke


arahnya.


“Arga.” Alina mencubit dan mengelitik perut Arga dan itu


membuat Arga merasa begitu sangat geli, karna kegelian yang tidak bisa di


tahannya tangan Arga replek mengankat tubuh Alina dan merebahkannya di atas


kursi yang di tempatinya saat ini.


Alina nampak sangat terkejut ketika Arga tengah berada di


atasnya. “Apa yang kamu lakukan Ga?” ucap Alina pelan.


Arga yang mendengar ucapan Alina bukannya menjawab justru


menempelkan bibirnya di bibir Alina dan mulai mengecupnya dengan begitu sangat


lembut.


Alina membulatkan matanya dengan sempurna karna merasa


sangat terkejut dengan apa yang tengah Arga lakukan padanya berhubung ini

__ADS_1


adalah ciuman pertama Alina dengan pemuda lain setelah Devano meninggal.


Pelan-pelan Alina mulai membalas ciuman Arga, dan bahkan


saat ini Alina telah melingkatkan tangannya di leher Arga.


Sementara Arga yang mendapat balasan ciuman dari Alina


semakin memperdalam ciumannya, bahkan saat ini bibir Arga mulai nakal menurungi


leher jenjang Alina dan membuat tanda kepemilikan di sana. Cukup lama Arga


melakukan itu hingga akhirnya Arga sadar dengan apa yang telah di lakukannya


saat ini.


“Maafkan aku Alina, aku tidak sengaja melakukannya.” Arga


duduk dan menarik tangan Alina untuk duduk di sampinnya. Arga merasa sangat


bersalah dengan apa yang tengah di lakukannya kepada Alina.


Aliana yang mendengar permintaan maafan Arga tersenyum. “Tidak


masalah Ga, aku juga meminta maaf karna telah membalas semua yang tengah kamu


lakukan.” Alina kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga, sementara


Arga kembali memeluk Alina dari sampin.


“Alin besok kita pulang, ya.” Mengecup lembut dahi Alina.


“Pulang kemana?”


“Pare-pare. Aku ingin kembali ke sana untuk meminta izin


kepada Ibu, untuk menikahi putrinya.” Menatap wajah Alina yang kini tengah


mendongak melihat ke arahnya “Dengar Alin, aku ingin segera menikahimu dan


memilikimu seutuhnya. Apa kamu mau menikah denganku? Dan melahirkan calon


anak-anakku kelak?” Arga menatap wajah Alina yang kini tengah mendongak melihat


ke arahnya.


Alina yang mendengar ucapan Arga, bukannya menjawab Alina


justru memeluk tubuh Arga dengan begitu sangat erat, karna Alina sangat takut


terjadi sesuatu yang buruk kepada Arga, mengingat hari pernikahannya yang pertama


batal karna kecelakaan yang di alami Devano.


Arga yang mendapat pelukan erat dari Alina, mengusap lembut


belakangnya karna ia tau Alina pasti masih trauma dengan kejadian yang


menimpanya dua tahun yang lalu.


“Alin, lupakan kejadian itu, hem.” Arga kembali mengecup


lembut dahi Alina ketika selesai mengatakan itu.


Alina yang mendapat perlakuan lembut dari Arga merasa begitu


sangat nyaman, namun di sisi kenyamananya tersimpan ketakutan yang begitu


sangat besar, rasa takut yang tidak bisa Alina katakan kepad Arga.


“Arga.”


“Hem. Iya sayang, ada apa?”

__ADS_1


Alina yang mendengar kata sayang keluar dri mulut Arga


membuat wajahnya memerah seketika.


__ADS_2