
"Lepaskan!!” Alina berusaha melepas tangan yang telah
melingkar sempurna di perutnya.
Namun semakin Alina berusaha melepaskan pelukan yang ada di
perutnya, pelukan itu semakin erat dan seperti tidak ingin melepaskan.
“Lepaskan aku! Kamu siapa?” Alina berbalik melihat wajah
orang yang kini tengah memeluknya dari belakan dan begitu sangat terkejut
ketika melihat wajah Arga kini tengah bersandar di bahunya.
“Biarkan aku memelukmu sebentar lagi Alin. Aku sangat
merindukanmu.” Arga berbisik lembut di telinga Alina.
“Iya. Tapi, aku merasa tidak nyaman kamu peluk seperti ini.”
Alina terlihat sangat gugup ketika mengatakan itu.
Arga yang mendengar ucapan Alina melepas pelukannya dan
membalikkan tubuh Alina agar meglihat ke aranya. “Alin, lihat aku.” Arga
menyentuh dagu Alina dengan tangannya karna sat ini Alina tengah tertunduk di
hadapan Arga.
Alina mulai menatap wajah Arga, wajah pemuda yang begitu
sangat di rindukannya, dan tampa Alina sengaja tiba-tiba air matanya jatuh
membasahi wajahnya.
“Maafkan aku Ga.” Hanya kata maaf yang keluar dari dalam
mulut Alina ketika menatap wajah Arga yang kini tengah melihat ke arga.
“Kenapa mesti minta maaf Alin?” mengusap air mata yang ada
di wajah Alina “Justru aku yang meminta maaf, karna aku kamu meninggalkan rumah
sakit. Apa kata-kataku terlalu menyakitimu? Sehingga kamu memilih mengundurkan
diri dari rumah sakit?” Arga menatap wajah gadis yang sangat dirindukannya saat
ini.
Mendengar pertayaan Arga, Alina hanya terdiam tidak
menjawab, karna yang dikatakan Arga memang benar, kata-kata Arga hari itu telah
benar-benar membuat hati Alina sakit dan
memilih untuk mengundurkan diri.
Arga yang melihat kediaman Alina, berhambur memeluknya dan
mengecup lembut dahi Alina yang kini tengah berada dalam pelukannya.
“Maafkan aku Alin. Karna telah menyakitimu.”
“Maafkan aku juga ya Ga. Karna aku kamu harus merasakan
sakit seperti itu.” Alina selalu merasa bersalah dengan apa yang telah di
lakukannya karna dirinya Arga harus menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak
dua kali dan karna dirinya juga Arga hampir kehilangan nyawanya.
“Sudah Alin, mulai saat ini kita lupakan semua masalah kita
__ADS_1
yang telah berlalu dan mari kita memulai hubungan cinta kita yambaru, karna
saat ini aku hanya ingin memelukmu dan memelukmu.” Arga menarik tangan Alina
menuju arah ruangan tamunya lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Setelah sampai di kursi yang ada di ruangan tamunya, Arga
duduk dan menarik tubuh Alina untuk duduk di pangkuannya dan kembali
melingkarkan tangannya di pinggul Alina.
“Arga, Maarkan aku.” Alina kembali meminta maaf sambil
menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga.
“Sudah Alin.” Menarik pelan hidung Alina “Mulai saat ini
kita tidak perlu membahas itu lagi, yang perlu kita bahas saat ini hanya
tentang kita kamu dan aku.” Arga kembali mengecup lembut dahi Alina setelah
mengatakan itu.
Arga merasa begitu sangat senang dan bahagia karna
rencananya berjalan dengan baik, dan itu membuatnya tersenyum sendiri.
Alina yang tiba-tiba mendongakkan wajah tidak sengaja
melihat Arga tersenyum senang. “Kamu kenapa Ga? Kenapa senyam-senyum seperti
itu.” Alina bangun dari sandarannya dan menatap ke arah wajah Arga, dan beralih
melihat sekeliling dalam rumah yang terlihat agak gelap karna hanya lilin yang
menerangi bukanlah lampu yang di tempatinya saat ini “Dan ini rumah siapa?”
kembali menatap wajah Arga yang kini terlihat sedikit gugup.
karna bingun harus menjawab apa. “Alin.” Tersenyum manis “ Aku minta maaf,
sebenarnya bapak yang menjemput kamu tadi itu adalah tukan kebun di rumah ini,
aku menyuruhnya untuk berbohong karna aku ingin dia membawamu kemari. Karna jika
aku yang datang menemuimu kamu pasti tidak akan mau, iya kan.” Arga mengatakan
semua yang telah di lakukannya dan itu membuat Alina menatap tajam melihat ke
arahnya.
“Arga.” Alina mencubit dan mengelitik perut Arga dan itu
membuat Arga merasa begitu sangat geli, karna kegelian yang tidak bisa di
tahannya tangan Arga replek mengankat tubuh Alina dan merebahkannya di atas
kursi yang di tempatinya saat ini.
Alina nampak sangat terkejut ketika Arga tengah berada di
atasnya. “Apa yang kamu lakukan Ga?” ucap Alina pelan.
Arga yang mendengar ucapan Alina bukannya menjawab justru
menempelkan bibirnya di bibir Alina dan mulai mengecupnya dengan begitu sangat
lembut.
Alina membulatkan matanya dengan sempurna karna merasa
sangat terkejut dengan apa yang tengah Arga lakukan padanya berhubung ini
__ADS_1
adalah ciuman pertama Alina dengan pemuda lain setelah Devano meninggal.
Pelan-pelan Alina mulai membalas ciuman Arga, dan bahkan
saat ini Alina telah melingkatkan tangannya di leher Arga.
Sementara Arga yang mendapat balasan ciuman dari Alina
semakin memperdalam ciumannya, bahkan saat ini bibir Arga mulai nakal menurungi
leher jenjang Alina dan membuat tanda kepemilikan di sana. Cukup lama Arga
melakukan itu hingga akhirnya Arga sadar dengan apa yang telah di lakukannya
saat ini.
“Maafkan aku Alina, aku tidak sengaja melakukannya.” Arga
duduk dan menarik tangan Alina untuk duduk di sampinnya. Arga merasa sangat
bersalah dengan apa yang tengah di lakukannya kepada Alina.
Aliana yang mendengar permintaan maafan Arga tersenyum. “Tidak
masalah Ga, aku juga meminta maaf karna telah membalas semua yang tengah kamu
lakukan.” Alina kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga, sementara
Arga kembali memeluk Alina dari sampin.
“Alin besok kita pulang, ya.” Mengecup lembut dahi Alina.
“Pulang kemana?”
“Pare-pare. Aku ingin kembali ke sana untuk meminta izin
kepada Ibu, untuk menikahi putrinya.” Menatap wajah Alina yang kini tengah
mendongak melihat ke arahnya “Dengar Alin, aku ingin segera menikahimu dan
memilikimu seutuhnya. Apa kamu mau menikah denganku? Dan melahirkan calon
anak-anakku kelak?” Arga menatap wajah Alina yang kini tengah mendongak melihat
ke arahnya.
Alina yang mendengar ucapan Arga, bukannya menjawab Alina
justru memeluk tubuh Arga dengan begitu sangat erat, karna Alina sangat takut
terjadi sesuatu yang buruk kepada Arga, mengingat hari pernikahannya yang pertama
batal karna kecelakaan yang di alami Devano.
Arga yang mendapat pelukan erat dari Alina, mengusap lembut
belakangnya karna ia tau Alina pasti masih trauma dengan kejadian yang
menimpanya dua tahun yang lalu.
“Alin, lupakan kejadian itu, hem.” Arga kembali mengecup
lembut dahi Alina ketika selesai mengatakan itu.
Alina yang mendapat perlakuan lembut dari Arga merasa begitu
sangat nyaman, namun di sisi kenyamananya tersimpan ketakutan yang begitu
sangat besar, rasa takut yang tidak bisa Alina katakan kepad Arga.
“Arga.”
“Hem. Iya sayang, ada apa?”
__ADS_1
Alina yang mendengar kata sayang keluar dri mulut Arga
membuat wajahnya memerah seketika.