Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.54


__ADS_3

Arga merasa kecewa dengan apa yang baru saja di dengarnya,


karna Arga berpikir Alina hanya menyukai dan mencintainya cuman karna jantung


calon suaminya yang berada di dalam tubuhnya.


Alina yang melihat wajah arga yang terlihat kecewa, berkata.


“Kamu kenapa Ga?” tersenyum hangat “Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak


nyaman?” Alina mengusap wajah Arga yang kini tengah melihat ke arah lain.


Bukannya menjawab pertanyaan Alina, Arga malah berkata. “Alin,


Maaf aku ingin sendiri, bisakah kamu meninggalkanku sendiri.” Wajah Arga masih


terlihat kecewa ketika mengatakan itu.


“Tapi kenapa Ga? Apa ada sesuatu yang kamu tidak sukai?”


Alina menatap wajah Arga dengan penuh tanya.


Arga yang tadinya selalu memeluknya, Arga yang tadinya


merasa begitu sangat senang dan ceria, kini wajahnya berubah muram, dan Alina


tidak tau kenapa Arga sampai berubah seperti itu.


“Biarkan aku sendiri Alina, aku ingin istirahat, keluarlah.”


Setelah mengatakan itu Arga menarik selimut yang menutupi sebagian


tubuhnya  dan menutupi bagian tubuhya


yang lain.


Alina yang melihat itu, tampa berkata apapun keluar dari


dalam ruangan perawatan Arga. Alina merasa sedih melihat perlakuan Arga yang


tiba-tiba berubah derastis seperti itu.


“Apa yang terjadi pada Arga kenapa? yang iba-tiba sikapnya


berubah seperti itu?” Alina mengatakan itu sambil berjalan ke arah ruangannya.


Arga yang melihat Alina membuka pintu yang di tempatinya


berkata. “Maaf Alin, sebenarnya aku sangat senang dan bahagia jika kamu terus


bersamaku, bahkan setelah aku mendengar ucapan keluar dari mulutmu kalau kamu


sangat mencintaiku dan takut kehilanganku, semua itu membuatku merasa begitu


sangat nyaman. Tapi aku sangat kecewa setelah mengetahui kalau jantung yang


berada dalam tubuhku ini adalah jantung orang yang paling kamu cintai. Aku tidak


ingin kamu mencintaiku hanya karna jantung ini” memegan bagian jantungnya “Aku


ingin kamu mencintaiku bukan karna jantung orang yang kamu cintai berada di


dalam tubuhku, hanya itu yang aku inginkan darimu Alina cinta tulusmu untukku.”


Arga menarik napasnya setelah mengatakan itu.


Setelah sampai di dalam ruangan kerjanya, Alina memikirkan


apa yang baru saja di katakannya dan membuat Arga berubah seperti itu. Hingga akhirnya


Alina mengingat ucapannya yang mengatakan, itu semua karna pemilik jantung itu


sangat merindukanmu.

__ADS_1


“Astaga.” Menepuk jidat “Jangan sampai Arga berpikir kalau


aku mencintainya hanya karna jantung Deveno berada di dalam tubuhnya. Karna sebenarnya


setelah beberapa hari kedekatanku dengan Arga banyak hal yang aku rasakan


terhadapnya, namun semuanya aku tahan karna aku selalu mengingat Devano, orang


yang begitu sangat aku cintai. Dan berpegan teguh dengan kata yang pernah aku


ucapakan. Namun sat hal yang pasti, Arga mulai menyentuh dindin hatiku dan aku


mulai merasakan cinta itu lagi setelah dua tahun.” Setelah mengatakan itu Alina


keluar dari dalam ruangannya dan kembali ke ruangan perawatan yang di tempati


Arga di rawat.


Tampa mengatuk pintu Alina masuk ke dalam ruangan yang di


tempati Arga, dan mendapati Arga tengah menerima telpon dari Papanya tampa


perduli dengan siapa Araga berbicara, Alina langsung berhampur memeluk tubuh


Arga sambil berkata.


“Arga, kamu jangan salah paham dengan semua ini?” Alina


mengatakan itu sambil memeluk Arga.


Arga yang tengah berbicara kepada Papanya, segera mematikan


sambungan telponnya, karna melihat Alina memeluknya dan pastinya akan mengangu


pembicaraannya dengan Papanya, jadi itu Arga segera menutup sambungan


telponnya.


tiba-tiba kembali memeluknya.


“Maafkan aku Ga.” Alina melepas pelukannya dan kembali


meminta maaf dan menatap wajah Arga yang kini tengah menatap wajahnya.


“Maaf, untuk apa Alina. Kamu tidak melakukan salah apapun,


justru aku yang telah melakukan kesalahan, karna aku telah berpikir kalau kamu


benar-benar mencintaiku, namun ternyata kamu mencintaiku cuman karna jantung


orang yang kamu cintai berada di dalam tubuhku dan bukanlah mencintaiku


sepenuhnya.” Arga tersenyum sedih dengan semua yang terjadi dengannya.


“Tapi, semua yang kamu pikirkan tidaklah benar, aku


benar-benar T...?” Ucapan Alina mengantung stelah Arga lansung memotong


pembiraannya.


"Ah, sudahlah Alin, aku sudah tau semunya."


“Arga.” meneteskan air mata “Kamu salah paham dengan semua


ini, tolong dengarkan penjelasan aku dulu.” Alina yang ingin menyentuh kepala


Arga, namun Arga langsung melihat ke arah lain, dan itu membuat Alina merasa


begitu sangat sedih.


“Keluarlah Alin, aku ingin istirahat. Dan tolong katakan


pada Dokter Nisa, kalau dia harus melanjutkan tanggun jawabnya dengan merawatku

__ADS_1


kembali sampai sehat.” Arga mengatakan itu dengan nada pelan dan santai dan itu


membuat hati Alina merasa begitu sangat sedih dan hancur karna tidak menyangka


Arga akan menolak kalau dirinya yang akan merawat Arga sampai sehat, namu


ternyata Arga memilih orang lain dan bukanlah dirinya. Itulah yang terlintas


dalam pikiran Alina saat ini.


Alina yang mendengar ucapan Arga terlihat begitu sangat


sedih, karna kesedihan yang tidak bisa di tahannya, Alina mendekat ke arah


tubuh Arga dan kembali memeluknya dengan sangat erat.


“Maafkan aku Ga.” Hanya itu kata yang keluar dari mulut


Alina ketika memeluk Arga dengan begitu sangat erat, Setelah itu Alina berlari


keluar dari dalam ruangan perawatan Arga.


Hari berganti hari, kesehatan Arga sudah kembali seperti


semula. Setelah hari itu Arga tidak pernah menemui Alina lagi, bahkan Alina


juga tidak pernah datang sekalipun menemuinya setelah hari itu, hari di mana


Aliana memeluknya dan meminta maaf.


Arga kembali mengurus rumah sakitnya seperti semula. Hari-hari


Arga di penuhi oleh kesibukannya, namun di tengah kesibukannya Arga selalu


mencari-cari keberadaan Alina yang sudah hampir dua minggu tidak di temuinya.


“Kemana Alina? Sudah lama sekali aku tidak menemuinya?” Arga


berjalan menuju ruangan Alina ketika mengatakan itu, namun setelah sampai di


depan pintu ruangan Alina. Arga nampak sangat terkejut ketika melihat papan


nama yang biasanya tertulis dengan nama Alina kini tengah berubah menjadi nama


orang lain.


Arga membuka pintu ruangan tersebut dan mendapati Dokter


yang lain dan bukanlah Alina yang tengah duduk yang biasa dia duduki. Karna merasa


penasaran dan ingin tau, Arga berkata.


“Maaf, Dokter, Dokter Alinanya kemana?” Arga menatap wajah


Dokter yang kini tengah melihat ke arahnya.


“Maaf, Pak. Saya juga kurang tau, soal Dokter Alina. Saya hanya


tau sedikit kalau Dokter Alina mengundurkan diri dari rumah sakit dua minggu


yang lalu, hanya itu yang saya tau Pak.”


Arga yang mendengar ucapan Dokter yang ada di hadapannya


begitu sangat terkejut, mendengar kabar kalau Alina telah mengundurkan diri


dari rumah sakitnya tampa sepengetahuannya. Tampa berkata apapun Arga berjalan


keluar dari ruangan tersebut dan berlari menuju arah ruangan Dokter Nisa, karna


menurut Arga semua yang Alina lakukan pasti Dokter Nisa mengetahuinya itulah


yang terlintas dalam pikiran Arga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2