Ikatan Hati

Ikatan Hati
Eps.48


__ADS_3

Arga yang melihat wajah Dokter Nisa yang terlihat sedih,


merasa penasaran dengan nama Dokter yang di cintai oleh pemilik jantung yang


tengah bersarang di tubuhnya. Bahkan Arga berpikir kalau Dokter yang ada di


hadapannya adalah orang yang di cintai pemilik jantung yang tengah bersarang di


tubuhnya.


“Dokter boleh aku tau siapa nama Dokter itu?” Arga menatap


wajah Dokter Nisa dengan penuh harap agar Dokter Nisa mengatakan semuanya tentang


siapa nama Doker itu.


“Maaf, Pak, sesuai Amanah beliau, saya tidak akan pernah


mengatakannya, bahkan kekasih dari pemilik jantung  yang ada di dalam diri anda tidak


mengetahuinya.” Dokter Anisa tersenyum hangat ketika selesai mengatakan itu.


“Ah, Dokter begitu amat. Aku ini pemilik rumah sakit ini


Dokter, jadi tolong katakan siapa nama Dokter itu? Atau jangan-jangan Dokter


adalah orangnya.” Arga kembali menatap ke arah wajah Dokter Nisa yang kini


tengah tersenyum melihat ke arahnya.


Dokter Anisa tertawa melebar, setelah mendengar kata yang


keluar dari mulut Arga, yang menyatakan kalau dialah Dokter itu.


Hahaha.


“Bapak, ada-ada saja. Saya ini sudah menikah pak, uda punya


anak lagi.” Dokter Anisa kembali tertawa melebar setelah mengatakan itu, karna


merasa begitu sangat lucu dengan apa yang tengah di katakan oleh pemilik rumah


sakit yang tengah duduk di hadapannya.


Setelah beberapa saat pintu ruangan yang di tempati Arga


terbuka, Alina masuk ke dalam ruangannya dan mendapati Arga tengah berbicara


dengan Dokter Anisa.


“Arga. Maaf Pak.” Alina merasa canggun memanggil nama pemilik


rumah sakit di depan Dokter Anisa “Bapak, ngpain di sini?”  Alina tersenyum sambil berjalan ke arah


lemari, untuk mengambil pakaian gantinya.


Namun sebalum Alina masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti


pakaiannya, Alina berbalik melihat ke arah Arga dan dokter Nisa yang kini


tengah melihat ke arahnya.


“Maaf, pak, kalau boleh aku tau? Kenapa anda berada di dalam


ruanganku?” Alina nampak sangat bingun melihat ke arah Arga yang berada di


dalam ruangannya yang terbilang masih pagi.


“Aku mencarimu Alin.” Kata-kata itu sontak keluar dari dalam


mulut Arga, dan membuat Dokter Anisa melihat ke arahnya, tak percaya dengan apa


yang dirinya dengar.


Bahkan Dokter Nisa beragrumen dengan pemikirannya sendiri,

__ADS_1


yang mengatakan bahwa, jantung Devano yang bersarang di dalam tubuh pemilik


rumah sakit ini kembali berdetak untuk Alina. Dan mungkin ini yang dinamakan Ikatan Hati itulah yang saat ini tengah


di pikiran Dokter Anisa.


Alina yang mendengar ucapan Arga yang mencarinya membulatkan


matanya, bingun kenapa Arga mencarinya di jam kerja seperti ini.


“Mencari saya Pak? Kenapa? Apa ada sesuatu yang darurat?”


itulah Alina, setiap ada seseorang mencarinya pasti yang di pikirkannya hanya


ada kata Darurat.


“Hehehe, tidak ada Alin? Aku hanya ingin mengajakmu sarapan


pagi.” Arga cengegesan ketika mengatakan itu karna tidak tau harus berkata apa.


Di tambah adanya Dokter Anisa yang tidak berhenti melihat ke arahnya.


Sebulan telah berlalu, Arga semakin dekat dengan Alina,


bahkan Arga mulai merasakan cinta yang dalam untuk Alina. Namun Alina masih


menaruh jarak di antara mereka berdua, meskipun Alina juga merasakn getaran


yang hebat ketika bersama Arga.


Seperti sore ini, Arga ingin mengajak Alina jalan-jalan di


kotanya. Namun dengan lembut Alina menolak ajakan Arga, karna tidak ingin


terlalu larut dalam perasaan yang tengah di rasakannya saat bersama Arga. namun


Alina merasakan rindu bila tidak bersama Arga dalam sehari.


Dan Arga yang mendapat penolakan seperti itu merasa begitu


sangat sedih, bahkan jantungnya juga ikut terasa begitu sakit ketika dirinya


“Alin” Arga berlari ke arah Alina yang ingin masuk ke dalam


mobilnya.


“Iya, ada apa Pak.” Alina berbalik melihat ke arah Arga yang


kini tengah berdiri di belakannya.


“Ya, ampun Alin, kalau kita cuman berdua seperti ini, kamu


tidak perlu memanggil aku bapak. Aku merasa seperti bapak kamu, padahal umur


kita tidak jauh beda.” Arga tersenyum ketika selesai mengatakan itu.


“Iya, Pak Arga maaf.” Alina tersenyum menias ketika selesai


mengatakan itu.


Arga yang mendengar ucapan Alina, terkeke, karna merasa


sangat lucu ketika Alina memanggilnya pak Arga.


“Jalan yu” Arga mengajak Alina pergi jalan-jalan.


“Aduh, maaf Ga, aku merasa sangat lelah.” Alina menolak


ajakan Arga, karna tidak ingin terlalu dekat-dekat dengan Arga, karna bagi


Alina hanya itu cara yang tepat untuk mengendalikan perasaanya sendiri, karna


selama sebulan ini Alina merasa dirinya terlalu dekat dengan Arga dan Alina


tidak ingin itu berlarut-larut. Tampa melanjutkan perkataanya Alina masuk ke

__ADS_1


dalam mobilnya, lalu melajukannya keluar dari parkiran rumah Sakit,


meninggalkan Arga yang masih berdiri sendiri sambil memegan dadanya.


Arga yang mendapat penolakan seperti itu merasa begitu


sangat kecewa dan sakit hati, dan itu membuat jantungnya terasa begitu sangat


sakit, sakit yang membuatnya susah bernapas.


Uah, uah, uah


Arga mencoba menormalkan pernapasannya sambil memegan daerah


jantungnya, yang terasa begitu sakit, karna merasa sangat sakit Arga hampir terjatuh


tersunkur di parkiran, namun beruntung keamanan rumah sakit berlari


menghampirinya.


“Pak, bapak kenapa?” keamanan rumah sakit terlihat begitu


sangat panik ketika melihat pemilik rumah sakit susah bernapas.


Dokter Anisa yang melihat, Arga di topang oleh keamanan


rumah sakit berjalan ke arahnya. Arga yang melihat Dokter Anisa berada di


depannya berkata.


“Dokter.” Nada suara terputus “Tolong aku, aku tidak bisa


bernapas, jantungku terasa begitu sangat sakit.” Arga mengatakan itu dengan


nada suara terputus-putus.


Mendengar ucapan Arga, dengan segera Dokter Anisa berteriak


kepada suster agar segera membawa berangka rumah sakit, untuk membawa tubuh


Arga masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Setelah sampai di dalam ruangan perawata, Dokter Nisa mulai


memeriksa, apa yang membuat jantung Arga terasa begitu sangat sakit, bahkan


Dokter Nisa melakukan Citisken untuk mengetahui penyebab yang mengakibatkan


jantung Arga sakit setelah sekian lama.


Namun Dokter Nisa tidak menemukan apapun yang mengakibatkan


Arga merasa kesakitan seperti itu, namun karna penasaran akhirnya Dokter Anisa


bertanya dengan apa yang tengah membuatnya merasa sakit seperti itu.


Setelah di pindahkan keruangan VIV, Arga mendapat perawatan


yang khusus, selaku pemilki rumah sakit. Dokter Anisa turun tangan merawat Arga


yang kini tengah terbaring karna merasa sangat sakit di bagian jantungnya.


“Maaf, Pak sebenarnya apa yang membuat anda seperti ini? Aku


sudah memeriksa semuanya, namun semuanya terlihat normal, cuman jantung anda


yang berdetak terlalu kencang.” Dokter Nisa tersenyum ramah melihat ke arah


Arga yang kini tengah terbaring di atas berangka rumah sakit, ketika selesai


mengatakan itu.


“Aku juga tidak tau Dokter, entah apa yang telah terjadi


denganku, setelah Alina menolak ajakanku rasanya jantungku terasa begitu sangat

__ADS_1


sakit dan ingin meledak.” Arga mengatakan sebenarnya yang membuatnya seperti


itu.


__ADS_2