
Alina menutup mulutnya dengan tangannya terkejut melihat
Arga yang kini hanya di bantu oleh alat pernapasan dan juga beberapa kabel
tengah menempel di bagian dadanya. Alina kembali menangis namun tidak
mengeluarkan suara sambil berjalan mendekat ke arah berangka yang di tempati
Arga tidak sadarkan diri saat ini.
Setelah sampai di sampin berangka yang di tempati Arga saat
ini, Alina menatap wajah Arga, wajah ceria yang melamarnya tadi sore.
“Maafkan aku Ga.” Meraih tangan Arga dan mengengamnya sangat
erat “Karna aku, kondisimu jadi seperti ini. Aku tidak pernah tau, dan tidak
pernah mengerti kenapa jantunku selalu berdetak begitu sangat kencang ketika
kamu berada di dekatku, dan ternyata kamulah yang di maksud Deveno dalam
mimpiku. Pemuda yang akan hadir dalam
hidupku dan itu memiliki bagian tubuh Devano, bahkan devano mengatakan padaku dalam
mimpi kalau orang itu akan membuat Tato namaku di pergelangan tangannya.” Alina
mencoba melihat area pergelangan tangan Arga dan benar adanya Arga telah
membuat Tato dangan nama Alina di pergelangan tangannya.
Melihat tulisan namanya terukir di pergelangan tangan Arga,
Alina nampak sangat terkejut karna mimpinya benar menjadi kenyataan. Semua yang
Deveno katakan dalam mimpi kini telah menjadi kenyataan. Argalah pemuda yang
dimaksudnya, yang memiliki semua yang di ucapkannya dalam mimpi.
Alina mencium tangan Arga, berharap Arga akan bangun dan
memeluknya itulah yang dalam pikiran Alina saat ini.
“Arga! bangun. Aku tau kamu bisa mendengarkanku.” Alina sedikit
meninggikan suaranya, berharap Arga akan mendengarnya dan sadar. Namun Alina
merasa begitu kecewa ketika Arga tidak merespon ataupun melakukan pergerakan
sedikit pun.
Hingga akhirnya Alina menyentuh bagian jantung Arga, dengan
tangan yang gemetar, sama seperti di saat Alina melihat tubuh Deveno yang penuh
luka saat itu, seperti itulah tangan Alina yang ingin menyentuh bagian dada
Arga. pelan-pelan Alina menyimpan tangannya di bagian jantung Arga dan berkata.
“Arga.” nada suara pelan “Aku tau seluruh tubuhmu menolak
jantung yang ada di dalam tubuhmu ini. Tapi cobalah untuk mengerti, dan
memahami semuanya, dan itu akan membuat jantungmu akan berpunsi kembali, jika
kamu mendengarkanku, maka respon aku walau hanya lewat debaran jantungmu. Aku tau,
karna aku kamu mengalami hal seperti ini. Tapi apa kamu tau? Kenapa aku sampai
__ADS_1
melakukan ini, ini semua karna pemilik jantung yang bersarang dalam tubuhmu”
menarik napas, lalu membuangnya secara perlahan “Aku trauma Ga, menjalani suatu
hubungan, karna itu akan membuat aku menderita dan sudah cukup! sekarang
bangunlah, dan kita akan segera menjalani kehidupan kita bersama untuk
selamanya.” Alina tersenyum melihat ke arah wajah Arga ketika selesai
mengatakan itu.
Namun Alina kembali kecewa di saat Arga tidak merespon semua
yang tengah di katakannya. “Arga bangun! Kamu harus segera bangun jangan hanya terdiam
seperti ini.” Alina berteriak sambil memukul bagian dada Arga “kamu harus
bangun Ga. Kamu jangan meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini.” Alina tidak
berhenti memukul bagian dada Arga dan itu membuat Arga terbatuk-batuk hingga
akhirnya sadar.
Uhuuuukkk,
Arga sadar dalam keadaan batuk dan sesak napas, sambil
menatap Alina yang berdiri di sampinnya. Alina yang melihat Arga tersadar
lansung berhambur memeluk tubuh Arga dengan sangat erat.
“Arga. aku sangat takut kehilanganmu. Hiks, hiks, hiks.”
Alina menangis sambil memeluk tubuh Arga “Aku takut terjadi sesuatu yang buruk
padamu, karna aku juga sangat mencintaimu.” Alina terus memeluk tubuh Arga yang
Mendengar semua pengakuan cinta Alina, Arga merasa begitu
sangat senang, jantungnya yang tadi
terasa begitu sangat sakit seolah sembuh seperti tidak ada luka sedikit pun.
Arga pun meraih wajah Alina yang berada di lehernya, lalu menatapnya sambil
berkata.
“Benarkah? Semua yang kamu katakan Alin? Apa kamu
benar-benar mencintaiku, dan takut kehilanganku?” Arga menatap wajah Alina yang
kini berada di atas wajahnya.
Alina tersenyum sambil berkata. “Iya, aku sangat mencintaimu
Ga.” Alina menggesekkan hidungnya di hidung Arga “Dan maaf, karna aku kamu
harus seperti ini.” Alina meneteskan air matanya ketika selesai mengatakan itu.
Arga yang melihat Alina menangis, mengusap air mata itu
dengan kedua tangannya, sambil berkata “Jangan menangis Alin, karna aku tidak
mau melihat orang yang aku cintai mengeluarkan air matanya” Arga kembali memeluk
Alina dengan sangat erat ketika selesai mengatakan itu.
Dokter Nisa yang masuk ke dalam ruangan yang di tempati Arga
__ADS_1
dan Alina berkata. “Sepertinya kedatanganku menggangu kalian.”
Alina dan Arga yang mendengar suara Dokter Nisa, melepaskan
pelukannya, karna merasa sangat malu dengan apa yang di lakukannya. Alina
melepas pelukannya, sementara Arga masih tidak mau melepas pelukannya dari
tubuh Alina dan itu membuat Dokter Nisa tersenyum sambil berkata.
“Baiklah Doktera Alina, sekarang Pak Arga akan menjadi
pasienmu. Aku serahkan tanggun jawabku kepadamu.” Dokter Nisa tersenyum sambil
berjalan keluar dari dalam ruangan yang di tempati Arga dan Alina saat ini.
Alina yang mendengar kata yang keluar dari mulut Dokter Nisa tersenyum, melihat ke
arah Arga yang kini tengah melihat ke arahnya. Melihat Arga yang terus
melihatnya Alina menjadi salah tingkah, karna merasa malu ketika Arga tidak
berhenti melihat ke arahnya. Untuk menghilangkan rasa salah tinggkahnya Alina
pun berkata.
“kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah di
wajahku?” Alina menyentuh wajahnya ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar pertanyaan Alina, Arga tersenyum sambil berkata. “Aku
sangat bahagia Alin.” Meraih tangan Alina “Karna akhirnya aku bisa mendapatkan
cintamu, jujur Alin aku sangat tulus mencintaimu bahkan ingin menjadikanmu
sebagai pendampin hidupku untuk selamanya.” Arga menciu lembut tangan Alina dan
meraih pinggulnya, agar Alina duduk di sampinnya, karna saat ini Alina hanya
berdiri.
Alina sangat terkejut ketika Arga menarik pinggulnya, karna
merasa terkejut Alina berkata. “Apa yang ingin kamu lakukan?” menatap wajah
Arga yang kini tengah menempelkan wajahnya di pundaknya sambil memeluknya dari
belakang.
“Aku hanya ingin memelukmu Alin, memelukmu dengan sangat
erat, karna aku begitu sangat merindukanmu. Aku tidak tau dengan perasaan yang
aku rasakan saat ini,yang jelasnya aku begitu sanagat merindukanmu.” Arga
mengatakn itu sambil memeluk erat tubuh Alina dari belakan.
Mendengar ucapan Arga, Alina lansung berkata. “Itu semua
karna pemilik jantung yang ada di dalam tubuhmu sangat merindukanku.” Kata-kata
itu sepontan keluar dari mulut Alina.
Dan itu membut Arga lansung melepas pelukannya, karna
mengerti dengan kata yang di ucapkan Alina.
“Apa!” terkejut “Jadi pemilik jantung ini adalah calon
__ADS_1
suamimu?” Arga melihat ke arah Alina yang kini tengah berbalik ke arahnya. Arga
merasa kecewa dengan apa yang baru saja di dengarnya.