Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.53


__ADS_3

Alina menutup mulutnya dengan tangannya terkejut melihat


Arga yang kini hanya di bantu oleh alat pernapasan dan juga beberapa kabel


tengah menempel di bagian dadanya. Alina kembali menangis namun tidak


mengeluarkan suara sambil berjalan mendekat ke arah berangka yang di tempati


Arga tidak sadarkan diri saat ini.


Setelah sampai di sampin berangka yang di tempati Arga saat


ini, Alina menatap wajah Arga, wajah ceria yang melamarnya tadi sore.


“Maafkan aku Ga.” Meraih tangan Arga dan mengengamnya sangat


erat “Karna aku, kondisimu jadi seperti ini. Aku tidak pernah tau, dan tidak


pernah mengerti kenapa jantunku selalu berdetak begitu sangat kencang ketika


kamu berada di dekatku, dan ternyata kamulah yang di maksud Deveno dalam


mimpiku. Pemuda yang akan hadir  dalam


hidupku dan itu memiliki bagian tubuh Devano, bahkan devano mengatakan padaku dalam


mimpi kalau orang itu akan membuat Tato namaku di pergelangan tangannya.” Alina


mencoba melihat area pergelangan tangan Arga dan benar adanya Arga telah


membuat Tato dangan nama Alina di pergelangan tangannya.


Melihat tulisan namanya terukir di pergelangan tangan Arga,


Alina nampak sangat terkejut karna mimpinya benar menjadi kenyataan. Semua yang


Deveno katakan dalam mimpi kini telah menjadi kenyataan. Argalah pemuda yang


dimaksudnya, yang memiliki semua yang di ucapkannya dalam mimpi.


Alina mencium tangan Arga, berharap Arga akan bangun dan


memeluknya itulah yang dalam pikiran Alina saat ini.


“Arga! bangun. Aku tau kamu bisa mendengarkanku.” Alina sedikit


meninggikan suaranya, berharap Arga akan mendengarnya dan sadar. Namun Alina


merasa begitu kecewa ketika Arga tidak merespon ataupun melakukan pergerakan


sedikit pun.


Hingga akhirnya Alina menyentuh bagian jantung Arga, dengan


tangan yang gemetar, sama seperti di saat Alina melihat tubuh Deveno yang penuh


luka saat itu, seperti itulah tangan Alina yang ingin menyentuh bagian dada


Arga. pelan-pelan Alina menyimpan tangannya di bagian jantung Arga dan berkata.


“Arga.” nada suara pelan “Aku tau seluruh tubuhmu menolak


jantung yang ada di dalam tubuhmu ini. Tapi cobalah untuk mengerti, dan


memahami semuanya, dan itu akan membuat jantungmu akan berpunsi kembali, jika


kamu mendengarkanku, maka respon aku walau hanya lewat debaran jantungmu. Aku tau,


karna aku kamu mengalami hal seperti ini. Tapi apa kamu tau? Kenapa aku sampai

__ADS_1


melakukan ini, ini semua karna pemilik jantung yang bersarang dalam tubuhmu”


menarik napas, lalu membuangnya secara perlahan “Aku trauma Ga, menjalani suatu


hubungan, karna itu akan membuat aku menderita dan sudah cukup! sekarang


bangunlah, dan kita akan segera menjalani kehidupan kita bersama untuk


selamanya.” Alina tersenyum melihat ke arah wajah Arga ketika selesai


mengatakan itu.


Namun Alina kembali kecewa di saat Arga tidak merespon semua


yang tengah di katakannya. “Arga bangun! Kamu harus segera bangun jangan hanya terdiam


seperti ini.” Alina berteriak sambil memukul bagian dada Arga “kamu harus


bangun Ga. Kamu jangan meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini.” Alina tidak


berhenti memukul bagian dada Arga dan itu membuat Arga terbatuk-batuk hingga


akhirnya sadar.


Uhuuuukkk,


Arga sadar dalam keadaan batuk dan sesak napas, sambil


menatap Alina yang berdiri di sampinnya. Alina yang melihat Arga tersadar


lansung berhambur memeluk tubuh Arga dengan sangat erat.


“Arga. aku sangat takut kehilanganmu. Hiks, hiks, hiks.”


Alina menangis sambil memeluk tubuh Arga “Aku takut terjadi sesuatu yang buruk


padamu, karna aku juga sangat mencintaimu.” Alina terus memeluk tubuh Arga yang


Mendengar semua pengakuan cinta Alina, Arga merasa begitu


sangat senang, jantungnya yang  tadi


terasa begitu sangat sakit seolah sembuh seperti tidak ada luka sedikit pun.


Arga pun meraih wajah Alina yang berada di lehernya, lalu menatapnya sambil


berkata.


“Benarkah? Semua yang kamu katakan Alin? Apa kamu


benar-benar mencintaiku, dan takut kehilanganku?” Arga menatap wajah Alina yang


kini berada di atas wajahnya.


Alina tersenyum sambil berkata. “Iya, aku sangat mencintaimu


Ga.” Alina menggesekkan hidungnya di hidung Arga “Dan maaf, karna aku kamu


harus seperti ini.” Alina meneteskan air matanya ketika selesai mengatakan itu.


Arga yang melihat Alina menangis, mengusap air mata itu


dengan kedua tangannya, sambil berkata “Jangan menangis Alin, karna aku tidak


mau melihat orang yang aku cintai mengeluarkan air matanya” Arga kembali memeluk


Alina dengan sangat erat ketika selesai mengatakan itu.


Dokter Nisa yang masuk ke dalam ruangan yang di tempati Arga

__ADS_1


dan Alina berkata. “Sepertinya kedatanganku menggangu kalian.”


Alina dan Arga yang mendengar suara Dokter Nisa, melepaskan


pelukannya, karna merasa sangat malu dengan apa yang di lakukannya. Alina


melepas pelukannya, sementara Arga masih tidak mau melepas pelukannya dari


tubuh Alina dan itu membuat Dokter Nisa tersenyum sambil berkata.


“Baiklah Doktera Alina, sekarang Pak Arga akan menjadi


pasienmu. Aku serahkan tanggun jawabku kepadamu.” Dokter Nisa tersenyum sambil


berjalan keluar dari dalam ruangan yang di tempati Arga dan Alina saat ini.


Alina yang mendengar kata yang keluar  dari mulut Dokter Nisa tersenyum, melihat ke


arah Arga yang kini tengah melihat ke arahnya. Melihat Arga yang terus


melihatnya Alina menjadi salah tingkah, karna merasa malu ketika Arga tidak


berhenti melihat ke arahnya. Untuk menghilangkan rasa salah tinggkahnya Alina


pun berkata.


“kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah di


wajahku?” Alina menyentuh wajahnya ketika selesai mengatakan itu.


Mendengar pertanyaan Alina, Arga tersenyum sambil berkata. “Aku


sangat bahagia Alin.” Meraih tangan Alina “Karna akhirnya aku bisa mendapatkan


cintamu, jujur Alin aku sangat tulus mencintaimu bahkan ingin menjadikanmu


sebagai pendampin hidupku untuk selamanya.” Arga menciu lembut tangan Alina dan


meraih pinggulnya, agar Alina duduk di sampinnya, karna saat ini Alina hanya


berdiri.


Alina sangat terkejut ketika Arga menarik pinggulnya, karna


merasa terkejut Alina berkata. “Apa yang ingin kamu lakukan?” menatap wajah


Arga yang kini tengah menempelkan wajahnya di pundaknya sambil memeluknya dari


belakang.


“Aku hanya ingin memelukmu Alin, memelukmu dengan sangat


erat, karna aku begitu sangat merindukanmu. Aku tidak tau dengan perasaan yang


aku rasakan saat ini,yang jelasnya aku begitu sanagat merindukanmu.” Arga


mengatakn itu sambil memeluk erat tubuh Alina dari belakan.


Mendengar ucapan Arga, Alina lansung berkata. “Itu semua


karna pemilik jantung yang ada di dalam tubuhmu sangat merindukanku.” Kata-kata


itu sepontan keluar dari mulut Alina.


Dan itu membut Arga lansung melepas pelukannya, karna


mengerti dengan kata yang di ucapkan Alina.


“Apa!” terkejut “Jadi pemilik jantung ini adalah calon

__ADS_1


suamimu?” Arga melihat ke arah Alina yang kini tengah berbalik ke arahnya. Arga


merasa kecewa dengan apa yang baru saja di dengarnya.


__ADS_2