
Sesampai di kamarnya Devano mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun hasil, mata Devano tak dapat terlelap hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar Alina. Setelah sampai di dalam kamar Alina, Depano naik ke atas tempat tidur dengan sangat pelan lalu merebahkan tubuhnya di samping Alina yang sedan terbawa dengam mimpinya. Devano pun melihat ke arah wajah Alina yang kini sedang tertidur nyenyak lalu berkata.
"Selamat malam gadis bugisku."
Hingga akhirnya Devano juga ikut terlelap di sampin Alina. Alaran hape yang di aktipkan Devano di atas kepala Alina kini berbunyi dengan sangat keras, membuat Alina merasa kaget hingga akhirnya terbangun. Alina merai hape Devano kemudian mematikan nada alarannya.
"Ya, Tuhan. Aku belum mengepas semua pakaianku?," ucap Alina belum menyadari kalau Devano masih terlelap di sampinnya.
Alina pun menyalakan lampu kamarnya. lalu melihat sekelilin kamarnya. Alina terkejut ketika melihat Devano terlelap di sampinnya.
"Devan, apa yang kamu lakukan di sini?." tanya Alina membangunkan Devano.
Mendengar suara Alina, Devano pun terbangun sambil mengucek ke dua matanya. lalu bertanya.
"Ini jam berapa Alin?."
"Udah jam 4."
__ADS_1
"Devan, sejak kapan kamu berada dalam kamarku," tanya Alina kembali.
"Aku juga tak tau, semalam aku masuk ke sini. Namun kamu telah terlelap, kamu juga lupa mengemas semua pakaianmu jadi aku mengemas semua pakaianmu."
Alina pun melihat ke arah tas ranselnya yang kini berada di atas meja. kemudian Alina kembali melihat ke arah Devano sambil tersenyum lalu berkata.
"Terimah kasih ya, karna telah merepotkanmu."
"Kamu tak usah berterimah kasih denganku, dan mungking sebaiknya kamu mandi lalu bersiap, karna kita akan segera berangkat ke bandara."
"Baik lah, aku akan segera bersiap, dan mungking lebih baik kalau kamu juga kembali ke kamar kamu untuk bersiap."
Tok, tok, tok, suara pintu kamar Alina Devano ketuk.
"Alin, apa kamu dah bersiap," Tanya Devano.
Alina pun membuka pintu kamarnya sambil tersenyum manis lalu berkata.
__ADS_1
"Aku sudah siap."
Setelah itu ke duanya keluar dari Cafe menuju arah mobil Devano di sana Pak.Rahmat telah menanti kedatangan mereka berdua.
"Berangkat sekarang pak Rahmat," ucap Devano ketika telah masuk ke dalam mobil bersama Alina.
Tampa menjawab pertanyaan Devano. Rahmat dengan segera melajukan mobilnya. Karna jarak tempu antara bandara dari Cafe Devano terbilan lumayan cukup jauh. Namun beruntung jalanan masih sangat lenggan sehingga mereka sampai dengan tepat waktu. Setelah sampai di bandara Devano pun berkata pada Pak.Rahmat.
"Pak, Rahmat aku titip Cafe kita dan terimah kasih karna telah mengantar kami."
Mendengar itu, Rahmat pun tersenyum lalu berkata.
"Aku juga titip Alina, sama nak Devan, karna aku telah mengangap Alina sebagai putri aku sendiri."
"Tentu saja aku akan menjaganya," ucap Devano sambil tersenyum melihat ke arah Alina.
Setelah itu, Devano dan Alina berjalan masuk ke dalam bendara sambil berpegangan tangan. Devano juga membawa tas rangsel milik Alina hingga sampai di atas pesawat.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat mesra. Dan tak lupa Devano juga selalu mengabadikan moment kebersamaannya dengan Alina sambil berpoto bersama.