Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.43


__ADS_3

Mendengar ucapan pemuda yang ada di hadapannya, Aran


terlihat bingun karna baru kali ini ada seorang pemuda tampan yang mencari


Alina selama kematian Devano.


“Maaf anda siapa?” Aran menatap ke arah pemuda yang kini


tengah melihat ke arahnya.


“Aku teman Alina.” Arga tersenyum melihat arah wajah Aran.


“Maaf, tadi pagi Alina pulang ke kampun halamannya.” Setelah


mengatakan itu Aran kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sementara Arga merasa sangat pusing ketika mendengar ucapan


teman pelayan Alina yang mengatakan kalau Alina pulang kampun. Arga merasa


sangat menyesal karna tak meminta nomor telpon Alina karna beberapa hari ini


mereka berdua mulai dekat.


“Bodonya kamu Ga. Beberapa hari bersama Alina kamu tak


meminta nomor telponnya.” Arga mengatakan itu sambil berjalan keluar dari dalam


Cafe, Arga yang tadinya ingin minum kopi buatan Alina tidak jadi, karna tidak


ada Alina yang melayaninya.


Arga masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang tak dapat


ia artikan, Arga merasa begitu sangat sedih di tinggal oleh Alina tampa adanya


kabar. Arga merasa sebagian dari hidupnya pergi bersama Alina ke kampun


halamannya.


“Aku harus berusaha melupakannya, kenapa diriku begitu


sangat terpengaruh dengan gadis itu?” Arga berkata sendiri dalam mobilnya karna


bingun dengan perasaan yang tengah dirasakannya saat ini.


Lima belas hari telah berlalu semenjak Alina pulang ke


kampun halamannya, Arga juga tak pernah lagi datang ke Cafe selama Alina tidak


ada, semua pekerjaan Arga telah selesai di jakarta dan perjalanannya terakhirnya


kali ini Ia dan Aldo akan pergi melihat situasi di rumah sakitnya yang terletak


di kota Pare-pare.


kota kelahiran peresiden yang ke tiga yaitu ** Bacharuddin Jusup Habibie yang lebih di kenal dengan nama ** Habibie. Kota yang selalu


ingin Arga kunjungi selama beberapa tahun terakhir  ini, namun baru kali ini itu akan terwujudkan


setelah melakukan perjalanan bisnis yang cukup pangjang.


Hampir dua jam empat puluh menit Arga dan Aldo berada di


dalam pesawat, kini mereka berdua tengah berjalan keluar denagn menarik koper


masing-masing. Dengan ketampanan yang Arga dan Aldo miliki, semua mata


melihatnya ketika keluar dari dalam bandara internasional Soekarno hatta, dan


mungkin orang yang melihat Arga dan Aldo keluar dari dalam bandara mengira


kalau mereka berdua adalah turis Asing yang berkunjung ke kota mereka, karna


Arga yang memiliki keperawakan kebarat-baratan dan itu membuat semua mata yang


melihatnya mengira kalau memang benar arga adalah Turis asing.

__ADS_1


Arga berdiri di tempat dimana para penumpan biasanya


menunggu kendaraan yang akan di gunakannya untuk kembali ke rumah masing


-masing. Namun berungtung Arga menemukan mobil yang bisa di Rent car, tidak


harus berganti-ganti mobil agar segera sampai di rumahnya yang tak jauh dari


rumah sakitnya.


Setelah empat jam berada di dalam mobil yang Arga Rent car. Kini


mereak berdua telah sampai di depan rumah mewahnya yang tak jauh dari Rumah


sakit.


Arga turun dari mobil di ikuti oleh Aldo di belakangnya,


mereka berdua di sambut hangat oleh Lina pelayan yang menjaga rumah mereka


selama ini.


“Tuan Arga.” Lina membuka pintu pagar rumah untuk


majikannya.


Melihat itu Arga tersenyum hangat melihat ke arah Lina,


wanita tua yang selalu memanjakannya ketika dirinya selalu berkunjung ke ke


kota Pare-pare.


“Bagaimana kabarnya Bi? Sehat?” Arga berjalan masuk ke dalam


pekarangan rumahnya ketika mengatakan itu.


Namun sebelum kakinya melangkah masuk melewati pagar


rumahnya tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang, dan itu membuatnya


tampa sengaja melihat wajah Alina yang tengah menegndarai mobil berwarna putih


lewat di hadapan rumahnya.


“Alina.” Arga menyebut pelan nama Alina dan itu membuat Aldo


berbalik melihat ke ara jalanan.


“Alina.” melihat arah jalanan “Dimana? Aku tak melihatnya.”


Aldo melihat ke arah jalanan namun tak menemukan orang yang di sebut oleh Arga


yang Aldo lihat hanya ada mobil putih yang lewat itu saja tak ada yang lain.


“Ah, sudahlah, mungkin aku hanya salah lihat. Tidak mungkin kan


Alina ada di sini?” Arga melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumahnya.


Setelah berada di dalam rumahnya, Arga lansung berjalan


menuju arah kamarnya karna merasa sangat kelelahan sehariang ini melakukan


prjalanan pangjang. Arga masuk ke adalam kamarnya lalu melihat sekeliling dalam


ruangan kamarnya yang beberapa tahun ini tak ia tempati.


Setelah puas melihat dalam ruangan kamarnya, Arga berjalan


ke arah kamar mandi untuk segera membersikan diri setelah itu ia akan istirahat


karna merasa begitu sangat kelelahan.


Sementara Alina yang baru saja sampai di rumah sakit, mulai


sibuk kembali dengan urusannya. Pekerjaannya sedikit tertunda karna kembali ke


ruamhnya mengambil pakaian gantinya, karna malam ini Alina akan menginap di

__ADS_1


rumah sakit karna harus melakukan tindakan oprasi subuh nanti.


Alina masuk ke dalam ruangan kerjanya, dengan membawa tas


kecil dan juga bekal makanan yang telah di siapkan oleh ibunya. Alina duduk di


kursinya sambil memikirkan kenapa jantungnya berdetak seperti itu tadi, karna


tidak biasanya Alina merasakan hal seperti itu selam Devano meninggal


Sebulan ini Alina memang selalu merasa aneh dengan


perasaannya setelah pulang dari negara kelahiran calon suaminya yang telah


tiada, lalu menginap selama dua belas hari di jakarta, perasaan itu, perasaan


yang  sama yang selalu Alina rasakannya


ketika Devano masih hidup.


Namun setelah kembali dari jakarta dua minggu yang lalu,


perasaan itu hilang namun menyisahkan rindu, rindu untuk siapa? Itu yang Alina


tidak mengerti dengan perasaannya sendiri, karna sewaktu berada di dalam


pesawat hati Alina begitu sangat gelisa merasa kalau sesuatu yang tengah ia


tinggalkan di kota itu.


Dan selama dua minggu berada di kota kelahirannya Alina tak


merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Namun hari ini perasaan dan


jantungnya kembali berdetak tak karuan dan itu membuat Alina tak mengerti sama


sekali dengan perasaannya.


Arga terbangun dari tidurnya, lalu melihat ke arah jam


dindin yang berada tepat di hadapannya.


“Ah, aku tertidur sangat lama.” Arga bangun dari tempat


tidurnya lalu berangjak kemudian berjalan masuk ke dalamkamar mandi untuk membersikan


wajahnya.


Setelah selesai membersikan wajahnya Arga keluar dari dalam


kamarnya, lalu turun ke lantai bawah, kemudian berjalan ke arah dapur karna


merasa begitu sangat kelaparan. Setelah sampai di dapur Arga melihat Aldo


tengah makan.


“Uah.” Arga menguap sambil berjalan ke arah meja makan.


“Sudah bangun?” Aldo berbalik melihat ke arah Arga ketika


mendengar suara uapannya.


“Iya, seperti yang kamu lihat.” Arga menarik kursi di


hadapan Aldo, lalu duduk.


*


*


*


Hai, para Reader jangan lupa mampir ya di ceritaku yang


berjudul


Aku mencintaimu, ceritanya keren dan seru loh^_^.

__ADS_1


__ADS_2