
Setelah melihat sekeliling kamar putranya yang berada di dalam Cafe, Almira duduk di sofa yang berada di dalam kamar Devano, lalu menghubungi nomor telponnya setelah tersambung Almira pun berkata.
"Devan,kamu di mana sayang. Momsky ada di Cafe kamu sekarang."
Mendengar ucapan Almira, Devanopun langsung berkata.
"Ya, Momsky, sebentar lagi aku pulang," Ucapnya pelan. Devano tak ingin Almira mengetahui kalau saat ini Devano menjadi seorang dosen dan bukannya mengurus Cafenya.
Devano pov
Sebenarnya Devano tak ingin menyembunyikan ini dari ke dua orang tuanya. Namun karna Daddynya menentang keinginannya akhirnya dia secara diam -diam menjalani perofesinya sebagai seorang dosen. Karna dari dulu itulah cita -cita yang ingin dia wujudkan. Di tambah kekasih pujaan hatinya pergi meninggalkannya tampa kabar dan itu membuat semangatnya semakin tinggi untuk meninggalkan negara kelahirannya yaitu Malaysia. Hingga akhirnya dia memilih menetap di kota metropolitan itu yaitu jakarta dan menjalani prafesinya sebagai seorang dosen. Dan juga pemilik Cafe yang di bilang cukup mewah, berada di pusat kota jakarta yang bernama CafeVan.
Setahun kini, Devano menjalani perafesinya sebagai seorang Dosen, hari -hari yang di lewati Devano sangatlah menyenangkang menjadi seorang Doseng di kampus ternama membuatnya melupakan rasa sakit hati yang di bawamya dari Malaysia.
Di tambah kepopuleran dan ketampanan yang membuatnya bisa di bilang setiap hari para mahasiswi menggodanya bahkan secara terang -terangan mengatakan isi hatinya pada Devano. Seperti hari ini Devano mendapatkan kata itu.
"Pak,Devano,bapak sudah punya pacar belom?,kalau boleh aku mau dong jadi pacar pak Devano. Yang ke dua juga boleh, aku sangat suka pada bapak, bapak maukan jadi pacar aku?," Ucap mahasiswi yang bernama Lucia. Dia termasuk mahasiswi yang paling centil di kampusnya.
Mendengar ucapan Lucia Devano
hanya tersenyum manis tak menanggapinya. Devano cukup menjadi pendengar yang baik ketika para mahasiswi mengunkapkan perasaannya padanya.
Selama setahun Devano menjadi seorang Dosen di kampus itu, dia tak pernah sekalipun melihat ataupun melirik gadis -gadis yang ada di kampus itu. Hingga suatu hari Devano bertemu dengan seorang gadis yang begitu unik menurut Devano. Gadis itu sangatlah lucu dan juga polos dan itu membuat Devano semakin penasaran dan ingin mengenal gadis itu lebih jauh lagi.
Devano mulai mencari tempat tinggal gadis itu dan juga temannya yang bernama Seci. Setelah mengetahui kalau Secil teman gadis itu bekerja di sampin Cafenya dia pun menyuruh menejernya untuk ke tokoh kue seblah untuk mencari pelayan baru.
__ADS_1
"Pak, Rahmat,pergi ke toko kue seblah, dan tanyakan pada pemilik toko kue itu, kalau kita sedang membutuhkan satu pelayan. sempat dia menemukan seseorang yang bisa menjadi pelayan baru di sini."
"Baik, akan saya lakukan,sesuai yang anda inginkan," Ucap pak Rahmat sopan.
Setelah mendapat perintah dari bosnya. Pak Rahmat pun berjalan ke arah toko kue seblah. Lalu mengatakan maksud kedatangannya pada pemilik tokoh kue yang sudah lama di kenalnya yang bernama Anti.
"Selamat siang Anti," Ucap Rahmat sambil tersenyum.
"Siang, Rahmat, ada apa?,tumben datang ke mari ada apa?," Tanya Anti pelan sambil tersenyum lebar.
"Begini, maksud kedatangan saya, saya ingin bertanya pada kamu,sempat kamu memiliki saudara, kenalan atau teman dan apalah. Untuk menjadi salah satu pelayan di Cafe saya. Saya lagi membutuhkan pelayan satu," Ucap Rahmat menaikkan angka satu di tangannya sambil tersenyum.
Anti pun tersenyum kepada Rahmat, lalu berkata.
"Nanti aku carikan, tapi aku ngak janji akan menemukannya untukmu."
"Sama -sama, Rahmat, kamu tak usah sungkang seperti itu,kita kan tetangga," Ucap Anti sambil tersenyum lebar pada Ramat.
Setelah Rahmat pulang dari toko kuenya. Anti bertanya pada semua pelayan yang bekerja di tokonya. Namun semua yang di tanya tidak ada yang memiliki saudara ataupun teman.
Hingga sore hari, Secil dan Alina datang ke toko kue Anti. Melihat ke datangan Secil, Anti pun segera memberitahukan Secil kalau di Cafe seblah memerlukan pelayan Cafe. Dan kebetulan saat itu Secil datang bersama Alina.
Melihat ke datangan Alina di tokoh kue seblah. Devano tersenyum senang melihat Alina dari balik jendela kamarnya. Devano pun berdoa.
"Ya, Allah,semog gadis itu ingin bekerja di Cafeku, aku percaya padamu ya Allah kalau dia itu gadis yang sangat baik." Doa Devano sambil melihat ke arah gadis yang kini sedang bertopang dagu dari toko kue seblah.
__ADS_1
Hingga ke esokan harinya Alina mulai bekerja di kantornya. Devano merasa sangat senang melihat Alina bekerja di Cafenya. Namun sedikit kecewa juga karna selama sebulan ke depan Alina masih harus tinggal. di kontrakannya dan bukannya langsung tinggal di Cafe miliknya. Namun rasa senang itu kembali ketika Alina betah bekerja di Cafenya dan sudah ingin pindah dan tinggal di Cafenya.
Selama sebulan Alina bekerja di Cafe Devano, Alina tak pernah mengetahui kalau Cafe yang dia tempati bekerja adalah milik dosennya.
Kembali ke cerita awal.
Setelah memutuskan sambungan telponnya dari Almira. Devano pun bergegas pulang. Tak butuh waktu lama karna jarak tempu antara Canpus dan juga Cafenya sangatlah dekat. Devano kini telah sampai di depan Cafenya dan langsung masuk menemui Almira ibunya.
"Momsky." Panggil Devano sambil berjalan ke arah Almira lalu memeluknya.
"Putraku," Ucap Almira sambil membalas pelukan Devano.
"Momsky datang,kenapa tak memberitahukanku?, aku kan bisa menjeput Momsky di bandara," Ucap Devano pelan.
"Momsky hanya sebentar di sini, Momsky baru dari Makasar bertemu dengan kelien Momsky di sana. Oya bagaimana kabarmu apa kamu sehat saja?." (gaes di sini bahasanya pake bahasa malaysia ya, namun aku buat pake bahasa indonesia saja biasa biar bisa lebih lancar membacanya).
"Ya, seperti yang Momsky lihat saat ini, aku sangat sehat. Momsky tak perlu menkhawatirkanku. Aku baik -baik saja di sini."
"Kapan kamu pulang ke Malaysia?,kami semua merindukanmu, adikmu juga tak berenti bertanya tentang dirimu dia sangat merindukamu."
"Dan,Daddy apa dia juga merindukanku?, sama seperti kalian berdua merindukanmu?,"
"Tentu saja, Daddymu sangat merindukanmu, dia begitu sangat menyayangimu dia marah karna hanya ingin?." Ucapan Almira terpotong dan di lanjutkan oleh Devano.
"Hanya ingin, aku menuruti keinginannya untuk melangjutkan perusahaan yang di jalangkannya saat ini. Momsky, tolong, aku punya cita -cita sendiri aku ingin mewujudkan cita -citaku itu. Aku harap Momsky mengerti dengan diriku.
__ADS_1
Halo, gues jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
Terimakasih.