Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.30


__ADS_3

Alina mengajak semua anggota keluarganya duduk di kursi yang masih kosong, dan di sana Aran tersenyum senang melihat kebahagiaan yang tengah Alina rasakan. Bahkan Alina juga memperkenalkan Aran pada Ibunya dan juga pada Momsky dan juga Selli.


Setelah selesai memperkenalkan mereka semua. Alina kembali naik ke panggun untuk memberi ceramah dan juga menerima tanda kelulusannya sebagai seorang dokter ahli bedah.


Setelah semuanya selesai Devano mengajak mereka semuanya ke Cafe. Karna di sana Ia tinggal bersama Alina dan para pekerjanya yang lain.


Dan khusus hari ini Devano menutup Cafenya karna Ia ingin merayakan hari keberhasilan Alina sekaligus ingin meresmikan hubungannya, dengan ikatan pertunangan. Dan setelah itu giliran para orangtua mereka mencari hari yang baik untuk melangsunkan hari pernikahan mereka.


Devano masuk ke dalam Cafenya dengan memegan tangan Alina. Arisa selaku Ibu Alina, mengerti dengan hubungan anaknya sehingga Ia hanya tersenyum senang melihat kebahagiaan yang tengah putrinya rasakan.


Sesampai di dalam Devano menyuruh semua pelayan Cafenya mempersiapkan semua yang telah Ia perintahkan sebelum ke kampus Alina tadi pagi.


Para pelayan mulai sibuk menyiapkan semuanya. Mulai dari kua minuman dan cemilan yang lainnya. Devano mengambil gelas lalu memukulnya dengan sendok.


Semua yang ada di dalam ruangan Cafe tersebut berbalik melihat ke arah Devano. Alina yang sedari tadi bercerita dengan Ibunya ikut berbalik melihat ke arahnya.

__ADS_1


Devano pun melihat ke arah Alina dengan senyuman bahagia mengambang di bibirnya lalu memanggil Alina.


"Alina. Kemarihlah."


Alina yang mendengar panggilan Devano. Berjalan mendekat ke arahnya. Dan setelah Alina sampai di hadapannya Devano mulai berkata.


"Alina ini telah tiba saatnya." Setelah mengatakan itu Devano meraih tangan Alina.


Alina hanya terdiam menyimak semua yang ingin Devano lakukan.


Devano mulai berbicara.


"Apa kamu siap? untuk segera menikah denganku?" ucap Devano lembut.


Alina tersenyum melihat ke arah Devano. Lalu melihat ke arah Ibunya yang kini tengah tersenyum hangat melihatnya.

__ADS_1


Arisa mengangukkan kepalanya memberi kode agar Alina segera mengiyakan pertanyaan Devano.


Alina pun mengerti dengan apa maksud dari anggukan kepala ibunya. Alina kembali melihat ke arah Devano, lalu berkata.


"Baiklah, aku siap menikah denganmu." Alina mengatakan itu dengan langtang.


Mendengar itu Devano begitu sangat bahagia. Sehingga Ia memeluk tubuh Alina dengan sangat eratnya. Semua orang yang menyaksikan semua itu bahagia.


Devano pun menyematkan sebuah cincin di jari manis Alina. Dan Alina tersenyum bahagia ketika melihat Devano menyematkan cincin itu di jari manisnya.


"Aku sangat bahagia Van." Itulah kata yang terucap di bibir Alina ketika menatap cincin yang tengah melingkar di jari manisnya.


"Aku juga Alin. Aku sangat bahagia." Devano menatap lembut wajah Alina yang kini tengah tersenyum melihat ke arah mereka berdua.


Waktu terus berlalu. Hari dan tanggal pernikahan telah di tetapkan. Sesuai dengan kesepakatan Arisa dan Momsky. Mereka akan menyelenggarakan acara pernikahan Alina dan Devano di kota tempat tinggal Alina yaitu di pare -pare di rumah orang tua Alina. Dan setelah itu mereka akan menyelenggarakannya di Malaysia di negara kelahiran Devano.

__ADS_1


Alina mulai sibuk menjalani statusnya sebagai seorang dokter bedah di rumah sakit yang berada di kota pare -pare. Tepatnya rumah sakit TPC pare -pare.


Alina beruntung bisa mendapat tugas di kota tempat tinggalnya. Namun tidak dengan Devano Ia merasa Alina semakin menjauh darinya ketika Alina mulai bekerja di kota tempat tinggalnya.


__ADS_2