Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab. 20


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Secil. Alina pun tersenyum lalu berkata.


"Kami tak pernah jadian. Aku juga tak tau kalau Devano mencintaiku dan semalam dia mengunkapkannya dengan cara melamarku secara tiba -tiba. Dia juga menberiku cincin turun -temurun dari keluarga besarnya," ucap Alina sambil memperlihatkan cincin yang sedang melingkar di jari manisnya.


"Ya, ampun Alin, mimpi apa loh, sampai di lamar oleh pemuda ganteng dan tajir seperti pak Devano? aku jadi iri sama kamu."


Mendengar ucapa Secil. Alina pun tersenyum sambil melihat ke arah wajah Secil. Jam pelajaran kampus telah di mulai Alina mulai sibuk belajar. Sementara Devano mulai mengurus semua keperluan Alina untuk segera berangkat ke Malaysia bersama.


Hari berlalu dengan cepat jam pulang kampus Alina pun berlalu. Alina baru saja ke luar dari gerban kampus namun tiba -tiba mobil Devano langsun berhendi di hadapannya dan itu membuat Alina terkejut.


"Devan," ucap Alina sambil memegan dadanya.


"Maaf sayang, aku telah membuatmu terkejut," ucap Devano sambil keluar dari mobilnya lalu menhampiri Alina.


"Kamu kenapa bawa mobil seperti itu?, jika tampa sengaja kamu menabrakku bagaimana?," Ucap Alina sedikit kesal.


Devan pun tersenyum sambil merangkul lengan Alina lalu berkata.


"Aku tak akan pernah melakukan itu, aku tak akan pernah membuatmu terluka sedikit pun.


Mendengar itu. Alina pun tersenyum manis sambil menatap wajah Devano. Dan itu membut Devano semakin senang karna melihat senyuman itu. Devano kemudian mengajak Alina untuk palang.


"Sebaiknya kita pulan sekarang, ini suda sore," berjalan sambil membukakan pintu mobilnya buat Alina. Alina pun berjalan masuk ke dalam mobil Devano sambil tersenyum.


Setelah sampai di depan Cafe. Devano dan Alina berjalan beriringan dan itu membuat para pelayan yang bekerja di dalam Cafe Devano melihatnya dengan pandangan tak suka. Devano pun menyadari akan hal itu. lalu berkata.

__ADS_1


"Para pelayanku yang terbaik, saya ingin membuat pengumunan untuk kalian semua. Saya ingin memberitahukan pada kalian semua. Kalau saya dan Alina akan segera menikah jadi aku harap kalian bersikap baik padanya seperti kalian bersikap padaku. karna aku memberi hak pada Alina untuk memecat orang yang tak memperlakukannya dengan baik. Sekian dan terimah kasih pemberitahuan saya sore ini," ucap Devano berlalu sambil memegan tangan Alina.


Alina merasa sangat malu pada semua pelayan yang bekerja di dalam Cafe Devano atas pengumunan yang baru saja Devano ucapkan. Alina pun menarik tangannya dari pegangan Devanl lalu berkata pada Devano.


"Apa yang kamu katakan pada mereka?,"


Mendengar ucapan Alina. Devano pun berbalik melihat ke arahnya lalu berkata.


"Aku tak mengatakan apapun, aku hanya mengatakan yang sebenarnya," ucap Devano santai.


Mendengar itu Alina tak dapat berkata apa -apa lagi. Melihat ke diaman Alin. Devano pun berkata.


"Alin, ikut aku masuk ke dalam kamar, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu."


Alina pun menganguk kepala sambil berjalan, mengikuti langkah kaki Devano masuk ke dalam kamar. Setelah sampai Devano memberikan Alina perlengkapan yang di perlukan untuk pergi ke Malaysia.


"Tentu saja, apapun bisa aku lakukan, agar aku segera membawamu ke negaraku dan memperkenalkanmu kepada semua anggota keluargaku."


"Baik lah, aku akan menyimpannya, dan mungkin sebaiknya aku kembali ke kamarku untuk membersikan diri karna sebentar lagi aku akan kembali bekerja."


"Sebaiknya untuk malam ini, kamu tak usah bekerja, dan akan lebih baik jika kamu istirahat karna sebentar subuh kita akan berangkat ke bandara, jadwal penerbangan kita jam 6.00 pagi," ucap Devano menjelaskan.


Alina sedikit terkejut mendengar apa yang barusan Devano ucapkan.


"Apa!, secepat itu?."

__ADS_1


"Tentu saja, semuanya telah aku bereskan seperti yang aku katakan tadi pagi. Kamu tinggal menunggu beresnya saja. Dan ya, untuk gaji kamu sebulan ini aku telah menyimpannya di dalam kartu Atm ini," ucap Devano sambil menyerahkan kartu Atm yang telah di buatnya khusus buat Alina.


Di dalam Atm itu, bukan hanya gaji Alina sebulan. Melainkan semua gaji Devano masuk ke dalam kartu Atm tersebut. Alina pun mengambil kartu Atm yang di berikan Devano. Lalu bertanya.


"Berapa nomor pinnya?."


"Tanggal lahir kamu."


"Baik lah, aku akan menyimpannya. Kalau begitu aku pamit ke kamar dulu untuk membersikan diri, lalu menyiapkan semua keperluanku untuk pergi ke Malaysia bersamamu besok pagi bersamamu."


Alina pun berjalan ke luar dari kamar Devano. Sementara Devano melempar tubuhnya ke tempat tidurnya lalu berkata.


"Selangkah lagi Alina, kamu akan segera menjadi milikku untuk selamanya."


Sesampai di dalam kamarnya Alina tak mengepas semua barang -barangnya, melainkan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Alina memikirkan semua yang di lakukan Devano mulai dari semalam. Cukup lama Alina merebahkan tubuhnya, hingga akhirnya Alina terlelap tampa membereskan semua pakaiannya. Hingga jam 9 malam. Alina masih berdamai dengan mimpinya. yang membuat Devano sedikit panik karna tak melihat Alina keluar dari kamarnya.


"Kemana gadis jelekku?, kenapa dia tak keluar dari kamarnya?," ucap Devano sambil melihat ke arah pintu kamar Alina.


Devano pun berjalan ke arah pintu kamar Alina, lalu memutar knop pintunya namun beruntung Alina tak menkunci pintu kamarnya Devano pun masuk dan melihat Alina terlelap dengan pakaian yang di kenakannya ke kampus tadi pagi. Melihat itu Devano pun berjalan mendekat ke arah tempat tidur Alina.


"Dasar gadis ceroboh tidur di kamar tak mengunci pintu, kalau ada orang lain yang masuk, lalu melihatmu tidur seperti ini?, apa yang akan dia lakukan?," ucap Devano sedikit kesal.


Devano pun melihat sekelilin kamar Alina. Namun Devano tak melihat tas yang akan Alina bawa besok pagi. Devano pun berjalan ke arah lemari pakaian Alina dan mulai memasukkan pakaian satu persatu ke dalam tas rangsel Alina. Setelah selesai Devano pun berjalan ke arah Alina, kemudian membuka sepatu yang masih Alina kenakan waktu pulang dari kampus. Setelah selesai Devano pun menyelimuti tubuh Alina lalu berkata.


"Dasar gadis jelek, ceroboh dan juga jorok, tidur kaya kebo. tidur tak pakai mandi dulu. Namun aku suka dan cinta sama kamu gadis jelekku," ucap Devano sambil mengecup lembut dahi Alina.

__ADS_1


Setelah itu Devano mengambil hapenya lalu mengaktipkan alarannya, untuk membangunkan Alina sebentar subuh. Setela itu Devano berlalu ke luar dari kamar Alina menuju arah kamarnya untuk istirahat.


__ADS_2