Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.52


__ADS_3

Alina berjalan masuk ke dalam rumah sakit, sambil membawa


bunga yang ada di tangannya, dengan langkah pelan Alina berjalan ke arah ruangannya


dan mendapati Dokter Nisa telah menunggunya di sana. Alina membuka pintu


ruangannya, terkejut karna lansung bepapasan wajah dengan Dokter Nisa.


“Dokter.” Alina terkejut sambil memegan dada “Anda telah


membuatku sangat terkejut” tersenyum sambil menarik napas lalu berjalan ke arah


tempat duduknya dan menyimpan bunga yang di bawanya dari luar di atas meja


kerjanya.


Alina tersenyum ramah melihat ke arah Dokter Nisa yang kini


tengah menatap ke arahnya, melihat senyuman Alina, Dokter Nisa berdiri dari


duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Alina. Dokter Nisa pun berkata.


“Dokter Alina. Apa kamu tau? Kalau saat ini Pak Arga kembali


masuk ke rumah sakit dengan penyakit yang sama?” Dokter Nisa menyentuh bahu


Alina ketika mengatakan itu.


“Apa Dokter” Alina terkejut mendengar kata yang di ucapkan


Dokter Nisa barusan “Pak Arga kembali di rawat dengan penyakit yang sama!.”


Alina mendongakkan wajahnya melihatke arah Dokter Nisa yang kini tengah berdiri


di sampinnya “ kenapa? Apa yang membuatnya seperti itu? Karna setau aku Pak


Arga baik-baik saja ketika aku meninggalkannya di parkiran tadi.” Alina berdiri


dari duduknya, dan melihat ke arah Dokter Nisa yang kini masih setia menatap ke


arahnya.


Dokter Nisa yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut


Alina, menarik napasnya secara perlahan, lalu berkata “Semua karna anda Dokter,


dua kali anda menolaknya, dua kali juga Pak Arga merasakan sakit seperti ini,


dan untuk saat ini kemungkinan besar nyawa Pak Arga tidak akan pernah tertolong


lagi.” Dokter Nisa menjelaskan semuanya yang di ketahuinya.


Alina merasa sangat bingun mendengar kata yang keluar dari


dalam mulut Dokter Nisa berkata. “Maksud Dokter apa? Karna aku?” menunjuk diri


sendiri “Pak Arga sampai seperti ini, hanya gara-gara aku? he” tertawa tidak


percaya “Hanya karna aku menolak semua keinginannya jadi Pak Arga jadi seperti


ini? Ini semua sangat koyol menurut aku Dokter.” Alina berbalik melihat ke arah


Dokter Nisa yang kini tengah berdiri di belakangnya.


“Pak Arga sangat mencintaimu Alina.” Dokter Nisa tidak lagi

__ADS_1


memanggil Alina dengan sebutan Dokter, karna mulai sedikit kesal mendengar


semua kata yang Alina ucapakan.


“Cinta! Hem.” Tersenyum “Pak Arga mencintaiku? Iya aku tau


kalau dia meman mencintaiku terlihat dari caranya melamarku tadi sore. Namun Dokter


tau sendiri kalau cintaku hanya untuk Devano seorang, sampai kampanpun! Aku tidak


akan pernah mencintai orang lain, karna aku sangat mencintai calon suamiku


Dokter, Hiks, hiks, hiks.” Alina menangis ketika selesai mengatakan itu “Aku


sangat mencintai Devano Dokter, walaupun aku tau sampai kapanpu Dia tidak akan


pernah kembali untukku.” Alina menangis sesegukan ketika mengatakan itu.


Dokter Nisa yang melihat Alina menangis, berjalan mendekat


lalu memeluk Alina dengan begitu hangat, sambil berkata “ Iya, Alina semuanya


aku tau, bahkan aku turut hadir melihat semua itu.” Mengelus rambut Alina


secara lembut “Namun satu hal yang harus kamu tau, sebenarnya ini adalah


rahasiaku dengan calon suamimu Devano, Devano tidak ingin kamu mengetahui ini. Namun


inilah yang sebenarnya.”


“Maksud Dokter Apa?” Alina melepas pelukannya sambil


mengusap air matanya.


Dokter Nisa menarik napsnya, lalu membuangnya secara


Devano.” Dokter Nisa menatap wajah Alina ketika mengatakan itu.


Alina yang mendengar ucapan yang keluar dari dalam mulut


Dokter Nisa, membuatnya merasa syok dan terkejut, jantungnya seketika berhenti


berdetak ketika mengetahui kalau jantung yang bersarang dalam tubuh Arga,


adalah milik orang yang begitu sangat di cintainya.


“Tidak, ini tidak mungkin!” Alina memundurkan langkahnya


karna tidak percaya dengan apa yang baru saja Dokter Nisa katakan “Dokter pasti


berbohong kan?” menatap wajah Dokter Nisa yang kini tengah berjalan ke arahnya.


“Tidak, Alina aku tidak pernah berbohong. Aku merahasiakan


ini atas permintaan Devano, sebelum aku mengoprasinya.” Dokter Nisa jujur


dengan semuanya. Dan itu membuat Alina menangis histeris.


“Hiks, hiks, tidak Dokter, ini tidak mungkin terjadi.” Alina


kembali menangis histeris sambil memeluk perut Dokter Nisa yang kini tengah


berdiri di sampin kursi yang tengah di dudukinya.


“Sudahlah Alina, buka hatimu untuk orang yang memiliki

__ADS_1


jantung orang yang sangat kamu cintai, karna jantung Devano berdetak dalam diri


Pak Arga, meskipun dalam rupa yang berbeda, namun jantung itu akan selalu


berdetak hanya untukmu, dan untukmu apalagi sekarang Pak Arga begitu sangat


mencintaimu.” Dokter Nisa mengelus pelan rambut alina ketika selesai mengatakan


itu.


Alina mengusap air matanya, lalu mengdongakkan wajahnya


melihat ke arah dokter Nisa sambil berkata. “Dimana Pak Arga sekarang Dokter? Aku


ingin menemuinya dan meminta maaf dengan semua yang telah aku lakukan padanya. Bahkan


berkali-kali aku telah menyakitinya dan membuatnya harus di rawat di rumah


sakit ini.” Alina berdiri dari duduknya setelah selesai mengatakan itu.


Mendengar pertanyaan Alina, dokter Nisa menarik napasnya,


lalu membuangnya secara perlahan, lalu berkata. “Keadaan Pak Arga dalam kondisi


yang sangat yang kritis, jantungnya tidak berpunsi dengan baik, seluruh anggota


tubuhnya menolak jantung yang ada dalam tubuhnya, karna rasa skit yang di


rasakannya ketika lamarannya kamu tolak, bahkan ketika kamu melajukan mobilmu


keluar dari parkiran rumah sakit ini, Pak Arga terjatuh dan tidak sadarkan diri


di parkiran tadi, dan ini sudah kedua kalinya Pak Arga mengalami itu, dan semua


itu atas penolakanmu.” Dokter Nisa mengatakan semua yang sebenarnya.


Alina yang mendengar semua itu, merasa begitu sangat panik


dan juga cemas. “Dokter. Dimana Arga di rawat sekarang? Aku ingin segera


menmuinya, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengannya, aku tidak mau


orang-orang yang mencintaiku pergi meninggalkanku, cukup Devano yang melakukan


ini padaku. Hiks, hiks, Dokter ku mohon beritahu aku di mana ruangan Arga di rawat


saat ini.” Alina tidak berhenti mengelurkan air mata ketika mengatakan semua


itu kepada Dokter Nisa.


“Pak Arga di rawat di kamar sebelumnya.”tampa banyak brtanya


dan banyak berpikir, dengan segera Dokter Nisa mengatakan kamar yang di tempati


Arga di rawat saat ini.


Setelah mengetahui letak kamar yang di tempati Arga di


rawat, tampa berkata apapun kepada Dokter Nisa, Alina berlari keluar dari dalam


ruangannya, menujuh arah ruangan dimana Arga tidak sadarkan diri saat ini,


bahkan kondisinya sangat memperihatinkan.


Setelah sampai di depan ruangan perawatan yang di tempati

__ADS_1


Arga, tampa berpikir panjang Alina mendorong pintu ruangan lalu masuk dan


mendapati Arga terbaring tidak berdaya di atas berangka rumah sakit.


__ADS_2