
Alina berjalan masuk ke dalam rumah sakit, sambil membawa
bunga yang ada di tangannya, dengan langkah pelan Alina berjalan ke arah ruangannya
dan mendapati Dokter Nisa telah menunggunya di sana. Alina membuka pintu
ruangannya, terkejut karna lansung bepapasan wajah dengan Dokter Nisa.
“Dokter.” Alina terkejut sambil memegan dada “Anda telah
membuatku sangat terkejut” tersenyum sambil menarik napas lalu berjalan ke arah
tempat duduknya dan menyimpan bunga yang di bawanya dari luar di atas meja
kerjanya.
Alina tersenyum ramah melihat ke arah Dokter Nisa yang kini
tengah menatap ke arahnya, melihat senyuman Alina, Dokter Nisa berdiri dari
duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Alina. Dokter Nisa pun berkata.
“Dokter Alina. Apa kamu tau? Kalau saat ini Pak Arga kembali
masuk ke rumah sakit dengan penyakit yang sama?” Dokter Nisa menyentuh bahu
Alina ketika mengatakan itu.
“Apa Dokter” Alina terkejut mendengar kata yang di ucapkan
Dokter Nisa barusan “Pak Arga kembali di rawat dengan penyakit yang sama!.”
Alina mendongakkan wajahnya melihatke arah Dokter Nisa yang kini tengah berdiri
di sampinnya “ kenapa? Apa yang membuatnya seperti itu? Karna setau aku Pak
Arga baik-baik saja ketika aku meninggalkannya di parkiran tadi.” Alina berdiri
dari duduknya, dan melihat ke arah Dokter Nisa yang kini masih setia menatap ke
arahnya.
Dokter Nisa yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut
Alina, menarik napasnya secara perlahan, lalu berkata “Semua karna anda Dokter,
dua kali anda menolaknya, dua kali juga Pak Arga merasakan sakit seperti ini,
dan untuk saat ini kemungkinan besar nyawa Pak Arga tidak akan pernah tertolong
lagi.” Dokter Nisa menjelaskan semuanya yang di ketahuinya.
Alina merasa sangat bingun mendengar kata yang keluar dari
dalam mulut Dokter Nisa berkata. “Maksud Dokter apa? Karna aku?” menunjuk diri
sendiri “Pak Arga sampai seperti ini, hanya gara-gara aku? he” tertawa tidak
percaya “Hanya karna aku menolak semua keinginannya jadi Pak Arga jadi seperti
ini? Ini semua sangat koyol menurut aku Dokter.” Alina berbalik melihat ke arah
Dokter Nisa yang kini tengah berdiri di belakangnya.
“Pak Arga sangat mencintaimu Alina.” Dokter Nisa tidak lagi
__ADS_1
memanggil Alina dengan sebutan Dokter, karna mulai sedikit kesal mendengar
semua kata yang Alina ucapakan.
“Cinta! Hem.” Tersenyum “Pak Arga mencintaiku? Iya aku tau
kalau dia meman mencintaiku terlihat dari caranya melamarku tadi sore. Namun Dokter
tau sendiri kalau cintaku hanya untuk Devano seorang, sampai kampanpun! Aku tidak
akan pernah mencintai orang lain, karna aku sangat mencintai calon suamiku
Dokter, Hiks, hiks, hiks.” Alina menangis ketika selesai mengatakan itu “Aku
sangat mencintai Devano Dokter, walaupun aku tau sampai kapanpu Dia tidak akan
pernah kembali untukku.” Alina menangis sesegukan ketika mengatakan itu.
Dokter Nisa yang melihat Alina menangis, berjalan mendekat
lalu memeluk Alina dengan begitu hangat, sambil berkata “ Iya, Alina semuanya
aku tau, bahkan aku turut hadir melihat semua itu.” Mengelus rambut Alina
secara lembut “Namun satu hal yang harus kamu tau, sebenarnya ini adalah
rahasiaku dengan calon suamimu Devano, Devano tidak ingin kamu mengetahui ini. Namun
inilah yang sebenarnya.”
“Maksud Dokter Apa?” Alina melepas pelukannya sambil
mengusap air matanya.
Dokter Nisa menarik napsnya, lalu membuangnya secara
Devano.” Dokter Nisa menatap wajah Alina ketika mengatakan itu.
Alina yang mendengar ucapan yang keluar dari dalam mulut
Dokter Nisa, membuatnya merasa syok dan terkejut, jantungnya seketika berhenti
berdetak ketika mengetahui kalau jantung yang bersarang dalam tubuh Arga,
adalah milik orang yang begitu sangat di cintainya.
“Tidak, ini tidak mungkin!” Alina memundurkan langkahnya
karna tidak percaya dengan apa yang baru saja Dokter Nisa katakan “Dokter pasti
berbohong kan?” menatap wajah Dokter Nisa yang kini tengah berjalan ke arahnya.
“Tidak, Alina aku tidak pernah berbohong. Aku merahasiakan
ini atas permintaan Devano, sebelum aku mengoprasinya.” Dokter Nisa jujur
dengan semuanya. Dan itu membuat Alina menangis histeris.
“Hiks, hiks, tidak Dokter, ini tidak mungkin terjadi.” Alina
kembali menangis histeris sambil memeluk perut Dokter Nisa yang kini tengah
berdiri di sampin kursi yang tengah di dudukinya.
“Sudahlah Alina, buka hatimu untuk orang yang memiliki
__ADS_1
jantung orang yang sangat kamu cintai, karna jantung Devano berdetak dalam diri
Pak Arga, meskipun dalam rupa yang berbeda, namun jantung itu akan selalu
berdetak hanya untukmu, dan untukmu apalagi sekarang Pak Arga begitu sangat
mencintaimu.” Dokter Nisa mengelus pelan rambut alina ketika selesai mengatakan
itu.
Alina mengusap air matanya, lalu mengdongakkan wajahnya
melihat ke arah dokter Nisa sambil berkata. “Dimana Pak Arga sekarang Dokter? Aku
ingin menemuinya dan meminta maaf dengan semua yang telah aku lakukan padanya. Bahkan
berkali-kali aku telah menyakitinya dan membuatnya harus di rawat di rumah
sakit ini.” Alina berdiri dari duduknya setelah selesai mengatakan itu.
Mendengar pertanyaan Alina, dokter Nisa menarik napasnya,
lalu membuangnya secara perlahan, lalu berkata. “Keadaan Pak Arga dalam kondisi
yang sangat yang kritis, jantungnya tidak berpunsi dengan baik, seluruh anggota
tubuhnya menolak jantung yang ada dalam tubuhnya, karna rasa skit yang di
rasakannya ketika lamarannya kamu tolak, bahkan ketika kamu melajukan mobilmu
keluar dari parkiran rumah sakit ini, Pak Arga terjatuh dan tidak sadarkan diri
di parkiran tadi, dan ini sudah kedua kalinya Pak Arga mengalami itu, dan semua
itu atas penolakanmu.” Dokter Nisa mengatakan semua yang sebenarnya.
Alina yang mendengar semua itu, merasa begitu sangat panik
dan juga cemas. “Dokter. Dimana Arga di rawat sekarang? Aku ingin segera
menmuinya, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengannya, aku tidak mau
orang-orang yang mencintaiku pergi meninggalkanku, cukup Devano yang melakukan
ini padaku. Hiks, hiks, Dokter ku mohon beritahu aku di mana ruangan Arga di rawat
saat ini.” Alina tidak berhenti mengelurkan air mata ketika mengatakan semua
itu kepada Dokter Nisa.
“Pak Arga di rawat di kamar sebelumnya.”tampa banyak brtanya
dan banyak berpikir, dengan segera Dokter Nisa mengatakan kamar yang di tempati
Arga di rawat saat ini.
Setelah mengetahui letak kamar yang di tempati Arga di
rawat, tampa berkata apapun kepada Dokter Nisa, Alina berlari keluar dari dalam
ruangannya, menujuh arah ruangan dimana Arga tidak sadarkan diri saat ini,
bahkan kondisinya sangat memperihatinkan.
Setelah sampai di depan ruangan perawatan yang di tempati
__ADS_1
Arga, tampa berpikir panjang Alina mendorong pintu ruangan lalu masuk dan
mendapati Arga terbaring tidak berdaya di atas berangka rumah sakit.