
"Kejutan, kejutan apa pak?." Tanya Aran penasaran.
"Aku ingin melamar Alina di atap Cafe ini."
Mendengar ucapan Devano. Aran begitu sangat terkejut sangking terkejutnya Aran sampai melototkan matanya sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
"Apa!? bapak ingin melamar Alina? aku tak salah dengar kan pak?."
"Tidak, dan malam ini aku ingin melakukan itu, kamu tak keberatan membantu aku."
"Tentu saja pak, dengan senang hati saya akan membantu bapak," ucap Aran sambil tersenyum senang. Sementara di dalam hati Aran berkata.
"Apa!, ku bilang, pak Devano, pasti punya perasaan pada Alina. terlihat jelas dari cara pak Devano menatap Alina. Namun aku senang jika ke duanya bisa segera bersatu."
"Aran."
Panggilan Devano menyadarkan Aran dari lamunannya. Dengan segera Aran berkata.
"I, i, iya pak, ada apa?." Tanya Aran gugup lalu dengan segera Aran melihat ke arah Devano.
"Sekarang kita ke atap, untuk menyiapkan semua ini, sebelum Alina pulang kampus. Semua ini harus segera selesai."
"Baik, pak," ucap Aran mengikuti langkah kaki Devano menuju atap Cafenya. di sana Aran mulai sibuk menata rapi lampu -lampu berwarna warni yang telah di bawanya dari malaysia.
Cukup lama mereka menyiapkan semua itu. Hingga akhirnya Devano melihat Alina pulang dari kampus sambil berjalan kaki.
"Aran, aku turun ke kamar aku karna Alina telah datang dari kampus, aku tak mau Alina mengetahui kalau aku sudah ada di dalam Cafe ini. Aku percayakan semua ini padamu. Aku juga akan memberikan kamu bonus nantinya."
"Siap, pak,semuanya akan seperti bapak inginkan," ucap Aran menaikkan tangannya di dahinya sambil tersenyum.
Mendengar itu. Devano pun tersenyum. Kemudian berlari turun dari atap menuju kamarnya. Namun sebelum Alina melewati pintu kamar Devano. Devano terlebih dahulu masuk ke dalam kamarnya sambil menutup pintu kamarnya dengan pelan. Devano pun bersandar pada pindu kamarnya.
"Aman," ucap Devano sambil mengelus dadanya.
__ADS_1
Devano pun kembali melihat Alina dari lubang yang tersedia di pintu kamarnya. Devano melihat Alina berjalan menuju kamarnya. Sementara Devano berkata sendiri dari balik pintu kamarnya.
"Aku sangat merindukanmu Alina. Aku ingin sekali memelukmu. Untuk melepas semua kerinduan yang terpendam selama berbulan -bulan lamanya. Namun sebentar lagi kita akan bersama untuk selamanya. Aku sangat, sangat mencintaimu Alina."
Setelah melihat Alina masuk ke dalam kamarnya Devano kembali ke luar dari kamarnya menuju dapur, karna merasa sangat kehausan. Di sana Devano hampir ketahuan oleh Alina. Namun beruntung dengan cepat Devano keluar dari dapur dengan lewat pintu belakang.
Waktu berjalan begitu sangat cepat kini Alina mulai sibuk melayani para tamu sementara Aran baru saja selesai mendekorasi atap. Setelah Devano naik ke atap. Aran pamit untuk kembali bekerja.
"Semuanya dah selesai pak, aku pamit untuk kembali bekerja," ucap Aran sopan sambil berlalu meninggalkan Devano sendiri di atap. Namun belum sempat Aran membuka pintu atap Devano memanggilnya.
"Aran, ingat hubungi aku kalau Alina mau naik ke sini."
"Baik pak," ucap Aran tersenyum sambil menaikkan ke dua tangannya.
Kembali ke cerita awal.
Devano terlihat sangat bahagia ketika lamarannya pada Alina di terimah dengan baik. Begitu pun yang Alina rasakan. Alina tak pernah menyangka kalau Devano akan melamarnya secepat itu. Devano tak pernah menyatakan isi hatinya. Namun dengan cepat Devano melamarnya.
"Aku sangat mencintaimu Alin," ucap Devano sambil mengecup lembut kening Alina.
"Van, apa kamu benar -benar mencintaiku?, sejak kapan kamu mulai menyukaiku?."
"Iya, aku sangat mencintaimu. Aku mulai menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu di kampus, aku selalu memperhatikan apa yang kamu lakukan di kampus. bahkan aku melihatmu waktu kamu sedang berlari mengejar kupu -kupu yang terban di atas bunga -bunga. Bahkan aku merekam semua tingkah koyol kamu itu," ucap Devano sambil merogoh kanton celananya, untuk mengambil hapenya kemudian memperlihatkan rekaman itu pada Alina.
"Benarkah?, aku tak pernah menyangka kamu bisa melakukan itu," ucap Alina tersenyum sambil melihat Vidio rekaman Devano.
"Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi gadis yang aku cintai," ucap Devano sambil merebahkan tubuhnya di atas ayunan gantung yang ada di teras.
Melihat Devano merebahkan tubuhnya Alina pun berkata.
"Sebaiknya kita masuk saja, ini sangat larut. Kamu juga butuh istirahat."
"Kita di sini saja Alina, aku ingin tidur sambil memelukmu," ucap Devano sambil menarik tubuh Alina masuk ke dalam pelukanya.
__ADS_1
"Tapi, Van di sini sangat dingin."
"Aku, akan memelukmu, sampai. rasa dinginmu hilang."
"Baik lah, untuk malam ini aku menuruti ke inginanmu. Namun besok -besok aku tak mau lagi. Berhubung aku masih sangat merindukanmu," Ucap Alina sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Devano. Sementara Devano memeluk erat Alina, hingga akhirnya tertidur.
Pagi pun tiba Alina terbangun dan mulai melihat sekeliling. Dan juga melihat Devano terlelap di sampingnya sambil memeluknya.
"Kenapa, aku ada di sini? perasaan semalam kami tertidur di atap. Namun kenapa sekarang aku ada di kamar ini," ucap Alina sambil melihat sekeliling.
Alina pun terbangun dari tidurnya. kemudian mulai membangunkan Devano.
"Van, Devan, bangun, kenapa aku ada di sini? perasaan semalam kita tidur di atap bukan di kamar kamu?."
Mendengar ucapan Alina. Devan pun terbangun dari tidurnya lalu mengecup lembut kening Alina sambil berkata.
"Pagi,yank."
"Devan, aku tanya kenapa kita ada di sini?." tanya Alina dengan sedikit nada yang sedikit meninggi.
Mendengar ucapan Alina. Devano agak sedikit terkejut karna setau Devano. Alina adalah gadis yang lembut. Devano pun melihat ke arah Alina lalu berkata.
"Ya, ampun Alin, aku sangat terkejut mendengar suara kamu, kenapa kamu jadi berubah jadi kaya gini?."
Mendengar ucapan Devano. Alina tambah kesal dan langsung berkata.
"Kenapa?, apa kamu tak suka? kalau tak suka kita?."
Cup, satu kecupan lembut mendarat di bibir mungil Alina. Ucapan Alina terputus ketika Devano langsung mengecup lembut bibir Alina. Namun Alina merasa terkejut karna ini pertama kalinya.
"Apa yang kamu lakukan?, kamu telah mengambil ciuman pertama aku, kamu jahat Devan, jahat," ucap Alina sambil memukul pelan dada Devano.
Mendengar ucapan Alina berusan. Devano merasa sangat bahagia. karna Devano adalah pemuda pertama yang masuk ke dalam kehidupan nya sekaligus cinta pertama Alina. Devano pun berkata pada Alina.
__ADS_1
"Berarti aku adalah cinta pertama kamu?," ucap Devano sambil menatap ke arah wajah Alina.
Wajah Alina merona mendengar ucapan Devano. Alina dengan segera menutup wajahnya dengan ke dua tanganya.