
Alina yang mendengar kata sayang keluar dari mulut Arga,
membuat wajahnya memerah seketika, karna merasa malu hingga akhirnya memilih
menengelamkan wajahnya di dada bidan Arga.
“kenapa sayang? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Hem”
Arga meraih wajah Alina agar Alina melihat ke arahnya.
“Apa benar kamu ingin menikahiku?” menatap wajah Arga yang
kini tengah menatap ke arahnya.
“Iya, sayang , aku serius ingin menikahimu dan menjadikanmu
milikku seorang, aku tidak ingin kamu pergi lagi dariku.” Arga memeluk tubuh
Alina ketika selesai mengatakan itu.
Alina menarik napasnya secara perlahan ketika mendengar kata
yang keluar dari mulut Arga, yang ingin segera menikahinya, dan kata itu
membuat Alina semakin takut, karna merasa takut Alina pun berkata.
“Kita akan menikah jika kamu bisa menerima permintaanku”
menatap wajah Arga ketika mengatakan itu.
“Permintaan?” bingun “Permintaan apa?” menatap wajah Alina “Apa
kamu mau mobil, rumah, apa saja semuanya akan aku berikan asal kamu bersedia
menikah denganku.”
“Aku tidak menginginkan semua itu, semua itu bisa di cari
hanya satu yang aku inginkan kita hanya akan menikah secara sederhana saja. Dan
sebelum hari pernikahan aku tidak ingin kamu pergi sedetikpun dariku. Aku takut
Ga”Alina kembali memeluk Arga ketika selesai mengatakan itu.
Arga yang mengira Alina akan meminta mahar kepadanya, karna
ia sedikit mengerti dengan adat orang bungis yang selalu mengutamakan mahar
yang banyak, namun ternyata pemikrannya itu salah.
Arga tersenyum senang mendengar semua yang di katakan Alina,
yang ingin selalu bersamanya menjelang hari pernikahan, karna jujur Arga juga
mengiginkan hal itu.
“Baiklah, mulai malam ini hingga hari pernikahan kita akan
selalu bersama, dan besok kita akan ke Bali untuk menemui ke dua orang tuaku
dan setelah itu kita akan kembali ke Pare-pare, bagaimana? Apa kamu setuju? Dengan
usulku.” Arga tersenyum senang melihat ke arah wajah Alina yang kini tengah
menatap ke arah wajahnya.
Alina yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Arga
mengangukkan kepalanya sambil berkata. “Baiklah aku setuju, tapi menginap di
sini?” berpikir “Apa tidak jadi masalah Ga? Kita kan belum menikah.” Alina menatap
bingun ke arah wajah Arga.
Arga yang mendengar ucapan Alina tersenyum sambil berkata. “Tidak
akan jadi masalah, cuman yang jadi masalah aku,” terkekeh “Apa aku bisa menahan
diri untuk tidak menyentuhmu.”
Alina yang mendengarkan ucapan Arga terkejut karna terkejut
Alina pun berkata, “Sabar Ga, tunggu sampai kamu menghalalkan aku, dan semuanya
akan menjadi milikmu.”
“Alina, Alina, Alina.” Gemes “Aku sangat, sangat bahagia,
karna akhirnya kamu bisa menerimaku dengan segala kekuranganku.” Arga kembali
memeluk erat tubuh Alina ketika selesai mengatakan itu.
Seperti yang Arga rencanakan, setelah menemui kedua orang
tuanya di Bali, ia akan kembali ke kota Pare-pare, untuk sengera melamar Alina.
Orang tua Arga begitu
sangat terkejut ketika mendengar ucapan putra semata wajangnya yang hanya ingin
menikah sederhana dengan kekasih pilihannya, bahkan menentang keinginan Arga
yang ingin yang ingin menikah secara sederhana. Namun setelah Arga menjelaskan
semuanya kenapa? Dan apa alasannya? Sehingga mereka berdua memilih untuk
menikah secara sederhanya, hingga akhirnya kedua orang tua Arga mengerti alasan
mereka berdua, bahkan Arga mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau jantung
yang bersarang dalam tubuhnya adalah milik calon suami wanita yang akan di
nikahinya.
Hari pernikahan telah tiba, jantung Alina tidak berhenti
berdetak karna sangat takut, takut terjadi sesuatu yang buruk kepada calon
suaminya, meskipun cuman semalam mereka tidak bersama karna Ibu Alina melarang
mereka bertemu katanya Pamali.
Saat ini Alina berada di rumahnya sementara Arga berada di
rumah mewahnya, walaupun jarak rumah Alina dan rumah Arga sangat dekat.
Wajah Alina mulai di rias, namun tangannya tidak berhenti
menulis pesan kepada Arga, tiga detik saja pesannya tidak di balas oleh Arga,
Alina mulai sangat panik, namun ketika pesannya di balas kepanikannya
menghilang.
Setelah selesai di rias, Alina pun mengenakan pakaian penganting
khas pakaian adat bugis sulawesi, Alina terlihat sangat cantik, dan itu membuat
Arisa menangis melihat putrinya yang kini tengah mengenakan pakaian
pengantinga.
Alina yang melihat ibunya menangis berkata. “Ibu kenapa
menangis?” memeluk “Seharusnya ibu tersenyum karna semua doa ibu telah
terwujudkan yang ingin melihatku mengenakan pakaian ini.” Alina melepas
pelukannya dan menepuk baju penganting yang di kenakannya.
“Ibu tidak bersedih Nak.” Tersenyum melihat ke arah putrinya
“Ibu menangis karna ibu sangat bahagia melihat putriku hari ini akan menikah.”
Arisa mengusap wajahnya ketika selesai mengatakan itu mengatakan itu.
“Sudah ya Bu, Ibu doain semoga acara hari ini lancar. Dan tidak
ada kendala apapun.” Tersenyum sambil mengusap air mata yang ada di wajah
Ibunya.
Jam ijob qobul sudah menunjukkan waktunya, namun Arga belum
sampai ke rumah Alina. Dan itu membuat Alina sangat panik, Alina lebih panik
lagi ketika menghubungi nomor Arga yang tidak aktip.
“Arga kemana?” panik “Kenapa hapenya tidak aktip?”
Karna merasa panik hape Arga tidak aktip, Alina keluar dari
__ADS_1
rumahnya dan berlari ke luar jalan poros tampa mengenakan sendal, menuju arah
rumah Arga yang terlihat sangat ramai, dan itu membuat Alina merasa sangat
takut takut terjadi sesuatu yang buruk dengan calon suaminya.
Dengan napas yang putus-putus dan keringat membasahi seluruh
wajahnya dan bahkan saat ini Alina menangis, karna takut terjadi sesuatu yang
tidak di inginkannya.
Alina berlari masuk ke dalam rumah Arga dan berkata. “Arga!”
berteriak kencang.
Semua para tamu melihat ke arah Alina yang kini tengah
berdiri dengan mengenakan pakaian penganting dan wajahnya di penuhi dengan
keringat, karna habis berlari dari rumahnya, itulah yang ada di dalam pikran
orang-orang yang melihat Alina saat ini.
“Arga di mana?” Alina bertanya kepada orang yang ada di
sampinnya, namun orang yang di tanyanya cuman terdiam.
Hingga akhirnya Alina memilih berlari ke arah kamar dan
membuka pintu kamar Arga dan melihat sekeliling kamar Arga yang telah di hias
dengan begitu sangat indah.
“Arga!” memanggil “Kamu dimana?” berjalan masuk ke dalam
kamar dan duduk di pinggir tempat tidur sambil menangis “Hiks, hisk, hisk, Arga
kamu dimana? Kenapa kamu tinggalkan aku, Hiks, hiks.” Alina menangis
sejadi-jadinya di dalam kamar Arga.
Alina berhenti menangis ketika mendengar suara yang begitu
sangat di kenalnya kini tengah memanggil namanya dengan menggunakan Mic.
“Alina, sayang. Aku di sini.”
“Arga.” Alina berangjak dari dari duduknya dan berlari
keluar dari dalam kamar dan melihat ke arah lantai dasar, disana Alina melihat
Arga tengah berdiri dengan memegan Mic dan mengenakan pakaian penganting khas
bugis dengan warna yang sama yang di kenakannya yaitu berwarna hijau.
Alina tersenyum senang ketika melihat keadaan Arga dalam
keadaan baik-baik saja, Alina mengusap air mata di wajahnya lalu berlari
menurungi anak tangga satu persatu dan berlari ke arah Arga dan lansung
berhambur memeluknya.
“Arga.” menangis sambil memeluk tubuh Arga “Aku sangat
takut, takut terjadi hal yang buruk denganmu.” Alina memeluk erat tubuh Arga
ketika mengatakan itu.
Arga yang mendapat pelukan erat dari Alina, tersenyum dan
berkata. “Sudah sayang, kamu jangan menangis lagi, lihat para tamu melihat ke
arah kita.” Arga menenangkan Alina yang tidak berhenti menangis.
Mendengar ucapan Arga Alina melepas pelukannya, lalu melihat
sekeliling yang terlihat begitu sangat ramai, bahkan saat ini Alina melihat
sebuah panggun dan juga peralatan music di dalam ruangan rumah Arga. bahkan ia
melihat beberapa wartawan yang tengah meliput acara yang diselenggarakannya
itu.
“Ini semua apa Ga?” tanya Alina ketika selesai melihat
“Aku juga tidak tau, ini semua rencana kedua mertuamu dan
juga Ibu.” Arga menjelaskan sedikit.
“Apa!” terkejut “Ibuku juga ikut terlibat dalam rencana ini.”
Melihat sekeliling dan melihat ibunya tengah tersenyum bersama besannya yang
tidak lain adalah calon mertua Alina.
“Iya, sepertinya.”
Setelah selesai mengatakan itu Arga bersimpuh di hadapan
Alina di hadapan semua orang yang kini tengah menatap ke arah meereka berdua.
“Arga apa yang kamu lakukan?” Alina terkejut dengan apa yang
telah Arga lakukan saat ini.
Mendengar ucapan Alina, Arga tersenyum sambil meraih tangan
Alina, dan berkata.
“Alina.” Menatap wajah Alina “Mungkin aku bukan pemuda yang
terbaik, namun akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Ah, aku tidak
tau cara mengunkapkan rasa cinta Alin, namun satu yang harus kamu tau kalau aku
sangat mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu, Alina bersediaka kamu menjadi
istriku dan menjadi ibu dari calon anak-anakku kelak.” Arga menatap wajah Alina
ketika selesai mengatakan itu.
Alina yang mendengar ungkapan cinta Arga di tengah banyak
para tamu dan bahkan di liput langsung oleh para wartawan berkata. “Apa ini
juga rencana mereka?” tersenyum melihat
ke arah calon mertua dan Ibunya yang kini tengah melihat ke arah mereka, lalu
kembali melihat ke arah Arga yang kini
tengah menanti jawaban yang keluar dari dalam mulutnya.
“Alin, ini bukan rencana siapapun, tapi ini ungkapan rasa
cintaku yang tulus untukmu, apa kamu menerimanya? Jawab Alina, apa kamu mau menjadi
istriku dan menjadi ibu dari calon anak-anakku kelak?”
“Iya, aku menerima semuanya.” Alina tersenyum bahagia ketika
selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Alina, Arga menyematkan sebuah cincin di
jari manisnya, jari manis yang sebelumnya di isi oleh cincin pemberian Devano,
namun setelah Alina menerima cinta Arga, Alina melepas cincin tersebut karna
tidak ingin menyakiti hati Arga, Arga mencium lembut punggun tangan Alina, lalu
mengajaknya ke arah altar untuk melakukan Ijob qobul.
Acara pernikahan berjalan dengan lancar, Alina dan Arga kini
telah sah menjadi sepasang suami istri, Arga telihat begitu sangat bahagia
begitu pun dengan Alina yang merasa begitu sangat bahagia dengan pernikahannya
yang berjalan lancar tampa ada kendala apapun.
Setelah berganti pakaian, Arisa mengajak anak dan menantunya
kembali ke rumahnya,karna itu sudah menjadi adat orang bugis, bila seorang
suami harus ikut ke rumah istrinya dan menginap selama tiga malam dan setelah
itu, ia bebas mengajak istrinya untuk tinggal dimanapun ia inginkan.
__ADS_1
Alina berjalan masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Arga di
belakangnya, Arga masuk lalu mengunci pintu dan berjalan ke arah Alina yang kini
tengah membuka pintu lemari,.
Arga lansung memeluk Alina dari belakang, dan itu membuat
Alina merasa terkejut karna pelukan Arga telah membuatnya terkejut.
“Apa yang kamu lakukan Ga?” tanya Alina pelan.
“Aku menginginkamu” bisik pelan Arga di telinga Alina.
Alina yang mengerti dengan apa yang tengah Arga katakan
padanya berkata. “Nanti saja ya, sekarang kamu mandi dulu, biar bersi.” Alina
tersenyum ketika mengtakan itu.
“Baiklah kalau begitu akan lebih baik kalau kita mandi
bersama.”Arga lansung mengankat tubuh Alina masuk ke dalam kamar mandi setelah
selesai mengatakan itu.
Setelah sampai di dalam kamar mandi, Arga melepas satu
persatu pakaian yang di kenakannya, hingga menyisahkan pakaian dalam saja,
Alina yang melihat itu merasa sangat terkejut.
“Arga.” berteriak sambil menutup matanya dengan kedua
tangannya.
Arga yang melihat istrinya menutup matanya, berkata. “Kamu
tidak perlu menutup matamu sayang, karna itu adalah milik kamu dan yang ada
pada dirimu adalah milikku.” Arga tersenyum ketika megatakan itu.
“Iya, Ga tapi aku kan M..?” ucapan Alina terhenti ketika
bibir Arga mulai mendarat di bibirnya dan itu membuat mata Alina membulat
dengan serangan tiba-tiba yang Arga lakukan kepadanya.
Satu persatu kancin baju Alina, di buka oleh Arga dan celana
jeans yang Alina kenakan kini telah di lepas hingga menyisahkan pakaian dalam
Alina saja. Arga mendorong tubuh Alina kebawa guyuran air yang mengalir di
dalam shower dan mulai melakukan apa yang di inginkannya, Arga mulai
memperdalam ciumannya, dan menurungi leher jenjang Alina, bahkan meninggalkan
bekas tanda kepemilikan di sana, dan bahkan mulai menyentuh tiap inci dari
tubuh Alina dan itu membuat Alina mulai mengeluarkan desahannya.
Desahan yang membuat Arga semakin bergairah di tambah saat
ini mereka tengah berada di bawah guyuran air dan itu membuat Arga ingin melakukan
lebih dan lebih. Arga mulai melepas semua pakaian dalam yang Alina kenakan dan
kini Alina terlihat polos di hadapan suaminya, Alina yang menyadari dirinya
saat ini tidak mengenakan pakaian sehelaipun menyilangkan tangannya sambil
berkata.
“Jangan di lihat Ga aku malu.” Alina berusaha menutupi
bagian sensitifnya dan itu membuat Arga tersenyum, Arga mendekat dan meraih
tangan Alina yang menutupi sebagian tubuhnya dan menyimpannya di bahunya.
“Kenapa mesti malu, kamu milikku dan aku milikmu.” Setelah mengatakan
itu Arga kembali menyerang tubuh Alina dan itu membuat Alina kembali
mengeluarkan desahannya.
Setelah merasa cukup bermain di dalam kamar mandi, Arga
mengankat tubuh Alina keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan ke arah tempat
tidur dan merebahkan tubuh Alina dan kembali melakukan aktipitasnya yang
tertunda di dalam kamar mandi.
Arga mulai menindih tubuh Alina dan kembali bermain di gundukan
kenyalnya dan itu semua membuat Alina tidak berhenti mengeluarkan desahannya. Hingga
akhirnya Arga juga tidak bisa menahan dirinya sesuatu yang di bawah sana sudah
sangat menegan tidak tahan lagi ingin segera masuk ke dalam sarannya.
Arga mulai mengarahkan senjata pamungkasnya ke arah
sarangnya, dan itu membuat Alina merasa sangat ketakutan, karna banyak yang
Alina pernah dengar jika melakukan hal itu untuk yang pertama kalinya rasanya
pasti akan sangat sakit, itulah yang Alina tau.
“Pelan-pelan Ga, aku sangat takut.” Alina mengatakan itu
ketika merasa senjata Arga mulai menyentuh sarangnya.
“Iya, sayang kamu jangan takut, aku akan sangat pelan-pelan
melakukannya.” Arga mulai memasukkan senjatanya dan mulai mendorongnya dan itu
membuat Alina meringis.
“Aoo, Ga sakit.” Alina meringgis sambil menggigit bahu Arga.
“Tahan, ya sayang sedikit lagi, rasa sakitnya akan hilang.”
Arga kembali menggerakkan senjatanya hingga akhirnya senjatanya itu berhasil
menembus sarang berharga milik Alina darah segar mengalir di antara cela-cela
senjata pamungkasnya. Arga menatap wajah Alina ketika ia berhasil menembusnya,
dan ia melihat air mata Alina keluar.
Arga mengusap air mata Alina dengan bibirnya dan mulai
melakukan pergerakannya, Alina yang tadinya merasa kesakitan kini mulai
mengeluarkan desahannya. Dan itu membuat Arga semakin bergairah untuk
melakukannya.
*
*
*
Ok, para Readesr kesayangan Autor, kisa cinta Alina cukup
sampai di sini ya, karna jika Autor lanjutkan kisa cinta ini terlalu sangat
Romantis. Karna apa Autor bilang sangat Romantis karna kita hanya akan membahas
kisa cinta Alina setelah pernikahan, dan yang pastinya akan banyak
adegan-adengan itunya^^
Nah untuk kalian yang menyukai novel-novelku, mampir baca
yang lainnya ya, karna semua karya-karyaku terbilang sangat Romantis dan bikin
baper. Mampir ya Author tunggu.
@Cinta Aby
@Aku Mencintaimu
@Selembar Surat Kontrak Untukku
@Pengorbanan Cinta
Dan masih banyak yang lainnya yang wajib kalian baca.
__ADS_1
Terimakasih...