Ikatan Hati

Ikatan Hati
Eps.58


__ADS_3

Alina yang mendengar kata sayang keluar dari mulut Arga,


membuat wajahnya memerah seketika, karna merasa malu hingga akhirnya memilih


menengelamkan wajahnya di dada bidan Arga.


“kenapa sayang? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Hem”


Arga meraih wajah Alina agar Alina melihat ke arahnya.


“Apa benar kamu ingin menikahiku?” menatap wajah Arga yang


kini tengah menatap ke arahnya.


“Iya, sayang , aku serius ingin menikahimu dan menjadikanmu


milikku seorang, aku tidak ingin kamu pergi lagi dariku.” Arga memeluk tubuh


Alina ketika selesai mengatakan itu.


Alina menarik napasnya secara perlahan ketika mendengar kata


yang keluar dari mulut Arga, yang ingin segera menikahinya, dan kata itu


membuat Alina semakin takut, karna merasa takut Alina pun berkata.


“Kita akan menikah jika kamu bisa menerima permintaanku”


menatap wajah Arga ketika mengatakan itu.


“Permintaan?” bingun “Permintaan apa?” menatap wajah Alina “Apa


kamu mau mobil, rumah, apa saja semuanya akan aku berikan asal kamu bersedia


menikah denganku.”


“Aku tidak menginginkan semua itu, semua itu bisa di cari


hanya satu yang aku inginkan kita hanya akan menikah secara sederhana saja. Dan


sebelum hari pernikahan aku tidak ingin kamu pergi sedetikpun dariku. Aku takut


Ga”Alina kembali memeluk Arga ketika selesai mengatakan itu.


Arga yang mengira Alina akan meminta mahar kepadanya, karna


ia sedikit mengerti dengan adat orang bungis yang selalu mengutamakan mahar


yang banyak, namun ternyata pemikrannya itu salah.


Arga tersenyum senang mendengar semua yang di katakan Alina,


yang ingin selalu bersamanya menjelang hari pernikahan, karna jujur Arga juga


mengiginkan hal itu.


“Baiklah, mulai malam ini hingga hari pernikahan kita akan


selalu bersama, dan besok kita akan ke Bali untuk menemui ke dua orang tuaku


dan setelah itu kita akan kembali ke Pare-pare, bagaimana? Apa kamu setuju? Dengan


usulku.” Arga tersenyum senang melihat ke arah wajah Alina yang kini tengah


menatap ke arah wajahnya.


Alina yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Arga


mengangukkan kepalanya sambil berkata. “Baiklah aku setuju, tapi menginap di


sini?” berpikir “Apa tidak jadi masalah Ga? Kita kan belum menikah.” Alina menatap


bingun ke arah wajah Arga.


Arga yang mendengar ucapan Alina tersenyum sambil berkata. “Tidak


akan jadi masalah, cuman yang jadi masalah aku,” terkekeh “Apa aku bisa menahan


diri untuk tidak menyentuhmu.”


Alina yang mendengarkan ucapan Arga terkejut karna terkejut


Alina pun berkata, “Sabar Ga, tunggu sampai kamu menghalalkan aku, dan semuanya


akan menjadi milikmu.”


“Alina, Alina, Alina.” Gemes “Aku sangat, sangat bahagia,


karna akhirnya kamu bisa menerimaku dengan segala kekuranganku.” Arga kembali


memeluk erat tubuh Alina ketika selesai mengatakan itu.


Seperti yang Arga rencanakan, setelah menemui kedua orang


tuanya di Bali, ia akan kembali ke kota Pare-pare, untuk sengera melamar Alina.


 Orang tua Arga begitu


sangat terkejut ketika mendengar ucapan putra semata wajangnya yang hanya ingin


menikah sederhana dengan kekasih pilihannya, bahkan menentang keinginan Arga


yang ingin yang ingin menikah secara sederhana. Namun setelah Arga menjelaskan


semuanya kenapa? Dan apa alasannya? Sehingga mereka berdua memilih untuk


menikah secara sederhanya, hingga akhirnya kedua orang tua Arga mengerti alasan


mereka berdua, bahkan Arga mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau jantung


yang bersarang dalam tubuhnya adalah milik calon suami wanita yang akan di


nikahinya.


Hari pernikahan telah tiba, jantung Alina tidak berhenti


berdetak karna sangat takut, takut terjadi sesuatu yang buruk kepada calon


suaminya, meskipun cuman semalam mereka tidak bersama karna Ibu Alina melarang


mereka bertemu katanya Pamali.


Saat ini Alina berada di rumahnya sementara Arga berada di


rumah mewahnya, walaupun jarak rumah Alina dan rumah Arga sangat dekat.


Wajah Alina mulai di rias, namun tangannya tidak berhenti


menulis pesan kepada Arga, tiga detik saja pesannya tidak di balas oleh Arga,


Alina mulai sangat panik, namun ketika pesannya di balas kepanikannya


menghilang.


Setelah selesai di rias, Alina pun mengenakan pakaian penganting


khas pakaian adat bugis sulawesi, Alina terlihat sangat cantik, dan itu membuat


Arisa menangis melihat putrinya yang kini tengah mengenakan pakaian


pengantinga.


Alina yang melihat ibunya menangis berkata. “Ibu kenapa


menangis?” memeluk “Seharusnya ibu tersenyum karna semua doa ibu telah


terwujudkan yang ingin melihatku mengenakan pakaian ini.” Alina melepas


pelukannya dan menepuk baju penganting yang di kenakannya.


“Ibu tidak bersedih Nak.” Tersenyum melihat ke arah putrinya


“Ibu menangis karna ibu sangat bahagia melihat putriku hari ini akan menikah.”


Arisa mengusap wajahnya ketika selesai mengatakan itu mengatakan itu.


“Sudah ya Bu, Ibu doain semoga acara hari ini lancar. Dan tidak


ada kendala apapun.” Tersenyum sambil mengusap air mata yang ada di wajah


Ibunya.


Jam ijob qobul sudah menunjukkan waktunya, namun Arga belum


sampai ke rumah Alina. Dan itu membuat Alina sangat panik, Alina lebih panik


lagi ketika menghubungi nomor Arga yang tidak aktip.


“Arga kemana?” panik “Kenapa hapenya tidak aktip?”


Karna merasa panik hape Arga tidak aktip, Alina keluar dari

__ADS_1


rumahnya dan berlari ke luar jalan poros tampa mengenakan sendal, menuju arah


rumah Arga yang terlihat sangat ramai, dan itu membuat Alina merasa sangat


takut takut terjadi sesuatu yang buruk dengan calon suaminya.


Dengan napas yang putus-putus dan keringat membasahi seluruh


wajahnya dan bahkan saat ini Alina menangis, karna takut terjadi sesuatu yang


tidak di inginkannya.


Alina berlari masuk ke dalam rumah Arga dan berkata. “Arga!”


berteriak kencang.


Semua para tamu melihat ke arah Alina yang kini tengah


berdiri dengan mengenakan pakaian penganting dan wajahnya di penuhi dengan


keringat, karna habis berlari dari rumahnya, itulah yang ada di dalam pikran


orang-orang yang melihat Alina saat ini.


“Arga di mana?” Alina bertanya kepada orang yang ada di


sampinnya, namun orang yang di tanyanya cuman terdiam.


Hingga akhirnya Alina memilih berlari ke arah kamar dan


membuka pintu kamar Arga dan melihat sekeliling kamar Arga yang telah di hias


dengan begitu sangat indah.


“Arga!” memanggil “Kamu dimana?” berjalan masuk ke dalam


kamar dan duduk di pinggir tempat tidur sambil menangis “Hiks, hisk, hisk, Arga


kamu dimana? Kenapa kamu tinggalkan aku, Hiks, hiks.” Alina menangis


sejadi-jadinya di dalam kamar Arga.


Alina berhenti menangis ketika mendengar suara yang begitu


sangat di kenalnya kini tengah memanggil namanya dengan menggunakan Mic.


“Alina, sayang. Aku di sini.”


“Arga.” Alina berangjak dari dari duduknya dan berlari


keluar dari dalam kamar dan melihat ke arah lantai dasar, disana Alina melihat


Arga tengah berdiri dengan memegan Mic dan mengenakan pakaian penganting khas


bugis dengan warna yang sama yang di kenakannya yaitu berwarna hijau.


Alina tersenyum senang ketika melihat keadaan Arga dalam


keadaan baik-baik saja, Alina mengusap air mata di wajahnya lalu berlari


menurungi anak tangga satu persatu dan berlari ke arah Arga dan lansung


berhambur memeluknya.


“Arga.” menangis sambil memeluk tubuh Arga “Aku sangat


takut, takut terjadi hal yang buruk denganmu.” Alina memeluk erat tubuh Arga


ketika mengatakan itu.


Arga yang mendapat pelukan erat dari Alina, tersenyum dan


berkata. “Sudah sayang, kamu jangan menangis lagi, lihat para tamu melihat ke


arah kita.” Arga menenangkan Alina yang tidak berhenti menangis.


Mendengar ucapan Arga Alina melepas pelukannya, lalu melihat


sekeliling yang terlihat begitu sangat ramai, bahkan saat ini Alina melihat


sebuah panggun dan juga peralatan music di dalam ruangan rumah Arga. bahkan ia


melihat beberapa wartawan yang tengah meliput acara yang diselenggarakannya


itu.


“Ini semua apa Ga?” tanya Alina ketika selesai melihat


“Aku juga tidak tau, ini semua rencana kedua mertuamu dan


juga Ibu.” Arga menjelaskan sedikit.


“Apa!” terkejut “Ibuku juga ikut terlibat dalam rencana ini.”


Melihat sekeliling dan melihat ibunya tengah tersenyum bersama besannya yang


tidak lain adalah calon mertua Alina.


“Iya, sepertinya.”


Setelah selesai mengatakan itu Arga bersimpuh di hadapan


Alina di hadapan semua orang yang kini tengah menatap ke arah meereka berdua.


“Arga apa yang kamu lakukan?” Alina terkejut dengan apa yang


telah Arga lakukan saat ini.


Mendengar ucapan Alina, Arga tersenyum sambil meraih tangan


Alina, dan berkata.


“Alina.” Menatap wajah Alina “Mungkin aku bukan pemuda yang


terbaik, namun akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Ah, aku tidak


tau cara mengunkapkan rasa cinta Alin, namun satu yang harus kamu tau kalau aku


sangat mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu, Alina bersediaka kamu menjadi


istriku dan menjadi ibu dari calon anak-anakku kelak.” Arga menatap wajah Alina


ketika selesai mengatakan itu.


Alina yang mendengar ungkapan cinta Arga di tengah banyak


para tamu dan bahkan di liput langsung oleh para wartawan berkata. “Apa ini


juga rencana mereka?”  tersenyum melihat


ke arah calon mertua dan Ibunya yang kini tengah melihat ke arah mereka, lalu


kembali melihat ke arah Arga  yang kini


tengah menanti jawaban yang keluar dari dalam mulutnya.


“Alin, ini bukan rencana siapapun, tapi ini ungkapan rasa


cintaku yang tulus untukmu, apa kamu menerimanya? Jawab Alina, apa kamu mau menjadi


istriku dan menjadi ibu dari calon anak-anakku kelak?”


“Iya, aku menerima semuanya.” Alina tersenyum bahagia ketika


selesai mengatakan itu.


Mendengar ucapan Alina, Arga menyematkan sebuah cincin di


jari manisnya, jari manis yang sebelumnya di isi oleh cincin pemberian Devano,


namun setelah Alina menerima cinta Arga, Alina melepas cincin tersebut karna


tidak ingin menyakiti hati Arga, Arga mencium lembut punggun tangan Alina, lalu


mengajaknya ke arah altar untuk melakukan Ijob qobul.


Acara pernikahan berjalan dengan lancar, Alina dan Arga kini


telah sah menjadi sepasang suami istri, Arga telihat begitu sangat bahagia


begitu pun dengan Alina yang merasa begitu sangat bahagia dengan pernikahannya


yang berjalan lancar tampa ada kendala apapun.


Setelah berganti pakaian, Arisa mengajak anak dan menantunya


kembali ke rumahnya,karna itu sudah menjadi adat orang bugis, bila seorang


suami harus ikut ke rumah istrinya dan menginap selama tiga malam dan setelah


itu, ia bebas mengajak istrinya untuk tinggal dimanapun ia inginkan.

__ADS_1


Alina berjalan masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Arga di


belakangnya, Arga masuk lalu mengunci pintu dan berjalan ke arah Alina yang kini


tengah membuka pintu lemari,.


Arga lansung memeluk Alina dari belakang, dan itu membuat


Alina merasa terkejut karna pelukan Arga telah membuatnya terkejut.


“Apa yang kamu lakukan Ga?” tanya Alina pelan.


“Aku menginginkamu” bisik pelan Arga di telinga Alina.


Alina yang mengerti dengan apa yang tengah Arga katakan


padanya berkata. “Nanti saja ya, sekarang kamu mandi dulu, biar bersi.” Alina


tersenyum ketika mengtakan itu.


“Baiklah kalau begitu akan lebih baik kalau kita mandi


bersama.”Arga lansung mengankat tubuh Alina masuk ke dalam kamar mandi setelah


selesai mengatakan itu.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, Arga melepas satu


persatu pakaian yang di kenakannya, hingga menyisahkan pakaian dalam saja,


Alina yang melihat itu merasa sangat terkejut.


“Arga.” berteriak sambil menutup matanya dengan kedua


tangannya.


Arga yang melihat istrinya menutup matanya, berkata. “Kamu


tidak perlu menutup matamu sayang, karna itu adalah milik kamu dan yang ada


pada dirimu adalah milikku.” Arga tersenyum ketika megatakan itu.


“Iya, Ga tapi aku kan M..?” ucapan Alina terhenti ketika


bibir Arga mulai mendarat di bibirnya dan itu membuat mata Alina membulat


dengan serangan tiba-tiba yang Arga lakukan kepadanya.


Satu persatu kancin baju Alina, di buka oleh Arga dan celana


jeans yang Alina kenakan kini telah di lepas hingga menyisahkan pakaian dalam


Alina saja. Arga mendorong tubuh Alina kebawa guyuran air yang mengalir di


dalam shower dan mulai melakukan apa yang di inginkannya, Arga mulai


memperdalam ciumannya, dan menurungi leher jenjang Alina, bahkan meninggalkan


bekas tanda kepemilikan di sana, dan bahkan mulai menyentuh tiap inci dari


tubuh Alina dan itu membuat Alina mulai mengeluarkan desahannya.


Desahan yang membuat Arga semakin bergairah di tambah saat


ini mereka tengah berada di bawah guyuran air dan itu membuat Arga ingin melakukan


lebih dan lebih. Arga mulai melepas semua pakaian dalam yang Alina kenakan dan


kini Alina terlihat polos di hadapan suaminya, Alina yang menyadari dirinya


saat ini tidak mengenakan pakaian sehelaipun menyilangkan tangannya sambil


berkata.


“Jangan di lihat Ga aku malu.” Alina berusaha menutupi


bagian sensitifnya dan itu membuat Arga tersenyum, Arga mendekat dan meraih


tangan Alina yang menutupi sebagian tubuhnya dan menyimpannya di bahunya.


“Kenapa mesti malu, kamu milikku dan aku milikmu.” Setelah mengatakan


itu Arga kembali menyerang tubuh Alina dan itu membuat Alina kembali


mengeluarkan desahannya.


Setelah merasa cukup bermain di dalam kamar mandi, Arga


mengankat tubuh Alina keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan ke arah tempat


tidur dan merebahkan tubuh Alina dan kembali melakukan aktipitasnya yang


tertunda di dalam kamar mandi.


Arga mulai menindih tubuh Alina dan kembali bermain di gundukan


kenyalnya dan itu semua membuat Alina tidak berhenti mengeluarkan desahannya. Hingga


akhirnya Arga juga tidak bisa menahan dirinya sesuatu yang di bawah sana sudah


sangat menegan tidak tahan lagi ingin segera masuk ke dalam sarannya.


Arga mulai mengarahkan senjata pamungkasnya ke arah


sarangnya, dan itu membuat Alina merasa sangat ketakutan, karna banyak yang


Alina pernah dengar jika melakukan hal itu untuk yang pertama kalinya rasanya


pasti akan sangat sakit, itulah yang Alina tau.


“Pelan-pelan Ga, aku sangat takut.” Alina mengatakan itu


ketika merasa senjata Arga mulai menyentuh sarangnya.


“Iya, sayang kamu jangan takut, aku akan sangat pelan-pelan


melakukannya.” Arga mulai memasukkan senjatanya dan mulai mendorongnya dan itu


membuat Alina meringis.


“Aoo, Ga sakit.” Alina meringgis sambil menggigit bahu Arga.


“Tahan, ya sayang sedikit lagi, rasa sakitnya akan hilang.”


Arga kembali menggerakkan senjatanya hingga akhirnya senjatanya itu berhasil


menembus sarang berharga milik Alina darah segar mengalir di antara cela-cela


senjata pamungkasnya. Arga menatap wajah Alina ketika ia berhasil menembusnya,


dan ia melihat air mata Alina keluar.


Arga mengusap air mata Alina dengan bibirnya dan mulai


melakukan pergerakannya, Alina yang tadinya merasa kesakitan kini mulai


mengeluarkan desahannya. Dan itu membuat Arga semakin bergairah untuk


melakukannya.


*


*


*


Ok, para Readesr kesayangan Autor, kisa cinta Alina cukup


sampai di sini ya, karna jika Autor lanjutkan kisa cinta ini terlalu sangat


Romantis. Karna apa Autor bilang sangat Romantis karna kita hanya akan membahas


kisa cinta Alina setelah pernikahan, dan yang pastinya akan banyak


adegan-adengan itunya^^


Nah untuk kalian yang menyukai novel-novelku, mampir baca


yang lainnya ya, karna semua karya-karyaku terbilang sangat Romantis dan bikin


baper. Mampir ya Author tunggu.


@Cinta Aby


@Aku Mencintaimu


@Selembar Surat Kontrak Untukku


@Pengorbanan Cinta


Dan masih banyak yang lainnya yang wajib kalian baca.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2