
Alina pun mulai sibuk memasak bersama para pelayan yang ada di dapur. Namun tiba -tiba Momsky datang menhampiri mereka semua.
"Alina sedan apa kamu di sini sayang?." tanya Momsky dengan melihat ke arah pelayan yang lainnya.
Marina pun berjalan mendekat ke arah Momsky dengan tatapan menunduk lalu berkata. "Maafkan saya Nyonya besar. Saya tak seharusnya membiarkan Nona muda bergabung dengan kami."
Mendengar itu Alina pun berjalan mendekat ke arah Momsky dan juga Marina kemudian berkata.
"Momsky jangan memarahi Marina, aku sendiri yang menawarkan diri ingin membantunya." Alina tersenyum melihat ke arah Marina yang kini sedang tertunduk di hadapan Momsky.
"Baik lah, Marina sekarang kamu, kembali mengejakan pekerjaanmu." Momsky pun melihat ke arah Marina yang kini masih tertunduk di hadapannya.
"Baik, Nyonya besar." Marina pun kembali masuk ke dalam dapur khusus masak, untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah mengatakan itu. Momsky beralih melihat ke arah Alina yang kini sedang berdiri di hadapannya.
"Sayang, kenapa kamu bangun sepagi ini?, ini masih terlalu pagi loh." Tanya Momsky sambil tersenyum melihat ke arah Alina.
__ADS_1
"Hem, itu Mom, mungkin karna aku terbiasa bangun pagi, jadi aku bangunnya seperti biasa," ucap Alina menjelaskan.
Waktu terus berlalu, Selli dan Devano kini telah bangun. Mereka berdua terlihat rapi. Selli ingin ke rumah sakit. Sementara Devano ingin pergi ke kantornya.
"Alin." panggil Devano ketika melihat Alina keluar dari kamar Selli.
"Iya, ada apa Van." Tanya Alina sambil berjalan ke arah Devano.
"Hari ini kamu di rumah ya, Aku ingin kekantor sebentar, aku akan pulang sebentar siang, dan kita akan makan siang bersama.
"Baik lah." angguk Alina.
"Kak, apa boleh aku mengajak Alina keluar?, aku ingin mengaknya ke rumah sakit kita." tanya Selli pada Devano.
"Boleh, dan sepertinya itu ide yang baik, dari pada Alina tinggal di rumah seorang diri, akan lebih baik jika kamu mengajaknya. Alina juga bisa sedikit belajar di sana."
Mendengar ucapan Devano. Alina begitu sangat senang begitu pun dengan Selli.
__ADS_1
"Ayo, Alina kita kerumah sakit." Selli tersenyum senang melihat ke arah Alina.
"Baik lah kalau begitu. Namun aku ganti baju dulu." Setelah mengatakan itu Alina berjalan masuk ke dalam kamar Selli, di ikuti oleh Devano di belakannya.
Setelah sampai di dalam kamar Alina melihat ke arah Devano lalu berkata. "Ngapain ikuti aku?, keluar sana, aku ingin ganti baju." Alina berdiri sambil memegan baju yang akan di kenakannya ke rumah sakit.
Devano pun melihat ke arah Alina lalu mendekat. Deveno memeluk tubuh Alina lalu berbisik di telinganya. Mata Alina membulat ketika mendengar bisikan Devano di telinganya.
"Kamu jangan dekat -dekat dengan para dokter tampan di sana, awas kalau kamu sampai melakukannya, kamu akan mendapat hukuman dariku." itulah kata yang di bisikakn Devano di telinga Alina.
Setelah Devano melepas pelukannya.Alina pun berkata. "Meman di sana banyak dokter tampan, namun, hanya satu nama tertulis di sini, di hatiku, hanya ada nama Devano seorang." Alina mengatakan itu dengan menatap lembut ke wajah Devano.
Mendengar itu. Devano kembali memeluk erat Alina lalu berkata. "Aku sangat mencintaimu Alina."
Alina pun menjawab ucapan Devano.
"Aku juga sangat mencintaimu Van."
__ADS_1
Devano pun melepas pelukannya. lalu mengecup lembut kening Alina.