Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab. 51


__ADS_3

Alina yang mendengar suara seseorang tengah memanggilnya,


berbalik dan melihat Arga berjalan ke arahnya sambil membawa bunga.


“Iya, Ga. Ada apa?” Alina menatap bunga yang tengah Arga


pengan “Dan bungan ini untuk siapa?” menunjuk bungan yang tengah Arga pegan.


Arga yang mendengar semua yang Alina katakan tersenyum,


sambil mengulurkan bungan yang di pegannya, bersimpuh di hadapan Alina, semua


para suster dan parah Dokter bahkan keamanan rumah sakit ikut menyaksikan apa yang


tengan Arga lakukan.


“Apa yang kamu lakukan?” Alina terkejut melihat Arga


bersimpuh di hadapannya.


Mendengar pertanyaan Alina, Arga pun berkata. “Alina mungkin


aku bukanlah pemuda yang baik untukmu, dan juga bukan yang terbaik, namun satu


yang harus kamu tau, dari awal aku mengenalmu perasaan, rasa ini tumbuh begitu


saja untukmu. Alina aku Mencintaimu, sangat mencintaimu bahkan jantunku ini


hanya bisa bergetar ketika aku melihatmu. Maukah kamu menarima cintaku dan juga


lamaranku ini?” Arga menatap wajah Alina dengan penuh harap agar Alina segera


menjawab pertanyaannya.


Alina yang mendengar ungkapan cinta Arga begitu sangat


terkejut dan juga merasa senag, namun di saat Alina ingin mengambil bunga yang


ada di tangana, matanya tiba-tiba melihat ke arah cincin yang tengah melingkar


di jari manisnya. Dan itu membuat Alina menarik kembali tangannya.


“Maaf, Ga, aku tidak bisa menerima ini semua, karna aku


sudah memiliki seseorang yang sangat aku cintai, lihatlah cincin ini masih


tersemat sempurna di jari manisku.” Alina mengatakan sambil meneteskan air mata


“Maaf Arga aku tidak bisa menerimanya.” Setelah mengatakan itu Alina masuk ke


dalam mobil dan melajukannya meninggalkan parkiran rumah sakit.


Arga yang mendengar pengakuan Alina yang telah memiliki


seseorang yang sangat di cintainya, begitu sangat kecewa, dan juga sakit hati, karna


merasa begitu sangat kecewa dan sakit hati mendengar semua pengakuan Alina, dan


itu membuat jantungnya kembali berdetak lebih kencan dari pada sebelumnya,


bahkan saat ini jangtung Arga kembali tidak berdetak dengan baik. Arga mulai


terbatuk, sesak napas sambil memegan dadanya, hingga akhirnya tidak sadarkan


diri. Arga pinsan sambil memegan daerah jantungnya.


Para Dokter yang melihat pemilik Rumah sakit terjatuh tidak


sadarkan diri di atas aspal tepatnya parkiran mobil yang di tempati mobil Alina


barusan. Berlari ke arah Arga yang kini tidak sadarkan diri. Para Dokter mulai

__ADS_1


panik melihat ketika melihat pemilik rumah sakit tidak sadarkan diri.


“Ambilkan berangka rumah sakit, cepatt!!” Teriak salah satu Dokter


yang memegan kepala Arga kepada salah satu perawatnya.


Mobil Dokter Nisa yang baru saja memasuki area parkiran


rumah sakit heran melihat para Dokter berkeruman di sekitar area parkiran.


“Ini ada apa?” Dokter Nisa keluar dari mobilnya, lalu


berjalan ke arah para Dokter dan para Suster berkerumun.


Dokter Nisa begitu sangat terkejut ketika melihat Arga tidak


sadarkan diri dan melihat bungan yang tergeletak di aspal “Ini ada apa?” tanya


Dokter Nisa kepada salah satu perawat yang tengah mendorong berangka yang di


temapati Arga tidak sadarkan diri masuk ke dalam rumah sakit.


“Saya tidak tau Dokter, saya hanya melihat Pak Arga membawa


bunga kepada Dokter Alina, dan entah apa yang mereka berdua bicarakan, bahkan


Pak Arga sampai berlutut di hadapan Dokter Alina, dan setelah beberapa saat


Dokter Alina pergi, Pak Arga jatuh dan pinsang.” Suster menjelaskan dengan baik


kepada Dokter Nisa.


“Alina, Alina, apa yang telah kamu lakukan?” Dokter Nisa


mengusap wajanya ketika mengatakan itu “Aku sangat takut, jika sampai tubuh


Arga tidak mau merespon baik jantungnya dan itu akan membuat nyawanya dalam


Dokter Nisa mulai menghubungi nomor Alina, namun Alina tidak mengaktipkan


hapenya.


“Ah! Alina apa yang telah kamu lakukan?” Dokter Nisa nampak


begitu sangat cemas di tambah Alina mengaktipkan hapenya.


Alina melajukan mobilnya pulang, namun tidak kerumah ibunya,


Alina memilih melajukan mobilnya ke arah pantai, sambil menatap jari tangannya


yang berada di stir mobilnya.


“Devan, aku sangat merindukanmu, Hiks, hiks, hiks.” Alina


menangis sambil menciun cincin yang melingkar sempurna di jari manisnya.


Alina mengusap air matanya lalu keluar dari dalam mobilnya,


Alina berjalan ke arah dimana dirinya selalu menghabiskan waktu bersama Devano,


ketika Devano datang menemunya di kampun halamannya. Alina duduk sambil melihat


ke arah lautan lepas sambil mengingat kata yang di ucapkan Arga ketika masih


berada di parkiran rumah sakit.


“Maafkan aku Ga, bukannya aku tidak menyukaimu, namun nama


dalam hatiku tidak bisa aku gantikan menjadi namamu, aku sangat mencintai calon


suamiku” menarik napas “Namun jujur saat ini jantungku mulai berdetak untukmu,

__ADS_1


tapi aku berpikir sejenak, dan ternyata aku sangat mencintai calon suamiku yang


telah lama pergi meninggalkanku, karna sampai saat ini aku masih berharap orang


yangku cintai akan kembali menemuiku lagi.” Alina kembali meneteskan air mata


ketika selesai mengatakan itu.


Harapan demi harapan yang Alina selalu inginkan, berharap


Devano akan kembali menemuinya meskipun dalam rupa yang berbeda, itulah arpan


yang selalu Alina inginkan.


Alina akan selalu merasa begitu sangat sedih ketika


mengenang hari-hari indah dimana dirinya bersama Devano, hari dimna dirinya


menanti hari bahagia bersama Devano yang tidak pernah kunjung tiba.


Setelah merasa cukup berada di pinggir pantai, Alina


berjalan ke arah mobilnya karna hari juga mulai terlihat gelap, dengan langkah


pelan Alina berjalan ke arah mobilnya. Alina membuka pintu lalu masuk kemudian


duduk. Namun sebelum dia menyalakan mesin mobilnya Alina melihat ke arah


Hapenya yang tergeletak di sampinnya.


“Yah, hapeku mati.” Memencet tombol untuk menhidupkan “Aduh


ternyata lowbet” Alina mulai memasangkan kabel charjer di hapenya sambil


menghidupkannya.


Alina begitu sangat terkejut ketika melihat beberapa pesan


Dokter Nisa.


Alina kamu dimana?


Di Rumah sakit sedang ada masalah.


Alina cepat kembali ke Rumah sakit.


Sebelum nantinya kamu akan menyesali semuanya.


Itulah semua pesan yang Dokter Nisa kirim, Alina yang merasa


begitu sangat penasaran tampa berpikir panjang mulai melajukan mobilnya menuju


arah rumah sakit. Dengan kecepatan di atas rata-rata, menbaca semua pesan


Dokter Nisa membuat jantung Alina berdetak tidak karuan.


“Sebenarnya apa yang terjadi di rumah sakit? Kenapa Dokter


Nisa sampai mengirim pesan seperti itu? Ini tidak seperti biasanya Dokter Nisa


mengirim pesan seperti itu jika ada pasien yang harus segera di oprasi.” Alina


berkata sendiri sambil melajukan mobilnya masuk ke daerah parkiran dan memarkir


mobilnya di tempatnya semula.


Alina membuka pintu mobilnya lalu keluar, dan tampa sengaja


Alina melihat bunga yang sempat di bawa Arga untuknya, Alina berjalan ke arah


bunga tersebut lalu mengambilnya dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2