
Dengan napas yang gos-gosan Arga masuk ke dalam ruangan
Dokter Nisa, dan lansung berkata “Dokter Nisa” memanggil “Alina kemana Dokter?”
Arga melihat ke arah Dokter Nisa yang tengah melihat ke arahnya.
Arga merasa begitu sangat sedih, tidak tau apa yang tengah
di rasakannya saat ini. Arga tidak pernah menduga kalau perlakuannya kepada
Alina dua minggu yang lalu akan, akan berdampak seperti ini, Alina mengundurkan
diri dari rumah sakitnya tampa memberi kabar terlebih dahulu kepadanya.
Dokter Nisa yang terkejut melihat Arga yang tiba-tiba masuk
ke dalam ruangannya berkata. “Iya Pak, Ada apa?” tersenyum ramah.
Tampa duduk Arga lansung berkata. “Dokter cepat katakan!
Dimana Alina sekarang?” Arga menatap ke arah Dokter Nisa yang kini tenga
melihat ke arahnya.
“Maaf, Pak, Arga saya juga tidak tau! Karna di saat Alina
mengundurkan diri saya tengah sibuk mengurus anda.” Dokter Nisa menjelaskan.
“Tidak mungkin! Dokter, Alina tidak akan melakukan hal itu,
Alina tidak akan pergi meninggalkan aku.” Arga mengatakan semua itu dengan rasa
sedih yang begitu sangat terlihat di wajahnya.
“Maaf, Pak, tapi itulah yang terjadi. Dan satu lagi anda
harus mengjaga kesehatan jantung anda, sangan sampai memikirkan hal yang tidak
bisa di terima oleh jantung anda.” Dokter Nisa memperingati Arga agar tidak
terlalu bersedih dengan kepergian Alina, karna itu semua akan berdampak buruk
dengan jantungnya.
Dokter Nisa mengatakan yang sebanarnya, karna dirinya juga
sangat terkejut ketika mengetahui Alina telah mengundurkan diri dari rumah
sakit yang di tempatinya bekerja. Dan karna kesibukan mengurus pemilik rumah
sakit Dokter Nisa juga tidak mengetahi kalau Alina tengah mengundurkan diri.
Dengan wajah kecewa Arga keluar dari dalam ruangan Dokter
Nisa, tidak tau apa yang harus di lakukannya saat ini, karna gadis yang di
cintainya kini telah pergi darinya itulah yang ada di dalam pikiran Arga saat
ini.
Arga mengacak rambutnya berjalan ke arah ruangannya, hatinya
terasa begitu sangat sedih, jantungnya tidak berhenti berdetak dengan begitu
sangat kencang, setelah sampai di dalam ruangannya, Arga duduk termenung di
atas kursi kebesarannya sambil memikirkan semua yang telah di lakukannya kepada
Alina.
“Apa aku sudah terlalu menyakiti hati Alina?” menjambak
__ADS_1
rambut sendiri “Sehingga memilih untuk mengundurkan diri dan pergi dari rumah
sakit ini? Ah, Alina kenapa kamu melakukan ini? Kamu tidak seharusnya melakukan
ini padaku. Aku memang kecewa setelah mengetaui kalau jantung ini.” Memegan area
jantunngnya “Adalah milik orang yang sangat kamu cintai, tapi aku sangat
bahagia ketika kamu mengatakan kalau kamu sangat mencintaiku bahkan takut
kehilanganku. Dan juga menjelaskan soal kesalapahaman itu. Ah, Alina kamu ada
di mana sekarang?” Arga merasa begitu sangat pusing, kepalanya terasa ingin
pecah karna memikirkan Alina yang telah pergi dari rumah sakitnya tampa memberi
kabar darinya.
Tampa berpikir panjang, Arga kembali berangjak dari tempat
duduknya, lalu keluar dari dalam ruangannya dan berjalan kembali ke arah
ruangan Dokter Nisa. Arga kembali menemui Dokter Nisa karna ingin mengetahui
alamat rumah Alina.
Setelah mendapatkan alamat rumah Alina dari Dokte Nisa,
dengan bantuan Gps, Arga bisa menemukan rumah Alina yang tidak jauh dari rumah
mewahnya.
“Oh, astaga ternyata rumah Alina tidaklah jauh dari rumahku.”
Arga mengatakan itu ketika telah berada di depan rumah Alina.
Rumah panggun yang terbuat dari kayu hitam, rumahnya
menatap sekeliling rumah Alina dan matanya tertuju dengan mobil Alina yang
berada di bawah rumahnya.
Dengan senyuman Arga berjalan ke arah mobil Alina, karna
yang ada dalam pikiran Arga saat ini, Alina ada di rumahnya karna mobilnya
masih terparkir rapi di bawah rumahnya.
Setelah itu Arga menaiki tangga rumah Alina dan berjalan
menuju arah pintu kemudian membunyikan bel yang berada tepat di atas pintu
rumah Alina, karna saat ini pintu rumah Alina tengah tertutup.
Ting-nong, Ting-nong.
Suara bel rumah Alina, dengan senyuman mengambang di
bibirnya Arga terus tersenyum sambil melihat ke arah pintu rumah Alina.
Setelah beberapa menit, pintu rumah Alina terbuka dan
keluarlah seorag wanita dan itu adalah ibu Alina itulah yang ada di dalam pikiran
Arga saat ini.
“Iya, anda cari siapa?” wanita itu menatap Arga mulai dari
ujung kaki hingga ujung rambut.
Dengan senyuman ceria Arga berkata. “Saya mencari Alina Bu. Apa
__ADS_1
Alinanya ada?” tersenyum hangat melihat ke arah Ibu yang ada di hadapan.
Arisa yang mendengar nama putrinya di sebut oleh pemuda yang
ada di hadapannya mempersilahkan Arga masuk ke dalam rumahnya.
“Mari, silahkan masuk, dan duduk.” Arisa kembali masuk di
ikuti oleh Arga di belakannya.
Arga yang mengikuti langkah Ibu yang ada di hadapannya masuk
ke dalam rumahnya tersenyum, sambil melihat sekeliling dalam ruangan tamu
Alina, Ruangan tamu yang penuh dengan poto-poto Alina, mulai dari Sd, Smp,
hingga poto Wisuda kedokteran Alina semua terpajang di dalam ruangan tamu
tersebut, dan tampa sengaja mata Arga melihat poto Alina bersama dengan seorang
pemuda yang begitu sangat tampan. Pemuda itu tengah mencium pipi Alina sambil
memegan tangan Alina, dan Alina terlihat begitu sangat bahagia di dalam poto
itu. Dan mungkin itu adalah pemilik jantung yang ada di dalam tubuhku. Itulah yang
terlintas dalam pikiran Arga saat ini.
Arisa yang melihat tamunya tengah melihat seluruh poto dalam
ruangan tamunya berkata. “Itu semua adalah poto kenangan Alina. Ia sengaja
memajang semua poto itu, karna melihat semua itu Alina bisa tersenyum senang
dan Ibu juga ikut senang melihatnya.” Arisa mengatakan yang selalu di lihatnya.
Arga yang mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya,
tersenyum sambil berkata. “Semua poto ini akan selalu menjadi kenangan terindah untuk Alina. Benar kan Bu?” Arga kembali
tersenyum hangat melihat ke arah wanita yang tengah duduk di hadapannya.
“Benar sekali. Oya Nak, nama kamu siapa? Dan kenapa kamu
mencari Alina.” Tanya Arisa pelan.
“Kenalkan Bu.” Mengulurkan tangan “Namaku Arga. aku atasan
Alina pemilik rumah sakit Tpc.” Arga mengatakn semuanya dengan jujur, meskipun
merasa tidak enak, namun berkata jujur itu akan jauh lebih baik dari pada
berkata bohong.
Arisa yang mendengar nama pemuda yang tengah duduk di
hadapannya merasa sangat terkejut, terkejut karna pemuda yang berada di
hadapannya adalah penerima donor jantung dari Devano, orang yang begitu sangat
Alina cintai.
Arisa mengetahui semuanya,karna Alina telah menceritakan
semuanya kepada Ibunya, Alina yang tidak pernah menyembunyikan masalah apapun
dari Ibunya, karna Ibunya adalah teman sekaligus iBu yang sangat baik dan bisa
mengerti dengan semua yang Alina katakan dan bisa di katakan Arisa adalah teman
curhat Alina yang begitu sangat pengertian.
__ADS_1