Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab. 25


__ADS_3

Melihat Alina diam, tak menjawab pertanyaan Momskynya. Devano pun memegan tangan Alina di depan Selli dan Momskynya lalu berkata.


"Aku tak akan memaksamu, menikah denganku sekarang, aku akan menunggumu. Namun setelah wisudah nanti aku ingin meresmikan hubungan kita, dan untuk ini kamu tak boleh menolak apa yang ku katakan barusan, ok." Devano melihat ke arah Alina sambil mengedipkan matanya dan itu membuat Alina tersenyum manis padanya.


Melihat cinta kasih mereka. Momsky tersenyum melihat Devano dan Alina begitu pun dengan Selli, dia juga merasa sangat bahagia karna Devano telah menemukan penganti, dari kekasihnya yang telah menhianatinya. Dan Selli juga berdoa dalam hati.


"Ya, Allah, jadikanlah gadis ini, pilihan terakhir untuk kakakku, dan semoga dia lah jodoh yang telah kamu kirim untuk kakaku. Amiin." Doa Selli dalam hati sambil melihat ke arah Devano dan Alina yang kini sedang tersenyum bahagia.


Setelah beberapa waktu, pelayan rumah Devano datang menhampiri mereka.


"Nyonya besar, makan malamnya telah siap." Setelah selesai mengatakan itu pelayan rumah Devano pun berlalu keluar dari kamara Momsky.


"Baik lah, anak -anak, mari kita keluar, dan menikmati makan malam kita bersama." Ajak Momsky pada putra dan putri dan juga calon menantunya.

__ADS_1


Setelah selesai menikmati makan malamnya. Alina pun mulai berbicara.


"Masakannya sangat enak, sepertinya lidahku menyukai makanan di sini." Alina meliahat ke arah Devano ketika mengatakan itu.


Mendengar ucapan Alina Momsky pun tersenyum.


"Ini, adalah masakan khas di negara ini, aku juga tak tau kenapa pelayan rumah kita tiba -tiba masak masakan seperti ini." Momsky melihat ke arah Devano lalu kembali lagi berkata.


"Atau jangan -jangan Devano?, yang menyuruh para pelayan kita memasak semua makanan ini?."


"Iya, Mom, tadi aku yang menyuruh para pelayan kita memasak semua makanan ini, karna aku ingin Alina menikmati makanan khas yang ada di kota kita."


Setelah selesai menikmati makan malam. Selli mengajak Alina ke kamarnya untuk istirahat. Selli sengaja meminta pada Devano agar Alina bisa tidur sekamar dengannya.

__ADS_1


"Kak, aku ingin Alina tidur sekamar denganku, apa boleh?."


"Tentu saja boleh." Devano melihat ke arah Alina sambil tersenyum.


Alina dan Selli berjalan ke arah kamar. Lalu masuk ke dalam.


"Alina sebaiknya kamu membersikan diri dulu baru istirahat."


"Baik lah, dimana kamar mandinya?. " Alina pun tersenyum melihat ke arah Selli.


"Itu, di sana." tunjuk Selli pada sebuah pintu.


Alina pun berjalan ke arah yang di tunjukkan oleh Selli. Kemudian membuka pintu lalu masuk. Sesampai di dalam kamar mandi Selli. Alina begitu sangat takjud melihat kamar mandi yang begitu sangat mewah bagi Alina.

__ADS_1


"Wao, kamar mandinya seindah ini," Bagaimana dengan ruangan -ruangan yang lainnya. Kamar mandinya saja sebagus ini?, bagaimana dengan yang lainnya. Aku telah melihat kamar Momsky, kamar Selli juga. Kini tinggal kamar Devano. Aku jadi penasaran pengen lihat apa saja yang ada di dalam ruangan kamar Devano." Alina tersenyum sendiri di dalam kamar mandi sambil membayankan apa saja yang ada di dalam kamar Devano.


Setelah selesai dengan ritual mandinya. Alina pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian santai seperti biasa iya pakai waktu berada di Cafe Devano.


__ADS_2