
Alina pun melihat ke arah gadis yang kini ada di hadapannya. Alina merasa sangat gugup dan juga ketakutan mendengar suara gadis yang kini ada di hadapnnya. Namun Alina mencoba menjawab pertanyaan gadis yang ada di hadapannya itu.
"Kenalkan namaku Alina," Alina mengulurkan tangannya ke arah Selli, tangan Alina terlihat gemetar dan itu membuat Selli tersenyum dan langsung memeluk Alina.
"Puffff, kakak ipar." Selli memeluk Alina setelah mengucapkan kalimatnya dan itu membuat Alina sedikit terkejut.
"Maafkan aku kakak ipar, aku telah menakutimu, sebenarnya aku tak bermaksud melakukan itu. aku hanya ingin melihat reaksimu saja ketika melihatku, oya kenalkan namaku Selli adik dari calon suamimu." Selli mengulurkan tangannya.
Alina pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Selli barusan. Kemudian Alina membala uluran tangan selli lalu menyebut namanya.
"Alina."
__ADS_1
"Nama yang sangat cantik, secantik orangnya." Selli pun berjalan masuk ke dalam kamar Momskynya.
Sementara di dapur Devano sibuk menjelaskan pada para pelayannya untuk masak masakan khas yang ada di negaranya. Devano ingin agar Alina terkesan memakan, makanan khas yang ada di negaranya. berhubung ini pertama kalinya Alina datang di negaranya. Kota kelahirannya. Setelah selesai Devano kembali ke kamar Momskynya, dan mendapati Selli sedang sibuk bercerita pada Alina.
Devano pun berjalan masuk ke dalam kamar lalu menhampiri ke duanya.
"Kalian saling mengenal?, aku terkejut, awalnya Momsky sekarang kamu, Alina apa kamu mengenal semua anggota keluargaku." tanya Devano sambil melihat ke arah Alina.
Mendengar pertanyaan Devano Selli dan Alina tertawa. Ha, ha, ha, suara tawa ke duanya.
"Jadi tadi kamu ke takutan?, mendengarku berbicara seperti itu?,"
__ADS_1
"Iya, aku sangat ke takutan, seluruh tubuhku terasa gemetaran mendengar kata -kata yang keluar dari mulut kamu," ucap Alina polos.
Devano pun tertawa mendengar kata -kata yang keluar dari mulut Alina. Devano kemudian duduk di samping Alina sambil memegan kepalanya. Melihat cinta yang di tunjukkan Devano pada Alina. Selli merasa sangat bahagia lalu berkata.
"Kapan Kalian akan berencana untuk menika?." Selli menatap ke duanya. Selli bisa melihat kalau saat ini Alina merasa sangat malu karna terlihat jelas di wajahnya. Wajahnya terlihat sangat merah.
Devano pun tersenyum melihat ke arah Selli kemudian melihat ke arah Alina. Dan tak lama Momsky ke luar dari kamar mandi kemudian berkata.
"Secepatnya lebih baik. Momsky ngak sabar pengen nimang cucu dari Devan dan juga Alina." Momsky berjalan mendekat ke arah sofa di mana putra, putrinya dan juga calon menantunya duduk.
Devano kembali tersenyum melihat ke arah Alina. Menyadari itu Alina pun berkata.
__ADS_1
"Aku ingin menyelesaikan kuliah aku dulu. Lalu meraih cita -citaku ingin menjadi seorang dokter. Aku ingin membuat ibuku bangga denganku." Alina menatap semua orang yang ada di kamar Momsky. Momsky tersenyum lalu berkata.
"Kamu kan bisa menjadi istri sambil kuliah, dan kamu pasti bisa membagi waktu kamu untuk suami dan juga kuliahmu, bagaimana apa kamu setuju dengan usulku?," ucap Momsky sambil melihat ke arah Alina.