Ikatan Hati

Ikatan Hati
Bab.29


__ADS_3

Selli pun bertanya pada Dr.Rano.


"Maaf, Dr. memangnya calon kakak ipar saya melakukan apa?" tanya Selli serius melihat ke arah Dr.Rano.


Dr.Rano tersenyum lalu menjawab pertanyaan dokter Selli. "Calon kakak ipar anda, telah membantuku di dalam ruangan oprasi. Aku tidak tau, kalau dia bukan perawat di rumah sakit ini. Namun aku salut dia sangat berbakat menjadi seorang dokter ahli beda." Dr.Rano menjelaskan semuanya pada pada Dr.Selli.


Selli terkejut sekaligus salut dengan apa yang Ia dengar dari mulut Dr.Rano. Selli pun melihat ke arah Alina yang kini hanya terdiam melihat kedua Dr yang ada di depannya tengah membicarakan dirinya.


Setelah pamit pada Dr.Rano Selli mengajak Alina menuju arah ruangannya. "Alina, Ayo."


Alina mengangukkan kepalanya seteuju, dengan ajakan Selli.


***


Waktu terus berlalu tak terasa kini Alina telah kembali ke Jakarta, karna waktu libur kuliahnya telah selesai dan kembali lagi melanjutkan studinya yang sebentar lagi akan selesai.


Alina terlihat begitu sangat bahagia setela sampai di jakarta. Karna setelah pulang dari negara kelahiran

__ADS_1


Devano, Ia mendapatkan restu yang tak pernah Ia duga dari keluarga kekasihnya.


Alina kembali ke kampus, sementara Devano kembali mengusrus CafeVannya.


Alina terlihat begitu sangat senang dan bahagia ketika Ia lulus seleksi, dan mendapatkan nilai terbaik di kampusnya. Di tambah Devano akan segera meresmikan hubungan mereka berdua ketika Alina lulus dan menyandang statusnya sebagai seorang Dokter bedah.


Hingga jelang hari wisuda. Devano memberi kejutan yang tak pernah Alina duga. Devano pergi ke kampun halaman alina dengan mengunakan pesawat Helli kopter milik keluarganya.


Devano tau alamat rumah Alina karna sewaktu pulang dari Malaysia mereka berdua langsung ke kota tempat tinggal Alina. Ia pun membawa Arisa Ibu Alina ke Jakarta hari itu juga.


Devano sengaja meminta pesawat Helli kopter keluarganya dari Malsysia. Karna Ia ingin memberi kejutan yang besar untuk Alina. Momsky dan Selli juga datang ke jakarta atas permintaan Devano yang ingin segera meresmikan hubungannya dengan Aina.


Alina mendengus kesal ketika namanya telah di panggil naik ke atas panggun. Karna sampai saat ini Devano masih tak ada kabar. Bahkan Hapenya tidak aktip.


Namun Aran selalu berkata. "Tenang saja Pak.Devano akan segera sampai." Aran mengatakan itu senyuman.


Alina melangkahkan kakinya naik ke atas panggun dengan senyuman manis mengambang di bibirnya. Namun dalam hati Alina berkata.

__ADS_1


"Is, Van, kamu dimana? sekarang aku ada di atas panggun. Namun kamu tak ada. Aku kecewa Van, sangat kecewa padamu."


Alina tak berenti melihat kesana kemari, mencari keberadaan Devano. Hingga akhirnya Alina melihat Devano tengah melambaikan tangannya dengan memegan beberapa tangkai bunga mawar, di dekat pintu gerban masuk kampusnya.


Alina merasa sedikit senang ketika melihat Devano. Namun ketika melihat Ibunya berjalan masuk bersama Momsky dan juga Selli. Ia merasa begitu terharu. Hingga akhirnya Ia meminta ijin untuk turun sebentar dari panggun, untuk menyapa Ibunya, Momsky dan juga Selli.


Setelah mendapat ijin. Dengan segera Alina berlari ke arah rombongan keluarganya. Setelah sampai dengan segera Alina memeluk Ibunya.


"Ibu. Kenapa bisa kesini?" Alina mengatakan itu setelah melepas pelukan dari Aris Ibu Alina.


Arisa pun tersenyum lalu menjawab pertanyaan Putrinya. "Semua karna Nak Devano. Dia yang menjemput Ibu tadi pagi." Arisa melihat ke arah Devano. "Katanya, ia ingin memberi kejutan untukmu." Arisa menjelaskan.


Setelah mendengar penjelasan dari Ibunya. Alina beralih menyapa Momsky dan juga Selli. Setelah itu Alina berjalan ke arah Devano.


Melihat Alina berjalan ke arahnya Devano tersenyum lalu menyerahkan bunga mawar yang tengah Ia pegan.


Alina menerima bunga mawar itu lalu memeluk Devano kemudian berkata.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Van. Kamu tak akan pernah tau betapa aku sangat bahagia hari ini. Seluru keluargaku ada bersamaku di saat hari yang sangat bersejarah ini. Aku sangat bahagia Van." Setelah mengatakan itu Alina melepas pelukannya dari Devano.


__ADS_2