Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
hanya membantu


__ADS_3

Ki Cakra mulai membersihkan diri sebelum melakukan konsultasi, setelah bersih, dia mengenakan pakaian serba hitam dan memakai ikat kepala yang bertahtakan mustika ular merah.


dia menuju ke ruangan yang di gunakan secara khusus, meski ada sesajen tapi ruangan itu tak seperti tempat dukun biasanya.


pak Bowo mulai memanggil pasien pertama, "pak Handoko, silahkan masuk,"


seorang pria berjas mahal dan terlihat seorang pengusaha kaya, dengan deretan usaha.


pria itu masuk kedalam ruangan itu, dan dia melihat pria yang jauh lebih muda darinya.


"silahkan duduk pak Handoko, kenapa ingin membalas santet yang di kirimkan pada anda, boleh saya lihat luka dari santetnya itu?" kata Ki Cakra yang mulai menaruh menyan dan asap pun mengepul memenuhi ruangan itu.


"bagaimana Ki Ageng bisa tau?"


"ha-ha-ha itu mudah, tapi ada mahar yang sangat mahal untuk itu, terlebih saat kamu ingin mengembalikan santet itu," kata Ki Cakra.


"tak masalah Ki, saya kasih mahar lima ratus juta, kirim kembali santet ini dan berikan saya susuk wibawa untuk membuat orang yakin dengan ucapan saya Ki," kata pria itu.


"tentu saja, itu mudah," kata Ki Cakra tersenyum.


pria itu langsung melepaskan jas yang dia kenakan, ternyata ada pula yang seperti berakar.


luka cukup besar, tapi di sekelilingnya di tumbuhi akar berwarna merah dan mengeluarkan aroma busuk.


Ki Cakra mengambil keris miliknya, dia mulai mengasapi keris itu dan mulai membaca mantra.


setelah itu dia menempelkan keris itu ke luka itu dan mencabut penyakit itu yang berupa kiriman santet makhluk akar.


Ki Cakra langsung mengembalikan santet itu ke pengirimnya,bahkan dukun yang membantu juga terluka parah karena Ki Cakra.


terlebih pria itu tetap pria tak tertandingi, kemudian dia membuka aura pak Handoko agar pria itu memiliki aura yang baik.


"sudah, silahkan tinggalkan mahar mu di sini, dan ingat jika kamu tak boleh melakukan keburukan seperti main perempuan dan menyakiti keluarga mu, jangan pelit, jika kamu lakukan semua pantangan itu, kamu akan tau apa akibatnya," pesan pria itu.


"baik Ki saya mengerti," jawab pria itu pergi.

__ADS_1


tak lama dari persatu pasien datang, dan semuanya orang berduit, seperti kali ini ada sepasang suami istri yang sedang menunggu kehadiran seorang anak di antara keluarga mereka.


"apa sudah pernah ke dokter?" tanya Ki Cakra melihat wanita di depannya.


"sudah Ki, tapi tak ada hasilnya, bahkan bayi tabung sampai tiga kali juga gagal Ki," kata wanita itu.


"sudah menyumbang di panti asuhan, kenapa tidak ambil anak asuh saja?" kata Ki Cakra.


"keluarga kami tak mau Ki, mereka ingin melihat aku hamil tapi sepertinya sulit Ki,bisakah mengambil janin milik orang untuk jadi milikku agar aku bisa terlihat hamil normal dan melahirkan, meski itu bukan anakku," kata wanita itu memohon.


Ki Cakra melihat sosok suami di sampingnya, "itu sangat sulit,mulai dari persyaratan berat, apa sanggup?"


"kami sanggup Ki," jawab Keduanya.


"apa kamu tau ada orang hamil yang belum sampai dua belas Minggu kehamilan, aku akan mencoba melakukan pengalihan bayi dari rahim wanita itu ke rahim istrimu, apa kamu tau?" tanya Ki Cakra yang memang tau sesuatu yang di sembunyikan pria itu.


"ada Ki," jawab pria itu.


"bagus, bawa satu barang yang sering wanita itu gunakan, buat dia minum ramuan ini, dan untuk mu nyonya puasa lah selama tiga hari mutih tanpa tidur di dalam rumah, dan di hari ketiga malam, datang ke sini kita akan melakukan ritual untuk mujon," terang Ki Cakra.


Ki Cakra ingin tertawa, pasalnya dia tau jika wanita yang di maksud janinnya ingin di ambil adalah selingkuhan pria itu.


dia tak bisa ikut campur urusan mereka, karena itu urusan pribadi mereka jadi bukan urusannya.


melihat sudah tak ada pasien,Mela ingin masuk kedalam ruangan praktek ki Cakra.


tapi Mela tak bisa masuk dan malah terpental keluar, "Ki Cakra, kenapa aku tak bisa masuk, ah pantat ku sakit,"


"tidak sembarangan orang bisa masuk sayang, tunggulah di kamar nanti aku datang kesana," kata Ki Cakra.


seorang warga desa datang dengan membawa sayuran, "saya ingin bertemu dengan ku Cakra, kami mau minta tolong," mohon pria itu.


"Monggo silahkan masuk," Kata pak Bowo.


"silahkan duduk, ada yang bisa di bantu?"

__ADS_1


"Ki ... tolong desa kami, desa kami sedang di ancam dengan tikar mayit yang meminta tumbal, sudah banyak korban dari warga tak peduli itu tua atau muda," mohon para warga itu


"apa kalian habis membunuh warga yang tak berdosa hanya karena terhasut seseorang, tikar itu menuntut dendam dan meminta keadilan, jadi apa kalian bisa melakukannya?" tanya Ki Cakra dengan datar.


"itu berat Ki, karena yang menghasut adalah lurah kami," jawab salah satu warga.


"kalau begitu buat lurah itu duduk di pinggir sungai, agar tikar mayit itu membalas dendam dan aku akan membantu saat sudah tepat waktunya," kata Ki Cakra memberikan bungkusan pada para warga itu.


"baik Ki, tapi kami hanya bisa memberikan semua sayur-mayur dan buah, sebagai mahar, jika sudah selesai kami akan berikan kambing dua ekor untuk Ki Cakra," kata salah satu pria.


"iya tak masalah karena itu sudah tugas ku, sekarang lebih baik kalian semua pulang,"kata Ki Cakra.


"terima kasih Ki," kata semua warga.


akhirnya praktek kerja Ki Cakra selesai, dia keluar ruangan praktek kaget melihat semua sayur mayur hingga buah banyak ada di pendopo rumah miliknya.


"apa ini pak Bowo?"


"ini adalah mahar dari warga desa sebelah ki, Nyi Mela silahkan keluar dan lihat semua buah ini dan pilih yang Anda suka,"


merasa di panggil Mela keluar dengan mengenakan daster tali, dan melihat banyak buah.


dia mengambil kelengkeng, anggur, manggis dan tak lupa jeruk juga, "sudah sayang?"


"sudah kok ini cukup, jika mas mau yang lain ambil saja, aku mau tidur karena capek menunggu pria yang tak kunjung datang," saut wanita itu.


"sekarang kalian bagikan atau apapun kalian bisa lakukan, aku mau istirahat, ingat sebelum aku keluar dari kamar ku jangan ada yang berani menganggu ku," pesan Ki Cakra.


"baik Ki, kami mengerti," jawab semua orang.


Ki Cakra mengikuti sosok mela masuk kedalam kamar utama, dan langsung menuju ke kamar mandi.


"bantu aku mandi, dan lusa kamu harus ikut aku bermain hal yang menyenangkan sayang,"


"tentu saja, karena aku akan menyukai dendam itu," kata Mela yang ikut masuk ke dalam kolam pemandian itu.

__ADS_1


mereka berdua pun mandi sambil melakukan pelatihan bersama, untuk saling membantu meningkatkan kemampuan.


__ADS_2