
Ki Cakra sedang di istirahatkan di rumah ustadz sepuh, Shafa sebenarnya sangat khawatir pada pria itu.
tapi dia tak bisa seenaknya datang dan menemani pria itu, bagaimana pun mereka tak memiliki hubungan apapun.
ustadz sepuh sedang duduk di samping pria itu, sambil membaca Al-Qur'an.
perlahan Ki Cakra terbangun dan membuka matanya, "bagaimana, apa yang kamu rasakan, masih panas?"
"tidak pakde sudah lumayan ringan, memang apa yang baru saja terjadi?"
"ah sepertinya otak mu memang geser ya, kamu bisa lupa lima tahun ini ngapain saja?" kata ustadz sepuh
"aku hanya semedi di goa, dan mendapatkan kekuatan abadi untuk membalas dendam, tapi saat semuanya akan selesai aku kehilangannya lagi," jawab Ki Cakra.
"baiklah kamu ingat semuanya, sekarang jalani hidup mu le, karena banyak orang berselisih karena kamu yang tiba-tiba menghilang, belum lagi dia makin semena-mena," terang ustadz sepuh.
"apa kalian tak ada yang bisa mengendalikannya?"
"tidak ada karena dia sekarang juga memilih jalan ilmu hitam, itulah kenapa aku tak sepenuhnya menghilangkan kekuatan mu," kata ustadz sepuh.
"apa? itulah kenapa aku merasa aneh tak bisa melacak sebenarnya siapa pelakunya, tapi aku tak akan memaafkan pakde dan ayah karena mengambil keputusan itu," kata Ki Cakra yang masih tak bisa terima.
"jika kami tak melakukannya, kita akan kehilangan dua anak perempuan keturunan Noviant, lagi pula kamu jika tak mau dan tak menyukai Shafa atau membencinya, aku bisa menikahkan dengan pria lain, terlebih ada dua orang yang sudah menjadi kandidat kuat," kata ustadz sepuh bangun dan bersiap pergi.
Ki Cakra nampak berpikir, dia bingung sekarang, tapi dia bangun dari ranjang itu dan bersiap pergi.
melihat Ki Cakra bangkit, Shafa berlari dari tempat itu, "gadis ini..." gumam ustadz sepuh.
sedang Ki Cakra mendengar suara gemerincing gelang saat tak sengaja gadis itu lari menjauh.
"ada apa, kamu bisa pulang, jika butuh sesuatu datang kesini, tapi ingat jangan kembali ke padepokan itu, lebih baik robohkan dan jadikan lapangan, kamu bisa lebih mudah mencari sosok Abraham," kata ustadz sepuh.
"baiklah pakde aku mengerti," jawab pria itu.
dia segera menelpon anak buahnya untuk menjemputnya di pondok, mereka datang dengan buru-buru.
"Ki Cakra tak apa? sudah dua hari tanpa kabar, kami tak berani masuk karena suara orang mengaji itu sangat menganggu." tanya Edi.
__ADS_1
"tak masalah, sekarang kita pindah dari padepokan itu, sekarang kita tinggal di rumah ku," kata Ki Cakra.
"apa, tapi kenapa Ki?" bingung kedua anak buah Ki Cakra.
"karena kita harus mulai hidup baru, terlebih tempat itu akan aku ratakan dengan tanah malam ini," kata Ki Cakra.
"baiklah ki kami mengerti," jawab mereka semua.
mereka bertiga sampai di padepokan dan mengemasi semua barang dan pergi ke rumah lama yang tak di tinggali itu.
Ki Cakra masuk ke rumah itu, semua penghuni astral pun langsung berlarian menyingkir karena takut pria itu.
rumah mewah itu tak terawat, "sepertinya kita harus membersihkan dulu, kalian bisa tinggal di samping rumah ada rumah yang berukuran sama, itu tempat tinggal kalian,dan untuk sertifikat akan aku urus secepatnya," kata Ki Cakra.
"terima kasih Ki," jawab keenamnya.
Ki Cakra memanggil beberapa makhluk halus yang pernah dia taklukkan.
dan membuat rumah itu bersih dalam sekali perintah, bahkan seperti baru lagi.
bahkan rumah yang selama ini sangat seram dan terlihat samun, kini bersinar seperti istana.
rumah yang selalu gelap gulita, kini tiba-tiba terang benderang, Ki Cakra sedang di kamar mandi.
dia baru saja selesai mandi dan melihat alat cukur di depannya, jika dulu setelah baru menikah dengan istrinya.
wanita itu akan duduk di wastafel dan membantunya mencukur brewok di wajahnya.
tapi sekarang pria itu harus mencukur sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.
dia mulai membersihkan brewok di wajahnya tapi tak memotong rambutnya.
setelah tak pernah membersihkan wajahnya, dia sedikit merasa aneh, sekarang dia sedang mengeringkan rambut kemudian mengikatnya.
dia memilih celana jeans dan kaos oblong karena harus je tempat pak RT untuk melapor jika sudah menempati rumahnya.
tapi dia kaget saat keluar kamar, "selamat malam Ki," sapa Wahyu.
__ADS_1
"alah goblok, kok iso ne, kamu ini bikin orang jantungan, mau apa?" tanya Ki Cakra
"aku ingin mengawal Ki Cakra, takut saja ada orang yang lupa wujud Ki Cakra yang sudah hilang bertahun-tahun,"
"lambemu, sudahlah ajak satu orang lagi, karena kita harus lapor cukup banyak," kata pria itu yang sudah terlihat siap.
ternyata Sukri sudah berada di dalam mobil, menunggu kedua orang lainnya.
mereka menuju ke rumah pak RT untuk melapor, pak RT bahkan sampai memeluk pria itu karena tak percaya melihat ki Cakra.
"mas kalau boleh minta tolong, boleh lah rumah keluarga Arkana juga di bersihkan ya, karena rumah itu bagus tapi tak terawat," kata RT.
"iya pak, kalau begitu saya pamit pulang, ayo Sukri, Wahyu.."
"permisi pak RT, kami pamit dulu, dan jika ada yang di butuhkan seperti bantuan dalam acara desa, bisa panggil kami, benar kan Ki," kata Wahyu.
"tentu, dan saya juga menerima orang yang mungkin sedang terkena guna-guna atau santet bisa ke tepat saya, jadi pak RT bisa mengatakan pada masyarakat, karena percaya atau tidak tindakan seperti itu masih ada, dan bolehkah aku minta air putih," kata Ki Cakra.
pak RT yang tak mengerti memberikan air kemasan gelas pada Ki Cakra.
pria itu sedang membaca mantra dan meniup ke air kemasan itu, "minta putrimu minum, karena dia sedang di guna-guna oleh seseorang, apa putri anda sedang tergila-gila dengan seorang pria?"
"bagaimana mas tau, dia sedang tergila-gila dengan seorang pemuda miskin, kalau ganteng gak papa, usah jelek gak mau kerja," kata pak RT yang langsung menyuruh putrinya minum.
Ki Cakra berdiri dan menarik arwah yang nemplok di belakang gadis itu, "kembali ke dukun mu, atau tak musnahkan di sini,"
Ki Cakra pun berhasil menyingkirkan arwah itu, tak butuh waktu lama untuk hadis itu muntah tanah kuburan dan sebuah gulungan rambut.
Wahyu dan Sukri ingin muntah dan merasa jijik, pasalnya bagaimana bisa dari tubuh wanita itu keluar benda seperti itu.
"Allahu Akbar!!"kaget pak RT.
Ki Cakra masih memukul punggung gadis itu, tak hanya itu bahkan sebuah kelabang juga.
"dukun ilmu cetek ternyata," kata Ki Cakra.
dia pun langsung pamit, dan anak dari pak RT pun sadar dan merasa sangat buruk saat ayahnya menceritakan semuanya tentang apa yang dia alami.
__ADS_1
dan gadis itu tak akan menerima barang atau apapun dari orang yang mencurigakan, tapi beruntung dia tak sampai di apa-apain oleh pria itu.