
Anand benar-benar bukan tandingan Ki Cakra, pria itu di banting ke tanah dengan sangat keras.
"sialan, kenapa kamu melakukan ini, dia sudah mati tak ada gunanya kamu membunuhku bukan, lebih baik ikut saja dengannya," kata Anand yang sudah muntah darah.
"dia mati karena mu, seandainya dia mendapatkan pertolongan lebih cepat dia tak akan mati!" bentak ki Cakra.
"kamu yakin sekali, padahal semua orang juga tau jika umurnya tak banyak lagi, jadi bukan salah ku untuk menolong dirinya pergi lebih cepat," kata Anand.
pria itu berdiri, dan merentangkan kedua tangannya, "aku memanggil semua arwah kegelapan, aku menukar diriku dengan kekuatan ilmu hitam, bantu aku membunuh pria itu," kata Anand.
ustadz sepuh kaget melihat itu, Ki Cakra hanya tersenyum saja, "semuanya mulai baca Al-Qur'an jangan sampai putus," perintah Shafa.
Ki Cakra juga menunjukkan siapa dirinya, "kau kira aku bisa di kalahkan dengan ilmu cetek milik mu," kata Ki Cakra.
keduanya pun langsung bertarung, anand tak bisa mengimbangi pertarungan Ki Cakra
pasalnya dari segi apapun dia memang tak bisa di bandingkan dengan pria itu.
"aku akan mengirim mu ke neraka," kata Ki Cakra yang langsung. menyerang Anand.
dia menemukan titik kelemahan pria itu fan langsung menyerangnya makin membabi buta.
mendapatkan serangan bertubi-tubi dan mantra yang terus menggerogoti dirinya, akhirnya anand pun langsung terjatuh dan perlahan tubuhnya menua.
bahkan asap hitam yang menolong pria itu sudah di hapus dan hilangkan oleh Ki Cakra.
"kenapa, aku selalu tak bisa menandingi mu," kata anand yang sekarang seperti pria berusia enam puluh tahun.
"karena kamu tak percaya jika dirimu itu lebih baik," kata Ki Cakra.
tak di duga rombongan dari orang tua anand datang, mereka marah melihat anaknya terluka.
"wah... kenapa menatap ku seperti itu om, kamu marah karena putra mu yang bodoh itu, ingin membunuh ku, bunuh saja karena aku juga sudah lelah," kata Ki Cakra menyeringai.
"dasar anak sialan!!" maki Aryan melihat Ki Cakra.
"jangan berani menyentuh keponakan ku Aryan, atau aku akan lupa siapa dirimu," kata ustadz sepuh.
__ADS_1
"bang tapi dia sudah melukai anak ku," marah Aryan.
"jangan lupa, dia kehilangan istri dan anaknya, kamu lupa itu, lebih baik bawa putramu karena salahnya sendiri yang memilih bersekutu dengan iblis hingga dia menjadi seperti ini," kata ustadz sepuh.
"sekarang aku mengerti, dari awal kamu memang hanya suka dengan Arkan dan seluruh keluarganya," kata Aryan menantang ustadz sepuh.
"aryan jaga bicaramu," bentak ustadz sepuh.
"itu memang benar bukan, kamu lebih menyayangi mereka di banding anak-anak ku, ini buktinya kurang apa lagi huh," marah Aryan.
pria itu ingin menampar pipi Ki Cakra, tapi tanpa di duga Shafa berdiri di depan pria itu dan menerima pukulan dari Aryan.
"sudah puas ayah kecil, kalian terus bertengkar, bahkan kamu memutuskan hubungan persaudaraan dengan Abi dan ayah Arkan, apa sudah bahagia, melihat keluarga ini hancur, aku tak membenarkan perilaku mas Cakra, tapi kalian yang orang tua pun bukan contoh yang baik untuk kami, lihatlah putra mu itu, dia bahkan tak bisa mengikhlaskan orang yang dia cintai untuk bahagia, hingga membiarkan dia mati di depan matanya, apa itu benar, jawab!!" marah Shafa.
Aryan terdiam, dia tak mengira akan mendengar ucapan ini saru gadis kecil seperti Shafa.
"ya Shafa benar, aku yang bodoh lebih baik aku mati dan mempertanggungjawabkan semuanya," kata Anand.
tanpa di duga semua orang, pria itu mengambil pisau lipat di saku celananya.
kemudian dia mengorok lehernya sendiri di depan semua orang, semua orang kaget melihat hal gila itu.
pria itu meregang nyawa, semua orang bergegas menolong tapi Anand tak semuda itu mati.
dia seperti terkena apa yang dia poh, dia mendapatkan sakaratul maut yang menyiksa.
ustadz sepuh menuntunnya untuk membaca kalimat syahadat juga tak bisa.
pria itu di larikan ke rumah sakit, tapi saat akan masuk kedalam ambulan, Ki Cakra menyadari sesuatu.
"tunggu dia tak akan bisa mati, sebelum kita menemukan jantung nya dan membakar perjanjiannya dengan makhluk ghaib itu," kata Ki Cakra.
"kalau begitu cari Cakra, kenapa kamu cuma diam saja," marah ustadz sepuh.
"tidak bisa, aku tak bisa masuk ke hutan itu sendirian, aku harus punya seseorang yang siap mati bersama, karena jika aku sendiri, aku takut lupa karena itu hutan yang sangat berbahaya," jawab Ki Cakra.
"aku akan ikut membantu mas Cakra," kata Shafa.
__ADS_1
"tidak, kalian bukan muhrim, Abi tak akan mengizinkan kamu pergi cuma berdua," kata ustadz sepuh.
"tapi aku pernah keluar dari hutan itu saat kecil, hutan ilusi yang di buat oleh lelembut di antara dua pohon beringin itu bukan," kata Shafa.
"tidak, kalian bukan muhrim, Abi tak setuju," kata ustadz sepuh.
ambulance sudah membawa tubuh Anand pergi menuju ke rumah sakit, Ki Cakra melihat Shafa.
"kalau begitu nikahkan kami, karena ini demi keluarga kita," kata Ki Cakra.
"tapi kamu harus mau mengimani agama Islam, dan kembali menjadi Cakra yang dulu, apa kamu sanggup?"
"aku sanggup pakde, dan aku akan jadi imam yang baik untuk istriku," jawab Ki Cakra.
dia pun langsung melakukan mandi besar dan semua persiapan di lakukan mendadak.
Ki Cakra bahkan kembali mengenakan pakaian Koko berwarna putih dan sarung serta peci.
dia pun duduk untuk mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum menikahi Shafa.
mereka melakukannya secara cepat, ini adalah Pihan besar, Ki Dwisa melepaskan diri dari tubuh Ki Cakra.
mereka pun setelah sah menikah, Ki Cakra sempat melihat wajah Shafa yang ternyata begitu cantik.
"kalian harus segera berangkat,"
"baik pakde, mari Shafa kita berangkat," kata Cakra mengulurkan tangannya pada gadis itu.
Cakra meminta tolong pada beberapa orang untuk menyampaikan kabar jika dia sudah melepaskan semua atribut ilmu hitam yang di miliki.
dan meminta praktek miliknya di bongkar dan di bubarkan, karena dia sekarang harus bertanggung jawab pada istrinya.
mereka sampai di depan sebuah pohon beringin kembar tiga, mereka berdua bergandengan tangan dan masuk di antara celah pohon itu.
mereka sampai di sebuah hutan yang begitu indah, Shafa terus menggenggam erat tangan Cakra.
mereka menelusuri jalan setapak, mencari sebuah goa yang menjadi tempat perjanjian antara Anand dan makhluk itu.
__ADS_1
"tapi kita tak bisa dengan mudah masuk dengan mudah, karena ini gua putus asa," kata Cakra
"mas benar, tapi jika kita percaya pada Allah dan menyerahkan diri kita sepenuhnya, insyaallah semua akan berjalan baik," jawab Shafa