
Cakra sudah selesai bersiap sedang Shafa masih sibuk dengan memilih cadar yang ingin dia kenakan.
"gunakan warna senada saja, kamu terlihat manis dengan warna itu," kata Cakra melihat gadis itu.
"benarkah begitu, oke lah kalau begitu mas," jawab Shafa yang langsung memakai cadar sesuai warna bajunya.
mereka berdua pun naik mobil dengan di antar Gopur dan waktu untuk ke pondok.
sesampainya di pondok pesantren, ternyata sudah banyak orang yang datang untuk menghadiri acara pengajian itu.
Wahyu mendorong kursi roda Cakra untuk mendekat ke arah rumah, mereka mengambil jalur khusus untuk para santri.
"ah aku baru kali ini melihat pengajian dengan begitu banyak jamaah seperti ini, apa tak akan terjadi masalah ya saat selesai nanti?" tanya Gopur.
"tenang cak, semua sudah terbiasa seperti ini, jadi mereka akan keluar dengan antri dengan tertib karena ada pembagian air yang sudah di doakan, jadi mereka tak akan berebut," kata Shafa.
mereka pun sampai di rumah ustadz sepuh, di sana Cakra sudah di minta untuk berada di kamar bersama ustadz sepuh dan beberapa orang pria.
sedang Shafa di minta menunggu di luar kamar, dia sangat cemas karena dia tak pernah meninggalkan Cakra sedetikpun selama ini.
"tenang nduk, mereka tak akan melakukan apa-apa pada suamimu," kata umi Kalila mencoba menenangkan putrinya itu
__ADS_1
"ah semoga itu benar ya umi," jawab Shafa.
sedang di dalam kamar, seorang pria sedang melakukan pemijatan titik saraf dan juga kretek untuk mengembalikan postur tubuh dari Cakra.
"argh.... sakit!!" teriak Cakra yang merasakan ototnya seperti di tarik.
mendengar teriakan Suaminya, Shafa ingin mendobrak pintu itu, tapi ustadz sepuh keluar bersama para pria itu.
dia hanya minggir dan menundukkan kepalanya, tak lama dia langsung masuk dan kaget melihat suaminya masih kesakitan.
Shafa langsung mendekat dan tak berani menyentuhnya, "mas Cakra kenapa?".
"aku tak tau, tapi rasanya tubuh ku seakan tulangnya pada lepas, dan rasanya sangat sakit," kata Cakra.
"tebang, berarti obatnya sedang bekerja, ikut umi mu ke depan dan pimpin pembacaan ayat suci Al-Qur'an, biar Abi yang menjaganya di sini karena hari ini ada pengumuman tentang beberapa ustadz yang akan menjadi guru untuk beberapa anak baru," perintah ustadz sepuh.
umi Kalila mengajak putrinya itu pergi ke depan, sedang dia kini membantu Cakra melewati rasa sakitnya.
setelah satu jam berlalu, dan pengajian sudah berjalan setengah jalan.
"jika sudah merasa mendingan, ambil baju di meja dan segera bersihkan dirimu dan kita berangkat ke depan dan bergabung dengan yang lain," kata ustadz sepuh.
__ADS_1
"baik Abi," jawab pria itu.
sekarang adalah acara puncak, jadi ustadz sepuh yang akan mengumumkan siapa saja jajaran pengurus pondok yang baru.
pria itu berjalan bersama seorang pria yang membuat semua orang tak percaya saat melihatnya.
itu adalah sosok dari Cakra yang nampak sangata sehat dan membuat semua orang tak percaya.
bahkan Shafa tak percaya dengan apa yang di lihatnya, suaminya sudah sehat padahal tadi dia sedang kesakitan tapi kenapa bisa normal seperti ini.
mereka semua mengucapkan syukur, Cakra duduk di samping mertuanya.
ustadz sepuh memperkenalkan Cakra sebagai menantunya, dan juga menunjuk para pengurus pondok pesantren yang baru.
semua wali murid dan para jamaah setuju dan merasa semua susunan itu sempurna.
dan Cakra akan membantu mengurus di balik layar, yaitu dengan memegang kembali beberapa kepemilikan dari yayasan pendidikan.
Wahyu dan Gopur sedang duduk di salah satu pedagang baso dan Menikmati jajanan sambil menunggu acara selesai.
"wish sumpah baksonya enak nih,bungkus yuk nanti minta ganti sama ibu bos lumayan loh," kata Gopur
__ADS_1
"kamu berani memintanya,"
"berani dong, kan Bu bos sangat baik," jawab Gopur percaya diri.