Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
buah mujarab


__ADS_3

Ki Cakra mengendong Mela yang sudah tertidur karena kelelahan, pria itu membaca mantra dan dia sudah sampai di padepokan.


dia pun berjalan menuju ke bangunan utama, dan langsung masuk kedalam rumah.


dia menidurkan Mela di ruang prakteknya, dan menaruh semua tanaman yang tadi mereka panen itu.


tak hanya itu, Ki Cakra mengambil beri yang tadi di ambil oleh Mela, dan mulai menggerus hingga lembut.


kemudian mencampurnya dengan beberapa tanaman lain,dan kemudian meminumkan kepada mela yang sedang tidur.


setelah itu dia juga meminumnya, Ki Cakra tak mengantuk jadi memilih menata semua bahan-bahan obat itu untuk di jemur hingga kering.


sedang jamur purnama itu di masukkan kedalam gentong dan menambahkan air untuk di berikan pada semua orang yang datang untuk berobat.


tapi ada satu jamur yang dia rebut dengan mengunakan beberapa campuran.


saat air itu mendidih, dia pun mendinginkan dan memasukkan satu genggam bunga melati.


Mela terbangun dan merasakan jika mulutnya sedikit pahit, "ada apa sayang?" tanya Ki Cakra.


"emm... mulut ku seperti habis makan sesuatu yang sepet dan asam, tapi ada rasa pahit juga, ah rasanya sangat tidak enak Ki," kata wanita itu bingung.


"tenanglah, minum ini untuk menetralisir," kata Ki Cakra memberikan sebuah gelas dari tembikar.


dia dan Mela meminum ramuan itu dan merasa tubuhnya tiba-tiba menjadi sangat segar, Mela pun bisa merasakan kekuatannya meningkatkan.


bahkan semua luka dan goresan di tubuh juga sembuh, "ramuan apa ini Ki? rasanya sangat enak?"


"itu ramuan rahasia, sehari cuma boleh minum satu kali, sekarang kita keluar karena sudah pagi, dan daftar belanjaan mu berikan pada pak Bowo, biar dia yang belanja, sedang kamu harus menemaniku di rumah untuk meracik obat," kata Ki Cakra.


"iya Ki," jawab Mela.


tapi Ki Cakra hampir lupa dengan tiga saudara yang sedang bersemedi, dan sekarang telah satu bulan berlalu.


ketiga orang itu datang ke rumah Ki Cakra, saat pria itu sedang menjemur mpon-mpon.


"paklik kami kembali," kata Ndaru selalu saudara tertua.


"oh kalian sudah menyelesaikan tapa kalian, sekarang Sukri bawa mereka untuk mandi dan membersihkan diri," perintah Ki Cakra.


"baik Ki," jawab pria itu membawa ketiganya menuju ke kolam pemandian yang ada di belakang rumah.


tak butuh waktu lama mereka semua sudah selesai mandi, dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


Ki Cakra mengantarkan mereka, dan meminta Mela tetap di rumah.


Mela menunggui semua bahan obat yang sedang di jemur itu, Nita datang membawa kripik pisang untuk menemani dan tak lupa air es jeruk nipis.


"kamu ini suka sekali dengan es jeruk nipis ya?"


"ya Nyai karena itu terasa segar di tenggorokan, jadi suka terlebih cuaca panas begini," jawab wanita itu.


Ki Cakra kembali setelah satu jam, Mela merasakan ada aura dendam yang terlalu banyak di tubuh pria itu.


dia pun langsung mengajak Ki Cakra ke kamar untuk menghisap aura gelap dari tubuh pria itu.


setelah semuanya aman, pria itu pun akhirnya sadar, dan melihat Mela sedang merapal mantra.


Ki Cakra menyentuh bahu wanita itu dan membantunya menyerap aura dendam pekat yang dia ambil dari rumah milik saudara jauhnya itu.


"wah Ki, aura itu sangat mengerikan, dan bagaimana bisa anda kuat menahannya?"


"demi dirimu, apapun bisa aku lakukan sayang, karena dendam itu sudah sangat lama terkubur di suatu tempat," jawab Ki Cakra.


"tapi lain kali jangan lakukan itu lagi, karena bisa melukai dirimu Ki," mohon Mela.


"iya aku mengerti," jawab Ki Cakra.


keduanya malah berciuman dan melepaskan hasrat untuk kesekian kalinya, dan kali ini cukup lama karena pengaruh ramuan.


Mela keluar dari kamar, dia membuka kulkas dan semua belanjaan yang dia minta sudah ada di kulkas.


"kebetulan aku ingin makan nugget viral ini, dan ah ada usus dan darah pesanan ku juga," kata Mela yang langsung membuat usus isi darah itu.


dia benar-benar tak bisa diam sekarang, setelah semuanya matang, Ki Cakra keluar dan kaget melihat usus sapi berwarna hitam itu.


"ini masakan apa? kenaoa warnanya begitu gelap?"


"itu adalah usus sapi isi darah sapi dan juga campuran bahan yang lain, dan aku memasaknya dengan bumbu rica-rica." jawab Mela.


"aku coba ya sayang," kata Adit yang menikmati makanan itu.


dia pun tersenyum karena menyukai rasanya, Mela datang dan minta di suapi.


semua orang tak boleh masuk kedalam rumah utama selain tanpa izin Ki Cakra, karena rumah itu tempat tinggal pria itu.


itulah kenapa meski mereka melakukan hubungan di dapur, itu tak akan jadi masalah, toh itu adalah rumah pribadinya.

__ADS_1


sedang ruang konsultasi itu meski tersambung dengan rumah utama, tapi di pisahkan oleh sebuah sekat yang terbuat dari anyaman bambu.


setelah makan, mereka pergi menuju ke rumah belakang untuk melihat semua orang yang sedang mengumpulkan mpon-mpon yang sudah kering.


Ki Cakra meminta mereka untuk menumbuknya agar menjadi bubuk halus.


bahkan saat menumbuk mpon-mpon itu, tubuh para pria itu mengkilat karena berkeringat.


setelah selesai, mereka tiba-tiba bubar entah kemana, "loh kok ilang, ini pada kemana sih, orang belum selesai,"


"sudah mereka sedang melakukan pekerjaan berat, setelah selesai kita masuk yuk sayang, kita mandi sudah malam," ajak Ki Cakra.


di kantor polisi masih kebingungan dengan laporan orang hilang yang tak bisa di temukan di manapun.


"apa masih belum ada titik temu sedikit pun dari kasus orang hilang, ini sudah satu bulan," kata Nino frustasi.


"maaf komandan, kami sudah mencari bukti tapi seperti ada yang aneh, seperti semuanya buntu hingga tak ada bukti penculikan atau apapun itu,"


"jadi maksud kalian jika mereka itu pergi atau kabur tanpa paksaan, kalau begitu selidiki untuk terakhir kalinya, setelah itu kita tutup kasusnya," kata Nino frustasi.


seorang polwan masuk kedalam ruangan pria, "ini di minum dulu pak,"


"keluarlah, aku sedang tak ingin minum apapun itu," marah Nino.


dia sedang kalut, bukan masalah pekerjaan, tapi juga masalah di rumah, pasalnya istrinya sedang sangat sensitif.


"itu teh camomile agar membuat tubuh rileks," bantah wanita itu.


"aku bilang pergi, aku tak suka teh!" bentak Nino.


tapi tanpa di duga, wanita itu malah memeluknya, dan entah kebetulan atau apa, Husna datang ke kantornya.


"ah maaf aku menganggu kalian," kata wanita cantik itu.


dia langsung berbalik dan pergi, sedang Nino mendorong tubuh wanita itu dengan kasar.


dia berlari mengejar istrinya tapi wanita itu sudah tak tau entah kemana, bahkan mobil itu sudah tak tau kemana perginya.


"sialan," dia pun langsung keluar dari kantor untuk mencari istrinya.


Husna yang sedang kalut menyetir tanpa tujuan, tapi tanpa terduga, saat mobilnya melesat dengan cepat.


tapi saat ingin menginjak rem, rem tidak berfungsi, dan akhirnya mobil itu masuk kedalam sungai.

__ADS_1


saat Husna bisa terlepas dari mobilnya, sesuatu menariknya hingga tenggelam.


"ya Allah aku pasrahkan diriku, maafkan aku mas Nino, maafkan bunda Lila," batin Husna yang sudah di tak memiliki kekuatan lagi.


__ADS_2