
Shafa merasa malu melihat tubuh suaminya, bahkan detak jantungnya sangat cepat saat ini.
"ya Allah... tenang ya jantung, jangan sampai kita masuk rumah sakit lagi, hanya karena melihat tubuh sempurna mas Cakra," bisiknya sambil memegang dadanya.
Cakra keluar dari kamar dan melihat sosok Shafa yang bersandar di tembok, "ada apa dek, kamu kok disini?"
tanya Cakra yang mendekati wanita itu, "ah jangan mendekat mas," kata Shafa dengan suara gemetar.
"kamu tadi kenapa lari, kamu jijik ya melihat tubuh suamimu yang penuh dengan bekas luka sayatan, dan sangat buruk," kata Cakra.
mendengar perkataan itu, Shafa menutup mulut suaminya itu dengan tangannya.
dia juga mengeleng pelan pada Cakra, dia pun menunduk tak berani memandang wajah pria itu.
"bukan jijik mas, tapi aku baru pertama kali melihat tubuh seorang pria," lirih Shafa malu.
tanpa di duga Cakra langsung memeluk Shafa, "Allahuakbar...." kata gadis itu mendorong Cakra dan kemudian lari dari sana.
dia terjatuh di lantai dan kaget melihat reaksi dari Shafa, "aduh... ini gimana ceritanya, aduh... pantat ku sakit,"
dia langsung bangun dan akan menemui mertuanya, sedang Shafa sekarang ada di dapur untuk membantu tim memasak.
"neng Shafa kenapa? kok ngos-ngosan begitu?" tanya para ibu yang bekerja di bagian dapur.
"ah tidak kok Bu, aku tadi habis lari karena lihat tikus," jawab Shafa.
"aduh tikus apa nih, tikus kepala hitam ya, orang ganteng tegsp gitu," goda umi Kalila yang juga ada di dapur pondok.
"umi..."
wanita itu memeluk umi-nya dengan malu, sedang umi Kalila tau jika pasti sekarang Cakra bingung dengan tingkah Shafa.
tempat makan di pisah antara pria dan wanita, karena Cakra harus mulai membantu di pondok.
dia ikut makan di yayasan bersama dengan ustadz sepuh dan guru yang lain.
__ADS_1
malam harinya semua sedang mengaji kitab, tapi sayangnya Cakra tak disana.
karena dia harus menuju ke rumah, untuk membahas pekerjaan yang sekarang di tangani oleh keenam orang anak buahnya.
"selamat malam Ki Cakra, atau kami perlu panggil dengan sebutan lain," tanya Asep.
"terserah kalian seenaknya saja mau panggil apa, bagaimana semua usaha yang aku minta kalian tangani, apa ada yang bermasalah?" tanya Cakra dengan santai
"ada pak bos, yaitu pengobatan alternatif dari Ki Abraham, dia menantang dan mengatakan jika anda itu dukun tak tau diri karena sekarang demi seorang wanita, anda membuang ilmu keluarga dan memilih agama yang anda anut," kata Sukri.
"dia pria gila sudah tak usah pusing, tenang saja aku yang akan membereskannya," jawab Cakra dengan santai.
"iya bos, tapi aku bingung deh, dulu itu bos itu siapa kok punya begitu banyak usaha, bahkan kami yang berenam pun hingga kadang kuwalahan," kata Edi yang baru kali ini kerja yang sesungguhnya.
"ya biar kalian tak melakukan hal salah, ingat sekarang kalian juga harus mulai berubah, kalian tentu tak ingin jika terus menjadi orang buruk, bayangkan jika kalian punya anak dan anak kalian tau apa kalian perbuat apa kalian tak merasa sesuatu?" tanya Cakra.
"iya bos, kami sadar, jadi kami ikut anda berubah," jawab Gopur.
"baiklah jika begitu, kalian juga akan menerima gaji dan uang bonus setiap bulannya, jadi kalian bisa menghidupi keluarga kalian dengan uang hslal, dan minta istri kalian membersihkan dua rumah dan aku akan memberikan gaji juga, dan nanti harus menemani istriku juga," kata Cakra.
"siap bos," jawab keenam orang itu.
bahkan penggilingan beras yang sudah tutup, kini di buka kembali, dan yang menegang adalah Sukri sesuai instruksi dari Cakra.
Husna dan Aluna yang sudah menikah, kaget saat mendengar jika penggilingan beras keluarga Noviant yang lama tutup itu buka kembali.
"apa kamu tau tentang itu dek?"
"tidak mas, setahuku yang memiliki hak untuk membukanya lagi itu cuma Adit, jangan-jangan dia sudah kembali," kata Aluna melihat suaminya itu.
"mungkin, sepertinya kita harus menemui mas Faraz untuk tau yang terjadi, lagi pula kita lama tak berkunjung kesana," kata Fahri yang seorang pemilik beberapa rumah makan di kota.
ya setelah kejadian buruk yang menimpa keluarganya, dia jarang pulang ke desa, dan sekarang sepertinya.eakyu yang tepat
bahkan ustadz sepuh sudah mendapatkan pertanyaan teror dari Husna.
__ADS_1
sebenarnya dia ingin datang malam itu, tapi Nino melarang karena wanita itu sedang hamil muda.
pukul sebelas malam, sebuah mobil Jeep Wrangler berwarna hitam datang ke pondok pesantren.
Cakra memakirkan mobilnya di samping mobil milik istrinya, yang berjajar rapi di garasi belakang rumah.
baru juga turun, dia sudah di hampiri dua orang santri, "ada apa?" tanya cakra.
"anu mas, di minta ustadz sepuh ke masjid, tapi sebelum itu panjenengan harus bersih-bersih dulu," kata kedua santri itu.
"baiklah, mungkin tiga puluh menit lagi, karena aku harus membahas sesuatu dengan istriku sebentar,"
"inggeh mas," jawab kedua santri itu yang kemudian pergi.
Cakra langsung menuju ke rumah milik ustadz sepuh, dia pun masuk kedalam kamar milik Shafa.
"assalamualaikum..."
dia langsung mengambil handuk yang sudah di siapkan di ranjang, bahkan semua baju dan kebutuhannya.
setelah mandi dia langsung bergegas ke masjid, karena istrinya tak ada di rumah.
ternyata semua sedang ngumpul di masjid, "ini kenapa semuanya di masjid,"
"duduk le, para warga sedang protes karena kamu memeluk agama lagi, dan tak ada lagi yang akan menyembuhkan santet mereka," kata ustadz sepuh merasa marah
"insyaallah saya tetap bisa membantu kalian, tapi dengan hal yang sesuai dan di izinkan oleh agama, tentu sekarang dengan agama yang saya anut, tapi saya memang berhenti melakukan hal buruk, jadi semua harus saling menghormati bukan," kata Cakra mencoba bicara dengan baik.
"Ki Cakra bagaimana dengan ku, aku menjadi seperti ini karena susuk yang anda tanam, aku ingin tangung jawab mu," kata seorang wanita.
"sudah ku katakan, jangan melanggar syarat saat memakai susuk, kamu menjadi orang tiga dengan menyakiti istri sah pria itu, jadi jangan menyalahkan aku, karena dari awal aku sudah mengingatkan mu berkali-kali," kata Ki Cakra.
wanita itu diam, seorang pria ingin protes tapi di hentikan Ki Cakra, "itu juga berlaku untuk mu," kesal pria itu.
sekarang semua warga mengerti meski sudah menjadi baik, Ki Cakra tetap bisa membantu mereka meski bukan cara ilmu hitam.
__ADS_1
Ki Abraham tak percaya dengan apa yang terjadi, rencananya berantakan, semua orang tak berguna karena tak bisa menyentuh atau menghasut warga untuk membunuh Cakra
dan sekarang tinggal dia musuh yang sedang di kejar oleh Cakra, sekali bertemu mungkin dia akan meregang nyawa di tangan pria itu.