Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
gancet gak tuh


__ADS_3

Ki Cakra selama seminggu penuh meminta warga berjaga, tak terasa seminggu telah berlalu.


seorang gadis datang ke tempat pengobatan alternatif Ki Cakra, "ada apa Aliya, ada masalah lagi?"


"Ki boleh minta pasang susuk gak, biar pria yang mendengar ucapan ku semakin tunduk padaku," kata gadis itu.


"buat apa, kamu sudah pintar bicara kok masih butuh begituan?" tanya Ki Cakra yang tau pekerjaan wanita itu.


"ayolah Ki, saya itu seorang SPG, jika tak bisa menarik orang membeli saya tak gajian nih Ki, tolong kasihanilah saya, jika Ki Cakra minta imbalan boleh kok, tubuh ku juga boleh kok," kata gadis itu.


"aku tak butuh tubuh mu, aku alergi dengan wanita, hiii.... sudah aku bantu tapi ingat jangan lupa semua syarat dan pantangan," kata Ki Cakra.


"baiklah ki, tolong yang paling canggih ya Ki," kata Aliya.


"baiklah itu mudah," jawab pria itu tersenyum.


Ki Cakra meniupkan asap kemenyan ke wajah Aliya, dan kemudian menusukkan sebuah jarum emas di sudut bibir wanita itu sambil membaca mantra


setelah selesai, gadis itu pun memberikan mahar kepada Sukri dan bergegas pergi.


dia juga sudah mendapatkan catatan dari Ki cakra tentang apa saja pantangan yang harus di hindari.


hari ini pasien pengobatan cukup banyak, Wahyu datang membawa mpon-mpon yang akan di gunakan sebagai racikan beberapa jamu.


tak hanya itu,Ki Cakra juga membuat racun dari ular dan biasanya yang memesan paket racun itu dari dark web.


Aliya berjalan menyusuri jalan desa yang cukup ramai di siang itu, tapi dia langsung menuju rumahnya untuk beristirahat dan nanti malam dia akan menguji kesaktian dari susuk Ki Cakra.


di pondok pesantren, Shafa mengambil air wudhu di rumah karena kumandang adzan dhuhur telah terdengar.


dia ke masjid bersama dengan umi Kalila, dan bersiap untuk mengikuti acara-acara beserta warga desa.


"umi kenapa harus Shafa yang ikut, umi tau para ibu-ibu ini sering menjodohkan Shafa dengan putra mereka, dan itu shafa tak suka," kata gadis itu.


"loh... orang nemenin umi-nya kok gitu, gak boleh begitu sayang, sudah ayo berangkat bersama umi," ajak umi Kalila.


mereka sampai di pengajian rutin yang di adakan oleh ibu-ibu, saat keduanya datang para jamaah langsung berdiri dan menyebutnya.


setelah itu Shafa mengikuti setiap bacaan Yasin dan tahlil, setelah itu baru umi Kalila yang mulai memberikan tausiah.


para ibu-ibu pun terlihat senang mendengarkan apa yang di sampaikan oleh umi Kalila.

__ADS_1


sedang Shafa hanya sebagai tim dokumentasi, acara selesai pukul empat sore.


Shafa langsung pamit bersama umi Kalila sebelum ada lamaran datang lagi untuknya.


umi Kalila hanya tersenyum melihat tingkah putrinya, pasalnya gadis itu benar-benar tak ingin menikah dengan pria pilihannya.


Ki Cakra selesai dengan semua orang yang tadi berobat di tempatnya.


dia kini berada di dapur rumahnya, dan ingat jika ada singkong masak gula merah.


dia langsung menghangatkan masakan itu di microwave, setelah panas, dia duduk sambil menikmati suasana sore yang gerimis ini.


dia melihat ada tanda alam, "mosok akan ada kejadian buruk lagi," gumamnya.


malam itu di desa Ki Cakra ada hajatan seorang juragan yang kaya raya, dia melaksanakan pernikahan keempatnya dengan seorang gadis muda.


bahkan di malam itu ada hiburan rakyat yaitu dangdutan, suara sound sistem terdengar sangat keras.


Ki cakra bisa melihat ke enam orang yang menjadi anak buahnya itu berangkat ke tempat acara.


sedang dia tak bisa datang dan tak tertarik datang ke tempat begituan, bahkan acara itu di jaga dua pawang hujan di tempat agar tak adalah masalah.


sepasang muda mudi yang di mabuk cinta, mereka berdua duduk di samping sebuah sungai yang cukup gelap.


tapi yang tak terduga malam itu kedua pemuda dan pemudi itu malah melakukan hubungan suami istri.


penjaga daerah itu pun marah dan membuat keduanya meninggal dunia saling gancet.


Sukri dan yang lain ingin pulang setelah puas menonton hiburan rakyat itu.


tapi mereka terkejut dengan apa yang ada, sebuah motor terparkir tanpa ada orang di sekitarnya.


"loh kok aneh sih, kenapa ada ada motor di sini," gumamnya.


"iya bener tuh, ini siapa yang meninggalkan motor ini disini," kesal mereka.


"sudahlah kenapa repot, kita pulang saja, paling besok juga ada yang ambil, sudah ayo pulang," tegur Asep.


mereka pun pulang tanpa mencari lagu, bahkan kedua pasangan itu meregang nyawa tanpa bisa di lakukan apapun.


keesokan harinya baru bisa di temukan oleh warga yang lewat jalan itu

__ADS_1


para warga tak menyangka akan menemukan hal seperti itu, mereka hanya bisa menutupi dengan daun pisang.


karena kedua jasad itu tak bisa di pindahkan begitu saja, jadi mereka memanggil Ki Cakra pagi itu.


pria itu datang dan melihat kondisi keduanya, dia membaca mantra dan meminta maaf untuk Keduanya.


beruntung akhirnya semuanya bisa di kendalikan, jasad itu bisa di ambil dan di bawa ke rumah masing-masing.


sedang Ki Cakra tetap diam di tempat kedua jenazah itu di temukan, dia melihat sosok yang membunuh mereka.


"bisakah berhenti mengambil korban," gumam pria itu.


"tapi mereka yang berbuat mesum di tempat ku," kata makhluk itu


"terserah kamu, ini terakhir kalinya,jika berani sekali lagi kalian akan mendapatkan hadiah yang besar dariku, yaitu pemusnahan," kata Ki Cakra.


sodok makhluk halus itupun langsung pergi dari tempat itu, dan menghilang


Ki Cakra juga meninggalkan tempat itu, dan akan meminta warga tak melakukan hal kotor di sekitaran desa


belum satu bulan tapi sudah terjadi kasus kematian dengan enam korban.


tak butuh waktu lama , dia kembali ke rumahnya dan hari ini dia berhenti tak praktek.


dia ingin ke tempat pesantren milik ustadz sepuh, tapi tanpa di duga dia malah melihat orang yang di tunggunya menunjukkan wajahnya.


"wah... ternyata pria ini berani datang kesini, aku sudah lama menunggu mu, bagaimana kabar mu anand," kata Ki Cakra dingin.


pria itu kaget melihat sosok yang sangat dia hindari, terlebih pria itu nampak marah melihat dirinya.


"ke kenapa mencariku, aku tak ada urusan dengan mu," kata pria itu sedikit menciut nyalinya.


"kamu yakin tak ada urusan dengan ku, kalau begitu aku yang ada urusan mu, aku ingin menuntut balas," kata Ki Cakra mencekik anand dengan satu tangan.


anand pun tak bisa berkutik, pasalnya cekikan pria itu sangat erat, bahkan anand yang mempelajari ilmu hitam pun tak bisa melakukan apapun.


semua santri panik melihat hal itu, ustadz sepuh keluar untuk melihat apa yang di laporkan oleh muridnya.


dia tak menyangka jika anand sedang meregang nyawa di tangan Ki Cakra.


"Shafa!!" panggil ustadz sepuh.

__ADS_1


Shafa keluar membawa cambuk yang kemarin di gunakan olehnya untuk menyakiti Ki Cakra.


tapi tak terduga gadis itu tak ingin menyakiti Ki Cakra, "tidak Abi, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri."


__ADS_2