Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
Bu bos terbaik


__ADS_3

pengajian Akbar itu selesai pukul tiga sore, dan semua jamaah keluar dengan tertib.


bahkan dia orang itu tak percaya saat melihatnya, terlebih yang banyak itu makhluk paling kuat di muka bumi.


Gopur melihat seorang wanita yang mencurigakan karena posturnya, dan juga dia melihat tangan wanita itu mencoba merogoh tas para ibu-ibu yang lain.


Wahyu di beritahu dan dia memberitahu para penjaga keamanan dari tim santri.


mereka langsung mencari cara meringkus wanita palsu itu dengan diam-diam.


dan Gopur melakukannya dengan sangat baik, dia langsung membuat pria itu pingsan.


para keamanan mengumumkan jika ada yang merasa kecopetan harap menuju ke ruang informasi di gerbang kedatangan.


ternyata tak hanya satu orang, ada tiga orang yang ternyata komplotan. dan semua dompet yang di ambil pun kembali ke pada pemiliknya.


Shafa yang mendapatkan kabar dari Gopur hanya menghela nafas saja, "ada apa dek? apa ada masalah,"


"ah sepertinya pengajian kali ini di susupi pencopet, dan mereka sudah tertangkap di pos," kata Shafa.


"baiklah, minta mereka bawa ke polisi,sebelum itu minta Wahyu untuk melakukan hipnotis agar mereka semua tak bisa berbohong,"


"baik mas," jawab Shafa.


"bukankah itu bisa mempengaruhi penyelidikan?" tanya ustadz Harun


"itu lebih baik dari pada kita menyulitkan tugas polisi, toh itu hanya sugesti, untuk membuat orang selalu bicara jujur," kata Cakra tersenyum.


"ya aku dulu juga melalui itu jika menemukan penjahat di sekitarku, sekarang Abi rasa kalian sebaiknya pulang untuk beristirahat, dan seminggu kedepan jangan melakukan hal berat," kata ustadz sepuh


"iya Abi, aku akan menjaga mas Cakra, kalau begitu kami pamit ya," kata Shafa yang sekarang lebih terlihat bahagia.


ustadz sepuh merasa senang melihat kedua orang itu, meski pernikahan itu mendadak, tapi beruntung mereka bisa saling menerima.


Cakra merangkul bahu Shafa saat berjalan, ternyata parkiran mobil cukup jauh.


Wahyu dan Gopur memeluk Cakra saat melihat pria itu bisa berjalan dengan sehat.


mereka ingin pergi, Wahyu menyikut Gopur, karena mereka sudah pesan bakso di bungkus.


"emm... Bu bos boleh bicara sebentar," kata pria itu malu-malu.


"iya cak Gopur?"


"begini tadi saya makan bakso, dan rasanya enak,"

__ADS_1


"terus.."


"tadi saya pesen banyak, buat yang lain jadi biar bisa rasain, tapi Bu bos yang bayar boleh gak," kata Gopur


"apa itu, kenapa harus istriku yang bayar," protes Cakra.


"mas ... gak papa cak, pesan dan pisahkan semuanya, agar sat sampai di rumah bisa di hangatkan, yang pasti harus banyak sambal," kata Shafa.


"dek..."


"iya gak kok cuma bercanda," jawab Shafa tersenyum di pelukan suaminya.


Shafa langsung membayar bakso yang di taruh di dandang dan rantangan berukuran sedang agar nanti mudah meraciknya.


ternyata itu bakso langganan keluarga Shafa, jadi itu sudah di pastikan enak.


mereka pulang menuju rumah, saat melewati daerah tuwangan sawah kebetulan pas dengan adzan Magrib berkumandang.


Shafa sedang berdzikir di dalam mobil, begitupun dengan cara. hingga sesuatu menabrak mobil mereka hingga kaca mobil retak.


"Allahuakbar!!" kaget Wahyu dan Gopur.


"ada apa cak?" tanya Shafa


"ini Bu bos, ada sesuatu yang besar tadi menabrak mobil dan kami tak tau apa itu, tapi kaca mobil sampai retak di buatnya," kata Wahyu.


ya dia tau makhluk apa yang menabrak mobilnya, tapi percuma juga mau di bahas, jadi lebih baik mereka pergi dari sana.


mobil pun sampai di rumah dan mereka bergegas ke musholla untuk mengikuti jamaah sholat.


setelah jamaah, ternyata ada pengajian rutin yang di adakan, Shafa memilih duduk mendengarkan ceramah itu.


setelah tiga puluh menit, akhirnya pengajian selesai, dia melihat Cakra masih berdiri menunggunya


mereka pun pulang berdua menuju rumah, beberapa orang menyapa Shafa karena selama tinggal di rumah mewah Cakra.


gadis itu sering bagi-bagi uang dsn sembako, bahkan sering mengadakan pengajian di rumah mewah itu.


saat pulang ke rumah, tenyata semua sudah menunggu untuk makan bakso bersama.


meski awal-awal mereka bingung melihat Shafa, tapi setelah tinggal bersama cukup lama.


mereka tau dan terbiasa melihat Shafa berkegiatan, dia terlihat cekatan untuk melayani suaminya.


mereka semua menikmati bakso yang tadi di beli, setelah selesai Shafa di minta istirahat karena urusan rumah di kerjakan oleh Ani dan Anna karena sekarang jadwal mereka.

__ADS_1


Shafa selesai mandi hanya mengenakan daster kaos panjang dan sedang mengeringkan rambut panjangnya.


Cakra yang baru selesai mandi melihat hal itu, dia memilih berdiri di belakang Shafa.


"aku akan membantumu," kata Cakra yang mengambil vitamin rambut sebelum mulai mengunakan hairdryer.


Shafa merasa jantungnya terus berdetak cukup kencang, terlebih-lebih saat jari dari Cakra tak sengaja menyentuh kulit di lehernya.


rasanya seluruh tubuhnya meremang, tak hanya itu setiap tiupan angin dari alat itu sepertinya berbeda kali ini


Cakra menyadari bahwa ada yang aneh dengan istrinya, dia pun malah menyentuh dan meniup leher Shafa.


"mas!!" kaget Shafa yang langsung mundur


melihat itu cara tertawa, "maaf aku merasa kamu lucu, jadi aku ingin semakin menggoda mu," kata pria itu.


"mas jangan seperti itu, aku merasa tubuh ku aneh setiap mas melakukan itu," kata Shafa.


"ah sayang aku harus menunggu seminggu lagi, jika tidak habis kamu," kata Cakra menarik istrinya hingga jatuh ke pelukannya.


"itu tak mungkin, karena aku sedang palang merah, maaf..."


Cakra yang mengerti hanya tersenyum, malam ini setelah istrimu tertidur lelap.


dia duduk di teras, seekor keblek datang bersama dengan sosok sundel bolong kenalan Mela.


"ada apa kamu menangkapnya?"


"dia nih yang tadi menabrak mobil milik mu, jelaskan atau aku akan membunuhmu," ancam sundel bolong itu.


"aku buru-buru karena aku hampir ketahuan saat ingin mencuri harta milik juragan Wardoyo, tapi aku tak mengerti kenapa mereka bisa mengetahui ada aku," kata pria itu ketakutan.


"mereka punya penjaga di rumahnya, terlebih bodoh itu kamu sendiri, bagaimana bisa kamu mencuri di tempat itu di sore bolong begitu," kata Cakra


"aku sedang butuh uang, dan itulah kenapa aku nekat, tapi tolong bantu aku, karena sepertinya aku tak bisa kembali ke wujud ku," mohon pria itu menangis.


"itu tak berguna, kamu di hianati istrimu, dia membuat jasad mu mati itulah kenapa kamu akan terjebak di wujud ini sampai selamanya,"


"tidak!! anda pasti bohong, tak mungkin istriku melakukan ini, karena ini adalah permintaannya," kata pria itu syok.


"Siti, tolong antar dia melihat yang sebenarnya, dan aku ingin kembali ke kamar, karena istriku yang cantik menungguku," kata Cakra yang bergegas masuk.


tapi tanpa tak di duga Siti melayang dan merubah dirinya dengan sosoknya yang sangat cantik.


"jika dia tak bisa membuat mu puas, aku bisa membantumu dengan senang hati," kata wanita itu.

__ADS_1


"sayangnya aku masih normal menyukai wanita,"


__ADS_2