Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
yang pertama


__ADS_3

Cakra masuk kedalam rumah, dia melihat sosok istrinya yang sedang beristirahat.


dia pun melepaskan baju atasan yang dia kenakan, dan langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Shafa berbalik dan kini makin dekat dengan tubuh suaminya, dia pun merasa nyaman saat Cakra memeluknya erat.


tak butuh waktu lama, Cakra juga terlelap, pukul empat pagi Shafa bangun dan kaget melihat tubuh yang sempurna di depannya dan begitu dekat.


dia pun gemetar dan langsung mundur dan berlari ke kamar mandi, dia masih tak percaya melihat itu tubuh Cakra.


dia mandi dan langsung menunaikan ibadah sholat subuh, sedang Cakra bangun telat karena kelelahan.


ya setelah sakit, dia jadi lebih mudah kekurangan tenaga, sepertinya dia perlahan jadi manusia biasa, meski kemampuannya melihat makhluk halus belum hilang.


Shafa melihat Cakra yang sedang melamun di meja kerjanya, dia datang dan menaruh teh hangat di sana.


"mas kenapa, sepertinya sedang banyak pikiran ya?"


"apa di wajah ku tertulis dengan jelas ya," kata Cakra melihat Shafa.


gadis itu mengangguk, "sayang lepas cadarmu, aku ingin melihat mu dari dekat,"


Shafa mengikuti keinginan Suaminya, melihat itu Cakra menarik istrinya itu hingga terjatuh di pangkuannya.


kemudian dia memeluk tubuh Shafa dengan erat, "aku ingin seperti ini sebentar saja,"


"baiklah mas," jawab hujan tersenyum.


mereka berdua duduk seperti itu selama tiga puluh menit, perlahan Cakra menarik wajah istrinya itu untuk melihat kearahnya.


Keduanya pun berciuman dengan mesra, bahkan Cakra mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"kamu tau sayang, suamimu ini punya nafsu yang besar, jadi aku harap nantinya kamu tak pernah menolak ku, karena aku bisa marah," kata pria itu tersenyum.


"tentu saja tidak, itulah kenapa aku memilih di rumah," jawab Shafa tersenyum.


"tapi sekarang tahan dulu ya mas, aku sedang datang bulan jadi tak bisa melayani mu, lagi pula mas sedang sakit," jawab Shafa.


Cakra tersenyum, "baiklah sekarang mas harus ke beberapa tempat usaha, kamu di rumah saja ya, dan biarkan aku mandi dulu,"


Shafa mengangguk dan menyiapkan semuanya untuk cakra, dia memberikan itu pada Sukri yang kali ini akan menemani Cakra bersama Edi.


ya mereka harus ke kota sebelah untuk memeriksa laporan keuangan yang sudah beberapa bulan belum di cek.


belum lagi ada beberapa cabang yang harus tutup karena ketidakmampuan dari rekan bisnis menjalankan tugasnya.


tapi Cakra akan melihatnya, jika bisa di selamatkan maka dia akan membantu menyelesaikan semua masalah.


"aku berangkat ya sayang," kata Cakra yang mencium kening Shafa setelah bersalaman dengan istrinya itu.


Cakra tersenyum dan mengangguk, mereka pun berangkat menuju ke kota tetangga.


di mobil tenyata semua camilan dari Shafa sudah tersedia, bahkan Sukri dan Edi mendapatkan uang saku tambahan.


karena mereka berdua harus menjaga Cakra agar tak terjadi apa-apa selama bekerja.


setelah satu jam, mereka pun sampai dan langsung menuju ke pusat restoran miliknya.


mereka langsung melihat dan memeriksa pembukuan, Cakra mencatat ternyata ada beberapa pengeluaran yang tidak sesuai.


"Sukri dan Edi, minta manajer pelaksana dan bagian keuangan kemari, karena aku menemukan kesalahan fatal,"


"baik bos," jawab keduanya

__ADS_1


mereka langsung memanggil keduanya, sesampainya di dalam ruangan, Sukri dan Edi membuat Keduanya berlutut


"ada apa bos, kenapa kami di perlakukan seperti ini?"


"kamu tanya kenapa, lihat dan baca sendiri, kalian mengelapkan dana lima ratus juta, kalian memilih mengembalikan, atau Alan ku buat kalian merana selama hidup, tentu aku akan melakukannya tanpa jejak, aku akan ingatkan jika kalian lupa, aku adalah Aditama Cakra Hadikusumo," kata pria itu dingin sambil memperbaiki cara duduknya.


"tapi kami tidak sendiri, banyak dari kami yang ikut menikmati hasil itu bos," jawab manajer itu.


"catat namanya, dan minta mereka mengembalikan, jika tidak, mulai besok kalian akan merasakan apa itu teror yang sesungguhnya," ancam Cakra.


"baik bos kami mengerti,"


keduanya langsung berusaha menghubungi semua orang, ternyata aliran dana cukup besar.


Malik meminta tolong pada beberapa teman Mela untuk mulai menganggu semua orang yang menghianati dirinya.


akhirnya satu persatu memohon ampun dan mengembalikan uang, dan Cakra tak berbelas kasih sedikitpun.


setelah mereka mengembalikan uang, dia memecat semua orang tanpa terkecuali.


pukul lima sore, mereka baru selesai menerima seluruh uang dan di bawa ke Bank.


beruntung karena dirinya adalah nasabah prioritas jadi memiliki akses yang baik.


setelah selesai, kini mereka menuju ke arah pulang, tapi belum juga jauh, seseorang berlari ingin menabrakkan diri kearah mobil mereka.


tapi beruntung Sukri bisa menghindari pria itu, dan langsung mengarahkan mobil itu pergi.


"ah orang gila macam apa ini, kenapa menabrak mobil jalan, dia mau cari mati," kata Sukri.


"ayolah kamu tau jika dunia ini makin gila bung, orang melakukan segala cara agar bisa mendapatkan uang,"

__ADS_1


__ADS_2