
setelah memusnahkan semuanya, Ki Cakra menoleh ke arah pria yang berdiri di samping mobil.
"terima kasih pakde, Shafa.."
gadis itu hanya mengangguk, dan langsung di ajak pergi oleh ustadz sepuh dari tempat itu.
"sekarang tinggal aku mengejar kalian berdua, Abraham dan Anand," gumam Ki Cakra yang kemudian membaca mantra untuk kembali ke rumahnya.
di sebuah rumah, seorang pria terpental dan muntah darah, saat padepokan itu hancur dengan satu kali serang.
bahkan dia terluka parah, "sialan,dia lagi-lagi menghancurkan semua, sepertinya aku harus menunjukkan siapa diriku,"
"mas Abraham kenapa?" tanya seorang wanita.
"tak apa-apa Sesa, aku hanya menemukan musuh terkuat ku," jawab pria itu yang hanya bisa memegangi dadanya.
wanita bergegas membantu suaminya itu, dia memang tau siapa suaminya itu yang seorang dukun ternama.
tapi baru kali ini dia melihat pria itu terluka separah ini, karena dia melihat sosok suaminya adalah dukun terkuat.
keesokan harinya, Ki Cakra sedang berolahraga ringan di depan rumah, meski dia sudah bersemedi lima tahun.
tapi tubuhnya tetap sempurna dengan wajah tampan, tinggi dan kulit bersih.
anak pak RT datang untuk mengantarkan makan, "selamat pagi Ki Cakra, ini ada makanan dari ayah, katanya sebagai ucapan terima kasih," kata Aliya.
"terima kasih, bagaimana sekarang kondisimu, apa masih terasa ada yang bisa tak enak?" tanya Ki Cakra menerima makanan itu.
"sudah baik Ki, tapi pria itu terus menganggu ku," kata Aliya.
"sudah tenang saja malam ini juga sosok yang dia kirim akan kembali dan menyerangnya," kata Ki Cakra dengan santai.
"benarkah Ki, kalau begitu terima kasih," kata Aliya ingin memeluk tubuh pria itu.
Ki Cakra mundur dan menahan gadis itu,"tolong jangan menyentuh ku, lebih baik sekarang kamu pulang dan tolong perhatikan bajumu agar tak mengundang nafsu para pria," pesan Ki Cakra yang langsung pergi meninggalkan gadis itu.
Aliya tak percaya jika dia di tolak oleh pria, terlebih pria itu tak tergoda dengan dirinya yang berpenampilan sangat seksi karena dia terkenal sebagai bunga desa.
Ki Cakra pun masuk kedalam rumah, di dapur sedang ada Asri dan Yuna yang sedang memasak untuk di kirimkan ke sawah.
"apa itu Ki?" tanya Yuna melihat bungkusan berbentuk kotak itu.
"dapat dari pak RT, kalian bawa ke sawah nanti, dan minta Sukri mulai membuka pengobatan alternatif,"
"baik Ki," jawab Yuna.
__ADS_1
ya dia memilih Sukri yang di anggap lebih pintar dalam pembukuan dan keterampilan bicara.
sedang yang lain sudah pergi ke sawah, kebun dan juga beberapa usaha milik Ki Cakra lainnya.
Asep dan Wawan sedang panen di kebun cengkeh dan juga kebun mpon-mpon.
saat beberapa orang datang bertanya tentang Ki Cakra, karena padepokan sudah hancur.
kedua pria itu memberikan alamat Ki Cakra yang terbaru, dan mereka pun bergegas menuju ke rumah di alamat itu.
tapi mereka terkejut melihat rumah besar dan mewah itu, bahkan rumah itu berdiri kokoh.
tapi sebuah suara membuat mereka semua menoleh, "disini tempatnya, bukan rumah itu," panggil Sukri.
ternyata sebuah rumah bergaya Jawa lama dengan ukiran khas kayu jati.
dan saat masuk kedalam ruang tunggu aura mistis terasa dan aroma kemenyan sangat kuat.
pertama seorang pria masuk ke dalam ruangan praktek Ki Cakra, mungkin dulu akan terlihat bentuk seram.
tapi sekarang hanya sebuah tembikar untuk menyalakan menyan dan juga meja kecil dan setampah sajen.
"ada apa, bukankah Anda sudah jadi DPR sesuai keinginan anda, sekarang mau apalagi?" tanya pria itu
Ki Cakra mengambil foto wanita itu, dia hanya tersenyum singkat. "yakin mau menyantet dia, dia itu ahli ibadah dan murah hati dalam sedekah, kamu tau sulit menyantet orang yang agamanya kuat,"
"saya tak peduli, saya akan bayar berapapun maharnya tapi bunuh wanita itu Ki," kata pria itu.
"kamu tak keberatan saat jatuh miskin saat wanita ini mati?"
"apa? bagaimana bisa, harta saya tak terhitung jumlahnya tak mungkin bisa habis tujuh turunan bahkan," kata pria itu sombong.
"baiklah, aku akan mengabulkan permintaan mu,tapi jangan menyesal saat kamu kehilangan semuanya," kata Ki Cakra.
"tentu Ki, dan saya akan memberikan mahar seratus juta untuk pekerjaan ini," kata pria itu.
Ki Cakra menaruh menyan lagi dan membuat satu ruangan itu berbau wangi khas.
dia mengasapi foto wanita itu dan kemudian di taburi bunga, Ki Cakra mengirim sosok kepercayaannya.
wanita itu sedang bermain dengan putranya dan tiba-tiba jantungnya terasa tertusuk benda tajam dan langsung meninggal dunia.
kedua anak wanita itu histeris melihat ibu mereka meregang nyawa.
bahkan para pelayang berusaha membawa wanita itu ke rumah sakit tetap nyawanya tak tertolong.
__ADS_1
"dia sudah mati, sesuai keinginan mu, sekarang pulang dan lakukan penghormatan terakhir untuk istrimu itu," perintah Ki Cakra.
"terima kasih Ki," jawab pria itu dengan senang.
"pria bodoh,semua rezeki mu itu dari istrimu, sekarang siap-siaplah jadi gelandangan," kata Ki Cakra menyeringai.
Ki Cakra melihat sosok wanita yang baru saja di bunuhnya, "maafkan aku harus mengambil nyawa mu seperti ini, karena aku tak ingin melihat mu terluka karena pria seperti itu," kata Ki Cakra.
"baiklah saya ikhlas, lagi pula kedua anak ku juga bisa ikut eyang mereka, dan bisakah ki Cakra menolongnya," kata arwah wanita itu.
"tentu nyonya, sesuai pesan mu," kata Ki Cakra.
seorang pasien masuk, dan tercium aroma yang begitu busuk, wanita muda itu terlihat menahan kesakitan.
"ada apa, kenapa anda datang kesini?"
"saya ingin berobat, saya sudah ke dokter tapi mereka bilang tak ada penyakitnya, tapi ******** saya sudah membusuk dan rasanya sangat panas, sakit dan saya bisa kencing nanah." kata wanita itu.
Ki Cakra hanya tersenyum saja, "berhenti mengambil suami orang, ini adalah santet yang di kirim salah satu dari istri yang sakit hati karena suaminya kamu ambil, kamu terlalu sombong dengan kecantikan yang kamu miliki," kata Ki Cakra yang mulai mengambil keris miliknya.
"tolong saya Ki, saya akan berhenti jika sembuh," mohon wanita itu.
Ki Cakra meminta wanita itu untuk tidur di atas ranjang yang terbuat dari galar yang di lapisi kain hitam, dan melihat di telapak kaki wanita itu seperti ada ular kecil yang melata.
Ki Cakra pun langsung menusukkan keris miliknya dan membuat wanita itu berteriak kesaktian.
Nita dan Anna masuk kedalam ruang praktek dan membantu Ki Cakra menarik sebuah pohon salak yang penuh dengan duri berwarna hitam yang begitu tajam dan kuat seperti halnya jarum besi.
bahkan darah dan nanah ikut keluar, karena rasa sakit akhirnya wanita itu pingsan, Ki Cakra memerintahkan dua wanita itu untuk membersihkan semuanya.
perlahan wanita itu bangun dan tak percaya jika rasa sakit dan aroma busuk itu sudah tak tercium lagi.
"Ki saya sembuh," kata wanita itu senang.
"benar, tapi ingat janji mu, karena sekali lagi kamu menjadi perebut suami orang, maka aku tak bisa menyelamatkan diri mu," kata Ki Cakra mengingatkan.
"iya Ki, saya mengerti," jawab wanita itu yang langsung pergi dengan bahagia.
kini giliran pasien ke tiga, Ki Cakra tersenyum saat melihat pria itu, "kenapa dengan burung mu tak bisa bangkit seperti seharusnya saat ingin berhubungan?"
"iya Ki, bagaimana bisa aku tau?" tanya pria itu yang malu.
"sudah ke dokter?"
"sudah dan katanya semuanya normal," jawab pria itu.
__ADS_1