Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
bukan lawan mu


__ADS_3

siang itu, Cakra dapat kabar jika kondisi dari ayah Aryan membaik, dia melihat istrinya yang masih tertidur lelap setelah sholat dhuhur.


dia pun memilih tidur kren dia juga butuh istirahat karena dia merasa tubuhnya juga mulai sangat lelah.


di luar rumah Nita, Ika, Yuna dan Asri sedang duduk santai saat para suami mereka pulang.


"apa di sawah baik? kalian pulang cepat?"


"semuanya beres, dan kami pulang membawa beberapa ubi dan singkong, tapi kok tumben Bu bos gak ikut ngumpul?"


"sepertinya Bu bos istirahat bareng pak bos deh, Karena mereka tadi telihat begitu lelah," kata Yuna yang tadi membantu cuci piring.


"sepertinya itu memang di butuhkan, siapa sih yang gak lelah, terlebih kegiatan yang seabrek, bahkan pak bos seakan tak sayang dengan dirinya sendiri." kata Asep.


"tapi beruntung loh, semenjak Bu bos hamil perlahan pak bos ikut mulai sedikit membaik dalam beristirahat, kalau begitu bagaimana kalau kita buat camilan untuk mereka, lumayan kan buat nanti sore,"


"alah bilang saja sekalian nebeng kan?" ledek Asep mendengar ucapan Sukri.


"itu sudah tau,"


mereka pun tertawa bersama, mereka pun mulai membuat camilan kesukaan dari Cakra.


yaitu keripik, beruntung juga ada sukun dan pisang yang juga bisa di buat keripik.


karena di kerjakan bersama-sama mereka pun selesai dengan cepat, dan mereka menarik empat toples keripik berukuran besar itu di meja do ruang tengah.


pasalnya biar Shafa dan Cakra bisa melihat, dan mereka juga membawa keripik yang berukuran sama untuk di bawa pulang.


Shafa bangun saat mendengar suara adzan ashar, dia bangun dan melihat suaminya yang masih begitu lepa tertidur.


bahkan pria itu tidur hanya mengenakan celana pendek saja, Shafa berbalik dan menyentuh bibir suaminya itu.

__ADS_1


"sayang jangan lakukan itu, kamu bisa pilek karena harus mandi junub terus," kata Cakra menarik istrinya itu mendekat kearah tubuhnya.


"tapi semenjak hamil, aku rasanya ingin selalu bersamamu mas," bisik Shafa.


"emm... dasar," gumam Cakra yang mengeratkan pelukannya.


sedang dukun yang mengirimkan hama itu kini sedang kesakitan, pasalnya tadi sosok yang dia mintai tolong.


menghancurkan dirinya dan membuatnya tak bisa berkutik, "sialan ... sebenarnya ini siapa yang aku lawan, kenapa aku bisa kalah sampai sebanyak ini," gumam dukun itu.


sore itu, ayah Arkan dan mami Tasya mampir ke pondok tempat sang kakak tinggal.


keduanya ingin membahas sesuai, terlebih ustadz Haris yang ingin mendirikan sendiri yayasan yang akan fokus mengajar tentang hafalan Al-Qur'an.


terlebih pondok yang ingin di dirikan adalah pondok pesantren modern, jadi ayah Arkan ingin bekerja sama dengan kakaknya itu.


"ya Alhamdulillah kalau Haris ingin melakukan itu, saya dukung saja,"


"kamu bercanda, dengan dukungan mu dan istrimu, aku yakin ustadz Haris bisa menjalankan semuanya dengan baik," kata ustadz sepuh.


sore itu juga Shafa dan Cakra datang ke pondok, mereka pun berkumpul bersama.


sedang ustadz Haris menemani Riya di rumah sakit, karena wanita itu tak ada yang membantu.


"ibu butuh sesuatu?" tanya ustadz Haris yang juga masih memantau semua pekerjaan dari tablet miliknya.


"tidak ada, tapi ibu heran melihat mu, bagaimana kamu bisa sesantai itu saat tau jika wanita yang kamu cintai itu sudah menjadi istri dari kakak ipar mu, apa kamu tak mau berjuang dulu?" tanya Riya.


"berjuang,untuk siapa jika aku terus di tolak, karena di hatinya selalu dan hanya ada satu nama," kata ustadz Haris tersenyum.


"iya, kadang aku seperti melihat Lily pada Shafa, tapi mereka memiliki sifat yang berbeda," kata Riya yang terus menggenggam tangan suaminya itu.

__ADS_1


"ya beruntung mas Cakra di cintai dua wanita yang sangat sempurna, semoga aku akan memiliki jodoh yang Sholehah," doanya.


"amiin..."


saat malam hari, para tikus itu mulai keluar dari area putukan, tapi mereka mencari sawah yang tak di beri pagar ghaib.


dan setelah menemukannya, para tikus itu berubah menjadi beringas dan mengacak-acak semua tanaman itu hingga habis.


pak Soleh yang mendapatkannya kabar dari dukun kepercayaannya tak menyangka jika sawahnya dalam bahaya.


dan benar saja, malam itu dia ke sawah bersama dua anak buahnya, di buat kaget melihat ratusan tikus sedang mengacak-acak tanaman jagung siap panen itu.


"kenapa malah bengong, cepat bunuh tikus-tikus itu," perintah pria itu.


mereka pun memukul semua tikus itu hingga mati, tapi para tikus itu seakan tak ada habisnya.


tanpa di duga, seekor tikus mulai mengigit kaki mereka, dan akhirnya semua tikus menyerang ketiga orang itu.


mereka tak bisa kabur dari tikus-tikus itu, hingga akhirnya mereka bertiga meregang nyawa di makan ratusan tikus aneh.


karena jika tikus biasa tak mungkin membunuh dan memakan daging manusia, tapi ini adalah adalah tikus ghaib.


dukun itu hanya bisa menghela nafas, "semua berbalik pada yang mengirimkan, karena keserakahan mu, sekarang kamu meregang nyawa di tangan para tikus yang kamu sembah itu,"


sedang Ki item memusnahkan para tikus itu setelah menyelesaikan tugasnya.


karena sekarang rak hanya Cakra, bahkan ayah Arkan yang selalu menjaga desa juga sudah kembali, jadi dia tak bisa bertindak seenaknya lagi.


selain itu ada ustadz Haris yang mewarisi kekuatan yang sudah di turunkan dari kakeknya dulu.


itulah kenapa keluarga itu seakan tak akan ada habisnya dalam memusnahkan semua keburukan.

__ADS_1


__ADS_2