Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
pemberitahuan pada pembaca


__ADS_3

"tunggu mas, nama Gabriel ini apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Shafa.


"ah iya ya, seharusnya siapa ya, karena Gabriel itu artinya api," kata Cakra.


"bagaimana dengan Hamzah, aku pernah bermimpi ingin punya anak yang memiliki nama seorang pria kuat," kata Shafa.


"baiklah sayang, tapi apa tak masalah jika nama Hamzah ini bersanding dengan nama keluarga ku?"


"tentu tak masalah le," jawab ayah Arkan.


"baiklah kalau begitu ayah," jawab Cakra.


Shafa pun tersenyum mendengarnya, setidaknya kini mereka harus mulai membesarkan putra mereka.


sedang di tempat lain, seseorang sedang terlihat marah saat ini, pasalnya persembahan kemarin gagal total.


ustadz Haris melihat sosok wanita yang di tolong ya, hadis nampak masih ketakutan.


Ilya menghampiri ustadz Haris, "apa dia tak mau makan, dia bisa sakit tolong bujuklah dia Ilya,"


"kenapa harus aku, itu tugas mu, kenapa kamu selalu bergantung padaku, aku ini memang siapa mu, pembantu mu huh," kata Ilya tertawa lirih.


"ayolah Ilya, setelah Shafa menikah hanya kamu satu-satunya teman perempuan ku, aku tak bisa minta tolong siapa-siapa lagi, jadi aku mohon ya," bujuk ustadz Haris.


"iya deh iya, demi teman masa kecilku ini, tapi ustadz boleh belikan aku beberapa kebutuhan gak, lumayan nih di dapur beberapa stok makanan habis," kata Ilya memberikan catatan belanja itu.


"baiklah, terima kasih ya Ilya," kata ustadz Haris.


dia melihat pemuda itu pergi, "ya Allah, entah aku punya ikatan jodoh dengannya atau tidak, tapi aku hanya bisa mengadu padamu, tolong jaga dia, setidaknya biarkan aku melihatnya dari kejauhan," kata Ilya tersenyum.


dia masuk membawa makanan untuk Rahayu, pasalnya gadis itu mengalami hal yang begitu buruk.


dan di pondok saat ini tak ada para sesepuh atau orang tua, karena semua sedang pergi ke rumah Cakra untuk melihat putra dari pria itu.


kepulangan Shafa di antar semua orang, bahkan semua keluarga besar berkumpul di rumah Cakra saat ini untuk melihat bayi Hamzah.


"aduh aduh si ganteng udah di kerubutin sama nenek-neneknya seperti itu," kata ayah Arkan.


"habis nau gimana lagi, maklum cucu pertama yang bisa di peluk, nanti kalau Shafa sibuk, dan Cakra juga, bisa titip ke mami loh, dengan senang hati mami akan menjaganya," kata mami Tasya.


"aduh mbak, aku juga mau loh jaga di ganteng," kata umi Kalila.


"iya iya deh, nanti di bagi waktunya untuk umi dan juga mami, biar Hamzah bisa menemani semua orang," kata Shafa tersenyum


"bagaimana kalau kita rencana buat lagi, biar adil?" kata Cakra.


"cak gemblek, istri mu baru melahirkan dan kamu sudah mau anak lagi, napas dulu ya," kesal ayah Arkan mendengar ucapan putranya itu.


"bercanda ayah, tapi aku tak menyangka jika akhirnya aku akan memiliki keluarga ku, setelah kematian Lily, aku merasa hidupku sangat hampa dan buruk,hingga melakukan apa yang di larang agama, hingga kedatangan Shafa, dan sekarang kami di percaya untuk memiliki seorang bayi yang lucu," kata Cakra.


"sudah semuanya kamu ambil hikmahnya, karena bagaimanapun ini sudah menjadi rencana Allah ya le," kata ayah Arkan.


"iya ayah, dan aku berterima kasih pada Shafa yang sudah mau menerima diriku yang tak sempurna ini," kata Cakra yang di sambut anggukan kecil dari istrinya itu.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


halo semua pembaca, kisah Cakra sampai di sini ya gengs...


dan untuk kisah selanjutnya akan pindah judul karena akan fokus pada Linga/ ustadz Haris Maulana Arkana.


pemuda yang harus menghadapi kejamnya dunia hitam, yang tak hanya menguras jiwa dan pikiran.


tapi juga perlahan merenggut nyawa beberapa orang yang sangat dia cintai.


terus dukung ya geng, maaf jika banyak yang kecewa karena Lily yang di buat mati.


tapi itu memang plot dari awal, dan terima kasih atas semua dukungannya selama ini, dan jangan lupa untuk mampir ke novel barunya.


di tunggu Semuanya mampir, terima kasih semuanya. 🙏🙏🙏🙏 maaf jika ada yang tak berkenan.


love you all....


lagu yang sering menemani author nulis novel ini adalah lagu ini...


Terbuai, aku hilang


Terjatuh aku dalam keindahan penantian


Terucap keraguan hati yang bimbang


Yang terhalang kepastian cinta


Aku (aku) hilang


Aku hilang


Tersabut kabut malam


Terbiasnya harapan yang tersimpan


Terasa kerinduan hati yang bimbang


Yang terhempas kepastian cinta


Dengarkanlah permintaan hati


Yang teraniaya sunyi


Dan berikanlah arti pada hidupku


Yang terhempas, yang terlepas


Pelukanmu, bersamamu, dan tanpamu


Aku hilang selalu


Aku (aku) hilang


Aku (aku) hilang


Tersabut kabut malam

__ADS_1


Terbiasnya harapan yang tersimpan


Suci tak bertuan


Terasa kerinduan hati yang bimbang


Yang terhempas kepastian cinta


Dengarkanlah permintaan hati


Yang teraniaya sunyi


Dan berikanlah arti pada hidupku


Yang terhempas, yang terlepas


Pelukanmu, bersamamu, dan tanpamu


Aku hilang selalu


Bersamamu, dan tanpamu


Aku hilang selalu


Dengarkanlah permintaan hati


Yang teraniaya sunyi


Dan berikanlah arti pada hidupku


Yang terhempas, yang terlepas


Pelukanmu, bersamamu, dan tanpamu


Aku hilang selalu


Bersamamu, dan tanpamu


Aku hilang selalu.


.


.


.


.


.


.


.


mungkin ada yang tau, karena bulan ini aku sedang galau abis, karena semua pada pindah 😭😭😭.

__ADS_1


__ADS_2