
Husna sudah pasrah jika harus mati tenggelam, tapi dia merasakan seseorang memeluknya dan membawanya berenang.
Ki Cakra keluar dari kolam belakang rumah dengan mengendong seorang wanita berjilbab.
Mela langsung memakaikan handuk kering pada wanita itu, "Susi ambilkan baju bersih panjang, dan Mela segera bantu dia berganti baju, nanti aku akan menerangkan siapa dia," kata Ki Cakra.
"baik Ki," jawab wanita itu.
Mela bergegas mengikuti Ki Cakra dan mengantikan baju basah wanita cantik itu.
Mela terdiam sesaat, dia memperhatikan wanita itu dengan seksama.
"siapa ya..." gumam Mela melihat wajah Husna.
tok... tok...
Mela pun kaget, kemudian membukakan pintu, "apa dia sudah berganti baju?"
"sudah Ki, ada apa? dan dia siapa?" tanya Mela penasaran.
"dia adalah adik mertua ku, dia adalah wanita baik, aku sangat melindungi mereka dulu, tapi aku kaget saat melihat dia tengelam di sungai dalam itu. itulah kenapa aku mengerahkan seluruh kekuatan ku untuk menyelamatkan dirinya," terang Ki Cakra.
"owh... terus itu bawa apa?"
"ini ramuan yang bisa menyembuhkan dirinya, tolong bantu aku untuk dia meminumnya," terang Ki Cakra yang memberikan gelas dari tanah liat itu.
Mela pun membantu Husna minum, dan beruntung bisa, perlahan-lahan sampai semua ramuan itu habis.
"sebenarnya ada apa dengan mu aunty, kenapa bisa berakhir seperti tadi?" gumam Ki Cakra.
perlahan-lahan Husna membuka mata dan kaget karena melihat Mela, "Lily..."
"eh bukan Bu, saya Mela," kata Mela dengan polos.
Ki Cakra berlari ke arah kaki wanita itu untuk melepaskan sesuatu, kemudian memaksa makhluk asing itu keluar.
"sakit!!!!" teriak Husna yang kemudian pingsan.
sebuah kepulan asap hitam keluar dari tubuh wanita itu, melihat itu Ki Cakra marah besar.
"sialan ternyata dia di kendalikan oleh makhluk sial ini," marah Ki Cakra berlari mengejar makhluk itu.
dia berhasil membuat makhluk itu tersungkur di depannya, dia mengunakan rantai ghaib untuk menahan sosok makhluk itu.
"siapa yang menyuruh mu, beraninya ingin mencelakai wanita itu!!"
"ampun Ki... aku cuma disuruh, dia adalah wanita yang mengincar suami wanita itu," kata makhluk itu yang merasakan sakit karena rantai ghaib itu mengeluarkan api.
"kalau begitu kembalilah pada pengirim mu, dan buat dia merasakan apa yang dia ingin lakukan pada saudaraku, atau aku akan memusnahkan mu," kata Ki Cakra mulai membaca mantra.
__ADS_1
"baik Ki!!" teriak makhluk gepeng itu yang langsung hilang setelah dapat mantra kutukan.
"sialan, bayi aunty harus tertolong," kata Ki Cakra yang baru sadar sesuatu.
dia kembali kedalam rumah, dan langsung membaca doa keselamatan untuk bayi yang ada di kandungan Husna.
Mela merasa panas di seluruh tubuhnya, pasalnya itu adalah beberapa ayah Al-Qur'an yang di baca oleh Ki Cakra
dan beruntung bayi itu sangat kuat, "terima kasih Tuhan, setidaknya kamu tak memberikan duka pada hamba Mu yang taat ini," kata Ki Cakra yang muntah darah.
"Ki Cakra," kaget Mela.
"aku tak apa-apa sayang, tapi tolong bawa aku ke tempat ku praktek, aku perlu memulihkan kondisi ku," terang pria itu.
"baik Ki, Nita, Ika, tolong jaga mbak ini ya, saya harus menemani Ki Cakra," kata Mela yang langsung mengantarkan pria itu.
dia pun duduk berhadapan dengan Ki Cakra yang langsung bersila, dia membagi beberapa kekuatan miliknya.
Ki Adjisaka dan Ki Bahurekso datang membantu Mela, dan perlahan Ki Cakra pulih.
"hentikan semuanya, kondisi ku sudah membaik," kata pria itu.
"baiklah ki, kami permisi dan seharusnya anda memanggil kami, dan jangan mencampur adukkan ilmu putih dan ilmu hitam milik mu," pesan Ki Adjisaka.
"iya Ki, aku hanya kalut tadi," jawab Ki Cakra mencoba tersenyum.
Husna pun perlahan membuka matanya, dia kaget melihat rumah kayu di sekelilingnya.
"aku dimana, kalian siapa?" kaget Husna melihat dua wanita yang menungguinya.
"loh sudah sadar, cepat panggil Ki Cakra dan Nyai Mela," kata Ika.
"iya sebentar," jawab Nita yang berlari mengetuk tempat praktek.
Husna bisa mencium aroma menyan yang sangat kuat, bahkan aroma Cendana dan bunga tujuh rupa juga.
"apa aku di selamatkan oleh dukun?" gumamnya.
tok... tok.. tok...
"Ki Cakra... Nyai Mela, mbak itu sudah sadar," panggil Nita.
Ki Cakra dan Mela saling berpandangan, dan langsung berlari keluar dari kamar itu.
mereka berdua langsung masuk kedalam kamar, "aunty sudah sadar," kata Ki Cakra tanpa sadar.
"anda siapa... dan dia itu..." lirih Husna kaget
pasalnya dia melihat seorang pria brewok yang familiar dan seorang wanita yang begitu mirip dengan keponakannya yang sudah lama mati.
__ADS_1
"maafkan atas kelancangan ku, aku adalah Ki Cakra Hadikusumo dan ini istriku, ibu jatuh ke sungai dan saya menolong anda, apa anda ingat Semuanya," tanya pria itu.
"ya, aku sedang mengemudi dan tiba-tiba mobilku tak bisa ku kendalikan hingga masuk kedalam sungai berarus deras, dan aku sebelumnya sedang bertengkar dengan suamiku," jawab Husna yang menceritakan begitu saja.
"seharusnya anda lebih percaya pada sami anda karena dia pria yang baik, sudah lebih baik saya antar pulang, mungkin keluarga anda sedang khawatir," kata Ki Cakra.
"tapi sebelum itu boleh aku minta jilbab, atau sesuatu untuk menutupi kepalaku," mohon wanita itu yang merasa tak nyaman.
"maaf di rumah ini hanya ada kain jarik," kata Ki Cakra yang memberi kode pada Mela.
"tak masalah itu sudah cukup," jawabnya.
Mela tak banyak bicara, tapi saat Wanita itu tiba-tiba memeluknya erat, dia merasa begitu nyaman.
Ki Cakra tersenyum melihat hal itu, dia pun tak melarang toh bagaimana pun saudara tetap saudara.
sedang di tempat lain, Nino sedang sangat frustasi karena mobil istrinya di ketemukan di dasar sungai.
dan saat di angkat mobil itu telah ringsek tak berbentuk, "Husna..." lirih pria itu dengan frustasi.
"pak kita tak bisa melakukan penyelaman karena kondisi sungai sangat keruh," kata tim SAR.
"tapi saya mohon cari istri saya, saya yakin dia masih hidup..." lirihnya.
"tapi melihat dari kondisi mobil istri anda, seharusnya tidak mungkin, terlebih sungai ini berarus deras," kata kepala tim SAR.
semua orang pun melihat seorang kepala Kapolres begitu lemah saat ini.
pasalnya sekuat apapun pria jika kehilangan istri akan kehilangan arahnya, "maafkan aku sayang.... maafkan mas ..." lirih Nino.
dia ingat tadi pagi dia menemukan sebuah tes kehamilan di wastafel, dia belum sempat bertanya pada istrinya.
tapi kini semua berakhir, "aku suami bodoh... bagaimana bisa aku membuatnya terluka seperti ini...", tangis pria itu dengan tersedu-sedu.
dari kejauhan Husna yang datang bersama Ki Cakra dan Mela merasa iba.
ternyata yang di katakan dukun itu benar, suaminya sangat mencintai dirinya.
Husna ingin menghampiri suaminya, tapi sebuah mobil hampir menabraknya.
ternyata itu sosok wanita yang sedang menggoda Nino, melihat hal itu Mela marah dan menunjukkan kekuatannya.
"hei kamu buta, bagaimana bisa mau berlari ke tengah jalan," marah wanita berpenampilan seperti polisi itu.
melihat itu Mela mencekik wanita itu dan melemparkannya hingga terjatuh ke sungai.
"kalap.... aku ganti tumbal yang tadi kau inginkan," gumam Ki Cakra.
tiba-tiba sungai itu bergejolak dan arus bergerak dengan sangat deras, bahkan tiba-tiba ada pusaran air.
__ADS_1
Husna kaget melihat itu, dia tak tau pria itu adalah dukun sakti.
"tenang Bu, kami orang baik kok," jawab Mela tersenyum.