Ilmu Hitam Pembawa Dendam

Ilmu Hitam Pembawa Dendam
saling mendukung


__ADS_3

keduanya pun perlahan mencoba masuk kedalam goa itu bersama, dan tanpa di duga mereka masuk dengan mudah.


Cakra dan Shafa langsung bergegas mencari jantung milik anand, bagaimana pun mereka harus segera pergi setelah itu.


"apa itu yang di atas batu besar, jantung itu berwarna hitam, jangan-jangan,", kata Shafa yang ingin mendekat.


tapi Cakra menahan wanita itu, "jangan ceroboh dan terburu-buru, tak mungkin jika kita akan mendapatkannya semudah itu, tunggu sebentar,"


Cakra mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke arah jantung yang terbungkus awan gelap itu.


tiba-tiba sosok penjaga goa itu menunjukkan dirinya, itu sosok tinggi besar berwarna hitam dengan gigi-gigi besar bertaring.


bulu panjang di sekujur tubuh dan mata merah menyala, Cakra menarik tubuh Shafa dan mengajaknya untuk bersembunyi.


tubuh keduanya pun saling berdekatan, dan Cakra memeluk tubuh Shafa erat.


karena sangat dekat, Shafa bisa mendengar suara detak jantung dari suami yang baru di menikahinya beberapa saat lalu itu.


sosok itu mengeram keras, tiba-tiba berubah lagi menjadi sebuah kucing hitam.


"mas kita harus melawannya, kita tak boleh menunda-nunda lagi," bisik wanita itu.


"ya kamu benar, kita harus mulai melakukan hal ini," gumam Cakra yang langsung keluar dari persembunyiannya.


tapi tak di duga sosok itu sudah menyeringai tepat di depan wajah Cakra dan membuat pria itu kaget.


"sialan!!"


dia langsung mundur dan bersiap untuk menyerang sosok itu, sedang Shafa mencari celah lain untuk membuat jantung dari anand lepas dari belenggu ilmu hitam itu.


Cakra dan sosok itu kini bertarung sengit, Shafa berhasil mendekati jantung milik anand, dan dia langsung menghancurkannya.


tiba-tiba ledakan terjadi dan membuat gadis itu terpental, tapi saat dia jatuh, dia melihat sebuah kantung lain di sana.


dia menyentuhnya dan membaca beberapa surat yang di ajarkan oleh Abi-nya.


"ku mohon kembalilah dan ingat siapa diri mu," kata Shafa yang terluka.


deg...


Cakra merasa dadanya sesak, kilasan balik terlihat dan terbayang di depannya.


dia tak menduga akan mengalami hal ini, semua yang sudah dia coba lupakan.


tiba-tiba Semuanya muncul lagi dalam ingatan nya, Shafa berusaha bangkit dan melihat sosok pria yang bersamanya.

__ADS_1


dia pun segera mendekat dan memapahnya, mereka harus segera keluar dari tempat itu.


"mas kita harus pergi..."


Shafa memeluk dan menahan tubuh Cakra yang lebih besar darinya, "ah... Shafa," panggilnya.


"tidak sekarang, kita harus keluar.."


mereka berdua berjalan menuju keluar goa, ternyata di luar sudah ada dua harimau hitam dan putih, mereka pun di antar keluar dari hutan itu.


saat di depan tiga beringin kembar, Shafa harus kembali memapah pria itu yang sudah hampir pingsan.


"bismillahirrahmanirrahim.... "


keduanya pun pergi keluar, dan beruntung disana sudah ada ustadz sepuh dan beberapa orang.


pria itu tau apa yang akan terjadi, "aku berhasil Abi..." lirih Shafa dengan senang.


para santri pria langsung membantu Cakra, sedang ustadz sepuh membopong putrinya dan membawa mereka ke rumah sakit


Anand sudah menemui ajalnya beberapa saat lalu, Aryan tak mengira jika akhir dari putranya bisa setragis ini.


dia pun hanya bisa menangis di samping jenazah anand yang nampak seperti pria berumur.


umi Kalila menjaga kedua orang yang telah berusaha untuk bisa menyelamatkan satu sama lainnya.


perlahan Cakra membuka matanya, dan dia melihat kesamping kanannya, ternyata ada sosok umi Kalila dan Shafa yang terbaring di ranjang.


"umi... kami kenapa, aku tak ingat apa yang tejadi," tanya pria itu.


"kalian terluka karena ingin membantu anand, sekarang dia sudah bisa pergi dengan tenang, dan Shafa hanya kelelahan," jawab wanita itu.


Cakra pun mencoba duduk dan berusaha mengingatnya, perlahan-lahan dia ingat semuanya, dia menoleh ke arah Shafa.


"kenapa kamu mengorbankan dirimu..." lirihnya.


"karena dia mencintaimu," jawab umi Kalila.


"tapi apa bagusnya umi, aku hanya pria yang murtad yang mengadaikan hidupku pada setan, kenapa dia begitu mencintai ku," tanya Cakra yang perlahan mulai pulih.


"cinta tak harus di tanyakan nak, dia mencintaimu karena sosok mu, aku juga tak tau, tapi dia selalu bilang Shafa akan bahagia jika bisa bersama dengan mas Cakra," kata umi Kalila.


dia masih tak percaya, kenapa gadis yang di idam-idamkan ini malah memilih dirinya.


perlahan Shafa juga bangun, kondisinya juga tak seburuk yang di khawatirkan orang.

__ADS_1


dia hanya kelalahan saja, "assalamualaikum dek, kamu sudah sadar?"


"waalaikum salam mas, bagaimana kondisi mas?" tanya Shafa yang melihat pria itu.


"aku baik dan terima kasih berkat dirimu aku sudah ingatanku semuanya, dan ternyata aku juga pernah mengunjungi goa itu," kata Cakra.


Shafa hanya mengangguk saja, dokter datang dan mengecek kondisi Keduanya.


sedang di desa pemakaman cukup sulit di lakukan, terlebih dengan semua halangan yang terjadi.


tiba-tiba saat ingin memandikan jenazah, ada beberapa hewan yang menyerang.


bahkan saat menuju ke makam saja, tiba-tiba mendung hitam disertai petir terjadi.


tapi ustadz sepuh terus meminta para pengantar jenazah untuk tetap berjalan.


kini mereka sudah sampai di makam, tapi lubang galian belum selesai, "ada apa pak, kenapa lubangnya belum selesai di gali?"


"maaf ustadz tanahnya sangat keras, kami sudah mencobanya sekuat tenaga, tapi tak bisa," kata pengali kubur.


"wah kejadian aneh mengerikan apa ini, bisa-bisanya tanah yang harusnya mengandung banyak air karena musim hujan, bisa setandus itu," kata salah satu warga.


"kalian berdua naiklah, biar aku yang melanjutkan mengali lubang itu," kata Aryan yang tak ingin putranya menjadi cemoohan orang.


tanpa di duga ustadz sepuh juga turun membantu Aryan, dia langsung mengali lubang sambil terus berdzikir.


tiba-tiba tanah itu sangat mudah di gali dan membuat dua pengali kubur itu terheran-heran melihatnya.


setelah selesai, ustad sepuh dan Aryan tetap di dalam lubang seorang pria turun membantu mereka semua.


Aryan mengumandangkan adzan untuk terakhir kalinya untuk putra yang dulu sangatlah dia banggakan.


tapi kini dia sendiri yang harus mengantarnya kembali ke tanah.


pemakaman berjalan lancar, saat semua orang sudah pergi, ustadz sepuh dan keluarga Aryan yang masih duduk berdoa di pusara anand.


"kamu harus ikhlaskan Semuanya Aryan, setidaknya dia tak menjadi penganut ilmu hitam selamanya," kata ustadz sepuh.


"aku tau itu mas, tapi aku masih tak menyangka saja, bagaimana bisa dia berubah, hanya karena cinta yang dia tau tak mungkin bersatu," kata pria itu tak percaya.


"itulah hati manusia, kita bisa tau dalamnya lautan, tapi tak tau dalamnya hati manusia, aku berharap kalian sekarang menjalani hidup yang bahagia, bisa kan Riya?" kata ustadz sepuh menekan setiap ucapannya.


dan mengejutkan wanita yang dadi tadi mendampingi Aryan dan tak nampak kesedihan sedikitpun darinya.


"tentu bang, pasti aku akan menjaganya," kata wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2