Ingin Menjadi Top Ranker

Ingin Menjadi Top Ranker
Chapter 38 Leon, Novaria dan Alice


__ADS_3

2 Jam Berlalu…


  Saat ini sedang masuk jam istirahat. Aku pergi ke kantin sendirian untuk membeli sejumlah makanan dan minuman. Banyak sekali siswa - siswi kelas lain yang berbincang di koridor Lantai 2. Mereka tampak bersahabat dengan teman-temannya itu.


  Ekspresi mereka sangat beragam. Aku berjalan melewati mereka semua yang sedang asik berbincang dengan rekan-rekan seumurannya. Yah.. walaupun ada beberapa perbincangan yang terasa asing di telinga ku.


  "Hey, apa kau tahu Leon dari Kelas 11-A." Ucap salah seorang siswa kelas lain.


  "Kenal dong.. siapa sih yang gakenal dia. Dia merupakan Primadona di sekolah ini. Bahkan banyak sekali anak cewe yang mencoba menembaknya." 


  Mereka berdua berbicara tentang Leon. Aku tidak berniat untuk menguping pembicaraan mereka. Akan tetapi, suara mereka lumayan keras dan terdengar ke telinga ku. Aku menatap mereka berdua yang berada di samping jendela Koridor itu.


  Dengan Raut wajah ekspresi seolah-olah tak tahu apa-apa. 


  "Dia lumayan susah didekati.. mungkin karena mukanya yang sangat ganteng itu.." dengan kedua tangan berada di pinggangnya.


  "Ada rumor yang mengatakan bahwa dia dekat dengan Salah satu cewek di Kelasnya itu." Sambil berbisik-bisik ke temannya.


  Aku lumayan penasaran dengan Rumor yang mereka bicarakan. 


  {Leon ya… sepertinya memang ada hubungan seperti itu. Dengan sifat Leon yang lumayan mengerti tentang Percintaan, tidak mungkin bahwa dia tidak mendekati salah satu cewe.} Dalam hati.


  Aku pun melanjutkan berjalan menuju Kantin. Terlalu lama mendengar Gosip-gosip seperti itu akan membuatku terpengaruh informasi yang tidak jelas asalnya. 


  ***********


  Sampai di Kantin…


  Kondisi kantin ramai sekali. Wajar saja, semua siswa-siswi di Sekolah ini berisitirahat di kantin. Dengan kondisi seperti ini, akan menyulitkanku dalam membeli sejumlah makanan dan minuman.


  Aku pun pergi ke sebuah Toko Kue. Saat aku berada di tokonya.


  "Wah.." dengan ekspresi seakan-akan tak percaya.


  Sangat ramai disini. Sejumlah orang berdesak-desakkan untuk membeli Kue juga. Mereka tampak dorong-dorongan dan situasinya menjadi Ricuh tak terkendali.


  "Bu Beli Macaronnya." 


  "Aku beli 4 Roti isi coklatnya Bu."


  "Aku duluan Bu yang membelinya."


  Sial… mereka semua berteriak kencang agar dapat membeli sejumlah makanan disini. Mereka berdorong-dorongan untuk mendapatkan posisi yang bagus untuk membeli. Dengan situasi ini, mustahil untukku menembus segerombolan manusia yang sedang berebut untuk membeli makanan.


  Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kios lain yang lebih sepi dan tidak terlalu ramai. Aku menepi sejenak di sebuah Toko Minuman yang kemarin aku datangi bersama Novaria. Toko ini tidak terlalu ramai dikunjungi. Alhasil, aku membeli sebuah Minuman di toko ini.


  Aku mengantri sejenak untuk dapat memesan minuman. Antrian tak begitu panjang dan terkendali dengan aman. Mereka sebuah dengan sabar menunggu untuk dapat memesan juga.


  Antrian pun makin lama makin menipis. Sekarang, hanya tinggal menunggu sekitar 1 orang lagi untuk aku dapat memesan.


  "Mau Pesan apa?" Ucap salah seorang penjaga kasir.


  "Aku Ice Chocolate with White Cream 1 ya." Suara orang yang berada di depanku.


  "Baik, itu saja?" 


  "Iya."


  "Ditunggu pesanannya ya.. ini Nomor antriannya." Sambil memberikan nomor antrian kepada gadis yang ada di depanku.


  Gadis itu pun pergi meninggalkan antrian. Aku maju selangkah menempati posisinya. Sekarang, giliranku untuk memesan sesuatu disini. Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya aku berada di Depan Loket pemesanan.


  "Selamat Datang, mau pesan apa?" Penjaga Kasir dengan tersenyum.


  Umm.. enaknya memesan minuman apa ya. Aku melihat-lihat menu yang terlihat di sebuah Menu di depanku. Banyak sekali pilihan minuman maupun toping saat ini. Aku memutuskan untuk memesan sebuah Minuman Blueberry dengan tambahan Sprinkles diatasnya.


  "Aku pesan Blueberry Ice with Sprinkles. 1 aja." Dengan mengangkat jari Telunjuk kananku.


  "Baik, ada pesanan lain?" Sambil mengetik di sebuah Tablet.


  Aku melihat menunya kembali. Hmm.. aku cukup terkejut dengan Menunya. Kukira disini hanya menjual minuman saja. Ternyata ada sebuah Desert yang cukup memikat perhatianku. Sebuah Desert Pancake dengan Selai Stroberi diatasnya.


  "Sama Pancakenya sekalian deh. Diatasnya dilapisi Selai Stroberi ya."


  "Baik, ada pesanan lain?"


  "Tidak, itu saja."


   Sebuah struk muncul di depan penjaga kasir itu setelah menulis pesananku di tabletnya. Dia mencabut Struknya dan memberikannya padaku.

__ADS_1


  "Ditunggu Pesanannya ya.. ini Struk untuk Nomor antriannya. Terima kasih.." sambil memberikan Struknya dengan tersenyum.


  "Sama-sama." 


  Aku pun pergi untuk mencari tempat duduk untuk menunggu pesananku. Aku berkeliling untuk mencari tempat duduk terdekat dari Tokonya. Aku pun melihat ke kanan dan ke kiri. Aku melihat satu tempat duduk kosong.


  Hanya saja, Tempat duduk yang kosong itu berada di 4 Kursi. Saat Kulihat orang-orang yang duduk disana, aku melihat Novaria, Alice dan Leon duduk disana. Aku pun mendekati mereka untuk meminta duduk di samping mereka.


  "Halo Nov, Alice, Leon." Sambil berdiri di samping mereka.


  Mereka semua menoleh ke arahku seketika.


  "Halo Juga Raph." Ucap mereka semua.


  Aku pun langsung meminta izin untuk duduk di bangku yang berada disamping Leon.


  "Boleh aku Duduk disana? Kebetulan aku gak ketemu sama sekali kursi kosong." Sambil menunjuk ke arah Kursi yang kosong.


  "Oh Boleh Raph. Duduk aja." Ucap Leon.


  Aku pun duduk setelah Mereka semua tampak menyetujuinya.


  "Terima kasih." Sambil menarik kursi kosongnya ke belakang.


  Aku pun segera duduk.


  "Ah! Bagaimana kalau kita Pergi ke Game center?" Sorak Alice.


  Aku yang sedang menunggu pesanan pun mendengar percakapan mereka bertiga. Aku mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka dengan berdiam.


  "Boleh Lic. Udah lama juga kita gamain di sana." Ucap Leon.


  "Aku sih ga masalah. Aku ikut aja." Novaria sambil meminum minumannya.


   Aku membuka Smartphone ku agar tidak terlalu jenuh menunggu pesanannya. Aku mencoba melihat-lihat Platform TCV.


  "Mumpung ada Raphael, gimana kalau kita ajak dia?" Ucap Alice.


  Aku yang tengah melihat platform TCV terkejut dengan ucapan Alice. Aku segera melihat ke arah Alice.


  "Bener juga. Lebih ramai lebih seru." Leon.


  "Memangnya Boleh nih?" Ucap diriku sambil memasang raut wajah serius.


  "Boleh lah. Kan kami yang ngajak. Udah pasti boleh." Ucap Alice dengan semangat.


  "Gausah terkesan kayak ga dianggap gitu Raph. Lagi pun aku sudah menganggap mu seperti temanku sendiri." 


  Mereka berdua seperti tidak masalah kalau aku ikut kegiatan mereka. Yah.. aku pun menerima ajakannya itu. Lagipula di rumah aku tidak ada kegiatan lain. Di kediaman juga cuman ada Para Pelayan saja disana.


  Terasa boring kalau hanya berdiam diri di rumah. Tapi Novaria belum memberikan jawabannya terhadap itu.


  "Kalau kamu Bagaimana Nov? Boleh aku ikut?" Aku menanyakan pada Novaria.


  "Ya-yah.. kayak kata Leon aja. Lebih ramai lebih seru." Sambil berbicara tergugup-gugup.


  Mereka berdua tampak tersenyum melihat tingkah Novaria.


  "Kalau begitu Fix ya. Kita berempat main di Game Center sepulang sekolah." 


  "Iya Alice. Aku ikut aja nanti. Oh iya, kalian jalan kaki kesana?" 


  "Aku bawa Mobil. Tapi cuman cukup untuk 2 orang aja." Ucap Leon sambil menggerakkan jempolnya di atas pundak kanannya.


  "Aku bawa motor sih. Kalau mau satu orang lagi ikut denganku. Cuma ya.. ga ada helm lagi."


  Cukup berbahaya bila tidak memakai helm. Kalau tau begini, aku tadi bawa 1 helm cadangan. Tapi aku juga tidak tau kami berempat pergi ke Game Center di kota mana.


  "Masalah Helm gampang Raph. Bisa beli di toko-toko di sekitaran jalan besar." Ucap Alice.


  Ada benarnya juga sih ucapan Alice. Toko-toko di sekitaran jalan besar lumayan beragam dan barang apa saja dijual disana. Mungkin ada salah satu toko perlengkapan berkendara disana.


  "Yaudah, kalau begitu yang ikut denganku siapa?" Aku bertanya kepada mereka semua.


  Leon dan Alice tampak tersenyum dan menaikkan Alis mereka. Seperti menggunakan Sebuah kode gerakan dalam berbicara.


  "Aku sama Leon." Ucap Alice.


  "Berarti Novaria bersama Raphael ya. Aku dengan Alice menggunakan mobil, kalian berdua boncengan berdua."

__ADS_1


  Ehh.. ini situasi yang tidak begitu buruk. Aku bisa lebih dekat dengan Novaria.


  "Bagaimana Nov? Mau?" Aku bertanya pada Novaria dengan nada serius.


  Novaria tampak mengacungkan jempolnya kepadaku dengan diatas mejanya. Aku mengganggap itu sebagai ucapan mau darinya.


  "Nomor Antrian 54. Silahkan ambil pesanan anda." Suara sang Kasir dengan keras.


  Itu nomor antrianku. Aku pun langsung berdiri dan segera mengambil pesanan.


  "Aku ambil pesanan ku dulu." Berbicara kepada mereka bertiga.


  Aku pun pergi menuju tempat pengambilan pesanan.


  "Saya Nomor Antrian 54." Sambil menunjukkan Nomor Antriannya.


  "Baik, ini pesanannya ya. Terima kasih sudah berbelanja di toko Kami." Sang Kasir Tersenyum serta kedua tangannya saling bersentuhan.


  Aku pun dengan segera mengambil Pesananku yang ada di depan dan berbalik kembali ke Meja tadi. 


  "Pesan apa Kamu Raph?" Alice dengan melihat ke arah nampan Pesananku.


  "Cuman satu Pancake sama Minuman Blueberry aja." Aku menaruh Nampannya di atas meja.


  "Terlihat sangat menggugah selera.." Alice dengan raut wajah seperti menginginkan makanan yang sama sepertiku.


  "Kamu Mau?" Aku menawarkan sedikit makanan ku padanya.


  "Gak usah Raph, biar aku beli sendiri aja." Alice dengan Mengelap mulutnya.


  Alice pun langsung pergi ke toko yang tadi setelah melihat pesananku. 


  "Anggap wajar saja perilaku Alice tadi ya Raph. Kalau masalah makanan manis dia memang sangat tidak terduga tingkahnya." Ucap Leon sambil menoleh ke arahku.


  "Aku menganggap wajar kok Ekspresi yang Alice keluarkan tadi. Memang Makanan ini menggugah selera sekali." Dengan memegang sebuah pisau kecil dan Garpu untuk memotong pancakenya.


  Siapapun yang menyukai makanan manis, akan terasa terpikat dengan pancake ini. Dari Looksnya saja, ini sangatlah menggugah selera makan. Untuk rasanya sepertinya tidak perlu ditanyakan lagi.


  Aku mulai memotong pancakenya menggunakan pisau kecil. Aku menancapkan Garpu di pancakenya. Kulahap dengan perlahan dan mencoba mengunyah dengan menikmati.


  {Wah! Ini sangatlah enak. Tidak salah aku membelinya di toko sana.}


  Aku memasang raut wajah puas ketika memakan pancake ini. Pancake ini benar-benar lembut


Rasa dari selai stroberi juga sangat menyatu dengan pancakenya. Rasa Manis, Gurih dan Asamnya menyatu dengan sempurna.


  "Hahaha.. ekspresimu ketika makan pancakenya lucu Raph." Ucap Novaria dengan sedikit tertawa.


  Mendengar hal itu, aku cukup senang melihat dia tertawa. Mau bagaimana lagi, Rasa pancake ini memang seenak itu. Aku pun makan dengan lahap tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


  *************


    "TRRINGG..TRRINGG!" Lonceng Bel Berbunyi.


  Sudah waktunya jam istirahat selesai dan waktu untuk masuk ke Kelas. Aku sudah selesai mengisi perutku. Pancake yang kumakan tadi pun sudah hapus. Hanya tersisa sedikit minuman yang masih kupegang.


  "Ayo masuk ke Kelas. Sekarang pelajaran Matematika soalnya." Ucap Leon sambil berdiri.


  Kami semua pun berdiri dan menuju ke arah kelas. Aku memegang botol minumannya yang masih belum habis. Aku meminumnya sembari berjalan menuju ke kelas.


  "Pelajaran matematika lagi.. hah.. aku tidak suka." Ucap Alice dengan helaan nafas.


  "Kamu ini Alice, selalu saja bilang begitu. Kalau kamu mau berusaha pasti bisa." Suara Novaria dengan sedikit tinggi.


  "Tapi Nov.." 


  "Jangan berbicara seperti itu di Koridor. Nanti kalau ada guru yang dengar bisa masalah nantinya." Ucap Leon.


  "Hah.. iya deh. Kalau kamu gimana Raph? Suka dengan matematika?" Alice bertanya kepadaku.


  Kalau dibilang seperti itu yah.. bukannya aku gak suka. Hanya saja aku kurang minat dengan pelajarannya. Walau begitu, aku tetap mengikuti pelajarannya dengan biasa-biasa saja.


  "Gak terlalu suka sih. Cuman sekedar mengikuti pelajarannya." Sambil menaruh jari telunjukku di dagu.


  "Yah.. berarti cuman aku sendiri dong disini yang Gasuka matematika." Alice dengan ekspresi tidak puas.


  "Makanya Lic, kalau diajak belajar bersama itu mau." Novaria sambil sedikit memarahi Alice.


  "Iya Iya Nov. Hah…" Alice sambil menghela nafas.

__ADS_1


  Alice pun langsung diam tak bergeming setelah dimarahi Novaria. Kami berempat berjalan di koridor secara berdampingan menuju ke Ruang Kelas….


__ADS_2